
Ita kaget dan melongo melihat apa
yang dilakukkan Reyni, Reyni pasti sangat mengenal laki laki yang bernama Anton
ini, karena tak mungkin Reyni akan melakukan hal itu pada orang yang tak
dikenalnya…
“Ita…!!! Laki laki ini yang dekat
denganmu karena sakit hatimu dengan Adrian??....” ucap Reyni sambil menoleh ke
arah Ita dan menunjuk laki laki itu dengan jari telunjuknya, Ita mengangguk,
kebingungan belum hilang dari raut wajahnya.
“Laki laki ini…si Anton….Bajingan
ini…..tidak ada apa apanya dibanding Adrian…..dia hanya laki laki malas, tukang
mempermainkan wanita sana sini dengan tujuan mencari materi untuk hidupnya dan
kepentingan pribadinya…..sasaran dia adalah seorang istri yang sedang rapuh
dalam rumah tangganya…dia juga sudah pernah denganku…bahkan fatal…aku begitu
terbuai dengan segala rayuan dan semua janji janji manisnya….sampai aku
mempuyai seorang anak …yang bukan dari Suamiku….” Ujar Reyni dengan wajah
memerah karena amarah yang meledak saat itu.
“Meysa….?” Ucap Ita dengan suara
bergetar
“Ya Ta….dan setelah materiku
habis….uangku menipis….laki laki bajingan ini pergi dan menghilang bagai
ditelan bumi….” Ujar Reyni dengan suara nya menahan emosi
“PERGI KAMU !!!....JANGAN PERNAH
COBA COBA HADIR DIDEPANKU BAHKAN DI HIDUPKU!!!...”Ucap Ita sambil ikut berdiri
dan menatap penuh kebencian pada laki laki yang bernama Anton itu.
Laki laki itu mundur beberapa
langkah, lalu berbalik dan segera meninggalkan café , mukanya merah padam
karena malu, bukan saja kepada Ita dan Reyni tapi seluruh mata pengunjung dan pegawai
café yang melihatnya .
“Sekarang kamu mengerti dan
percaya semua ceritaku tadi Ta…?” ucap Rey sambil duduk kembali dan meneguk
minuman dinginnya untuk meredakan emosinya.
“Iya Rey….aku mengerti….terima
kasih …kamu menyadarkanku…” imbuh Ita seraya tertunduk
“Aku memang salah dekat dengan
suamimu….tapi bukan berniat menjadi pelakor dan Adrian juga bukan type perayu ,
juga bukan laki laki gampangan apalagi laki laki modus seperti Anton….dan aku
berinisiatif ingin bertemu kamu…karena aku tahu Adrian berbeda…dan aku
mengagumi karakternya….prinsipnya dan juga caranya melihat kehidupan….aku tidak
pernah menyesal mengenalnya Ta..” Ujar Reyni lagi
“Iya Rey…..beruntung aku…Adrian
dekat denganmu…kalau saja wanita lain…mungkin ceritanya akan berbeda….” Sahut
Ita
“Sekarang lebih baik kamu
pulang…..temui Adrian…..”balas Reyni
“Aku takut Adrian sudah kecewa
denganku Rey….dan tidak mau memaafkanku…” ucap Ita pelan
__ADS_1
“Adrian bukan laki laki seperti
itu Ta…dia mungkin marah karena merasa dikhianati…tapi dia juga adalah orang
yang bercermin pada dirinya sebelum menghakimi orang lain….dia tahu …diapun
lakukan kesalahan….oleh karena itu dia tidak luapkan emosinya ke kamu saat
melihatmu dengan Anton….tapi kalau laki laki lain…tak perduli sesalah apa
mereka, pasti akan luapkan amarahnya pada wanita….istrinya…menghakiminya…seolah
mereka sempurna…” ujar Reyni
“Kamu naik apa kesini..?” tanya
Rey
“Taksi …Rey….” Jawab Ita
“Ok….aku akan antar kamu
kerumah…agar kamu tidak perlu merasa takut….anak anak dimana?” ujar Rey
“Anak anak dirumah papa mamaku
Rey….terima kasih Rey….” Ucap Ita , setelah memanggil pelayan café dan membayar
bill, mereka meninggalkan café dan menuju area parkir.
Aku sedang membuka laptopku ,
menyusun rencana bisnis atau usaha yang akan ku coba jalankan setelah nanti aku
resign dari perusahaan setelah kasus yang bergulir di Bea dan Cukai selesai, ku
dengar suara mobil berhenti didepan rumah.
Aku mengenali itu mobil milik
Reyni, ada apa dia kesini? Kulihat Reyni turun dari mobilnya dan juga Ita
Aku diam terpaku di muka pintu….
“Adrian….aku tadi sudah bicara
banyak dan ceritakan semuanya pada Ita..aku harap kamu mau memaafkan nya….”
Ucap Rey sambil menatapku
memelukku….”Maafkan bunda …ayah….” Ucap Ita sambil menangis dibahuku, aku
mengusap punggung Ita seraya kutatap Rey yang berdiri menatapku. Ada sedikit
gurat kecewa di wajah rey, namun dia berusaha tersenyum. Sorot mataku
isyaratkan seolah aku berkata “Terima kasih Rey…”, dan Rey pun seakan mengerti
dengan membalas tatapanku dan mengangguk pelan.
“Adrian….Ita…aku pamit….” Ucap
Reyni
Ita melepaskan pelukannya dan
menghampiri Reyni, lalu memeluknya…”Terima kasih Rey…”Ucap Ita
“Ok….jangan lepaskan Adrian….kamu
beruntung …dia laki laki langka….kalau dia Playboy atau laki laki brengsek….ga
akan dia dua kali ditinggal kawin Ta….” Ujar Reyni dengan tawa kecilnya ,
mencairkan suasana, aku sangat Reyni saat itu menahan dan menekan semua ego dan
rasa sedihnya.
Apalagi saat Ita bercerita soal
Meysa adalah hasil hubungannya dengan Anton, hal yang tidak diceritakan Rey
padaku, aku bisa rasakan kesedihan Rey yang mendalam.
Hari minggu pagi itu aku menemani
Rey dan Lisa untuk acara akad nikahnya di Kantor Urusan Agama, Lisa walau dalam
keadaan hamil muda, tetap terlihat cantik dengan kebaya putih dan hiasan bunga
melati disanggulnya.
__ADS_1
“Lisa cantik Rey….seperti
ibunya…” bisikku ditelinga Rey
“Gombal…” balas Rey sambil
tertawa kecil
“Ita gimana? Kalian sudah baik
baik saja kan?” lanjut Rey
“Ya…berkat kamu…..wanita hebat…”
ujarku, membuat wajah Rey merona merah dan tersenyum
Acara pernikahan kecil Lisa
berjalan lancar, dan setelah keluar dari kantor Urusan Agama, Lisa langsung
ikut dengan mobil suaminya, Rey melambaikan tangan dan bulir air matanya jatuh
dari sudut matanya. Dia menggenggam erat tanganku untuk redakan gundah dan
sedih di hatinya.
Meysa menggandeng tanganku dan
ikut melambaikan tangan ke arah mobil yang ditumpangi Lisa.
Akhirnya kudengar dari Bernard
bahwa kasus dengan Bea Cukai sudah selesai dan perusahaan diwajibkan
membayarkan pajak tambahan ke Negara
berikut denda. Saat kutanya berapa jumlah yang harus dibayarkan Bernard tidak
mengetahui dan juga saat kutanya Mr.Sanjeev, dia tidak menjawab dan hanya
megatakan “Semua ada di tas didalam mobil…you minta dengan Slamet…” Slamet
adalah supir pribadi kepercayaan Sanjeev.
Bersama salah satu staffku,
kuhampiri Slamet dimobilnya
“Mana tas berisi uang yang akan
dibayarkan ke Bank pak?” ucapku pada laki laki paruh baya itu
“Ini pak……” jawab Slamet kepadaku
seraya menyerahkan tas berukuran besar dan berat, aku harus dibantu staffku
untuk mengangkat tas tersebut untuk memindahkannya ke mobilku. Didalam mobil
kucoba buka tas tersebut. ASTAGA…banyak sekali, perkiraanku uang ini pasti
menyampai 600-800 jutaan. Aku dan staffku segera meluncur ke salah satu bank
milik pemerintah di jalan enggano tanjung priok, dari Teller dan form surat
keputusan bead an Cukai yang ada didalam tas, aku tahu jumlah keseluruhannya
adalah 820.500.000
Setelah pembayaran selesai dan
aku mengurus segala dokumen yang dperlukan di Kantor Pelayanan Bea an Cukai di
pelabuhan, aku kembali ke kantor Pusat tempat dimana container/peti kemas
perusahaan berisi kain masih tersegel disana. Ku buka pintu peti kemas berikut
segelnya disaksikan petugas setempat, sebelumya sudah kupesan beberapa truk
untuk mengangkut isi peti kemas ke pabrik. Lalu aku mengikuti iring iringan
truk hingga tiba di Pabrik.
Aku masuk ruanganku dan mengambil
semua benda atau alat kerja milikku dan memasukan kedalam mobil, lalu setelah
itu aku naik ke lantai dua dan masuk keruangan Mr.sanjeev
“Good sir….one hundred fifty
million (150Juta) you said …”saya bersekongkol” with Bea Cukai, now you paid
__ADS_1
eight hundred million (800jt )…now the case closed…finish…I resign from this
company..” ucapku dengan tatapan tajam ke arahnya