Cinta CS

Cinta CS
61.Gemerlap Panggung 2


__ADS_3

💚💚💚HAPPY READING💚💚💚💚


“Duh deg degan banget, biasanya aku nggk se deg degan ini deh” Batin Rose


“Sabar ya Rose pasti kamu lolos kok”


Saat pengumuman sepuluh besar akhirnya Rose masuk nominasi dan Mila juga masuk.


“Hebat si Mila, aku nggak nyangka ia juga bakal masuk sepuluh besar” Batin Rose


Mila terlihat cuek dan tak peduli akan kehadiran Rose di sana.


“Nona Boa, siapa sih coachnya Mila ? “


“Nona Eva”


“Serius ? “


“Iya.... Kok kamu kaget gitu”


“Dia kan mahal bayarannya hampir sama kayak kamu”


“Emmm memang.... “


“Kemarin kemana aja sama Papa aku”selidik Rose


“Uhukkkk..... Uhukkkkk”


“Keselek ya, aku nggak mau punya Mama kayak kamu yang ada Papaku sakit jantung muda “


“Dihhh.... Aku juga nggak mau jadi Mama kamu, anak nakal kayak kamu”


“Mana ada aku nakal”


Rose mengedarkan pandangan ditempat karantina dan fokus pada sosok yang sedang dilihat peserta disana beserta dengan staff bahkan dagang siomay.


“Perasaanku kok jadi tidak delicious “


“Hey... Aku lewat sini jadi mampir, nggak apa kan”


Rose mengangguk “Tuh kan feelingku benar


“Anggara ya anaknya Boss Kain ? “


“Iya”


“Aku Nona Boa coachnya Rose”


“Iya”


“Kamu mau makan ? “


“Aku sudah kok, jam berapa acaranya ? “


“Jam delapan malam”


“Aku nggak lihat Nervian ? “


“Hari ini dia sibuk”


“Ohhh gitu”


“Aku boleh nonton kan”


“Kau bicara seolah-olah baru kali ini disini”


“Kamu pasti gugup kan”


“Enggak juga”


“Minuman datang”


“Rose mau minum ? “


“Iya boleh deh”


“Emmm..... Aku minta ya Rose pedes banget “ucap Boa sambil meminum jus milik Rose


“Iya minum aja”


🗣️🗣️🗣️


“Waktunya kumpul”


“Aku kumpul dulu ya”


“Iya Rose”


“Kok kepalaku agak pusing ya”ucap Boa


“Sudahlah ini pasti kecapean “batin Boa kemudian ia tertidur sebentar.


Sat set sat set saat acara tiba Rose sibuk mencari gaun yang akan dipakai karna tadi semua sudah dibagikan gaun.


“Apa Boa yang menyimpannya ya”


Rose segera mencari Boa di tempat khusus coach dan terlihat Boa yang tidur seperti bayi.


“Boa.... Nona Boa”


Di tempat ini sudah lengang karna semua coach sibuk dengan anaknya masing-masing .


“Boa kenapa saat seperti ini kau malah tertidur”


Rose membongkar lemari Boa dan terlihat bajunya disana.


Rose kemudian bersiap keruang ganti.


Saat akan dipakai Rose terkejut karna gaunnya sudah koyak.


Rose lemas”apa yang terjadi sebenarnya “


Dengan waktu yang tidak banyak Rose mencari panitia acara dan menceritakan apa yang terjadi.


“Hemmm.... Tapi seharusnya kau bertanggung jawab dan Revan juga pasti sangat sibuk dibelakang panggung”ucapnya enteng.


“Jadi kau suruh aku tampil dengan baju yang koyak itu”


“Aku nggak tahu harus bilang apa ? “


“Aku yang akan cari Revan”


Rose berjalan menuju belakang panggung namun Revan tak terlihat.


Rose akhirnya kembali dan sia-sia ia membuang waktu untuk bicara dengan panitia yang jelas tak membantunya.


Rose menelepon Nervian namun Nervian tidak mengangkatnya.


Rose lupa kalau Nervian sedang ada acara kampus.


Rose akhirnya menelepon Janet dan Janet dengan nafas terengah-engah membawa sebuah koper besar.


Dengan waktu singkat dan sedikit harapa yang hampir punah, Rose menutupi gaunnya yang koyak dengan hiasan kupu-kupu yang sesuai dengan warna gaunnya.


Lihai dan terampil jari jemari Rose memotong dan menjahitnya.


Sementara Rose selesai dari ruang sebelah peserta lainnya nampak ribut-ribut.


“Ada apa sih, yang namanya cewek memang nggak pernah nggak ribut” seakan lupa kalau dia juga cewek 😁😁😁😁

__ADS_1


“Ada apa ? “tanya Rose yang sudah memakai gaunnya .


Semua melongo...


“Gaun kita robek semua “


“Lahhh kok bisa ? “


Rose mengambil salah satu baju milik peserta lain.


“Kok semuanya kayak gini ? “


“Kita juga nggak tahu Rose, pas aku ambil di loker aku, sobek gini”


“Kalau gitu aku bantu aja”


Rose memanggil Janet dan mulai menjahit manual ditempat sobekan-sobekan.


Hingga giliran Mila, ia memberikan Rose bajunya yang juga sobek dengan malu.


Hampir dua jam sebelum acara Rose menyelesaikan semua gaun yang sobek.


Semua peserta bertepuk tangan dan kagum dengan Rose.


Acara pun dimulai dan akhirnya semuanya berjalan dengan lancar.


Revan yang tadi tidak nampak oleh Rose, kini terlihat santai duduk di antara bangku penonton.


Rose menatapnya dengan agak kesal.


Hari ini adalah babak lima besar jadi ada lima orang yang tersingkir.


Setelah babak lima besar barulah ada babak tiga besar .


“Oke sebelumnya jangan ada yang turun panggung dulu, aku ingin menanyakan kenapa gaunku bisa berubah sekali”ucap Revan sambil baik panggung.


“Gaun Tuan Revan semuanya robek”


“Kok bisa ya, kalian sabotase ya”


“Buat apa kita sabotase gaun kita sendiri Tuan Revan ? “


“Ya... Memang aku yang sengaja merusak gaunku karna aku ingin melihat usaha kalian dalam situasi seperti ini”


“Jadi siapa yang menjahit semua ini dalam waktu yang singkat”tanya Revan lagi


“Rose yang membantu kami Tuan Revan”


“Wowwww amazing ? “


“Kau designer kah atau tukang jahit biasa ? “


“Apa pentingnya Tuan menanyakan itu pada ssaya jawab Rose


“Aku mengenalmu sedikit, emmm pendatang baru ya dalam dunia designer, lumayanlah”


“Sombong sekali dia “batin Rose


“Tapi aku salut dan bangga karna kau menunjukkan bakatmu Rose”


“Terimakasih Tuan Revan”


Saat babak lima besar Rose masuk dan Mila juga ikut masuk.


“Hebat si Mila”


Saat acara selesai dan tempat fashion show mulai sepi, Rose melihat Nona Boa yang baru bangun.


“Enak ya tidurnya... Nggak tahu ada trouble “cibir Rose pada Nona Boa.


“Aku pusing sekali Rose, nggak tahu kenapa”


“Nona tahu nggak, tadi semua gaun yang kita pakai sobek termasuk gaun yang aku pakai ini”


“Yaa... Aku membangunkanmu setengah mati tapi kamu nggak mau bangun dan aku menelepon Janet, karyawan ku untuk membawakan peralatan designku”


“Wahhh.... Aku minta maaf Rose “


“Enggak apa kok”


“Rose.... “


“Ehhh Anggara”


“Mau pulang sama aku ? “


“Nggak usah nanti aku telepon Nervian aja”


“Baiklah, aku permisi dulu ya”


“Dadahhh”ucap Boa membuat Rose mendelik padanya.


“Inget umur inget umur dah bau tanah”


“Dihhh... Ini ni yang bikin awet muda”


“Dasar gatal... Nih bedak gatal”


“Kamu mau juga”


“Dihhhhhhhhh !!! Lihat tunangan aku ganteng, bersih bersinar tanpa noda”


“Sabun cuci piring kelezzzz”timpal Nona Boa


“Nggak apa mendua Rose”


“Pinter ngajarin, nggak !!! “


“Bercanda, jadi mana Nervi”


“Nervian.....!!! “


“Terserah “


“Dia sedang sibuk makanya hari ini nggak datang”


“Terus kamu nolak ajakan Anggara”


“Aku menghargai hubungan aku dah ya taxinya sudah didepan”


“Oke... “


“Kamu nggak pulang ? “


“Nggak... Aku ada perlu... Aku do’ain kami dapet tiga besar ya”


“Iya.... Makasi Nona Boa, aku ada koleksi tas terbaru kiriman dari Mr. Roland ada dua biji, nanti kamu pilih aja ya”


“Kamu pinter amat ngerayu aku”


“Hehehehehe”


Rose berlari menuju luar sambil tertawa kecil.


“Aku adalah Rose Edelweis... Aku kuat”


💬


Nervian...

__ADS_1


Aku lolos lima besar....



“Kok cuma centang satu sih”


“Pasti dia sedang sibuk, apa aku mampir aja ya ke kampusnya tapi aku ngga ada baju sih, tadi berangkat pakai kaos dari acara fashion show ada tulisannya lagi”


🚗🚗🚗🚗🚗🚗🚗🚗🚗🚗🚗🚗


“Pak... Antar aku ke kampus M ya Pak”


“Baik mba”


Rose berusaha menutup kepalanya dengan topi agar tidak terlalu terlihat oleh orang banyak.


Rose mencari sumber acara dan ia menemukannya.


Rose melihat Nervian sedang membawa acara dan ada juga seorang gadis yang mungkin adalah mahasiswinya.


“ Tumpeng pertama buat Pak Dika”


Dika terlihat salah tingkah namun ia mengikutinya.


Mahasiswi itu cantik dan manis, rambutnya panjang terurai dengan dress warna pink muda.


“Terimakasih”ucap Dika yang disertai oleh tepukan tangan dari seluruh peserta acara.


📩


Ner... Aku otw ke kampus kamu..


💬


Iya... Aku tunggu....


Maaf tadi belum bls


Baru buka hp


📩


Iya gpp...


“Kamu dah lama nunggu ? “


“Enggak kok, aku baru sampai”


“Kamu mau minum apa ? “


“Aku ada bawa air, kamu kapan baliknya ? “


“Mungkin jam dua belas baru balik acaranya masih banyak, kamu mau nungguin ? “


“Enggak deh, soalnya aku mau istirahat, besok kan harus latihan lagi buat babak tiga besar “


Saat asyik bicara ada seseorang yang mendekati Rose dan Nervian.


“Rose ya...!!!“ Rose menoleh


“Iya... Tapi siapa ya”


“Aku nonton acara fashion show setiap hari sabtu, aku lihat kamu disana dan sudah masuk lima besar kan ? “


“Iya benar sekali”


Tak lama kemudian terdengar sayup-sayup.


“Ada Rose yang ikut fashion show Tuan Revan”


“Mana”


“Sama Pak Dika “


“Wahhh... Memang cantik ya”


Rose merasa kikuk dengan situasi ini, ia merasa sulit bernafas.


“Pak Dika kok bisa kenal sama Rose “


“Jadi Rose ini adalah tunangan aku”


“Wahhh... Jadi emang bener Pak Dika sudah tunangan, aku kira hanya bercanda”


“Sejak kapan aku bercanda tentang masalah percintaan aku” sambil mengangkat tangan Rose yang berisi cincin di jari manis .


“Tarraaaa.... “Ucap Nervian sambil tersenyum kecil


“Hebat deh Pak Dika bisa dapetin Rose, sudah cantik, model, kaya lagi”


“Enggak juga Nervian juga baik kok”


🍹🍹🍹🍹🍹🍹🍹🍹🍹🍹🍹🍹


“Emmm dah jam sebelas nih, aku balik ya”


“Iya... Aku juga ikut balik dah, capek”


“Nggak mau nunggu sampai puncak acara”


“Nggak usah, kamu lebih penting soalnya aku mau nginep dirumah kamu”


“Ihhhh.... Sinting..... “


“Kenapa... Pasti dikasi sama Papa”


“Mimpi sana sampai Mars”


“Aku cukup mimpiin kamu aja”


Saat ingin mengambil mobil ternyata ada mahasiswi yang tadi yang menyuapi Dika tumpeng.


“Pak Dika boleh aku ikut nggak ? “


“Emang rumah kamu dimana ? “


“Di jalan M”


“Wah sayang banget tapi rumah kamu berlawanan arah sama rumah Rose, maaf ya”


“Tapi aku lagi nggak enak badan”


“Telepon taksi aja”


“Aku nggak ada pulsa buat telepon taksi”


“Nih aku sudah teleponin, aku pulang dulu”


“Baik”


“Kamu kok gitu, kan kita searah sama dia”


“Dan membuat kamu cemburu ? “


“Siapa juga yang cemburu “


“Berdiam didepan gerbang sampai dua jam, kamu pikir aku nggak tahu”


“Kamu tahu ? “

__ADS_1


“Tahulah, dah ayo msuk jangan urus orang lain lagi”


“Iya.... “


__ADS_2