CINTA DIBATAS HORIZON

CINTA DIBATAS HORIZON
HATI YANG TERSELAMI


__ADS_3

Ku ikuti mobil Reyni sampai kami


memasuki daerah Joglo Jakarta barat, diperjalanan aku sempat menelpon Ita bahwa


setelah pertemuan mendadak harus melayat ke rumah Reyni teman kerjaku.


Kulihat didepan rumah sudah


terpasang benera kuning, dan beberapa kursi dihalaman rumah Reyni yang


berukuran sedang. Kehadiran Reyni disambut dua putrinya yang pertama berusia


sekitar 19 tahun dan yang satu lagi sekitar 5 tahun. Mereka berlari dan memeluk


Reyni….”Mamaaaaa….” ucap kedua anak itu sambil menangis dan memeluk tubuh


Reyni.


Reyni masuk kedalam rumah, dan


diruang tamu , tubuh suaminya terbujur kaku dan sudah ditutupi kain, terdengar


alunan suara ayat ayat suci Al-Quran yang dibaca para kerabat dan juga para


tetangga, yang duduk bersila disisi jenazah suami Reyni.


Reyni terlihat tabah, mungkin


karena dia sudah tahu kondisi suaminya dan juga vonis yang di dengar dari


Dokter sejak lama. Dia terlihat tengah berembuk dengan sebagian anggota


keluarga besarnya. Selang 15 menit kemudian, kulihat ambulan datang dan


diparkir di depan rumah.


“Mau dimakamkan kapan dan dimana


Rey..? “ ucapku ketika Reyni duduk disebelahku.


“Kata keluarga mas Adi, mereka


ingin mas Adi di bawa ke semarang dan dimakamkan disana…” ujar Reyni


“Jadi Almarhum …kamu dan anak


anak serta keluarga akan berangkat malam ini juga?” tanyaku, dan dijawab dengan


anggukan kepalanya.


“Tapi kalo aku boleh saran, minta


salah satu keluargamu yang laki yang setir mobilmu ya? Jangan kamu yang


bawa…kamu sudah lelah dan banyak pikiran..” ujarku lagi


Tak lama berselang, Bernard…Vijay


dan beberapa staff datang , tadi begitu tiba aku sempat hubungi Bernard lewat


whatsapp dan share location rumah Reyni.


Sekitar jam 10 malam, rombongan


keluarga Reyni dan ambulan berangkat ke Semarang.


Proses perubahan direksi


perusahaan dengan masuknya Investor baru Mr.Sanjeev dan Mrs.Devi berjalan


lancar, semua berkas telah ditanda tangani dihadapan Notaris termasuk juga


perjanjian sewa menyewa Pabrik dan perusahaan dengan Mrs.Neesha sebagai Janda


dari Mr.Jimmy.


Reyni mengambil cuti kurang lebih


5 hari untuk masa berkabung di Semarang, aku mengabarkannya via whatsapp kalau


semua proses perubahan direksi dan masuknya Sanjeev ke perusahaan berjalan


tanpa hambatan.


ADRIAN…PULANG KERJA BISA MAMPIR


KERUMAHKU SEBENTAR? ADA YANG MAU AKU OBROLIN…AKU BARU SAMPAI DARI SEMARANG TADI


PAGI…Isi pesan dari Reyni masuk ke telpon genggamku, disaat aku baru saja


menyelesaikan beberapa urusan di kantor bea cukai rawamangun.


“AKU BARU SELESAI DI BEA CUKAI


RAWAMANGUN REY…KALAU KAMU MAU, AKU BISA KESANA SEKARANG” balasku sambil menuju

__ADS_1


area parkir mobil.


“OKE ADRIAN…AKU TUNGGU” balas


Reyni


Saat aku tiba dirumahnya, suasana


tampak sepi, Reyni membukakan pintu, raut wajah lelahnya terlihat  belum hilang.


“Kamu baru sampai….ga capek?


Kenapa ga istirahat dulu? Kan masih ada besok…izin cuti mu masih dua hari lagi


kan Rey?” ucapku sambil duduk dikursi tamu


Tiba tiba Rey menubruk dan


memeluk tubuhku lalu terdengar tangisnya, anaknya yang paling besar tidak


terlihat sedang kan si bungsu tengah tertidur lelap setelah perjalanan jauh.


“Kenapa Rey..? kamu belum Ikhlas


dengan kepergian suamimu..?” ujarku


Rey menggeleng di


pelukanku…”Bukan itu Adrian…kaka….” Rey terbata bata…kaka adalah sebutan untuk


anak pertamanya.


“Ya…kenapa dengan kaka? Dimana


dia? Aku ga lihat dia dari tadi…” balasku


“Dia ke rumah bibinya di


Bintaro…..” ucap Rey masih terisak…


“Ok..lalu kenapa kamu menangis


seperti ini…?” ujarku penasaran


“Setelah pemakaman suamiku…kaka


bercerita …kalau dia…” kembali Reyni terbata bata memberi penjelasan kepadaku,


membuat aku makin penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi


ujarku lagi


“Dia hamil oleh pacarnya


Adrian….aku sudah gagal menjadi seorang ibu….” Tangis Reyni meledak dan terisak


di dadaku.


“Tenang Rey….kamu bukan


gagal...kamu ibu yang baik…yang bekerja keras untuk menghidupi keluarga, juga


mengasuh kedua anakmu sejak suami sakit….kamu hanya sedang mendapat


musibah…ujian…tenang..lebih baik kita cari jalan keluarnay daripada menyalahkan


diri sendiri atau menyesali yang sudha terjadi…” ucapku berusaha


menenangkannya.


“Pacarnya mau bertanggung jawab?


“ ujarku smabil membelai rambutnya


“Kata kaka iya…Cuma kalo


keluarganya belum tahu…mereka masih sangat muda Adrian….” Imbuh Reyni


“Tapi mereka berdua sudah lulus


SMU kan? Dan sudah diatas 17 tahun kan?....sekarang gini…kamu ga usaa marah


dengan anakmu….dia juga ga mau semua terjadi seperti ini, panggil dia


pulang…bicara baik baik…bilang kamu akan menemui keluarga pacarnya, nanti aku


temani dan bantu bicara…” ucapku


“Baik Adrian….aku nurut kamu….aku


lelah dan ga bisa berpikir jernih lagi Adrian,….” Balas Reyni


Kulepaskan pelukannya dan


kusandarkan tubuhnya di sofa, “ Sekarang kamu telpon atau WA kaka…sampaikan

__ADS_1


baik baik yang aku bilang tadi…minta dia juga bicara sama pacarnya, kapan kita


bisa kerumah nya…” ucapku lagi


Reyni mengangguk dan mengambil


telpon genggamnya, lalu mengirimkan pesan ke putrinya.


“Sudah….kata kaka…nanti malam dia


pulang dan dia akan hubungi pacarnya kapan aku dan kamu bisa ke rumahnya…” ucap


Reyni pelan.


“Syukurlah…sekarang kamu tidur…istirahat….lihat


tuh dikaca…wajahmu kelihatan lelah banget…” ujarku


“ Masih siang ah…..aku masih mau


ngobrol sama kamu….” Ucap Reyni dengan gaya manja yang jarang sekali aku lihat.


“Iya…tau….tapi kamu lelah


neng….harus istirahat….” Ucapku sambil tersenyum dan mencubit pelan pipinya


merasa sedikit lucu dengan gaya manjanya, sangat berbeda dengan sosok Reyni


yang ku kenal sehari hari di keseharian dan lingkungna kerja.


“ Ya udah…kalo gitu aku istirahat


…pinjam paha kamu ya? “ balasnya sambil merebahkan kepala nya di pahaku….


“Dasar kamu….” Ucapku seraya


tertawa dan menaruh bantal sofa diatas paha ku


Sesaat kami berdua membisu, Reyni


menatapku …seolah ingin masuk dan selami hatiku….aku menjadi salah tingkah….ku


palingkan wajahku dan memandang ke arah jendela rumah…namun Reyni memegang


daguku agar aku kembali bertatapan dengannya…


“Terima kasih Adrian….terima


kasih….” Ucap nya sambil terus menatapku


“Terima kasih apa sih? Aku belum


lakukan apa-apa…sudah…sekarang pejamkan matamu dan tidurlah walau sejenak….” Balasku


sambil membelai rambutnya.


Tiba-tiba Rey meraih leherku


sehingga membuatku tertunduk dan ciuman Rey mendarat dibibirku…


“Reeey….” Bisikku….


Reyni kembali menatapku…lagi lagi


dia daratkan ciumannya kembali….aku seharusnya menolak…aku harusnya menghindar


dan pergi…tapi aku tetap disitu…aku tetap membalas ciumannya dan membelai


rambutnya….saat bersama Rey, aku mudah sekali terhanyut dan sulit menolak semua


permintaannya.


“Sudah Rey…..sekarang kamu tidur


ya? Aku tetap disini temani kamu….” Bisikku lagi


Reyni mengangguk dan tersenyum


manis…beberapa menit kemudian dia terlelap dipangkuanku, ku tatap wajah nya


saat tertidur pulas, baru ku sadari kalau Reyni juga cantik…tak kalah cantiknya


dengan Lily, hanya berbeda karakter…Lily tipe lembut sedangkan Reyni Tipe


agresif , berani dan blak blak an.


Aku tak tahu seperti apa nanti


semua alur cerita yang kujalani, aku hanya ikut mengalir bersama waktu…ku


pasrahkan tubuh lemahku pada ombak yang ombang ambingkan kemana dia suka…kemana


dia akan membawaku….entah itu ujungnya akan membentur karang tajam, atau


mungkin membawaku ke tepian pasir yang lembut.

__ADS_1


__ADS_2