Cinta CS

Cinta CS
54.Merasa Rindu


__ADS_3

Happy Reading 💚💚💚


Toko oleh-oleh SASAKU


“Rose menurut kamu mana yang lebih bagus ? “


“Yang hitam aja”


“Oke”


“Mba berapa totalnya ? “


“Rp.3.000.000”


“Baik... Ini ya “


“Terimakasih “


“Sama-sama”


“Habis ini kita kemana ? “


“Karna masih ada waktu, aku ajak kami ke Mandalika liat sirkuit”


“Yess.. . Pas banget aku belum pernah kesana ! “


“Iya... Kalau aku sih sering “


“Kan kamu memang tinggalnya disini” ujar Edward


“Ehh... Ini minumanmu”


“iya... Hampir aja lupa”


Rose menyedot sisa es boba yang ia beli di pinggir jalan tadi.


Baru saja mobilnya jalan Rose berteriak “Pak... Pak berhenti sebentar !!! “


“Ada apa Nona ? “


“Ada dagang es tungtung”


“Es tungtung ? “ Edward dan Sopirnya saling berpandangan.


“Tunggu ya... Kamu mau nggak ? “


“Apaan itu ? “


“Tak lama kemudian Rose masuk dengan banyak tas kresek ditangannya”


“Ini namanya es tungtung “ujar Rose sambil memberikan es pada Edward dan Sopirnya.


Edward memandang es itu dengan ragu lalu mencobanya.


“Enak kok dan ini aku beli telur lilit juga”tambah Rose lagi


“Iya... Rasanya random sih”


“Itu varian buah naga dan aku ini vanilla”


Setelah selesai makan es tungtung dan telur lilit Rose dan Edward melanjutkan perjalanan lagi menuju Mandalika yang saat ini terkenal dengan sirkuit motogpnya.


“Capek.... “ Ucap Edward sambil menguap


“Kamu nggak pernah perjalanan jauh ya”


“Dulu sering sih, tapi semenjak balik kesini jadi lebih sering istirahat di butik aja”


Dalam benak Rose ia teringat dengan Nervian entah mengapa ia merindukan Nervian.


Dari awal pertemuan yang tidak sengaja di minimarket sebelum ia masuk kerja ditempat Rose, Rose tersenyum sendiri dalam kurun waktu setahun, sudah banyak hal ya ia lalui baik bersama Nervian dan juga tidak, Rose bersyukur ia dikelilingi oleh orang-orang baik dan dijauhkan dari orang yang tidak baik.


Pengalaman adalah guru yang berharga.


“Rose maaf , bisa kita berfoto”


“Bisa tapi jaga jarak ya, aku nggak mau kejadian kayak kemarin”


“Baik, apa saja kau aturlah yang penting ada kenangan aku sama kamu”


“Sipppp”


Hampir dua jam Edward dan Rose mengelilingi Kuta Mandalika, Edward selalu exited tentang semua hal yang ia lihat, kekagumannya membuat Rose bangga mengenalkan Lombok pada cowok Jakarta ini.


“Fiuhhh..... Cukup deh sampai disini ya Rose... Waktuku sudah hampir habis dan ini kontrakmu sudah aku kirim lewat email”


“Terimakasih Edward atas kerjasamanya ya”


“Iya... Buatlah karya yang membuat seseorang menjadi bahagia dan ini gaun buat kamu”


“Aku merasa tersanjung diberikan gaun oleh Desainer terkenal seperti kamu Edward “


“Biasa saja kamu juga hebat kok Rose”


“Ayo kita pulang dan aku mau siapan balik lagi ke Jakarta, aku menunggu kamu ya”


Rose mengangguk dengan senyum lebar, yes !!! Kontrak lagi yuhuuuu”


Kamar...


“Pa.... “


“Iya”


“Taraaaaa......!!!!!! “sambil menunjukkan ponselnya


“Apaan sih gaje... “Pura-pura asyik nonton padahal ia tahu yang sebenarnya.


“Deal.... “


“Bagus” slow respon


“Jahat !!! “


“Hhhmmmm....... “


“Aku sudah usaha, masih aja sok diem”


“Papa sudah tahu kamu akan dapat, haruskah Papa bilang wawww gitu sambil angkat gunung merapi.


“Iya kalau bisa”


“Lahhh... Kamu pikir ini dongeng Sangkuriang “


“Pahh... Kalau nggak tahu dongeng mending diam aja deh, bikin malu aja”


“Iya... Sorry” dalam hati Papanya berfikir lohhhh kok jadinya aku yang minta maaf 😥😥😥 “


“ Aku mau tidur deh Pa”


“Iya”


“Kamu sudah makan ? “


“Sudah... Bareng Edward “


“Edward sekarang kemana ? “


“Balik ke hotel”


“Dia nggak pamit sama Papa”


“Dia titip salam aja, pesawatnya sudah mau berangkat”


“Berangkat kemana ? “


“Arab.... “

__ADS_1


“Seriuss !!! “


“Iya... Dia mau naik unta Pa” Rose berlari ke kamar sambil cekikikan, puas sekali rasanya melihat Papanya yang bingung.


💬


Full Sun ....


Rose... Kamu sudah balik ?


📩


Iya... Baru aja dan aku


Sdh dapat kontraknya


💚💚💚


💬


Full Sun


Semangat dan sukses ya


😘😘😘


📩


Iya dong....


📲📲📲


Rose menelepon Nervian...


“Tumben nelpon duluan “🧒


“Emangnya nggak boleh”👧


“Bilang aja kangen kan ? “🧒


“Nggak tuh”👧


“Ahhaaa.... Ngaku aja deh”🧒


“Lagi apa..... “👧


“Pengalihan isu sik Nona Rose”🧒


“Biarin “👧


“Aku lagi persiapan buat ujian”🧒


“Sukses ya”👧


“Iya sayangku Rose”🧒


“Sudah makan “🧒


“Bisa diganti nggak pertanyaannya”👧


“Emang kenapa “🧒


“Kalau aku lapar, pasti aku makan nggk mungkin aku akan kelaparan ya kan”👧


“Itu kan perhatian Rose”🧒


“Seharusnya kamu bilang Rose aku ada pesanin kamu makan tuh lihat kurirnya diluar”👧


“Besok-besok deh ya, aku mau beliin kamu apa juga, paling isi bumi ini kamu sudah pernah cicipin”🧒


“Hahahhaha.... Kamu tahu aja”👧


“Iyalah.... “🧒


“Tapi aku tetap rendah hati loo”👧


“Miss u Ner” sambil tersipu👧


“Miss u too.... “🧒


“Good Night”👧


“Tooo”🧒


Rose memejamkan matanya, rasanya baru sekejap ia tidur ia disapa oleh Rey.


“Aku bahagia ,orang yang tepat menjagamu Rose”


“Benarkah itu Rey, apa kamu sudah makan”


“Sudah dong “


“Ehhh... Waktuku hampir habis ya”


“Kamu mau kemana Rey”


“Kembali lagi dong, jangan lupa berkunjung ya”


“Iya”


24.00


“hosh.. Hosh.... Hosh.... “ Rose berkeringat saat terbangun dari mimpinya.


Pipinya basah entah karna ia menangis atau tidak, ia tidak sadar sama sekali, Rose langsung berdoa untuk arwah Rey dan ia akan berkunjung kerumah Rey besok.


“Rey.... Terimakasih untuk selamanya.


Pagi.....


“Pahhhh.... “


“Iya.... “


“Hari ini akuu kerja dari rumah ya”


“Ada apa ? “


“Badanku sakit semuanya Pa”


“Baiklah, Papa antar kamu ke dokter ya”


“Nggak usah Pa, aku istirahat saja”


“Baik, Papa mau berangkat dulu ya nanti kalau ada apa-apa kamu telepon Papa”


“Iya Pa”


Setelah sarapan Rose kembali tidur dan tiba-tiba ia muntah.


Muntah darah....


“Nona astaga.... “


“Nona...... “


“Nona”


“Bik.... Jangan panik Bik”


“Aku telepon Boss dulu ya”


“Jangan Bik”


“Kenapa ? “


“Nanti dia panik, antar aj aku ke dokter ya”

__ADS_1


“Iya”


Bik Karsi dengan cekatan terus mengompres Rose dengan air hangat diperjalanan.


“Nona ada salah makan nggak ? “


“Nggak Bik”


“Kok bisa gitu ? “


“Mungkin kecapean Bik”


“Sabar ya Nona”


“Iya”


Bik Karsi sangat khawatir, walaupun Rose bukan anak kandungnya, tapi ia telah bersama sejak Rose masih bayi.


Ia telah kehilangan kesempatan untuk merawat anaknya bahkan sekarang anaknya pun telah meninggalkan dia untuk selamanya, ia takut jika sesuatu yang buruk terjadi pada Rose.


“Bagaimana Dok”


“Panasnya terlalu tinggi Bu, apa dirawat saja dulu ya”


“Bisa dikasih obat saja Bu Dokter saya mau istirahat dirumah saja”


“Bisa... Tapi takutny lagi seperti itu mb”


“Bagaimana Bik”


“Nona dirawat saja dulu ya”


“Tapi Bik”


“Ini demi kebaikan Nona ya”


“Iya Bik “


“Rawat saja bu Dokter”


“Saya persiapkan berkasnya ya”


“Iya”


“Nona... Saya sudah menelepon Boss dan ini minum air dulu”


“Iya Bik, terimakasih “


“Sama-sama Nona “


Nervian....


Aku butuh kamu Ner....


Aku benar-benar merindukanmu......


Miss u Nervian.....


“Jadi hanya panas Dok ? “


“Iya”


“Sekarang bagaimana keadaannya ? “


“Sudah lebih baik kok Pak”


“Tunggu dulu.... Kamu Edelweis kan Ed... “


“Iya benar.... Tapi kamu siapa ya”


“Yolanda”


“Ehhh Yulet”


“Dokter lu sekarang..... “


“Taraaa..... “


“Hahhh nggak nyangka ya.... “


“Princessnya mana ? Nggk ikut”


“Dia sudah pergi duluan Yul”


“Astaga.... Kapan ? “


“Sudah lama sekali”


“Maaf ya Ed”


“Iya nggak apa kok Yul”


“Yang sabar dan tabah ya”


“Aku sudah mengikhlaskannya Kok sambil memandang Rose.


“Dia kelelahan Ed”


“Aku tahu kok Yul, tapi dia anak yang rajin “


“Terlihat jelas kok Ed, sama seperti princess”


“Tentu saja”


“Aku permisi dulu ya Ed”


“Iya Yul “


“Rose.... “


“Pahh..... “


“Istirahat yang cukup ya”


“Iya Pa.... “


Tak terasa buliran bening mengalir dipipi yang sudah mulai menunjukkan tanda-tanda penuaan itu, Papa Rose memalingkan wajahnya agar tidak terlihat oleh Rose.


“Kenapa harus Rose yang sakit”


“Edelweis !!! “


Papa Rose mendongak....


“Mana putriku ? “


“Itu dia”


Ayah dan Ibu Nervian datang kerumah sakit untuk melihat keadaan Rose.


“Ya ampun Rose... Kok sampai kayak gini sih”


“Aku nggak apa kok bu”


“Jangan bicara seperti itu, Ibu sudah nelpon Nervian dan ia belum bisa izin, maafin dia ya Rose “


“Hanya sakit biasa kok Bu, nggak apa “


“Iya... Tetap saja Ibu khawatir sama kamu Rose”


“Kamu sudah makan belum, Ibu buatin kamu bubur ayam, Ibu suapin ya”


“Jangan Bu, nanti saja Rose sudah sarapan kok tadi”


“Beneran”


“Iya Bu”

__ADS_1


__ADS_2