
Satu desain sudah jadi dan Rose memfoto nya untuk diberikan pada Mr. Roland.
Good job Rose...
Mr. Roland đź’¬
Lumayan Rose dan langsung bikin desain bajunya ya...
Rose đź“©
Baik
Rose melirik jam dan masih ada waktu untuk ke pabrik sebelum jam sembilan.
“Maaf apa Rose belum datang ya”
“Belum Kak, mungkin lagi sebentar”
“Baik saya tunggu ya”
“Iya”
Evy merasa salah tingkah dengan kehadiran Rey di pagi itu. Namun sebagai pekerja yang profesional Evy berusaha tetap tenang apalagi saat melihat wallpaper hape Rey tempo waktu lalu.
Rey dan Evy POV
“Emm... Aku bisa duduk disini nggak”
Mengangguk...
Evy terdiam karna cowok yang di sampingnya begitu cool lebih tepatnya Evy terpesona dengan Rey.
Acara pun di mulai dan Rey fokus dengan pentas seni tersebut.
Hingga acara usai pun Rey tidak bicara sepatah katapun dengan Evy.
Cowok itu duluan pergi dengan agak terburu. Evy menoleh dan melihat sebuah ponsel.
“Ehh !!! Apa ini ponsel milik cowok tadi”
Evy bergegas menyusul cowok tersebut namun tampaknya dia sudah tidak terlihat disana, Evy pun keluar dari tempat menonton tadi cowok itu mulai terlihat tetapi ia malah naik motor.
“Ya ampun apa dia nggak ingat sama sekali sama hapenya”.
Evy berlari kecil tapi percuma cowok itu sudah menghilang.
Evy memilih duduk di sekitar sana berharap si cowok kembali lagi, satu jam berlalu dia jam hingga waktu hampir petang, Evy mulai lapar.
Evy meringkuk di sudut bangku taman sambil terus memperhatikan hape tersebut, tanpa ia sadari cowok tadi sudah melintas di belakang dia dan masuk ketempat nonton tadi.
Mungkin ada kontak yang bisa aku hubungi ya”ucap Evy memainkan hape itu dan yurikaaaa.... Hape itu tidak ada kuncinya.
Evy mencoba menghubungi nomor yang bertulis Mama dan tersambung.
“Iya ada apa Rey ? “
“Maaf Tante saya Evy dan saya menemukan hape ini ? “
“Ohh tunggu dulu ini gimana maksudnya ya”
“Jadi tadi saya menonton bersama pemilik hape ini dan hapenya tertinggal karna ia belum ada balik sampai tiga jam jadi saya memutuskan untuk menelepon kontak yang ada”
“Oalahh Rey memang begitu jadi kamu maunya gimana, apa saya yang kesana saja ? “
“Emm gini Tante kebetulan saya juga mau pulang alamat Tante dimana ya”
“Jadi kamu yang mau antar ? “
“Iya”
“Alamat Tante jln. Bunga Anggrek”
“Ohh iya, nggak jauh kok dari rumah saya”
Evy nampak bersemangat karna ia ingin bertemu dengan anak yang tidak salah disebut bernama Rey itu.
Sementara Evy menstater motornya dan Rey baru saja keluar dari tempat menonton tadi.
Tak butuh waktu lama bagi Evy mencari rumah Rey dan seorang wanita nampak ada didepan pintu.
“Jadi kamu yang menelepon ya”
“Iya Tante”
“Ayo masuk dulu”
“Baik Tante “
“Duduk ya Tante ambilin minum”
“Iya”
Tak lama wanita itu keluar dengan dua gelas es teh.
“Ayo diminum”
“Terima kasih Tante”
“Rey belum pulang dari siang tadi mungkin dia masih keluar sama temannya”
“Oh iya dan ini hapenya Tante “
__ADS_1
“Baik, Terima kasih ya jadi namamu siapa ? “
“Saya Evy Tante”
“Tante save nomerku ya nanti biar Rey ucapin makasih ke kamu”
“Iya Tante ini nomer saya”
“Oiya Evy, apa kamu mau nunggu Rey ? “ dalam hati Evy ingin sekali menunggu tapi jam sudah tidak memungkinkan ia untuk berlama-lama disini.
“Maaf Tante sepertinya saya harus pulang karna waktu sudah mau malam”
“Baik dan sekali lagi terimakasih ya Evy”
“Iya”
Evy merasa bahagia karna ia bisa langsung kerumah Rey tapi tidak ada terbersit niat untuk mensave nomor Rey atau memintanya pada Mamanya Rey kan tidak sopan.
Malamnya Evy menunggu ucapan terimakasih dari Rey namun tidak ada, hingga esoknya pun tidak ada Evy agak kecewa tapi mau apa dikata lagi mungkin Rey bukan tipe seperti itu.
Evy mulai melupakan Rey dan pada akhirnya ia melihat sebuah nomor baru.
đź’¬
“maaf baru hubungi ya n makasi untuk hapenya”
đź“©
“Sama-sama”
Tidak ada balasan lagi dan emmm Evy ingin menyambung pesan tapi jika tidak direspon pasti memalukan emmm coba saja deh
đź“©
“kau sedang apa sibuklah ? “
đź’¬
“Tidak kok”
Dia membalas tapi tidak nanya balik ya ampun.
Semenjak itu Evy sering chating bersama Rey tetapi Rey selalu menjawab yang penting saja dan tidak pernah nanya balik hal itu membuat Evy tidak lagi mencari perhatian dari Rey lagi. Namun saat kemarin Rey datang ke pabrik Evy tidak mampu menyembunyikan perasaannya lagi pada Rey.
“Hay kamu dah lama nunggu ya”
“Nggak juga Rose”
Rose ? Rey memanggilnya dengan nama Rose berarti mereka....?
Evy mohon diri dan memberikan ruang untuk mereka berdua.
“Emmm maaf Rose, aku mau ajak kamu jalan”
“Tapi ini dari kantor Rose”
“Owhh gitu ya”
“Iya”
“Baik kalau sekarang gimana”
“Biiiisaaa Rose”
Entah apa yang dipikirkan Rose dia mengiyakan permintaan dari Rey tanpa berfikir itu modus atau apa .
Di mobil Rose nampak kikuk, sudah hampir enam tahun ia tidak berkomunikasi dengan Rey dan sekarang satu mobil dengannya.
“Bagaimana perusahaan kamu Rose ? “
“Lumayan kok”
“Kamu mau kemana hari ini, kata Bos aku pokoknya kamu harus happy”
“Kita ke Cafe M dulu buat isi perut”
Rey tercengang...
Flashback
“Aku mau deh makan disini”
“Kita kumpulin uang jajan aja gimana ? “
“Oke”
Caffe M
“cake stoberi satu” (bersamaan) saling membuang pandangan.
“coffee latte satu” (bersamaan lagi)
Rose semakin tidak karuan dengan tingkahnya yang menggelikan itu.
“Jadi kamu bekerja sudah berapa lama Rey ? “
“Baru setahun kok”
“Setahun tapi sudah dipercaya buat urus seragam karyawan, hebat deh”
“Ahh biasa aja kok mungkin lagi beruntung aja”
__ADS_1
“Iya” entah mengapa Rose mengingat cewek yang saat itu manja pada Rey haisshhh....
“Permisi pesanan sudah datang” ucap waiters.
“Terimakasih “ucap Rey
“Ayo makan Rose”
Rose menikmati cake stroberi itu setiap gigitannya mengingatkan dia bagaimana dulu mengumpulkan uang jajan buat makan disini.
Tapi Rose tidak semewek saat awal berpisah dengan Rey, ia nampak biasa.
Padahal ketika baru putus dengan Rey ia selalu membeli cake dan makan dirumah dibantu oleh deraian air mata.
🍰🍰🍰
Setelah makan Rey dan Rose memutuskan untuk pergi ke air terjun yang ada di pelosok desa lumayan buat ilangin hiruk pikuk selama ini.
Di mobil
“Rose”
“Iya”
“Terima kasih ya sudah mau jalan sama aku”
“Iya”
Rey menghentikan mobilnya disisi jalan.
“Ada apa Rey”
“Aku ingin memberikan ini padamu”ucap Rey kemudian memberikan sebuah kotak pada Rose
Rose membuka kotak itu dengan hati-hati.
Rose nampak terbelalak
“Dulu aku nggak sanggup beli karna tidak punya uang”
“Terima kasih Rey”
Kalung berbandul bunga mawar itu sangat diinginkan Rose dulu meskipun sekarang ia mendapatkan dari Rey namun artinya sudah berbeda.
Tiba-tiba hape Rey berdering , diseberang terdengar suara cewek.
📞
“Rey lagi dimana “
“Lagi dijalan”
“Jalan mana ? “
“Mau ke air terjun sama owner batik “
“Owhh hati-hati ya Rey”
“Iya”
Rose tidak bertanya siapa yang menelepon untuk menjaga imagenya meskipun hati kecilnya ingin bertanya.
Ditengah perjalanan sungguh diluar dugaan jalanan menuju air terjun macet total.
“Aduh maaf Rose seharusnya aku baca maps tadi”
“Nggak apa kok Rey, ini di luar kendali”
Rey merasa tidak enak pada Rose , “apa kita balik aja Rose”
“Iya... Nggak ada pilihan lain”
“Maaf ya”
“Iya”
Arah putar balik lumayan jauh dari Kota, jadi hari ini akan sia-sia saja berjam jam dijalan namun tidak mendapat apapun.
Rey bisa aku istirahat sebentar”ucap Rose meregangkan kakinya.
“Iya.. “Rey menepikan mobilnya dan ikut meregangkan syaratnya
Tanpa sengaja mata Rose tertumpu pada Rey.
Badan Rey semakin bagus dan keren, aduhhh.
Rey melihat kearah Rose dan Rose mencoba berpaling.
Rey tersenyum kecil, melihat tingkah Rose.
“Kalau belum puas lihatnya,boleh lagi kok, aku ikhlas”
Rose hanya diam dan pura-pura tidak mendengar ucapan dari Rey.
Hanya Rey yang mampu membuat Rose kembali menjadi seorang perempuan yang pemalu
Hanya Rey yang bisa membuat Rose menjadi perempuan yang manis dan ramah.
“Siapa yang lihat kamu, aku lihat pemandangan sawah kok”
“Iya aku percaya”
__ADS_1
Tuhan apa aku bisa menjaga hubungan baik dengan Rey meskipun aku bukan pacarnya lagi, tapi bagaimana dengan Papa dan aku malah mau diajak keluar sama dia lagi tanpa berfikir panjang meskipun aku tahu bahwa ini hanya akalan dia saja.
Sekali lagi aku merasa bahwa aku tidak bisa lepas dari Rey.