
“ADRIAN…
AKU TAHU TIDAK SEHARUSNYA AKU
MENGHUBUNGIMU LAGI
NAZWA BEBERAPA HARI LAGI ULTAH ..
DIA SELALU MENANYAKAN KAMU…DAN
SELALU KATAKAN KANGEN KAMU
AKU TAHU JAWABAN KAMU NANTI
ADALAH AGAR LEBIH BAIK NAZWA DIDEKATKAN DENGAN CALON PAPI BARUNYA NANTI…
AKU SUDAH MENCOBANYA, NAMUN HATI
ANAK KECIL LUGU DAN POLOS
DHARMAWAN TIDAK BISA MERAIH HATI
NAZWA SEPERTI KAMU…
Pesan dari Lily masuk ke telpon
genggamku disaat aku baru saja melakukan meeting dengan beberap divisi di
perusahaanku.
Lily seakan selalu bisa menebak
jalan pikiranku…langkahku selanjutnya….apa yang akan aku katakana berikutnya,
seringkali kami hany perlu bertatap mata tanpa bicara, tapi seakan dia bisa
mengerti apa yang terlintas dibenakku juga hatiku.
“AKU COBA USAHAKAN SEBISAKU….”
Hanya kata kata itu yang mampu aku ketik untuk membalas pesan whatsapp Lily.
Sore itu aku mampir ke sebuah
mall untuk membeli boneka Winnie the pooh kesukaan Nazwa,untuk hadiah di hari
ulang tahunnya, sebelumnya aku sudah menelpon Ita, dengan alasan menemui
temanku untuk bicara bisnis diluar pekerjaanku.
Kulihat beberapa mobil terparkir
didepan rumah Lily, ternyata ulang tahun Nazwa dirayakan ,walau sederhana dan
tidak mewah. Aku turun dari mobil sambil membawa hadiah boneka yang kubeli tadi
untuk Nazwa.
Kulihat Nazwa sedang menyanyikan
lagu ulang tahun bersama anak seusianya, mungkin anak tetangga sekitar rumah
dan juga sepupu atau saudaranya. Nazwa terlihat ceria, aku hanya berdiri
dihalaman rumahnya dan melihat keseluruhan acara melalui pintu rumahnya,
kulihat Lily dengan dress panjang tanpa lengan, dan rambutnya dibiarkan
tergerai…cantik dan mempesona, disebelahnya berdiri papa dan mama Lily, juga
laki laki itu…..calon suaminya….Dharmawan. Aku menghela nafas sesaat, tapi ku
kuatkan hatiku, aku datang hari ini untuk Nazwa….batinku
Aku memilih duduk di kursi yang
ada di halaman depan rumah Lily, melihat kebahagiaan ,Senyum dan tawa Lily dan
Nazwa, sudah cukup bagiku….
Saat pesta kecil itu usai, Nazwa
mengantar teman teman kecilnya sampai ke pintu pagar…melihat kehadiranku Nazwa
berlari dan memelukku.
“Om kemana aja sih?...Nazwa
Kangeeeeeeen deh….” Ucap anak kecil yang lucu itu sambil memelukku
“Iya…om juga kangen banget sama
Nazwa….Nazwa ga nakal dan selalu jagain mami kan?” ucapku sambil mencubit gemas
pipinya
“Ga dong Om….Nazwa selalu ingat
pesan om untuk selalu jagain mami , ga boleh cengeng dan buat mami susah…”
sahut Nazwa sambil tersenyum lebar
__ADS_1
“Anak pintar…..karena kamu sudah
ikuti pesan om…ini om bawa hadiah buat ulang tahun Nazwa…” ucapku sambil
memberikan bingkisan hadiah.
“Waaah…apa ini om…..Nazwa boleh
buka sekarang ga?” ujar Nazwa dengan wajah penuh penasarannya
“Boleh dong…kan Nazwa sedang
ulang tahun…apa aja yang Nazwa mau…pasti boleh..” balasku sambil tersenyum
“Wow….Boneka Winnieeeee…makasih
yaaa om Adrian….dari Kado yang Nazwa terima ga ada yang tahu boneka kesukaan
Nazwa lho…” ucap Nazwa sambil memeluk boneka pemberianku.
“Nazwaaaa….ini sepupu-sepupu kamu
didalam cari kam…..” ucapan Lily terhenti melihat kehadiranku yang sedang
bersama Nazwa.
“Kamu sudah lama disini…? Kenapa
ga masuk?” ujar Lily lembut
“Lumayan…ga apa….aku gam au
ganggu pesta Nazwa sama teman-temannya….” Jawabku sambil berusaha tersenyum, ah
kenapa degup jantungku jadi ga karuan seperti ini? Batinku
“Nazwa….masuk sana….sepupu-sepupu
kamu nyariin…” lanjut Lily lagi
“Iya Nazwa….om ga bisa
lama-lama…Nazwa tetap inget pesan om ya?” ucapku smabil mengusap lembut kepala
Nazwa dan mengedipkan sebelah mataku.
“Beres Om….Nazwa masuk dulu ya
om?” ujar Nazwa sambil mengacungkan jempolnya lalu berlari kedalam rumah
“Kamu ga masuk dulu?...aku sudah
masak lumayan banyak untuk para tamu…ada papa mama didalam…” ucap Lily
Dharmawan….aku ga mau kecewakan Nazwa….dan aku sudah berjanji sama kamu untuk
datang…sekarang aku pulang ya? Salam sama mama papamu…” imbuhku
“Aku antar ya?” balas Lily
Aku hanya diam dan melangkah
keluar rumah Lily, mobilku ku parkir agak jauh karena sudah banyak mobil tamu
yang lain terparkir sepanjang jalan depan rumah Lily.
Lily mengantarku hingga ke tempat mobilku terparkir, baru saja aku
menutup pintu mobilku, Lily segera berlari dan membuka pintu sebelah dan
menutupnya…
Tiba tiba Lily memelukku….
“Adrian….maafkan aku…..maafkan
aku sudah sakiti kamu ……kalau saja keadaannya berbeda…..aku bingung Adrian…aku
ga tahu apa keputusanku ini benar…tapi yang aku tahu…yang aku sadari…aku
mencintaimu…..dan sakiiiiiit…jika aku harus bayangkan kamu harus pergi dan
lupakan aku….” Lily memelukku sambil menahan isak tangisnya.
“ Keputusanmu benar Ly….walau
kita harus sama sama sakit….tapi aku juga harus mengerti keadaanmu….juga
keadaanku…..aku…..juga …….cinta kamu Ly….” Akhirnya seteah sekian lama, baru
aku ucapkan lagi kata kata CINTA kepada seorang wanita. Kupeluk tubuh Lily kian
erat, ingin rasanya kami hentikan waktu….dan berlari dari semua kehidupan
nyata….
“Jangan hapus aku dari hatimu
Adrian….jangan lupakan aku…” Ucap Lily kembali terisak
“Ga akan Ly…..ga akan….” Hanya
__ADS_1
itu yang mampu ku ucapkan…kucium keningnya dengan lembut
“Sekarang kamu kembali kerumah
ya? Nanti semua cari cari kamu….” Ucapku lenbut sambil menghapus air matanya
dengan tissue yang ada di dashboard mobilku.
Lily mengangguk pelan ,sambil
beranjak dari jok mobil, tangannya masih menggenggam jemariku, seakan enggan
beranjak pergi dan berat meninggalkanku.
Aku berusaha tersenyum….ku elus
pipi wanita ayu dan cantik ini…sambil memberi isyarat agar dia segera kembali
menuju rumahnya.
Kutatap Lily dari dalam mobil, hingga
dia berlalu dari pandanganku dan masuk kedalam rumah.
Terlintas satu persatu CINTA yang
pernah hadir dalam hidupku….Ita…Sisca….Ririn…Debby….dan Lily….Kecuali Ita yag
ada disisiku sekarang, semua pergi meninggalkanku walau pun dengan ungkapan
seluruh rasa sayang dan cinta yang mereka miliki. Namun tetap saja mereka
meninggalkan rasa perih dan sakit , mungkinkah Ita adalah Cinta Sejati ku?
Cinta yang tak pernah meninggalkanku? Mungkinlah yang lain hanya
keindahan-keindaha ego di hati ? aku tak pernah mencari….aku hanya
temui….disaat kurebahkan tubuh dan hati
lemahku di arus ombak yang mengalir, walau ujungnya juga seperti
ombak….membentur bebatuan….karang-karang tajam.
Tapi aku juga percaya skenario
yang dibuat sang sautradara, dalam perjalanan skenario hidup kita beretemu
siapa….nanti jadi seperti apa…sudah menjadi seluruh bagian skenario yang telah
disiapkan sang sutradara. Aku manusia yang lemah dan tak punya daya …hanya
dapat jalani ….dan tuliskan dengan pena hati seluruh perjalanan ini.
ADRIAN…
SUDAH DIPUTUSKAN ACARA
PERNIKAHANKU DENGAN DHARMAWAN AKAN BERLANGSUNG AKHIR BULAN INI…TANGGAL 30
AKU SUDAH TAHU SELURUH CERITAMU….SISCA…RIRIN
YANG TINGGALKANMU UNTUK HIDUP DENGAN YANG LAIN…MAAFKAN AKU JADI ORANG YANG JUGA
TINGGALKANMU
HANYA MUNGKIN DENGAN SITUASI DAN
ALASAN YANG BERBEDA…
ANDAI KAMU SEPERTI SAAT BERSAMA
MEREKA….MASIH SENDIRI DAN BELUM MEMBANGUN RUMAH TANGGA, AKU PASTIKAN …AKU PASTI
MEMILIH HIUDP DENGANMU DISISA USIAKU
AKU TIDAK PERNAH MENCINTAI LAKI
LAKI SEPERTI INI…SEKALIPUN DENGAN ALM MAS HENDRI…
TAPI AKU HARUS AMBIL JALAN
INI…KEPUTUSAN INI….
AKU HARAP KAMU MENGERTI…..KAMU
TAHU SEGALA ISI HATIKU
Ku baca pesa whatsapp dari Lily,
saat itu aku sedang bertemu Mr.Jimmy sepulang jam kerjaku, Mr.Jimmy adalah
mantan bos ku selain Pak Hendri diperusahaan yang dulu.
Andai saja Mr.Jimmy saat itu tahu
pesan yang masuk ke telpon genggamku adalah mantan istri Pak Hendri, rekanan
dia disaat sama sama membangun perusahaan yang dulu…pasti dia akan
terkaget-kaget mendengarnya.
__ADS_1
“AKU MENGERTI….” Hanya itu
balasan pesanku untuk Lily