
HAPPY READING 💚💚💚
" Jadi hari ini kan Miss Elly datang buat ketemu kamu, dia mau inves sama perusahaan kamu setelah lihat desain dan presentasi kamu waktu di Paris”
“Emm... Makasi ya Anggara”
“Sama-sama”
“Aku merasa selalu bersalah sama kamu”
“Sudahlah yang lewat biarlah berlalu, buka lembaran baru”
“Aku minta maaf pernah marah sama CS itu”
“Nggak apa kok, terus siapa yang jemput Miss Elly ? “
“Ada supir aku”
“Miss Elly ini umur berapaan ? “
“Sekitar 45 tahun”
“Tapi dari fotonya belum terlalu tua ya”
“Iya “
“Minum kopinya” ujar Rose pada Anggara sementara Rose menikmati puding mangga.
“Makasih”
“Nanti ada beberapa wartawan juga yang mau meliput pabrikmu kan”
“Iya dari M TV”
“Aku bersyukur pabrik kamu dah bangkit lagi”
“Iya dan juga support dari kamu, aku juga merasa senang”
“Itu bukan seberapa, jika kau minta akupun jadi suami keduamu aku mau”sambil menggaruk kepala
“Dihhh.... Mulai kalau dah dibaikin”
“Bercanda”
“Jadi jam berapa wartawannya datang ? “
“Jam 13.00“
“Oke kalau gitu aku mau diam disini nggak apa kan ? “
“Iya”
“Perhatian semua hari ini akan ada kunjungan dari wartawan M TV dan desainer dari Paris bernama Miss Elly, aku mohon bantuannya ya”
“Baik Nona”
“Nona cocok ya sama Mas Anggara” bisik-bisik
“Iya... Kenapa nggak jadian aja”
“Nggak tahu tuh, aku lihat dia lebih akrab sama Dika sih”
“Iya juga, mereka sering keluar bareng dan katanya sih ada yang lihat kalau cincin mereka itu couple “
“Ahhh... Masak sih tapi Dika keren juga kan”
“Iya Cuma kalau mereka pacaran pasti mereka bertengkar pas Mila peluk Dika, kamu inget nggak ? “
“iya yaa... Entahlah”
“Aku ke kantor sebentar ya buat beberes sambil nunggu jam satu”
“Baik”
13.00
Wartawan datang tepat waktu dan tak berselang lama Miss Elly juga datang.
Rose menjelaskan tentang segala hal mengenai produk kain batik yang diproduksinya dan baju kantor yang saat ini menjadi pesanannya.
Mudah bagi Rose untuk berbicara didepan publik karna ia sudah terlatih dari kuliah di Yogya dan Paris.
Miss Elly pun sangat yakin dengan produk dari Batik milik Rose ini.
“Aku yakin berinvestasi dengan perusahaan batik milik kamu ini Rose “
“Terimakasih jika Miss yakin dengan pabrik saya ini”
“Baiklah saya tidak lama ya Nona Rose dan silahkan tunggu kunjungan saya selanjutnya dan selamat bekerja sama”
“Baik Miss”
💬
Nervian full sun
Aku sudah lihat artikel kamu, bagus sih tapi ada foto kamu sangat membuat aku tidak nyaman “
Rose dengan tergesa membuka artikel yang memuat tentang dirinya dan dia terkejut karna wartawan memfotonya sedang membuat desain dan Anggara berada di jarak yang sangat dekat dengannya pipi Anggara nyaris mengenai pipi Rose.
“Sialan kenapa malah ini yang diekspos”
📩
“Aku minta maaf Ner tapi itu hanya foto dan nggak ada maksud apapun “
💬
Nervian full sun
“Aku tahu tentang itu, aku tahu ia banyak membantumu tapi aku mohon jaga jarakmu, aku tidak mau kehilangan kamu sedetik pun”
📩
“Baik Ner, aku minta maaf”
😔😔😔
💬
😘😘😘
“huhhh.... Aku merasa sangat bersalah pada Nervian tapi syukurlah dia mau mengerti.
Kedepannya aku masih tetap akan berhubungan dengan Anggara masalah kerjaan terus jika Nervian terus cemburu, aku harus bagaimana ?
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Full Sun Video Call
__ADS_1
📷
“Hay apa kabar ? “🧒
“Baik.... Kamu gimana ? “👧
“Sama... Sudah makan ? “🧒
“Sudah “👧
“Aku pikir kamu masih marah”👧
“Enggak.... Eh aku beli alat tulis dulu ya”🧒
“Iya”👧
Rose tersenyum saat mematikan ponselnya.
Tanpa diketahui Rose ada seseorang yang menyimak pembicaraan mereka karna posisi Rose sedang di halaman pabrik.
Kantin pabrik
“Ehhh.... Seriusan deh kamu harus ajak aku nonton film AVATAR 2 itu”
“Iya... Nanti kita pergi”
“Janji”
“Janji hari minggu kita pergi ya”
“Nahhh... Gitu dong”
“Ehhh... Kayaknya asyik banget... Boleh gabung ? “
“Boleh... Duduk Nona ku and kok wajahnya bersemu gitu ya”
“Masak sih”
“Iya”
“Aku dengar kalian ngomongin film AVATAR 2 ya”
“Iya... Nona sudah nonton”
“Belum sih.... Ngga ada temen” wajah memelas
“Ajak kita aja... Tapi kalau mau ribut “
“Nggak usah.... Aku takut ganggu kalian “ucap Rose sambil tertawa kecil
“Nona apaan sih !!! “
“Apaan apanya... Jangan pikir aku nggak tahu ya”
“Apa yang Nona tahu”
“Nggak tahu hihihi” sambil cekikikan
“Dah... Aku mau makan dulu, mb aku mau pesen “
“Iya Nona”
“Oiya Nona, aku nggak pernah lihat Dika ya, sudah lama” tanya Janet
“Iya... Dia ada ujian di Yogya”
“Sudah ada si Sapri kan mau ganti sementara “
“Ohhh.... Btw Dika itu rajin dan penuh semangat ya, aku yakin dia bakal jadi orang sukses deh”
“Iya memang sih anaknya rajin”
“Menurut Nona jika ia tamat kuliah apa dia akan nyari kerjaan yang lebih bagus lagi, kan disini ia kerja karna bisa sambil kuliah”
“Iya.... Nggak tau juga sih bisa jadi”jawab Rose dengan nada agak lesu karna ia tidak berpikiran sejauh itu.
“Untuk ukuran cowok ia juga lumayan ganteng, apa Nona tahu banyak yang manggil dia Oppa CS disini” sambung Joe
“Masak sih... Aku belum pernah dengar deh”
“Wahh... Nona harus dengar sesekali “
“Kalau lumayan ganteng kenapa kamu nggak deketin dia Janet ? “
“Bukan tipe aku”sambil melirik Joe
Rose menyimak sambil meneguk es teh.
“Aku sudah kelar ni, duluan ya”
“Iya Nona”
“Ganbatte “
“Ciayoo” ucap Rose sambil tersenyum simpul
Rose kenalkan ini Edward anak teman Papa yang baru saja selesai kuliah di Paris.
“Hi Edward... Aku Rose”
“Edward “
“Dia kesini mau lihat-lihat pabrik kita dan dia ini seorang designer juga”
“Hhmmm iya, ayo aku antar keliling”
“Terimakasih Rose”
“Sama-sama”
Rose mengajak Edward untuk berkeliling dan menceritakan semua tentang batik.
Edward sangat menyukai cara Rose menyampaikan materi dan ia mudah untuk memahaminya tak lupa Rose mengenalkan Edward pada Nervian supaya Nervian tidak marah lagi padanya.
“Sampai disini ada yang mau ditanyakan Ed ? “
“Tidak ada... Aku paham tentang semua penjelasan kamu Rose”
“Aku bawa sesuatu buat kamu” ucap Edward sambil menelepon supirnya.
Tak lama supir Edward datang membawa sebuah tas tangan.
“Aku harap kamu suka “
“Makasi ya Edward, kamu repot kayak gini”
“Ini pertama kali aku datang dan selama disini, kamu mau nggak temenin aku healing”
“Aku tanya tunangan aku ya”
__ADS_1
“Ohh iya... “
Rose langsung menghubungi Nervian dan Nervian mengangguk setuju dengan syarat tidak boleh berdua.
💬
“Aku nggak berdua kok, ada supirnya”
📩
“Iya... Kamu harus info aku posisi kamu ya, setiap sampai dan di mobil.
💬
“Iya pasti... “
“Hufft.... Aku merasa tidak tenang lama-lama disini “ucap Nervian dikamarnya.
“Papa lagi ngapain ? “
“Lagi hitung penjualan hari ini”
“Ramai”
“Iya lumayan lah”
“Yess... Bisa beli tas bulan ini”
“Beli aja ngga ada yang larang”
“Siap.... “
“Edward mana ? “
“Sudah balik ke hotel”
“Kamu jadi ajak dia healing ? “
“Iya... Mulai besok Pa”
“Bagus... Dia juga punya butik”
“Masak Pa”
“Iya... Lumayan jika dia ngambil barang di kita kan”
“Iya Pa”
“Sudah mau jam empat nih, Papa mau siapkan dulu kamu juga siapan gih ! “
“Okey dokey”sambil mengedipkan matanya.
Yogyakarta....
“Kamu nggak butuh pembimbing ? “
“Nggak”
“Tapi ini supaya kamu cepat lulus”
“Aku sudah ada Kakak disini”
“Tapi aku boleh main ke kost kamu nggak ? “
“Nggak.... “
“Kok jutek amat sih”
“Maaf ya... Disana cewek nggak boleh datang “
“Kok banyak aturan gitu sih”
“Mana aku tahu”
“Nervian... “
“Apaan ? “
“Minta nomor hapemu ? “
“Nggak bisa”
“Kok pelit gitu”
“Iya... Ini nomor tunangan aku”
“Ohhh gitu”
“Iya”
Nervian berlalu dengan perasaan dongkol, ini sudah ketiga kali si pembimbing itu mendekatinya.
Nervian sudah tahu akalnya, ia tak perlu pembimbing karna Sepupunya sudah ujian seperti dia.
“Mark !!! “
“Eh Nervi”
“Kamu belum pulang ? “
“Ini mau pulang”
“Aku ikut kamu ke kost bisa nggak ? “
“Bisa tapi aturannya sampai jam sembilan”
“Iya... “
“Tadi aku lihat kamu dideketin apa Vera ya”
“Iya... Ngeselin tahu nggak”
“Dia emang gitu kalau ada siswa yang mau ujian”
“Tapi dia itu bikin ilfeel “
“Bukan pertama kali aku dengarnya”
“Kan kamu tahu aku sudah ada tunangan “
“Iya... Jadi kapan kamu mau umumin tunangan kamu ? “
“Balik aku dari sini”
“Ya... Semoga acaranya lancar ya”
“Iya Kak”
__ADS_1