Cinta CS

Cinta CS
50. Diana hamil


__ADS_3

... Happy Reading 😘😘😘😘...


"Makasi ya sudah bantu aku “


“Bukan masalah Ner, tapi kok ada sih yang tega nyebar foto ini, apa dia nggak tahu ini termasuk hukum”


“Biarin aja, aku akan bertindak jika ini tersebar lebih luas lagi”


“Mungkin tujuannya agar kamu ilfeel sama Rose”


“Mana mungkin aku percaya hal beginian “


“Iya, dia pikir kita ini siapa”


“Iya hanya yang aku takutkan jika ia berani nyebar foto ini”


“Nggak mungkin, dia sengaja ngirim ini hanya buat kamu aja”


“Aku menyesal pacaran dengan dia, sumpah !!! “


“Sudahlah .... Kamu yang kuat aja”


“Aku kesal setengah mati melihat foto ini”


“Sabar, semua masalah pasti ada jalan keluarnya Ner”


Di pabrik


“Kamu tau nggak sis, aku liat loo si Nona kita cincinnya kembar ama si CS oppa itu”


“Yang bener, kapan kamu perhatiin ? “


“Kemarin, nggak mungkin kan kebetulan ya kan ya kan”


“Ahhh... Mungkin beda model lagi pula kok kamu jeli amat “


“Lahhh... Aku kan nggak sengaja pas itu, nah aku perhatiin pas lagi jalan itu, wah kok mirip banget ya, serasi gitu”


“Sudahlah kalau itu benar, kalau nggk kan fitnah jatuhnya”


“Iya juga sis, aku juga mikir masak Nona kita yang kaya raya, kece dan berkelas itu mau am CS oppa ya, walaupun ganteng tapi kayaknya nggak mungkin”


“Iya”


12.00 Cafe M


“Tumben ngajak aku ketemu, ada apa ? “


“Emm... Aku ada perlu sih soalnya ada yang minta tolong sama aku Ner”


“Apaan sih tumben banget”


“Dika.... “suara yang dibenci Nervian pun terdengar lagi di telinganya.


“Kamu mau apa lagi, jadi ini alasan kamu ajak aku ketemuan bro”


“Aku nggak tega, dia mau ngomong penting sama kamu Ner”


“Kalau dari awal kamu bilang ke aku, sampai mati aku tidak mau datang”


“Aku minta maaf Dika”


“Minta maaf untuk apa lagi Di ? “


“Kamu nggak puas ganggu hidup aku, setelah kamu mainin hati aku”


“Aku minta maaf tapi, sekarang aku hamil”


“Bukan urusanku “


“Aku tahu ini bukan urusanmu tapi aku mau minta bantuan buat nyari suami aku”


“Najis... Aku nggak mau”


“Tapi Dika, dia ini temanmu”


“Aku nggak peduli”


“Hanya kamu yang bisa bantuin aku”


“Minta bantuan sama polisi aja Diana, aku sudah muak melihatmu disini, dan kamu bro jangan bantuin iblis ini lagi, aku sudah terlalu sakit dan aku akan menjaga hati tunangan aku jika ia melihat ini, aku tak tahu apa yang akan terjadi, aku menyesal !!! “

__ADS_1


“Dika.... Jangan pergi..... Dika !!! “


“Hemmm... Malah aku yang dimarah, maaf ya Diana ini uangmu aku balikin, aku takut Nervian akan benci sama aku karna aku dan dia juga berteman baik, silahkan cari kantor polisi terdekat ya”


“Tapi”


Saat Nervian kembali ke rumahnya, dia sangat kaget karna Rose sudah ada disana bersama Ibu.


Matanya sembab mukanya kusut.


Dengan tergopoh Nervian menghampirinya.


“Ada apa Rose ? “


“Diana kerumah”


“Hahhh.... Terus dia bilang apa ke kamu”


“Dia bilang kalau kamu nggak mau bantu dia cari pacarnya, dia bakal ganggu aku terus dan terror aku”


“Emangnya dia dikasi masuk sama satpam”


“Dia berdiri lama sekali didepan rumah, takutnya tetangga yang lain jadi terganggu”ujar Rose sesenggukan.


“Aku liat dia aja sudah takut Ner, aku ingat dia nusuk aku lukanya aja bekasnya nggak mau hilang “


“Aku minta maaf Rose melibatkan kamu dalam hal ini”


“Ini bukan salahmu Ner, memang dia yang otaknya sudah miring karna sudah terbiasa dengan barang mewah”


“Iya... Sudah jangan dipikirin lagi, besok kalau ada apa-apa kamu hubungin aku aja ya”


“Iya”


“Ner.... Kenapa Diana itu terus mengganggu hubungan kamu dan Rose “


“Aku juga tidak tahu Bu”


“Rose ayo masuk kedalam ya kita makan , ini sudah larut”


“Iya Ibu”


Malam itu Rose menikmati makan malam dirumah Nervian dan tentunya dia sudah izin dengan Papanya.


“Aku akan minta tolong pada temanmu untuk menyelesaikan Diana ya Rose pokoknya kamu tenang aja ya”


Rose hanya mengangguk pelan sambil menyuap puding yang dibuat oleh Ibu Nervian.


Selesai makan Rose langsung berpamitan kepada Ibu Nervian.


“Aku anterin kamu ya”


“Nggak usah nanti aku telepon supir aku aja”


“Yakin nih”


“Yakin kasian Ibu sendiri di rumah “


“Ngga apa kok Rose, Ibu sudah biasa”


“Ayo aku anterin, tapi pakai motor, ngga apa kan”


“Okey”


Dijalan


“Tumben kita keluar pakai motor ya”


“Masak sih, kok aku lupa ya”


“Biasanya kan pakai mobil kamu Rose”


“Iya ya.... “


“Peluk aku”


“Dihhhh.... “


“Sebentar aja, kalau kamu nggak mau peluk, aku dikira tukang ojek lagi”


“Iya.... “

__ADS_1


...... 🏍🏍🏍🏍🏍🏍🏍🏍🏍🏍🏍🏍🏍


“Motormu bentuknya bikin pegel kaki “


“Tapi kamu suka kan”


“Pede.... “


“Bagus dong daripada minder”


“Terserah deh”


“Btw dah nyampe tuh, turun dong “


“Iya... Aku keenakan kayaknya” Rose jujur


“Besok jalan pakai ini lagi, mau nggak ? “


“Mau dong”


“Okeyy, nah gitu senyum dong jangan banyak mikir lagi ya”


Rose mengangguk saat Nervian mengusap rambutnya.


“Ehemmm”


“Ehhh Papa”


“Nggak masuk dulu Ner ? “


“Besok aja Pa... Sudah malam “


“Baik dan hati-hati dijalan “


“Baik Pa, aku pamit ya Rose”


“Hati-hati Ner”


Nervian merasa senang karna kali ini Rose dengan lancar memanggilnya Nervian ahhh seandainya saja dari awal ia mengatakan namanya Nervian, tapi biarlah entah apa rencana yang diatur oleh Ayahnya.


Nervian melaju membelah kegelapan malam sambil berdendang kecil.


08.00 a. m


“Papa mau ke Paris ? “


“Iya... Boleh kan Rose, Papa ingin ketemu sama Miss “


“Boleh Pa”ujar Rose dengan nada yang berat dan lidah yang kaku.


“Makasih ya Rose”


“Iya Pa”


Sudah lama semenjak Mama meninggal Papa sama sekali tidak pernah dekat dengan wanita manapun dan baru kali ini ia merasa hidup kembali, Rose merelakan jika Papanya dekat dengan Miss itu tapi Rose berharap ia mencari pacar yang ada di Indonesia saja.


“Papa kapan mau berangkat ? “


Ujar Rose sambil mengolesi rotinya dengan selai kacang.


“Malam ini jadi kamu bisa ajak Janet untuk menginap ya”


“Nggak perlu Pa”


“Kamu yakin sendiri dirumah ? “


“Kan ada Bik Karsi Pa.... “


“Iya sudah kalau begitu, Papa nggak lama kok”


“Iya Pa pokoknya Papa jaga diri ya”


“Pastinya dan doakan Papa ya”


“Iya Pa”


“Maaa... Aku minta maaf tapi hari ini Papa nampaknya bahagia sekali, aku belum pernah lihat dia seperti ini semenjak Mama tiada”


Rose memperhatikan tanaman yang ada di meja makan dengan waktu yang cukup lama.


Semoga saja semuanya berjalan dengan baik.

__ADS_1



__ADS_2