CINTA DIBATAS HORIZON

CINTA DIBATAS HORIZON
AKU MENGERTI


__ADS_3

“ADRIAN…


AKU TAHU TIDAK SEHARUSNYA AKU


MENGHUBUNGIMU LAGI


NAZWA BEBERAPA HARI LAGI ULTAH ..


DIA SELALU MENANYAKAN KAMU…DAN


SELALU KATAKAN KANGEN KAMU


AKU TAHU JAWABAN KAMU NANTI


ADALAH AGAR LEBIH BAIK NAZWA DIDEKATKAN DENGAN CALON PAPI BARUNYA NANTI…


AKU SUDAH MENCOBANYA, NAMUN HATI


ANAK KECIL LUGU DAN POLOS


DHARMAWAN TIDAK BISA MERAIH HATI


NAZWA SEPERTI KAMU…


Pesan dari Lily masuk ke telpon


genggamku disaat aku baru saja melakukan meeting dengan beberap divisi di


perusahaanku.


Lily seakan selalu bisa menebak


jalan pikiranku…langkahku selanjutnya….apa yang akan aku katakana berikutnya,


seringkali kami hany perlu bertatap mata tanpa bicara, tapi seakan dia bisa


mengerti apa yang terlintas dibenakku juga hatiku.


“AKU COBA USAHAKAN SEBISAKU….”


Hanya kata kata itu yang mampu aku ketik untuk membalas pesan whatsapp Lily.


Sore itu aku mampir ke sebuah


mall untuk membeli boneka Winnie the pooh kesukaan Nazwa,untuk hadiah di hari


ulang tahunnya, sebelumnya aku sudah menelpon Ita, dengan alasan menemui


temanku untuk bicara bisnis diluar pekerjaanku.


Kulihat beberapa mobil terparkir


didepan rumah Lily, ternyata ulang tahun Nazwa dirayakan ,walau sederhana dan


tidak mewah. Aku turun dari mobil sambil membawa hadiah boneka yang kubeli tadi


untuk Nazwa.


Kulihat Nazwa sedang menyanyikan


lagu ulang tahun bersama anak seusianya, mungkin anak tetangga sekitar rumah


dan juga sepupu atau saudaranya. Nazwa terlihat ceria, aku hanya berdiri


dihalaman rumahnya dan melihat keseluruhan acara melalui pintu rumahnya,


kulihat Lily dengan dress panjang tanpa lengan, dan rambutnya dibiarkan


tergerai…cantik dan mempesona, disebelahnya berdiri papa dan mama Lily, juga


laki laki itu…..calon suaminya….Dharmawan. Aku menghela nafas sesaat, tapi ku


kuatkan hatiku, aku datang hari ini untuk Nazwa….batinku


Aku memilih duduk di kursi yang


ada di halaman depan rumah Lily, melihat kebahagiaan ,Senyum dan tawa Lily dan


Nazwa, sudah cukup bagiku….


Saat pesta kecil itu usai, Nazwa


mengantar teman teman kecilnya sampai ke pintu pagar…melihat kehadiranku Nazwa


berlari dan memelukku.


“Om kemana aja sih?...Nazwa


Kangeeeeeeen deh….” Ucap anak kecil yang lucu itu sambil memelukku


“Iya…om juga kangen banget sama


Nazwa….Nazwa ga nakal dan selalu jagain mami kan?” ucapku sambil mencubit gemas


pipinya


“Ga dong Om….Nazwa selalu ingat


pesan om untuk selalu jagain mami , ga boleh cengeng dan buat mami susah…”


sahut Nazwa sambil tersenyum lebar

__ADS_1


“Anak pintar…..karena kamu sudah


ikuti pesan om…ini om bawa hadiah buat ulang tahun Nazwa…” ucapku sambil


memberikan bingkisan hadiah.


“Waaah…apa ini om…..Nazwa boleh


buka sekarang ga?” ujar Nazwa dengan wajah penuh penasarannya


“Boleh dong…kan Nazwa sedang


ulang tahun…apa aja yang Nazwa mau…pasti boleh..” balasku sambil tersenyum


“Wow….Boneka Winnieeeee…makasih


yaaa om Adrian….dari Kado yang Nazwa terima ga ada yang tahu boneka kesukaan


Nazwa lho…” ucap Nazwa sambil memeluk boneka pemberianku.


“Nazwaaaa….ini sepupu-sepupu kamu


didalam cari kam…..” ucapan Lily terhenti melihat kehadiranku yang sedang


bersama Nazwa.


“Kamu sudah lama disini…? Kenapa


ga masuk?” ujar Lily lembut


“Lumayan…ga apa….aku gam au


ganggu pesta Nazwa sama teman-temannya….” Jawabku sambil berusaha tersenyum, ah


kenapa degup jantungku jadi ga karuan seperti ini? Batinku


“Nazwa….masuk sana….sepupu-sepupu


kamu nyariin…” lanjut Lily lagi


“Iya Nazwa….om ga bisa


lama-lama…Nazwa tetap inget pesan om ya?” ucapku smabil mengusap lembut kepala


Nazwa dan mengedipkan sebelah mataku.


“Beres Om….Nazwa masuk dulu ya


om?” ujar Nazwa sambil mengacungkan jempolnya lalu berlari kedalam rumah


“Kamu ga masuk dulu?...aku sudah


masak lumayan banyak untuk para tamu…ada papa mama didalam…” ucap Lily


Dharmawan….aku ga mau kecewakan Nazwa….dan aku sudah berjanji sama kamu untuk


datang…sekarang aku pulang ya? Salam sama mama papamu…” imbuhku


“Aku antar ya?” balas Lily


Aku hanya diam dan melangkah


keluar rumah Lily, mobilku ku parkir agak jauh karena sudah banyak mobil tamu


yang lain terparkir sepanjang jalan depan rumah Lily.


Lily mengantarku hingga ke  tempat mobilku terparkir, baru saja aku


menutup pintu mobilku, Lily segera berlari dan membuka pintu sebelah dan


menutupnya…


Tiba tiba Lily memelukku….


“Adrian….maafkan aku…..maafkan


aku sudah sakiti kamu ……kalau saja keadaannya berbeda…..aku bingung Adrian…aku


ga tahu apa keputusanku ini benar…tapi yang aku tahu…yang aku sadari…aku


mencintaimu…..dan sakiiiiiit…jika aku harus bayangkan kamu harus pergi dan


lupakan aku….” Lily memelukku sambil menahan isak tangisnya.


“ Keputusanmu benar Ly….walau


kita harus sama sama sakit….tapi aku juga harus mengerti keadaanmu….juga


keadaanku…..aku…..juga …….cinta kamu Ly….” Akhirnya seteah sekian lama, baru


aku ucapkan lagi kata kata CINTA kepada seorang wanita. Kupeluk tubuh Lily kian


erat, ingin rasanya kami hentikan waktu….dan berlari dari semua kehidupan


nyata….


“Jangan hapus aku dari hatimu


Adrian….jangan lupakan aku…” Ucap Lily kembali terisak


“Ga akan Ly…..ga akan….” Hanya

__ADS_1


itu yang mampu ku ucapkan…kucium keningnya dengan lembut


“Sekarang kamu kembali kerumah


ya? Nanti semua cari cari kamu….” Ucapku lenbut sambil menghapus air matanya


dengan tissue yang ada di dashboard mobilku.


Lily mengangguk pelan ,sambil


beranjak dari jok mobil, tangannya masih menggenggam jemariku, seakan enggan


beranjak pergi dan berat meninggalkanku.


Aku berusaha tersenyum….ku elus


pipi wanita ayu dan cantik ini…sambil memberi isyarat agar dia segera kembali


menuju rumahnya.


Kutatap Lily dari dalam mobil, hingga


dia berlalu dari pandanganku dan masuk kedalam rumah.


Terlintas satu persatu CINTA yang


pernah hadir dalam hidupku….Ita…Sisca….Ririn…Debby….dan Lily….Kecuali Ita yag


ada disisiku sekarang, semua pergi meninggalkanku walau pun dengan ungkapan


seluruh rasa sayang dan cinta yang mereka miliki. Namun tetap saja mereka


meninggalkan rasa perih dan sakit , mungkinkah Ita adalah Cinta Sejati ku?


Cinta yang tak pernah meninggalkanku? Mungkinlah yang lain hanya


keindahan-keindaha ego di hati ? aku tak pernah mencari….aku hanya


temui….disaat kurebahkan tubuh  dan hati


lemahku di arus ombak yang mengalir, walau ujungnya juga seperti


ombak….membentur bebatuan….karang-karang tajam.


Tapi aku juga percaya skenario


yang dibuat sang sautradara, dalam perjalanan skenario hidup kita beretemu


siapa….nanti jadi seperti apa…sudah menjadi seluruh bagian skenario yang telah


disiapkan sang sutradara. Aku manusia yang lemah dan tak punya daya …hanya


dapat jalani ….dan tuliskan dengan pena hati seluruh perjalanan ini.


ADRIAN…


SUDAH DIPUTUSKAN ACARA


PERNIKAHANKU DENGAN DHARMAWAN AKAN BERLANGSUNG AKHIR BULAN INI…TANGGAL 30


AKU SUDAH TAHU SELURUH CERITAMU….SISCA…RIRIN


YANG TINGGALKANMU UNTUK HIDUP DENGAN YANG LAIN…MAAFKAN AKU JADI ORANG YANG JUGA


TINGGALKANMU


HANYA MUNGKIN DENGAN SITUASI DAN


ALASAN YANG BERBEDA…


ANDAI KAMU SEPERTI SAAT BERSAMA


MEREKA….MASIH SENDIRI DAN BELUM MEMBANGUN RUMAH TANGGA, AKU PASTIKAN …AKU PASTI


MEMILIH HIUDP DENGANMU DISISA USIAKU


AKU TIDAK PERNAH MENCINTAI LAKI


LAKI SEPERTI INI…SEKALIPUN DENGAN ALM MAS HENDRI…


TAPI AKU HARUS AMBIL JALAN


INI…KEPUTUSAN INI….


AKU HARAP KAMU MENGERTI…..KAMU


TAHU SEGALA ISI HATIKU


Ku baca pesa whatsapp dari Lily,


saat itu aku sedang bertemu Mr.Jimmy sepulang jam kerjaku, Mr.Jimmy adalah


mantan bos ku selain Pak Hendri diperusahaan yang dulu.


Andai saja Mr.Jimmy saat itu tahu


pesan yang masuk ke telpon genggamku adalah mantan istri Pak Hendri, rekanan


dia disaat sama sama membangun perusahaan yang dulu…pasti dia akan


terkaget-kaget mendengarnya.

__ADS_1


“AKU MENGERTI….” Hanya itu


balasan pesanku untuk Lily


__ADS_2