
Sesampainya dirumah Rose duduk di teras dengan pikiran yang agak kacau.
Jelas-jelas ia melihat Papanya.
Apa Papa sudah melupakan Mama, Rose termenung sendiri.
Di pusat pameran tadi, ia melihat Papanya menggamit seorang wanita yang cukup cantik namun seusia dengan Papanya.
“Aku nggak sanggup jika Papa meninggalkan Mama, Ma beri aku petunjuk dan jalan Ma”
Rose mulai menyibukkan diri dengan bersih-bersih kamarnya, tapi pikirannya masih pada Papanya.
Kenapa Papa begitu.....
Baru kali ini Rose merasa gelisah, ia melirik jam dinding.
Pukul 22.00 pm dan Papa belum pulang.
Rose pov
Sejak kecil aku merasa bahwa aku adalah gadis beruntung yang dibesarkan dengan penuh kasih sayang oleh Mama dan Papa.
Mama selalu mengajarkanku untuk rendah hati dan sabar dan itu bertolak belakang dengan Papa yang menjadikan aku sosok tegas dan mandiri.
Mamaku adalah wanita yang cantik, baik dan ramah pada siapapun, aku berfikir ingin menjadi seperti dia.
Semua kebahagiaan kami hampir saja runtuh ketika aku memasuki bangku SMP, Mama sakit bukan sakit biasa, Mama sakit kanker darah, sakit yang biasanya aku dengar dan tonton dari film.
Aku tidak percaya Mama punya penyakit seperti itu.
Mama setiap hari berpesan kepadaku untuk jadi anak yang baik dan menolong orang.
Hingga saat dimana hari Mama tiada, aku masih mematung di bangku tempatnya dirawat selama hampir 2 bulan sambil membawa sebungkus soto ayam yang akan kumakan nanti.
Aku tidak percaya Mama sudah tiada, aku ... Tinggal aku dan Papa.
Mama....
“Aduh cantiknya Mama, sudah bisa pakai sepatu sendiri”
“Pintar kan Ma”
“Iya Nonaku Rose”
“Nona ? “
“Iya.... Bagi Mama, Rose adalah Nonanya Mama”
“Makasi Ma, Rose nggak akan lupa panggilan Mama untuk Rose”
Rose ingat saat itu, setiap detik yang Rose lewati bersama Mamanya.
Rose mulai menitikkan air matanya, dia tidak tahan dengan semua ini apalagi melihat Papanya tadi hatinya tambah terluka.
“Rose !!! “
Panggilan itu membuat Rose tersentak dari lamunannya akan kenangan bersama Mamanya.
“Aku pikir, Papa tidak ingat pulang”
Papa Rose sangat terkejut dengan ucapan anak gadisnya itu, Rose memang sering jutek tapi kali ini kenapa kata-katanya begitu menusuk jantung.
“Kamu bicara apa Rose ? “
“Papa bersenang-senang ya”
“Rose Papa tidak mengerti apa yang kamu maksud”
“Rose nggak akan membiarkan siapapun mengambil Papa, Papa milik Rose dan Mama”
“Iya Papa hanya milik Rose dan Mama tapi kenapa tiba-tiba kamu bicara seperti ini, apa Papa membuat salah yang membuat kamu tersinggung “
“Aku tadi ada di pameran seni bersama Anggara “
Deg....
Detak jantung Papa Rose berdegup kencang, “kamu melihat Papa”
“Iya... Aku melihat dengan sangat jelas”
“Itu teman Papa”
“Teman macam apa dia Pa, sampai mesra seperti itu ? Aku bukan anak-anak Pa”
__ADS_1
“Kalau kamu tidak suka Papa akan berhenti suruh dia mencari Papa”
“Aku... “
“Rose Papa sama sekali tidak serius kok, Papa hanya mencintai Mamamu hingga ajal menjemput Papa nantinya”
Rose sesenggukan”Aku tidak mau Mama digantikan Pa, aku mohon”
“Tidak ada yang bisa menggantikan Mama kamu Rose, tidak ada biarpun Papa jalan dengan wanita lain tapi Papa hanya menjadikannya teman saja, tidak ada niatan lebih”
“Papa janji”
“Janji Rose ku”
“Kamu sudah makan ? “
“Belum Pa”
“Ayo kita makan diluar ya”
“Iya Pa”
🍴🍱🍴🍱🍴🍱🍴🍱🍴🍱🍴🍱
Rose segera menyusul Papanya kedua anak dan Ayah itu bergandengan tangan menuju luar untuk mencari makan malam.
Mama dan Papa Rose saat menunggu Ross hadir kedunia...
“Kata dokter aku hamilnya akan lama Mas”
“Tidak apa-apa kok kita sabar aja lagi pula aku sama kamu kan bahagia nanti kalau ada anak itu Tuhan yang atur sayang”
“Makasi ya, kamu selalu mengerti”
“Iya... Kalau bukan aku suamimu yang mengerti kamu, siapa lagi”
“Emmm.... Aku bosan nih dirumah terus, aku ikut klub menjahit ya”
“Boleh tapi jangan terlalu lelah ya sayang”
“Iya, Mas selalu khawatir denganku, aku pasti bisa kok”
“Oke.... Okey.... “
“Mas.... Mas..... Mass..... “
“Iya.... Ada apa sayang, kamu dah sampai pabrik aja”
“Aku punya kejutan buat kamu”
“Apaa ? “
“Tarraaaa..... “sambil menunjukkan test pack
“Kamu hamil”
Mengangguk
“Selamat ya sayang”
“Iyaa.... Semuanya.... Sekarang kita tutup lebih awal ya, kita makan-makan”
“Yeyyyy..... Makasi Bosss”
Seketika pabrik kecil itu menjadi riuh, oleh ucapan selamat dari semua karyawan yang ada disana.
Mengingat kembali kenangan bersama dengan Mama Rose adalah sebuah kesempatan yang luar biasa bagi Papa Rose dan kenapa Rose sempat berfikir kalau ia akan menghianati Mamanya.
Tidak akan Rose
Tidak....
Di toko alat bayi
“Mau ambil warna apa ? “
“Kita belum tahu bayinya cewek atau cowok tapi kita bisa ambil warna kuning dan biru”
“Bagus juga ide kamu”
“Nanti bedongnya aku jahit sendiri, kita beli kain saja ya lebih murah”
“Iya terserah kamu aja sayang”
__ADS_1
“Oke”
Setelah membeli printilan bayi Edelweis, pasangan suami istri itu menikmati makan siang di sebuah warung yang tak jauh dari sana.
Wajah Mama Rose selalu tersenyum, bagaimana tidak 5 tahun lamanya mereka menunggu kehadiran bayi itu dan kini ia hadir sebagai pelengkap kebahagiaan yang akan mengisi rumah nantinya.
“Kamu butuh Nanny nggak sayang”
“Butuh sih, pastinya akan lelah sendiri dan Mama Papa aku juga jauh kan”
“Iya, oiya nanti kita ke makam Mama dan Papa aku ya”
“Okey”
“Kita minta doa, agar bayi kita sehat”
“Siap bosku”
Papa Rose tertawa kecil sambil meneguk segelas teh hangat, sehangat suasana hari ini.
Tuhan Terima kasih.
Mama dan Papa Rose mulai menyiapkan tempat untuk Rose, kasur yang lebih besar dan mainan bayi yang akan digantung nantinya, Mama tidak mau tidur terpisah dari bayinya.
Setelah semua beres Mama Rose bersantai di ruang tivi.
“tok tok tok..... “
“Iya.... “
“Aku pulang Sayang”
“Lohh mas..... Sudah pulang ya”
“Iya.... Ini Mas bawa Nanny untuk bantu kamu”
“Owhhh iya Mas”
“Saya Karsi Nyonya”
“Jangan panggil Nyonya, panggil aja Bu”
“Oh iya Bu”
Jadi begitulah seterusnya, Mama Rose ditemani oleh Bik Karsi yang sabar dan baik hati hingga Rose hadir kedunia, Bik Karsi lah yang menyimpan semua memory tentang Rose dan keluarga Edelweis.
🌺🌻🌹🌷🌺🌻🌹🌷🌺🌻🌹🌷🌺🌻🌹🌷🌺🌻🌹🌷🌺🌻🌹🌷🌺🌻🌹🌷🌺🌻🌹🌷🌺🌻🌹🌷🌺🌻🌹🌷
🍴🍱🍴🍱🍴🍱
“Rose kamu mau makan apa”
“Aku nasi goreng aja Pa”
“Okey”
“Nasi goreng satu ya dan mie goreng”
Rose memperhatikan hapenya dengan seksama.
“Kayaknya Dika dah balikan deh sama Diana tapi kan Jo” Rose menscrol hapenya dan melihat status Jo, sudah ngga ada postingan bersama Diana lagi.
Lahhh apa laki-laki memang tipe makhluk yang cepat bosan ya, Rose heran karna dulu ia dan Rey pacaran cukup lama.
Rose kembali mengingat saat Dika menolongnya ketika ulang tahun pabrik dan ia diculik disana.
Owhhh Dika memang pemberani... Aishhhh aku kenapa sih...
Soal otakku kayaknya nggk sinkron dehhh anjay....
“Rose ini nasi gorengnya “
“Rose”
Rose tidak menjawab dan sibuk kepo ig Dika, “Heyyyy Rose...... “
Rose tersentak.
Anggara
..
__ADS_1