
Kabut tipis kota lembang perlahan menuruni bukit , ku layangkan pandangan ke perkebunan teh yang tersusun rapi,
terlihat indah kulihat seluruh lukisan alam dari atas hotel tempatku menginap,saat itu aku sedang dinas luar kota dari perusahaanku, untuk menemani tamu dari luar negeri dan survey beberapa pabrik cabang di Bandung.
“ANAK KITA TELAH LAHIR..” sms singkat itu buyarkan rasa kagumku dengan semua indahnya alam, hatiku perih tak bisa ada disamping Ita saat proses kelahirannya, walau aku juga tahu, kalaupun aku di Jakarta, pihak keluarga Ita tidak akan semudah itu memberiku kesempatan untuk ada disampingnya. Sejak kejadian ribut besar malam itu, tidak hanya keluargaku yang mempersempit ruang aku dan Ita, tapi juga dari keluarga Ita.
Tak sadar bulir air mataku jatuh dari sudut mataku.
“Hello Mr. Adrian….what happened with you? Why you look so sad?” ucap seorang tamu perusahaanku dari Hongkong yang bernama Debby Lam, seorang wanita oriental, dengan tubuh langsing dan berkulit putih bak artis film mandarin.
“Oh…Nothing …I am OK Ms.Debby…..”jawabku sambil ku seka bulir air mataku.
“Come on….don’t lie to me Adrian….I know something happened….” Balas wanita asing ini sambil menatap kearahku
“Long story Ms Debby…..but believe me…..I am fine …” ucapku lagi pelan.
__ADS_1
“Long story …? We will 3 days in Bandung , and I could hear your story now all night if necessary , if u want tell the stories..” ucap wanita ini lagi, mungkin penasaran dengan raut wajah dan gesture tubuhku berubah, yang tadinya dia kenal dari sejak aku jemput mereka dibandara adalah sosok yang ceria dan banyak bercerita serta mudah
berkomunikasi.
Akhirnya sambil kami memesan kopi panas untuk redakan hawa dingin sore itu, aku ceritakan sedikit jalan cerita
dan kisahku, entahlah dia mengerti atau tidak dengan bahasa inggris ku yang pas pasan.
“You wanna hear my sudgestion Adrian…?” ucap wanita itu setelah mendengarkan dengan serius seluruh ceritaku.
“What your sudgestion Ms Debby…?”balasku, seumur hidupku….baru kali ini aku akan mendengarkan pendapat pribadi atau nasehat dari orang yang berbeda Negara.
“In my country…..chinese tradition….we believe in karma,re-incarnation and God hand in handle our life (Dinegaraku…tradisi rakyat cina…kami percaya akan karma, re-inkarnasi dan campur tangan Dewa dalam urusan hidup kita)..” ucap Wanita yang bernama Debby ini , sambil berhenti sebentar untuk meneguk minumannya.
“And then?(lalu)”? balasku lagi, penasaran dengan kelanjutannya ucapannya.
__ADS_1
“About you and your wife…..dont worry about that….ok ..I understand now you sad with what happened to you, but
if God want you with her in the rest of your life…although you separate with her…don’t know how, don’t know when ….you will be together with her again….but if it doesn’t….you will meet her again in the next life in re-incarnation way..that we believe in our culture(Tentang kau dan istrimu, jangan khawatir soal itu…ok…saya mengerti kesedihamu sekarang dengan apa yang telah terjadi….tapi jika dewa inginkan kamu dengannya bersama disisa
akhir hidupmu….meskipun kamu terpisah…entah bagaimana…entah kapan….kamu akan bersama dengannya lagi….dan kalaupun tidak…kamu akan bertemu dia dikehidupan berikutnya dengan jalan reinkarnasi yang kami percayai di kebudayaan kami”ucap Debby Lam menjelaskan pendapatnya.
Entah mengapa, hatiku sedikit tenang mendengar pendapat wanita Hongkong ini….semua ucapannya masuk ke logika akal sehatku, kecuali re inkarnasi , karena tidak ada kepercayaan seperti itu dalam religi dan budaya ku. Tapi untuk hal lain, aku mengerti dan sependapat, karena yang dimaksud Debby adalah hampir sama dengan Takdir yang sudah ditetapkan Tuhan.
“Thanks Ms Debby ….for all your words….honestly it’s make me better than before…” ucapku berterima kasih atas
nasihat dan pendapatnya.
“You’re welcome Adrian….we just met…but I know and I can believe…you are a good man…..you know why? Cause in my country …almost all man doesn’t care or sad about the thing that you have been thru now (Sama-sama Adrian…kita baru bertemu…tapi saya tahu dan saya percaya kamu adalah laki laki yang baik….mau tahu kenapa? Karena di Negara saya, hampir seluruh laki laki tidak perduli atau sedih dengan hal yang kamu alami sekarang…)” lanjut wanita itu lagi.
Wanita bernama Debby Lam itu kembali ke kamarnya…aku masih terpekur menatap suasana malam di kota lembang, pijar lampu lampu rumah penduduk dan penginapan disekitar….lampu lampu beberapa kendaraan yag masih hilir mudik, bagaikan kunang kunang di tengah kegelapan. Ku hela dalam dalam nafasku….ku hirup sisa kopi panasku…..seperti apa hidupku selanjutnya? Aku pasrah dan serahkan pada waktu.
__ADS_1