
💚💚💚HAPPY READING💚💚💚
"Nona katanya ada sebuah toko yang jual kain batik dengan harga miring”
“Aku suka sih sama kamu Joe, karna kamu selalu gercep tentang kompetitor”
“Ya bagaimanapun aku pasti berusaha yang terbaik buat pabrik kita Nona”
“Joe... Disini kita menjual kwalitas dan seni, bukan hanya sekedar jualan dan pakai“
“Apa Nona nggak ingin kesana”
“Akan mencolok jika aku kesana dengan penampilan seperti ini”
“Aku yakin dia pasti tahu tentang aku”
“Iya sih”
“Aku coba kesana tapi dengan penampilan sederhana”
“Nona mau pergi kapan ? “
“Nanti habis ombak”
“hehe” Joe menggaruk kepalanya.
“Tunggu diluar ya, aku mau ganti baju dulu”
“Iya”
Setelah siap Rose dan Joe menuju toko kain dan baju batik yang ia ceritakan itu.
Tokonya besar dan memang banyak diskon.
“Permisi mb mau cari apa ? “sapa seorang SPG pada Rose
“Aku mau lihat-lihat dulu”
“Baiklah”
“Dari segi kain sih bagus, tapi kenapa dia jual murah”batin Rose
“Ini batik dari luar daerah sih Joe aku belum paham kenapa mereka jual murah, toh Toko ini nggak sebanding dengan galeri aku yang kecil, mungkin ngga ada niatan saingan “
“Ohhh gitu ya Nona”
“Iya.... Cuma aku penasaran sih sama suppliernya, kok bisa dia jual murah dengan bahan yang sama”
“Iya juga ya”
“Ayo kita beli beberapa baju, aku penasaran dengan kwalitasnya”
“Oke”
Rose membeli beberapa potong baju dan kain tak lupa ia membelikan Papa dan Bu Maya juga.
“Bagaimana menurut Nona ? “
“Ya... Kalau modalnya besar, aku sih yakin toko ini bisa bertahan dan rezeki juga sudah diatur kok Joe”
“Iya Nona”
Di galeri
“Pahh.... Saat Papa sibuk ngebucin... Nih lihat !!! “
“Apa Rose ? “
“Ada Toko batik besar yang buka didaerah kita”
“Ahhh... Iyalah ? “
“Ini aku beli beberapa barangnya”
“Dia menjual kain dengan harga murah ! !! “
“Yupp.... Dan bahannya juga sama persis dengan yang kita jual tapi dia berani jual murah”
“Hemmm...... Papa ingin tahu siapa dibalik Toko itu, apa dia ingin bersaing dengan kita”
“Kalau bersaing sih nggak yakin aku Pah soalnya galeri kita kan kecil dan hanya untuk memajang kain “
“Iya juga sih, tapi kan batik kita lumayan terkenal disosmed”
“Aku tak tahu Pa, tapi rezeki kan sudah diatur”
“Iya Rose”
Rose mengikuti Toko tersebut di instagram dan Toko tersebut sedang live besar-besaran.
“Wahhhh daripada bersaing apa lebih baik kita menjadi bagian dari dia ya”
“Apa kita harus promo pakai SPB”Ujar Rose sambil menyeringai nakal.
__ADS_1
Ia membayangkan si tiga SPB yang pernah berhasil menarik penjualan begitu banyak saat pameran.
“Hatchiuuu” Nervian bersin di tempat lain.
“Perasaanku kok jadi nggak enak ya”ucapnya sambil bergidik.
“Ada apa Ner ? “
“Enggak chef, aku rasanya nggak enak badan aja”
“Ohhh.... Mau lanjut nanti”
“Enggak kok, Cuma bersin biasa”
“Oiya Chef, untuk rasa cake red velvet ku sudah pas apa belum ? “
“Pas sih tapi kurang manis”
“Rose nggak terlalu suka manis chef “
“Oohh gitu”
“Nervian”
Nervian terkejut saat melihat Wita masuk ke kitchen Cafe.
“SIAPA YANG IZINKAN KAMU MASUK !!! “bentak Nervian.
“Emmm... “
“Maaf Boss, saya sudah larang “ucap Salah seorang karyawan yang ada disana.
“Ini ruangan pribadi keluar !!! “
“Ner..... “ mata Wita berkaca-kaca.
“Aku ingin bicara sebentar saja”
“Aku bilang keluar” ucap Nervian bersabar.
“Lihat saja nanti !!! “
Wita berlalu dengan kesal, dia mengumpat sepanjang jalan.
“Kamu pikir semudah itu menyingkirkan aku, masa lalumu ada ditanganku, sebersih apa kamu saat ini, tapi tidak ada yang tahu tentang kegelapanmu dulu.
Menjatuhkan Rose aku belum bisa tapi pasti akan goyah saat aku memberi tahu bahwa Tuan sempurnanya pernah gelap.
“Wita !!! “
“Kamu butuh berapa, tapi jangan ganggu aku dan Rose “
“Aku nggak butuh uangmu”
“Sebut saja tapi jauhi aku dan Rose”
“Nggak akan !!! “
☁☁☁☁☁☁☁☁☁☁☁☁☁☁☁
“Jadi setiap hari minggu kita gantian keluar buat jualan”
“Jualannya dimana Nona ? “
“Kita sewa tempat di Udayana dan nanti semua yang masih single akan dapat giliran”
“Ada uangnya Nona ? “
“Ada dong”
“Pokoknya nanti jualan aja ya, aku yakin pasti ada saja yang minat”
“Baik Nona”
“Untuk minggu pertama, aku yang keluar sama Joe dan Ani, sisanya aku jadwalkan, pokoknya kita harus lebih dan lebih mengenalkan batik Y pada semua orang, jangan lupa stok baju yang banyak ya”
“Siap Nona”
“Hari ini gimana ? “
“Baik kok Rose, kamu sendiri “
“Sama, aku lagi susun rencana Ner”
“Rencana buat apa ? “
“Ada toko besar yang berjualan batik dan, aku sudah kesana dengan Joe”
“Terus ? “
“Barangnya sama tapi dari segi motif pastinya sudah beda kana, cuma dia itu jualnya dibawah harga pasaran, apa nggak rugi”
“Biasa diawal kan emang gitu, pada promo”
__ADS_1
“Tapi kan nggak sampai segitunya juga”
“Iya biarin aja yang penting kita kan jual kwalitas “
“Iya aku paham tapi demi pabrik ini, aku dan karyawan lain akan keluar setiap hari minggu buat jualan di Udayana “
“Hahh... “Nervian bergidik mengingat dia pernah menjadi SPB Rose beberapa waktu silam”
“Aku nggak akan pakai kamu kok “Rose menatap suaminya yang mulai takut jika Rose membahas tentang rencana marketingnya.
“Aku goreng telur dulu ya”
“Iya... Aku juga satu ya ntar buatin aku sambal tomat ya”
“Aku yang buat ? “
“Bukan... Pak sopir yang buatin”
“Iya deh.. “
Selesai makan tak biasanya Rose langsung tidur, jika hari-hari biasa ia pasti membuat desain dan menonton.
“Pasti dia lelah”batin Nervian
Rose menatap lekat wanita yang ia cintai itu, terkadang ia masih tak percaya Rose ada disampingnya.
Padahal baru saja ia bertemu dengannya di supermarket .
Sekarang ia sudah menjadi istrinya.
“Rose jangan sedih lagi ya”
🌈🌈🌈🌈🌈🌈🌈🌈🌈🌈🌈🌈🌈🌈🌈🌈
Hari Minggu suasana di taman Udayana sangat ramai, semua orang sedang menikmati weekend mereka, tetapi dari pagi belum ada yang mampir ke stand Rose.
“Sepi banget ya “
“Udayana nya ramai Nona tapi yang sepi orang ke gerai kita”
“Dihh... Kamu bukannya bikin aku semangat”
“Maaf Nona”ucap Ani
Saat bosan menunggu Rose membuka hapenya dan mulai terkantuk-kantuk.
“Rose.... “
“Emmm” Rose melirik suara yang memanggilnya.
“Aku ingin bicara denganmu”
“Disini saja”
“Nggak bisa”
“Baiklah, Ani jaga dulu ya”
“Iya Nona “
“Rose... Serahkan Nervian padaku”
“Kamu gila ya, kok terang-terangan gitu”
“Aku muak sembunyi”
“Aku dan Nervian sudah menikah dan itu tak mungkin”
“Seharusnya aku yang nikah sama dia”ucapnya sambil memberikan ponsel pada Rose.
Semuanya berisi foto Nervian dan Wita.
“Lihat... Aku bahagia dengannya saat sekolah dan akun ini satu untuk berdua “
“Semuanya Nervian dan aku yang tulis”
Rose terbelalak melihat isi dari twitter tersebut.
Mereka pacaran cukup lama”batin Rose.
Satu cuplikan kata membuat Rose tertegun.
“Kita akan menikah”
Itu yang terakhir
“Kamu tahu kan betapa kami saling mencintai jadi percuma”
“Wita perlu kamu ketahui sebelum ada aku Nervian juga punya mantan bernama Diana”
“Aku tahu meskipun aku kuliah di luar aku selalu tahu tentang Nervian “
“Wita meskipun kau dan Nervian pernah bersama tapi itu hanya dulu”
__ADS_1
“Bisa kau tanya Nervian saat ia frustasi karna Ayah dan Ibunya bertengkar dan hampir bercerai, siapa yang membuat dia bisa lupa dari ketergantungan obat penenang !!! Itu Aku !!! Bukan kamu!!! Tapi kenapa harus kamu yang hidup bahagia sama dia, aku nggak ikhlas”
Perut Rose terasa sakit saat mendengar penuturan dari Wita.