Cinta CS

Cinta CS
73.Bersabar


__ADS_3

đź’šđź’šđź’šHAPPY READINGđź’šđź’šđź’š


“Ganteng banget anak kamu Janet”


“Iya.... Aku juga heran padahal Ayahnya biasa aja”


“Emmm.... Banyak sekali cerita kamu Janet”


“Iya... Emang”


“Aunty Rose cepat nyusul ya, nanti biar bisa main bareng”


“Iya dong”


“Bikinnya tiap hari”


“Hehh... Mulut !!! “


“Emang benar kan Rose”


“Males deh bahas disini”


“Hahahhaha”


“Anak Janet ganteng ya Ner”


“Iya... Sehat juga”


*kling*


đź“©


Tante mau ajak kamu jalan


Mau nggak ?


“SMS dari siapa Rose ? “


“Dari Tantemu”


“Dia mau apa lagi ? “


“Mau ajak aku jalan”


“Paling dia mau suruh kamu buat bayar”


“Kok kamu tahu Ner”


“Dia dari awal nggak suka sama kamu, dia maunya aku sama Wita , anak dari teman sosialita nya”


“Tapi aku mau nolak gimana ? “


“Bilang aja kamu sibuk”


“Mana bisa kayak gitu”


“Bisa”


“Ner... Apa ada yang aku tidak ketahui tentang Wita “


“Wita adalah cerita masa sekolah Rose, sudah berlalu “


“Tapi dia sampai datang ke rumah kita looh”


“Aku akan pastiin dia nggak datang lagi jika kamu tidak suka Rose”


“Aku nggak ngerti Ner, kenapa sulit sekali ya buat tenang hidup sama kamu”


“Aku minta maaf membuat kamu repot Rose”


“Aku nggak marah tapi baru kali ini tantangan buat aku jalanin hubungan sama seseorang sesulit ini”


“Rose “


“Semuanya seakan nggak berpihak sama aku “


“Jangan bicara seperti itu Rose”


“Aku akan selalu cinta sama kamu dan itu tak akan berubah Rose, itu yang terpenting “


Rose mengatur nafasnya dan memejamkan matanya.


“Sampai rumah istirahat ya”


“Tantemu ? “


“Biar aku yang balas”


“Baiklah”


“Rose jika ada yang ingin kamu tanyakan, tanyakan saja”


“Tidak Ner... Aku hanya ingin merangkai masa depan saja”


“Iya... Itu yang ingin aku dengar”


“Hari ini kita masak apa ? “


“Masak tempe, tahu sama sambal tomat, gimana ? “


“Bisa juga tuh”


“Aku jadi ngiler”


“Hehehehe”


🥬🥬🥬🥬🥬🥬🥬🥬🥬🥬🥬🥬🥬🥬🥬🥬🥬🥬🥬🥬🥬


“Kamu sudah selesai ? “


“Lagi sebentar “


“Rose wajahmu agak pucat”


“Iyalah ? “


“Jangan terlalu banyak berfikir, kan kamu sudah punya aku”


“Siapa juga yang banyak mikir”


“Oiya... Tumben bulan ini kamu belum datang bulan”


“Masak sih ... “sambil melihat kalender.


“Ehh... Iya ya tanggalnya sudah lewat.


“Kamu nggak mau coba cek”


“Besok aku cek deh”


“Bikin dulu lagi yuk”


“Aku lelah”


“Please.... “


“Jorok !!! “


🍎🍎🍎🍎🍎🍎🍎🍎🍎🍎🍎🍎


Rose berdebar saat menunggu hasil dari testpack yang ia beli.


“Positif “


“Gimana Rose ? “


“Positif “

__ADS_1


“Ya ampunn.... Setelah lama kita menunggu “


Rose tersenyum dan memeluk Nervian.


“Jaga bayi kita ya”


“Iya”


Dua bulan berlalu Rose sangat bahagia dengan kehamilannya begitu juga Nervian.


“Rose hari ini kamu mau keluar beli bahan ya”


“Iya.... “


“Aku nggak bisa ikut, nggak apa kan ? “


“Iya”


“Oiya ini kan mau akhir bulan, bantu aku buat hitung gaji karyawan ya”


“Iya”


“Hati-hati dijalan ya”


“Iya”


Nervian mengelus perut Rose”ihh kamu lucu banget pakai daster.


Setelah berbelanja kebutuhan pabrik Rose segera kembali ke mobil namun saat ia akan menyebrang, sebuah motor tanpa kendali melaju kearahnya dengan cepat.


Rose tidak bisa menghindar dan Rose pun tertabrak.


“Kita kehilangan bayinya”


“Rose....... “


“Kamu mau makan apa ? “


“Aku nggak makan “


“Apa nggak bisa aku senang dikit aja Ner” sambung Rose lahi


“Rose “


“Aku baru loohh rasain bahagia “


“Rose”


“Mudah bagimu Ner”


“Kenapa kamu bilang begitu Rose”


“Apa salah bayi aku ? “


Terisak.......


“Apa salahnya Ner”


“Kita harus sabar Rose ini ujian Tuhan”


“Hiks.... Hiksss”


Papa dan mertua Rose tidak bisa berkata apa-apa lagi, mereka juga tak mampu menahan rasa sakit karna kejadiannya begitu cepat.


“Kamu mau Bik Karsi kesini”


Rose hanya mengangguk”Sakit badanku nggak sebanding dengan kehilangan bayi aku “


Ucap Rose sambil menyembunyikan wajahnya.


“Aku mimpi kan Ner”


Nervian tak mampu melihat wajah sedih istri yang sangat di sayanginya itu.


Meskipun hatinya sedih dan terpukul,Rose tetap bekerja setelah ia sembuh.


“Ngga ada yang peduli dengan kesedihan yang aku alami” batinnya sambil terisak kembali di kantornya.


“Aku begitu menjaganya tapi kenapa orang lain yang membuat ia pergi “


Rose membuka foto kamar bayi di ponselnya,yang sudah ia siapkan semenjak awal kehamilannya.


“Begitu manis dan menarik hati tapi kenapa ? “


“Sudah jam delapan Rose, kamu nggak pulang ? “


“Aku masih ingin disini”


“Aku temani kamu ya, mau makan apa ? “


“Aku lagi nggak lapar”


“Rose, kamu pikir hanya kamu yang kehilangan, aku juga tapi kamu harus sehat, aku nggak mau kamu nanti sakit juga”


“Mudah buatmu Ner tapi bagiku “


“Tuhan yang memberi dan ia berhak mengambilnya kita tidak bisa melawan kuasanya Rose “


Rose hanya terdiam dan tak ingin membahas masalah itu dengan Nervian.


“Tuhan tolong bukak hati Rose kembali”


Minggu pagi


“Kamu mau kemana Rose ? “


“Aku mau jalan-jalan”


“Aku boleh ikut ? “


“Aku pengen sendirian bisa nggak ? “


“Baiklah tapi bawa ponselmu ya”


“Iya”


Nervian merasa ia telah kehilangan Rose ia tak percaya sikap Rose akan seperti ini.


Si jutek yang telah ia taklukkan kini kembali menjadi dingin setelah kepergian bayi mereka.


Karna tak ingin terjadi sesuatu Nervian mengikuti Rose.


Namun sejauh ini Rose hanya berjalan-jalan dan duduk di taman saja.


“Hai Rose”


“Nona Boa”


“Kamu jalan-jalan ? “


“Nggak.... Aku lagi makan”


“Nggak bisa ditanyain”


“Emang”


“Rose.... Kamu harus kuat ya”


“Iya, apa aku terlihat tidak kuat”


“Aku yakin nanti semua akan diganti kok”


“Iya Nona Boa”


“Rose... “


“Rose.... “

__ADS_1


“Apaan ? “


“Cowok”


“Mulai dah dimanapun dan kapanpun pasti cowok aja yang diomongin “


“Aku kan single”


“Sik paling single”


“Nah gitu dong .... Ketawa “


“Videoin aku dong”


“Oke... Dimana ? “


“Disini aja”


“Haii, hari ini kita mau ke.... Taman


..... Kita mau jalan, makan terus foto-foto deh, dadahhh”


“oke sippp”


“Coba liat”


“Ehhh sorry Rose, aku belum tekan tombol on nya”


“jahat banget”


“Ehhhh Rose”


“Sekali lagi”


“Dahlah males”


“Nervian nggak marah kamu tinggal jalan sendirian”


“Nggak...aku lagi pengen sendiri”


“Iya tapi sekarang saran aku, kamu lihat kedepan dan jaga kesehatan, aku yakin kok pasti nanti diberi lagi momongan”


“Iya Boa, aku juga nggak enak sama Nervian”


“Semangat, setiap ujian pasti ada kelulusannya “


“Iya... Tapi dari awal kamu bikin kesel aku ya”


“Gara-gara lupa on doang “


“Kesel tapi loooh”


“Sebenarnya banyak yang ingin aku ceritakan ke kamu”


“Iya cerita aja, tapi lama-lama kamu manggil aku kayak teman ya, aku ini teman Mama kamu Rose”


“Iya Nona terhormat “


“Aku nyesel ketemu kamu”


“Ngapain nyesel”


“Rose btw aku lupa bahas tentang SPB mu yang hot-hot itu”


“Boa.... Disana ada Nervian ku ya”


“Masalahnya mereka trending di tuk tuk”


“Ahhhh.... Masak “merebut ponsel Boa


“Astaga....!!! “


“Kamu nyesel nggak ? “


“Nggak sih tapi Nervian kayaknya nggak suka deh”


“Mau gimana lagi”


“Semenjak aku kehilangan bayiku, aku malah mikirin diri sendiri, aku lupa merawat diri, merawat rumah dan tugasku sebagai istri aku abaikan”batin Rose.


“Oiya Nona Boa, ayo sarapan dirumah “


“Pas banget lagi lapar”


Rumah Rose....


“Ner.... Aku pulang “


“Kalori apa yang terbuang, cepat amata datengnya”


“Iya... Aku ketemu tante girang”


“Ehhh mulut Rose !!! “


“Nona Boa”sambil membungkuk


“Lihat betapa sopannya suami kamu dan kamu seperti permen karet”


“Permen karet !!! “


“Iya... Lengket “


“Kok nggak nyambung”


“Aku buat sarapan dulu ya”


“Oke.... “


Nervian tersenyum saat melihat Rose semangat lagi.


“Aku suka melihat kamu tersenyum Rose”


“Aku mint maaf ya Ner”


“Untuk apa ? “


“Sikapku selama ini saat aku kehilangan bayiku”


“Aku mengerti kok, makanya aku tak mau banyak bicara”


“Kamu pasti repot ya”


“Bicara apa sih, aku bantu yang aku bisa”


“Hemmmppp”


“Asal kamu bahagia, aku juga bahagia”


“Aku mau punya anak lagi Ner”


“Iya.... Nanti pasti kita punya, makanya kamu jangan sedih ya”


“Iya”


“Coba lihat aku beli apa”


Rose membuka bungkusan kardus yang dari tadi terdiam dipojok meja dan tak ingin bicara.


“Wahhhh.... Bantal bias aku”


“Suka..... “


“Suka banget”


“Kata dia kamu nggak boleh sedih “


“I love u Nervian”

__ADS_1


“Me too..... Rose Edelweis “


__ADS_2