Cinta CS

Cinta CS
30.Rose sakit (2)


__ADS_3

Rose terbangun saat mencium aroma masakan.


“Enak banget aromanya, wangi”


Rose beranjak dari kasur dengan perlahan, kepalanya sudah tidak terlalu pusing.


Rose berjalan menuju dapur dan melihat Dika yang sedang memasak, Rose tidak bersuara dan memperhatikan dari jauh. Rose terpesona sejenak.


“Nona sejak kapan disana”


“emmm dari tadi “


“Ayo Nona cicipi “


“Serius emang ini bisa dimakan ? “


“Nona nggak percaya sama aku”


“Agak agak ngeri gimana gitu aku mau cicipin ini Dika”


“Enak kok, Nona terlalu ngeremehin aku, dijamin nggak mati”imbuhnya


Rose mendelik


“Eh hmm iya deh”


Rose mencoba dengan ragu, “Dika ini kamu yakin sama makanan ini ? “


Dika mengangguk dengan pasti, Rose merasa makin tidak tenang.


“Rose aku sudah pesenin kamu makanan, ini bubur sama sup ayam” ujar Anggara dari luar.


Rose berpaling, “Iya taruh aja disitu” ujar Rose yang masih antusias dengan makanan Dika.


Anggara yang merasa dicuekin hanya mendehem kesal.


“Enak..... “ujar Rose saat menyuap makanan milik Dika.


“Dah aku bilang kan”


“Iya aku percaya deh”


“Aku makan ya”


“Duduk dulu Nona”


“Makasih”


“Cobain kentang nya Nona, ini manis banget loo”


“Iya, kamu kapan ke pasar”


“Aku pesan di kurir food semua bahannya”


“Ohh enak ya jadi nggak perlu keluar”


Anggara yang melihat kedekatan Rose dan Dika merasa kesal, apa benar ia hanya sekedar CS dikantor Rose, aku masih tidak percaya “batin Anggara.


“Anggara sarapan bareng yuk”


“Nggak... Aku makan sendiri aja”


“Yakin, ini enak looh”


“Yakin bangettttttt !!! “


“yuk deh kita makan”


Rose dan Dika tidak peduli lagi pada Anggara dan Anggara makan sendiri saat semuanya sudah selesai.


“Kamu mau bersaing denganku”


“Maksudnya “


“Mana ada CS seperti kamu”


“Emang kenapa dengan aku”


“Dari tampilanmu aku nggak percaya kamu sekedar CS”


“Emang tampilanku harus gimana, kalah tampan bilang boss” ucap Dika sambil membersihkan tangannya dari sisa air.


“Issshhhh nyebelin banget sih dia”ujar Anggara sambil mengertakkan giginya.


“Rose makanan yang aku pesan tadi gimana ? “ tanya Anggara


“Buat makan siang aja nanti hangatin pake microwave “


“Okehh”


“Kamu dah minum obat”


“Belum”


“Nona ini obatnya ya”


“Iya, makasih Dika”


“Oiya Nona jika mau mandi sebaiknya jangan dulu ya, lap aja pakai air hangat”


“Baik Dika”


Dika begitu cekatan merawat orang sakit, sepertinya ia sudah biasa merawat orang.


Setelah minum obat Rose langsung ke kamar mandi.

__ADS_1


Dia membasuh tubuhnya dengan air dan handuk.


“Duh lebih segar rasanya” Rose berkaca dan menyisir rambutnya yang sepunggung.


Rose melanjutkan istirahat agar ia cepat pulih dan kembali ke pabrik lagi rasanya bosan dalam posisi seperti ini.


📱


“Hallo Joe”


“Iya Nona”


“Bagaimana keadaan pabrik “


“Lancar Nona dan bagaimana dengan keadaan Nona”


“Aku sudah baikan kok, tapi mungkin lagi dia hari, aku baru masuk”


“Iya Nona lekas sembuh ya”


“Iya”


Rose kemudian lanjut lagi tidur,sedangkan si dua pangeran sedang sibuk berdiam tanpa bicara apapun, sebenarnya Dika mau saja bicara dengan Anggara tapi kata-kata Anggara membuatnya malas,jadi ia ikut diam dan sibuk dengan hapenya diruang tengah.


Saat sore harinya Rose terkejut dengan Joe, Janet dan Evy yang datang ke rumahnya.


Memang sih nggak salah kalau mereka jenguk Rose tapi Dika???Janet akan tahu kalau si Dika menginap disana, pasti bakal hancur reputasi Rose apalagi nambah si Anggara... Aduhhh “


Dan masih ada satu untung yaitu mereka tidak keluar jadi Rose masih bisa mengatur siasat.


“Dika....!!! Anggara “


“Apa Nona”


“Kalian berdua diam dikamar aku dan jangan keluar sampai semua pegawai ku pulang”


“Emang kenapa Nona”


“Itsssss diam dan turuti saja”


“Aku juga “tanya Anggara


“Iyaaahhh”


Janet, Joe dan Evy menunggu agak lama hingga Rose mempersilahkan untuk masuk kedalam rumahnya.


“Maaf lama ya, aku lagi di kamar mandi jadi nggak dengar satpam nelpon aku”


“No problem Nona”


“Jadi Nona bajunya kan sebagian sudah jadi terus mau diantar apa diambil sendiri “


“Antar saja dan minta tanda tangan Rey ya Joe”


“Yuk minum dulu”ucap Rose menunjuk minuman kemasan yang ia suguhkan. Lebih tepatnya ia menyuruh Evy untuk mengambilnya.


Semua rencana Rose berjalan dengan rapi hingga mata Janet tertuju pada dua pasang sepatu di pojok ruang keluarganya dan sepertinya ia sangat kenal dengan salah satunya.


“Nona sepatumu kembar ya sama punya Dika”ucap Janet tak bisa menahan rasa penasarannya.


“Emmm itu punya anak teman Papaku yang seminggu lalu kesini”


“Owhhh aku pikir Nona yang punya “


“Bukan”


“Hatciuuuuu”


“Kayak ada orang yang bersin ya”ucap Janet pada Rose sambil melirik kamar Rose.


“Ohhh itu nada hapeku”


“Ohh gitu”(berusaha tidak kepo lagi)


Rose menghela nafas lega, ya ampun semoga aja mereka cepat pulangnya.


Tapi kayaknya nggak mungkin deh si Joe kepo dengan rumah Rose serta miniatur yang ada dilemari kaca.


“Nona yang punya semua ini ? “


“Iya Joe”


“Beli dimana aja ? “


“Ada yang diluar negri ada yang di toko online”


“Wihhh keren ya Nona, aku kira nggak suka yang ginian “


“Masih banyak lagi tapi ada dikamar lain, besok kalau aku sudah sehat aku undang deh acara ultah miniatur aku”


“Ehhh sampai ada ultahnya Nona ? “


“Iya dong, nggak mudah loo biar jadi banyak banget”


“Sipp mainan kelas atas ya Nona”


“Nggk juga, kalau nggak hobby atau sekedar ikut-ikutan ya susah “


“Oo gitu, aku kira menengah keatas selalu ikut trend”


“Mungkin sebagian ada yang kayak gitu”


Duh kapan sih mereka pulangnya, aku jadi khawatir.


Dikamar Rose 2 pangeran sibuk dengan pikirannya masing-masing.

__ADS_1


Si Anggara ada di jendela kamar Rose dan Si Dika duduk dikasur Rose.


“Selama aku kenal Rose aku belum pernah masuk kesini dan si CS ini sudah duluan masuk kesini, aku nggak Terima “


“Kamar Nona sangat rapi dan wangi “batin Dika.


“Nona kami pamit ya”


“Iya”


“Makasi banyak ya semuanya”


“fiuhhh” Rose bernafas lega namun tak lama.


“Brakkkkkkk”


Anggara menepis bajunya dengan kesal, Rose bengong dengan tingkah Anggara nampak pula Dika yang menatap Anggara dengan kesal.


Rose enggan bertanya dan dengan santai Rose kembali ke kamarnya.


“Aku mau istirahat lagi ya”


“Baik”


“Nona....!!! Nona !!! “


Dika dan Anggara lari tunggang langgang ke dapur dan sembunyi.


Rose nampak terkejut dengan suara Janet yang kembali lagi.


Rose keluar dengan dada yang berdebar namun tidak melihat kedua penjaganya itu.


Rose menahan dan mengatur nafasnya setenang mungkin


“Ada apa Janet” ucap Rose berjaga diambang pintu.


“Aku lupa sama belanjaan ku Nona”ucapnya sambil melongok.


“Aku ambilin”ucap Rose dengan tergopoh.


“Iya”


“Emm ini yaaa”


“Makasi Nona”


“Yaaa yaaa aku mau tidur dulu”ucap Rose kemudian menutup pintu dan bernafas lega.


“Duhh”


Papa


“Bagaimana keadaan anak Papa ? “


“Sudah baikan Pa, Pa bisakan suruh Anggara buat pulang”


“Hohoooho jadi kamu hanya butuh Dika ya”


“Bukan gitu Pa, aku nggak enak aja ngerepotin Anggara”


“Papa nggak bisa larang Anggara Rose”


“Isshhhh.... Baiklah Pa”


Rose menutup teleponnya dan dari luar sudeh tercium aroma masakan Dika.


“Wahhhh.... Mantap”


Tanpa dikomando Rose sudah ada dimeja dapur.


“Nona sudah selatan deh kayaknya sampai bisa lari-lari kesini”


“Ehhh masak sih” Rose tersipu karna ia ketahuan berlarian menuju dapur.


“Aku lagi hangatin makanan yang dibeli Anggara tadi dan sekarang aku lagi masak daging kecap”


“Iya makasi ya Dika”


“Sama-sama”


Dari luar dapur yang memang didesain langsung kearah ruang keluarga nampak Anggara yang baru selesai mandi sedang menggosok kepalanya dengan handuk.


Hidungnya mencium aroma nikmat dan ia pura-pura tidak tertarik padahal sejatinya, perutnya lapar.


“Aku sudah selesai nih, gantian kamu mandi”


“Baik”


“Jadi Rose, sudah enakan nggak”


“Sudah “


“Cepat sehat ya honey ku”


“Atas dasar apa kamu manggil aku honey”


“Atas dasar cintaku padamu”


“Idihh jangan ngarep dehhh”


“Kenapa emangnya “


“Pokoknya jangan ngarep”


__ADS_1


__ADS_2