Cinta CS

Cinta CS
45.Mengalah


__ADS_3

“Rose apa kamu yakin untuk keluar tanpa pengawasan”


“Iya Pa... apa sih yang perlu ditakutkan ? “


“Rose.... Papa masih tidak menyangka selama ini kamu dan Dika tidak saling bertemu”


“Pahhh maaf napa sih, kok itu terus yang dibahas”


“Mulus banget ya akal dan tingkahmu itu”


“Pahh.... “


“Tapi sudahlah”


“Besok keluarga Dika akan datang kesini”


“Iya... Buat ngelamar aku kan, cieee aku dilamar”


“Huhhhhh bener-benerrrr !!! “


“Kaburrr” 😁😁😁😁😁


Kringg..... Kringggg.....


“Papa angkat telepon dulu ya”


“Iya”


Rose melihat wajah Papa yang tadinya ceria sekarang berubah menjadi muram dan pembicaraan yang nampak serius.


“Aku akan kesana”


“Ada apa Pa... “


“Ada sesuatu yang urgent Rose”


“Hati-hati Pa”


“Iya “


Rose mengirim pesan pada Dika namun hanya terkirim saja.


Mungkin Dika sedang sibuk batinnya.


“Jadi sejak kapan kamu melihat postingan ini ? “


“Kemarin Boss”


“Kok bisa barang yang tidak pernah mereka pesan di kita, ada dipakai dan desain sama persis, coba cek gudang dan lihat berapa sisanya terakhir “


“Baik Boss “


“Sisa stok terakhir ada 20 pcs dan digudang hanya sisa 5 pcs, seingat saya Boss, saya belum ada jual lagi”


“Terus bagaimana ceritanya bisa dipakai mereka”


“Saya juga kurang tahu Boss”


“Saya tidak mau tahu, kalau kamu tidak tahu siapa yang jual, maka kamu dan Janet yang harus ganti rugi semuanya”


“Baik... Boss saya akan cari tahu”


“Saya beri waktu seminggu untuk cek CCTV “


“Baik”


Jo dan Janet merasa sangat bingung dan takut, bagaimana tidak, kain yang dijual harganya sudah pasti sangat mahal dan entah berapa lama mereka akan menggantinya dengan gaji mereka.


“Janet coba kamu inget-inget lagi deh, apa ada yang kamu titipin kunci pas aku nggak masuk atau pas kamu belanja barang ? “


“Iya... Aku coba inget Jo tapi ingatanku masih kabur”


“Masalahnya aku juga kena loo, karna aku yang tanggung jawab selama Nona ngga ada”


“Iya aku tahu kok”


Jo dan Janet mulai sibuk mengecek CCTV dibantu dengan tim IT kenalan Rose .


“Sudah mending kalian istirahat dulu”ucap Rose yang sudah ada di pabrik karna telepon dari Papanya.


“Aku percaya dengan kalian berdua kok”


“Makasi Nona”


“Aku juga mau ke kantin”


“Kami berdua permisi Nona”


Rose melihat jadwal milik Dika yang tertempel di dinding kantornya dan hari ini Dika ada jadwal siang.


Rose membuka SMS nya dan belum ada balasan dari Dika.


Rose menghela nafas panjang ia ingin menelepon Dika, namun di jam kerja, Rose harus bersikap profesional.


“Terima !!! Terima !!! Terima!!! “


Rose terkejut dengan suara riuh dari kantin pabrik, ia penasaran dan melihat kesana.


Dika ???


“Aku suka Kak Dika, apa Kak Dika mau jadi pacar aku “


“Bagaimana ya, tapi maaf ya Mila aku sudah tunangan “


“Ishhhh.... Pasti bohong kan”


“Serius.... Buat apa aku bohong”

__ADS_1


“Kalau sudah tunangan, mana poto tunangannya ? “


“Maaf ya Mila, tapi kita nggak boleh kasi lihat poto, pamali karna itu sudah perjanjian “


“Kalau gitu, aku nggak percaya Kak Dika sudah tunangan “


“Aku sudah lama suka Kak Dika lohhh”


Dika mengedarkan pandangannya dan terkejut saat melihat Rose yang memperhatikan dari kejauhan.


“Maaf ya Mila, aku permisi dulu”


Mila menarik tangan Dika dan memeluknya erat.


Semua karyawan nampak kaget dengan tingkah gadis ini.


Terutama Rose, kakinya sangat lemas.


Rose berusaha kabur agar tidak merasa terluka.


Dika melepaskan pelukan Mila, “Mila ini sangat tidak baik, ini tempat kerja”


“Aku tidak peduli Kak Dika, aku rela kok berhenti kerja yang penting bisa sama Kak Dika”


“Mila.... Tolong lepasin aku”


Mila akhirnya melepaskan pelukannya dan membiarkan Dika berlalu dari pandangannya.


Dika mengejar Rose yang berjalan tergopoh-gopoh.


“Rose”


“Dika ini tempat kerja, sangat bahaya jika kau terlalu dekat denganku karna kita belum resmi mengumumkan kalau kita akan tunangan “


“Iya aku tahu, tapi aku tidak menginginkan hal itu terjadi “


Rose berbalik.... Dengan mata tajam


“Sudah terjadi Dika”


“Aku minta maaf Rose “


“Aku SMS kamu, tapi kamu nggak bales”


“Ohhh itu... Maaf hapeku kayak gini” Dika menunjukkan hapenya yang bergerak sendiri “


“Hapeku rusak “ Dika menunduk


Rose tertawa kecil dan tersenyum simpul.


“Aku pikir kau akan menghilang “


“Nona jangan khawatir, aku nggak akan seperti itu”


“Kamu kerja dulu ya, terus aku mau ajak Ibu kamu buat beli baju”


“Baju untuk apa ? “


“Aku sudah beliin kok”


“Ini hadiah dari aku”


“Rose nggk baik kalau keluarga kita bertemu sebelum tunangan “


“Lebih baik nanti saja ya, pas kita akan menikah”


Pipi Rose bersemu merah saat mendengar Dika mengucapkan kalimat sakral itu.


Rose mengunci pintu kantor dan mencium bibir Dika.


“Rose... “


Dika melanjutkan permainan kecil Rose, dengan membalasnya.


“Sudah ya.... Aku mau kerja”


“Wanginya..... Aroma apa itu”


“Mint..... “ ucap Dika sambil tersenyum kecil.


Rose dan Dika kembali ke posisi masing-masing seakan tidak terjadi apapun.


Rose kembali dengan aktifitasnya dan hal yang mengganggunya adalah pabrik yang kehilangan beberapa potong kain batik.


Setelah lama berkutat dengan CCTV Rose beranjak keluar dan menaiki mobilnya.


Rose berdendang kecil menuju jalan utama dan masuk ke sebuah toko ponsel, ia tak lama disana dan akan kembali lagi ke pabrik.


Ditengah perjalanan ban mobilnya gembos.


Rose turun dan melihat ban mobilnya, saat melihat ada seseorang dari belakang membekap Rose.


16.00 pm


“Rose kok belum pulang ya ? “


“Aku pikir tadi dia pulang kesini Pa”


“Ngga ada kok, emang dia ada keluar ? “


“Ada.... Jo yang bilang katanya keluar sebentar cari makan”


“Hapenya nyambung tapi nggak diangkat, benar-benar keterlaluan “omel Papanya”


“Coba deh kamu yang hubungi dia “


“Hape aku lagi rusak Pak”

__ADS_1


“Aduhhhh...... Rose itu kebiasaan sekali”


“Sabar Pak”ucap Dika sambil berusaha mematikan hapenya


Sembari menunggu Rose berkabar, senja mulai merangkak dan omelan Papa Rose kini berubah menjadi kekhawatiran.


“Dika.... Perasaanku mulai tidak enak, ayo kita cari Rose “


Papa Rose berangkat menuju tempat biasa Rose datangi, baik cafe dan toko-toko kain, namun Rose tidak ada berkunjung kesana sama sekali, jadi dari tadi dia kemana ?.


Papa Rose mulai pusing dan merutuki dirinya dan malah menuduh Rose yang bukan-bukan.


“Dika.... Bagaimana ini ? “


“Sabar ya Pak Bos, nanti aku hubungi teman yang bisa mengurus ini dan semoga saja Rose bisa cepat ketemu”


Dika mampu menenangkan hati Papa Rose, padahal hatinya sendiri sedang kacau balau.


“Rose.... Kau ini kenapa membuat semua orang khawatir”


Sementara itu ditempat lain seorang gadis nampak baru saja bangun dari tidurnya.


“Nyenyak tidurnya”


Gadis itu tersentak dan mundur menempel pada ujung kasur.


“Keterlaluan !!! Kamu Anggara “


“Kenapa.... Kalau nggak gini caranya, kita nggak akan bisa bicara”


“Kamu tahu ini kriminal !!! “


“Cihhhh.....!!! Persetan dengan hukum “


“Anggara... Maumu apa ? “


“Mauku sudah jelas Rose, yaitu memilikimu”


“Aku sudah tunangan Anggara”


“Yaa yaaaa... Aku tahu..... Aku tahu semuanya Rose”


“Tapi.... Apa tunanganmu masih mau denganmu setelah dia tahu, kau seharian bersamaku “


Rose terdiam, air matanya mulai meleleh.


“Aku nggak percaya, kalau CS itu adalah tunangan kamu, apa Papamu baik-baik saja”


“Mau CS atau apapun itu, aku tak peduli, selama itu pilihan Papaku, dia tahu yang terbaik”


“Terbaik ??? Kenapa kamu tidak punya pilihan sendiri, apa kamu terus akan hidup dalam perintah Papamu ? “


“Iya.... Karna pilihan Papaku selalu tepat “


Anggara mengangguk dengan mantap sambil menahan air matanya.


“Anggara... Aku minta maaf karna tidak bisa mencintaimu “


“Aku... Aku pikir selama kita bersama waktu lalu, kau ada perasaan padaku”


“Awalnya... Aku memang berusaha, tapi tidak bisa”


“Tapi .... Pada CS itu kau bisa, kita kenal lebih dulu bahkan saat dengan Rey, aku menunggumu dengan sabar”


“Cinta nggak bisa dipaksakan Anggara”


“Mudah bagimu berbicara seperti itu”


“Kau pasti akan menemukan cinta sejatimu”


Anggara masih terdiam, ia belum mampu menyerap dengan baik kata-kata Rose.


“Anggara.... Izinkan aku pulang”


“Baiklah Rose”


“Aku minta maaf Rose “


“Iya.... No problem”


Anggara mengantar Rose kembali dan memastikan ia pulang dengan selamat.


“Ban mobilmu sudah diperbaiki dan memang dari kau keluar toko, anak buahku yang kempesin ban mobilmu, aku minta maaf lagi”


“Sudahlah lupakan saja, aku mau pulang dulu”


Rose masih tersenyum saat berlalu, kemudian ia menutup matanya dan menangis.


Sungguh menakutkan sekali kejadian barusan.


Ia melihat tas kresek toko ponsel dan tersenyum simpul.


Rose melihat rumahnya yang ramai.


Saat mobil Rose masuk, Papa dan Dika sudah berhamburan keluar.


“Rose !!! Kamu kemana aja”


Yappp sekarang ia akan berfikir alasan apa yang tepat agar masuk akal.


“Maaf Pa...mobil Rose tadi macet dan HP Rose juga mati”


“Uhhh.... Syukurlah Rose, Papa sudah khawatir sekali denganmu ini lihat Dika sampai tidak pulang “


“Iya... Aku minta maaf Pa dan aku mau mandi dulu ya Pa”


“Iya dan kita akan makan bersama ya”

__ADS_1


“Oke”



__ADS_2