CINTA DIBATAS HORIZON

CINTA DIBATAS HORIZON
DUA PEREMPUAN


__ADS_3

Ita kaget dan melongo melihat apa


yang dilakukkan Reyni, Reyni pasti sangat mengenal laki laki yang bernama Anton


ini, karena tak mungkin Reyni akan melakukan hal itu pada orang yang tak


dikenalnya…


“Ita…!!! Laki laki ini yang dekat


denganmu karena sakit hatimu dengan Adrian??....” ucap Reyni sambil menoleh ke


arah Ita dan menunjuk laki laki itu dengan jari telunjuknya, Ita mengangguk,


kebingungan belum hilang dari raut wajahnya.


“Laki laki ini…si Anton….Bajingan


ini…..tidak ada apa apanya dibanding Adrian…..dia hanya laki laki malas, tukang


mempermainkan wanita sana sini dengan tujuan mencari materi untuk hidupnya dan


kepentingan pribadinya…..sasaran dia adalah seorang istri yang sedang rapuh


dalam rumah tangganya…dia juga sudah pernah denganku…bahkan fatal…aku begitu


terbuai dengan segala rayuan dan semua janji janji manisnya….sampai aku


mempuyai seorang anak …yang bukan dari Suamiku….” Ujar Reyni dengan wajah


memerah karena amarah yang meledak saat itu.


“Meysa….?” Ucap Ita dengan suara


bergetar


“Ya Ta….dan setelah materiku


habis….uangku menipis….laki laki bajingan ini pergi dan menghilang bagai


ditelan bumi….” Ujar Reyni dengan suara nya menahan emosi


“PERGI KAMU !!!....JANGAN PERNAH


COBA COBA HADIR DIDEPANKU BAHKAN DI HIDUPKU!!!...”Ucap Ita sambil ikut berdiri


dan menatap penuh kebencian pada laki laki yang bernama Anton itu.


Laki laki itu mundur beberapa


langkah, lalu berbalik dan segera meninggalkan café , mukanya merah padam


karena malu, bukan saja kepada Ita dan Reyni tapi seluruh mata pengunjung dan pegawai


café  yang melihatnya .


“Sekarang kamu mengerti dan


percaya semua ceritaku tadi Ta…?” ucap Rey sambil duduk kembali dan meneguk


minuman dinginnya untuk meredakan emosinya.


“Iya Rey….aku mengerti….terima


kasih …kamu menyadarkanku…” imbuh Ita seraya tertunduk


“Aku memang salah dekat dengan


suamimu….tapi bukan berniat menjadi pelakor dan Adrian juga bukan type perayu ,


juga bukan laki laki gampangan apalagi laki laki modus seperti Anton….dan aku


berinisiatif ingin bertemu kamu…karena aku tahu Adrian berbeda…dan aku


mengagumi karakternya….prinsipnya dan juga caranya melihat kehidupan….aku tidak


pernah menyesal mengenalnya Ta..” Ujar Reyni lagi


“Iya Rey…..beruntung aku…Adrian


dekat denganmu…kalau saja wanita lain…mungkin ceritanya akan berbeda….” Sahut


Ita


“Sekarang lebih baik kamu


pulang…..temui Adrian…..”balas Reyni


“Aku takut Adrian sudah kecewa


denganku Rey….dan tidak mau memaafkanku…” ucap Ita pelan

__ADS_1


“Adrian bukan laki laki seperti


itu Ta…dia mungkin marah karena merasa dikhianati…tapi dia juga adalah orang


yang bercermin pada dirinya sebelum menghakimi orang lain….dia tahu …diapun


lakukan kesalahan….oleh karena itu dia tidak luapkan emosinya ke kamu saat


melihatmu dengan Anton….tapi kalau laki laki lain…tak perduli sesalah apa


mereka, pasti akan luapkan amarahnya pada wanita….istrinya…menghakiminya…seolah


mereka sempurna…” ujar Reyni


“Kamu naik apa kesini..?” tanya


Rey


“Taksi …Rey….” Jawab Ita


“Ok….aku akan antar kamu


kerumah…agar kamu tidak perlu merasa takut….anak anak dimana?” ujar Rey


“Anak anak dirumah papa mamaku


Rey….terima kasih Rey….” Ucap Ita , setelah memanggil pelayan café dan membayar


bill, mereka meninggalkan café dan menuju area parkir.


Aku sedang membuka laptopku ,


menyusun rencana bisnis atau usaha yang akan ku coba jalankan setelah nanti aku


resign dari perusahaan setelah kasus yang bergulir di Bea dan Cukai selesai, ku


dengar suara mobil berhenti didepan rumah.


Aku mengenali itu mobil milik


Reyni, ada apa dia kesini? Kulihat Reyni turun dari mobilnya dan juga Ita


Aku diam terpaku di muka pintu….


“Adrian….aku tadi sudah bicara


banyak dan ceritakan semuanya pada Ita..aku harap kamu mau memaafkan nya….”


Ucap Rey sambil menatapku


memelukku….”Maafkan bunda …ayah….” Ucap Ita sambil menangis dibahuku, aku


mengusap punggung Ita seraya kutatap Rey yang berdiri menatapku. Ada sedikit


gurat kecewa di wajah rey, namun dia berusaha tersenyum. Sorot mataku


isyaratkan seolah aku berkata “Terima kasih Rey…”, dan Rey pun seakan mengerti


dengan membalas tatapanku dan mengangguk pelan.


“Adrian….Ita…aku pamit….” Ucap


Reyni


Ita melepaskan pelukannya dan


menghampiri Reyni, lalu memeluknya…”Terima kasih Rey…”Ucap Ita


“Ok….jangan lepaskan Adrian….kamu


beruntung …dia laki laki langka….kalau dia Playboy atau laki laki brengsek….ga


akan dia dua kali ditinggal kawin Ta….” Ujar Reyni dengan tawa kecilnya ,


mencairkan suasana, aku sangat Reyni saat itu menahan dan menekan semua ego dan


rasa sedihnya.


Apalagi saat Ita bercerita soal


Meysa adalah hasil hubungannya dengan Anton, hal yang tidak diceritakan Rey


padaku, aku bisa rasakan kesedihan Rey yang mendalam.


Hari minggu pagi itu aku menemani


Rey dan Lisa untuk acara akad nikahnya di Kantor Urusan Agama, Lisa walau dalam


keadaan hamil muda, tetap terlihat cantik dengan kebaya putih dan hiasan bunga


melati disanggulnya.

__ADS_1


“Lisa cantik Rey….seperti


ibunya…” bisikku ditelinga Rey


“Gombal…” balas Rey sambil


tertawa kecil


“Ita gimana? Kalian sudah baik


baik saja kan?” lanjut Rey


“Ya…berkat kamu…..wanita hebat…”


ujarku, membuat wajah Rey merona merah dan tersenyum


Acara pernikahan kecil Lisa


berjalan lancar, dan setelah keluar dari kantor Urusan Agama, Lisa langsung


ikut dengan mobil suaminya, Rey melambaikan tangan dan bulir air matanya jatuh


dari sudut matanya. Dia menggenggam erat tanganku untuk redakan gundah dan


sedih di hatinya.


Meysa menggandeng tanganku dan


ikut melambaikan tangan ke arah mobil yang ditumpangi Lisa.


Akhirnya kudengar dari Bernard


bahwa kasus dengan Bea Cukai sudah selesai dan perusahaan diwajibkan


membayarkan  pajak tambahan ke Negara


berikut denda. Saat kutanya berapa jumlah yang harus dibayarkan Bernard tidak


mengetahui dan juga saat kutanya Mr.Sanjeev, dia tidak menjawab dan hanya


megatakan “Semua ada di tas didalam mobil…you minta dengan Slamet…” Slamet


adalah supir pribadi kepercayaan Sanjeev.


Bersama salah satu staffku,


kuhampiri Slamet dimobilnya


“Mana tas berisi uang yang akan


dibayarkan ke Bank pak?” ucapku pada laki laki paruh baya itu


“Ini pak……” jawab Slamet kepadaku


seraya menyerahkan tas berukuran besar dan berat, aku harus dibantu staffku


untuk mengangkat tas tersebut untuk memindahkannya ke mobilku. Didalam mobil


kucoba buka tas tersebut. ASTAGA…banyak sekali, perkiraanku uang ini pasti


menyampai 600-800 jutaan. Aku dan staffku segera meluncur ke salah satu bank


milik pemerintah di jalan enggano tanjung priok, dari Teller dan form surat


keputusan bead an Cukai yang ada didalam tas, aku tahu jumlah keseluruhannya


adalah 820.500.000


Setelah pembayaran selesai dan


aku mengurus segala dokumen yang dperlukan di Kantor Pelayanan Bea an Cukai di


pelabuhan, aku kembali ke kantor Pusat tempat dimana container/peti kemas


perusahaan berisi kain masih tersegel disana. Ku buka pintu peti kemas berikut


segelnya disaksikan petugas setempat, sebelumya sudah kupesan beberapa truk


untuk mengangkut isi peti kemas ke pabrik. Lalu aku mengikuti iring iringan


truk hingga tiba di Pabrik.


Aku masuk ruanganku dan mengambil


semua benda atau alat kerja milikku dan memasukan kedalam mobil, lalu setelah


itu aku naik ke lantai dua dan masuk keruangan Mr.sanjeev


“Good sir….one hundred fifty


million (150Juta) you said …”saya bersekongkol” with Bea Cukai, now you paid

__ADS_1


eight hundred million (800jt )…now the case closed…finish…I resign from this


company..” ucapku dengan tatapan tajam  ke arahnya


__ADS_2