
Dengan gopoh-gopoh Anggara turun dari mobil dan berjalan menuju pabrik Rose.
“Apa Nona ada ? “
“Ada, sebentar saya panggilkan” Ucap Evy pada Anggara.
Rose keluar dengan wajah bete.
“Ada apa lagi ? “
“Aku minta maaf”
“Untuk apa ? “
“Untuk kemarin malam saat undangan”
“Lohh emangnya kau kenapa ? “
“Aku tidak ada hubungan apapun dengan cewek itu”
“Ada hubungan atau tidak bukan urusanku” Ujar Rose enteng
“Aku tahu cowok itu bukan pacarmu kan
“Hey itu urusan pribadiku apa pentingnya denganmu
“Aku merasa aneh saja melihatmu, aku adalah laki-laki yang mempunyai segalanya tapi kau hanya mengulur waktu”
“Hey.... Kau tidak bisa memaksakan dirimu padaku ya, lagi pula aku sedang bekerja disini, jangan ganggu aku”
“Aku tidak merasa menganggumu” ucap Anggara sambil mencengkram lengan Rose.
“Apa yang kau lakukan”
“Aku sudah bermaksud baik padamu dari tadi ya”
“Lepaskan Anggara, aku bisa adukan pada Papa”
“Baik.... Tapi lihat saja Rose, aku akan mendapatkanmu cepat atau lambat.
“Mimpi saja sana dasar sial”
Anggara dengan kesal membanting pintu mobil dan berlalu.
Ia tidak bisa sekali lembut pada Rose, rasa sukanya membuatnya berambisi tanpa ia sadari itu malah membuat masalah untuknya.
Rose dengan dongkol kembali ke kantor.
Bisa-bisanya Anggara sekasar itu padanya, kini Rose merasa takut pada Anggara.
Seperti biasa Dika melakukan tugasnya yaitu bersih-bersih pabrik.
Dika mengetuk pintu kantor Rose dengan perlahan.
“Masuk aja Dika”
“Terima kasih Nona”
Dika mulai merapikan dan menyapu seluruh ruangan dengan cekatan.
Tanpa sadar Rose memperhatikan Dika.
Tunggu dulu apaan sih...
Rose langsung fokus pada ponselnya.
📩
Big papa
Jangan lupa cek bahan
Karna sudah mau akhir bulan...
Rose mendengus dengan kesal.
Aku juga lelah tau..... “Gumam Rose dengan rasa kesal dihatinya.
Sebenarnya batin Rose sedang bergejolak saat ini, ia merasa lelah dan bosan dengan apa yang ia lakukan.
“Aku ingin rehat sejenak”
Setelah semua pekerjaan Rose selesai, Rose kemudian berkemas untuk pulang.
Namun sesampainya di gerbang rumah, ia merasa dongkol saat masuk dan melihat mobil Anggara sudah bertengger rapi disana.
“Isshhh mau apa sih dia”
Dengan malas Rose masuk kedalam rumah.
“Nah ini yang ditunggu datang”
__ADS_1
“Apaan Pa ? “
“Nih Anggara sudah nunggu kamu dari tadi, ngajak kamu buat jalan”
“Aku lelah Pa”
“Jangan gitu dong Rose”
“Papa juga harusnya tahu kan, aku disana bukannya main, tapi kerja Papa pikir aku nggak lelah”
“Hey Rose tidak baik bicara begitu”
“Tidak baik apanya, aku ngomong apa adanya kok”
“Maaf Anggara”
“Nggak apa kok Om, mungkin Rose memang lelah”
Rose berjalan kekamar dengan perasaan kesal.
“Buat apa sih dia kesini “
“Rose”
“Iyaa”
“Bisa kita bicara sebentar ? “
“Haissshhh”
“Baik”
“Ada apa Anggara”
“Kamu kesal dengan aku ? “
“Seharusnya dari awal kamu tau kan, kenapa kamu baru tanya” Rose memiringkan mulutnya
“Emangnya aku salah apa ? “
“Banyak”
“Kalau aku salah aku minta maaf tapi, apa kau tidak bisa membuka hatimu sedikitpun untukku”
“Nggak !!! “
“Weekend kita keluar ya”
“Aku balik dulu ya”
“Iya”
“Aku heran dengan laki-laki,, bebas saja sana sini sesuka hati mereka, cewek ini cewek itu, bebas mereka dekati cihhh !!! “
Kenapa aku jadi marah...
Rose kemudian masuk kamar dengan bantingan pintu yang keras dan membuat seisi rumah terkejut.
Papa Rose tidak mau menganggu dulu agar Rose tidak semakin dongkol.
Papanya heran, gadis yang ia besarkan dengan sepenuh hati dan penuh kelembutan sekarang malah tumbuh menjadi gadis yang kelewatan kuat dan terkesan garang.
“Oh istriku berilah Rose kelembutan yang sama denganmu” ucap Papa Rose sambil mencakup kan kedua tangannya.
Sementara itu Rose mengutak atik hapenya dan melihat story dari semua karyawannya.
Dika...
“Kemarin agak dag dig dug”
Rose tersenyum sendiri, apa Dika membicarakan soal pesta kemarin ya.
Rose menimang hapenya dan berbaring.
Siall... Kenapa aku seperti orang yang jatuh cinta ya.
Rose kembali membuka story whatsapp dan Rose malah terkejut bukan kepalang saat Dika membagikan gambar tangan yang berpegangan.
Rose mencoba meneliti tangan tersebut.
Apa ini editan atau Dika dan Diana balikan ?
Kan nggak mungkin....
Rose memilih rambutnya, entah apa tujuannya.
“Bukan urusanku”
Keesokan harinya
“Hoammm..... “
__ADS_1
“Rose sarapan dulu”
Rose membuka piring dan mengambil nasi sebentar kemudian ia menambah porsinya dan membuat Papanya heran.
Rose melihat lauk dan mengambil ayam goreng, sementara Papanya masih mengoleskan roti dengan selai kacang kesukaannya.
Dengan perlahan Rose mengubah nasi hangat.
“Rose hari ini Anggara mau jemput kamu”
“Buat apa Pa ? “
“Katanya mau ajak kamu jalan”
“Nggak bisa hari lain aja Pa”
“Papa mau nolak, nggak enak apalagi ini bukan pertama kali Papa nolak dia”
“Aku malas Pa”
“Jangan gitu Rose”
Rose mulai menunjukkan wajahnya yang masam.
“Baiklah”
Selesai sarapan Rose segera bersiap dengan baju seadanya, ia lagi malas berdandan.
Tak lama Anggara pun datang dengan style yang sangat keren dan mobil mewahnya.
Sama sekali tidak tertarik “ucap Rose dalam hati.
“Hay Rose yukk, and hari ini kamu cantik banget deh”
Rose tidak menjawab namun Anggara tetap sabar.
Rose naik ke mobil sambil say good bye pada Papanya.
“Rose aku heran kenapa kamu kesal padaku”
Rose tidak bergeming.
“Aku nggak suka laki-laki yang terlalu agresif “
“Rose jangan bicara begitu, aku begini karna aku suka padamu “
“Apa kau tidak tahu malu”
“Aku tahu artinya malu tapi aku tak peduli karna aku sayang padamu”
“Sayang sana, sayang sini, mudah ya ngomong sayang tapi malah pergi sama cewek lain”
“kamu cemburu ? “
“Aku.....!!! Cemburu ??? Ketawa ketiak ku dengar ucapan kamu”
“Dia yang mencariku Rose... Serius”
“Aku tidak peduli ya hanya heran saja, mudah sekali menjadi laki-laki”
“Aku janji nggak lagi dah Rose tapi kamu masih mau kan temenan sama aku”
Rose terdiam dan mengambil hapenya.
“okey jadi hari ini kita kemana ? “
“Kita ke pameran wonderful Indonesia”
“Owhh memang ada apa aja disana ? “
“Aku nggak tahu ada apa aja disana, yang penting kita kesana dulu”
“Siap boss” ucap Anggara mencoba melunakkan hati Rose.
Di tempat Pameran.
Pameran Wonderful Indonesia adalah pameran yang bertujuan untuk mengenalkan budaya warisan leluhur dari seluruh provinsi di Indonesia, Rose melihat-lihat semua yang ada disana.
“Ada yang kamu suka Rose”
“Belum ada” ucap Rose sambil memperhatikan baju batik dari Jawa
“Kamu mau ? “
“Nggak”
Rose berjalan di ekori oleh Anggara yang mulai merasa pegal karna Rose yang berjalan dengan sangat cepat.
Mata Rose terpaku pada sosok yang tidak asing lagi.
Papa ??? dengan siapa dia, perlahan sosok itu terlihat jelas
__ADS_1
Rose merasa dirinya dihantam oleh baru besar.