CINTA DIBATAS HORIZON

CINTA DIBATAS HORIZON
MASIH TERSISA


__ADS_3

“Mphhh….sudah Rin…..ini salah….ga


seharus ya kita seperti ini….” Aku tersadar dengan apa yang kulakukan.


“Aku tak perduli Adrian….aku


inginkan ini….walau hanya sesaat….” Ujar Ririn pelan seraya menatap sendu ke


arahku


“Aku  sangat rindu kamu Adrian….dan entah sudah


berapa lama aku nantikan dan berkhayal saat saat berdua seperti ini denganmu…”


Ujarnya lagi


Untunglah tak lama kemudian


Hendra dan Istri beserta mama dan anak anak datang , sehingga semua yang kami


lakukan tadi tak berlanjut lebih jauh.


Menjelang magrib Ririn


berpamitan, aku mengantar sampai ke pintu mobilnya, “Aku boleh bertemu lagi


Adrian…?’ bisiknya ditelingaku. Aku hanya mengangguk pelan tanpa berani berucap


ataupun berjanji.


Aku bagai seonggok sampah yang


mengapung di tengah laut, hanya terapung dan mengikuti arus ombak dan kemana


angina bertiup….tampa tahu arah dan dermaga mana tempat ku akan berlabuh.


Dengan Ririn masih tersisa rasa


cinta yang pernah kumilik bertahun tahun lalu ….Meihwa…kebaikannya…serta


komitmen yang telah ku buat, buatku harus melangkah dan punya dua kehidupan


….sedangkan Reyni….aku inginkan dirinya …tapi semuanya sudah terlambat walau


Herman menginginkan Reyni denganku….ya…aku hanya lanjutkan langkah kakiku dan


mengalir saja dengan apa yang akan kutemui dalam skenario hidupku….ku biarkan


sang sutradara yang tentukan pelabuhan terakhirku.


“Ini dengan Om Adrian….?” Suara


seorang wanita terdengar di telponku, dengan nomor yang tak kukenal


“Iya betul….maaf ini dengan


siapa…?” jawabku ramah.


“Saya vivi putri dari ibu Meihwa,


disini juga ada kakak saya Ko Daniel dan Devi….bisa kami bertemu anda..?


kebetulan kami bertiga sedang berada di Jakarta, dan jika Om Adrian ga


keberatan, mami tidak perlu tahu kami temui anda….”


“Oh…baik vivi….saya sering dengar


cerita dari ibu kalian soal kamu dan kakak-kakakmu…baik…saya akn kesana….vivi


WA saja tempat bertemunya ya?” balasku tetap dengan suara tenang.


Aku tahu….cerpat atau lambat,


pihak keluarga Meihwa…anak anaknya ataupun keluargaku pasti akan mengetahui


soal pernikahan siri kami, aku harus datang dan berbicara dengan mereka dan


dengar apa yang mereka mau…


Para Putra dan Putri Meihwa


memilih tempat sebuah resto di daerah Jakarta Barat, tempatnya cukup tenang dan


cukup nyaman bagi para pengunjung yang akan membicarakan masalah masalah pribadi

__ADS_1


atau hal hal yang bersifat privasi.


Kulihat tiga sosk laki laki dan


perempuan, keturunan Tionghoa sudah duduk di Resto menanti kedatanganku, Daniel


terlihat tampan dengan kemeja tanpa lenganya, sedangkan Devi dan Vivi pun


terlihat  cantik untuk wanita


seusianya….Daniel ku taksir berusia sekitar 28 tahun…Devi 25 Tahun dan Vivi


yang kudengar dari Meihwa masih duduk dibangku kuliah ku tebak  sekitar 20 tahun.


“Silahkan duduk om….” Ucap Vivi


ramah, sedangkan wajah Daniel dan Devi terlihat lebih kaku


Aku mengambil tempat duduk dengan


posisi menghadap mereka bertiga,sehingga memudahkan aku berkomunikasi dan


melihat respon langsung ketiga putra dan putri Meihwa tersebut.


“Om Adrian….langsung saja ya?


Kami sudah tahu dan dengar dari para karyawan mami di hotel mengenai pernikahan


siri om dengan Mami…..kami tidak bermaksud mencampuri urusan kehidupan pribadi


mami, tapi sebagai anak anaknya…kami rasa …kami perlu tahu…” Ucap Devi sebagai


wanita yang berusia lebih tua dari adiknya yang bungsu vivi


“Ya…benar…kamu Devi


kan?....kalian anak anaknya harus tahu soal ini….saya mengenal mami kalian


sudah lama….awalnya kami bertemu saat saya masih bekerja dan sedang ada


pekerjaan di batam…selanjutnya bertahun tahun kami hanya berkomunikasi lewat


telpon dan WA…kami saling bercerita kehidupan masing masing dan juga mami


“Saya juga tahu dari beberapa


staff mami kalian di Hotel, bahwa sebelumnya mami juga sudah dekat dengan


beberapa laki laki, namun hanya hubungan jangka pendek dan tidak sampai ke


pernikahan…” lanjutku lagi, mereka beriga dengan seksama mendengarkan ceritaku


“Kalau boleh tahu om….bukan


bermaksud ga sopan….motgivasi om mau menikahi mami walau dengan siri…itu apa..?


karena kami juga tahu beberapa laki laki sebelumnya yang dekat mami…” Daniel


putra sulung Meihwa ikut mulai angkat bicara


“Daniel….Devi…Vivi….jika kalian


berpikir saya dekati mami lalu juga menikah siri dengan mami kalian karena


mengincar materi atau harta mami kalian…kalian salah…selama kami


berkomunikasi…mami kalian tidak pernah menceritakan bahwa dia punya beberapa


usaha …kalangan atas dan lain sebagainya…saya hanya nyaman bertukar cerita


karena mami kalian orang yang ceplas ceplos dan tidak perlu basa basi, apalagi


berusaha memberi kesan yang baik baik saja….saat mau menikah di hotel…sayapun


baru tahu kalau mami kalian yang punya hotel tersebut….” Jelasku…aku berhenti


sesaat untuk meneguk minuman dingin yang telah dipesan oleh mereka.


“Suatu hari mami kalian menelpon


saya….lalu tiba tiba saja bicara, mau bantu kesulitan usaha saya yang sedang


jatuh…dan butuh sedikit modal untuk bangkit….tapi Demi Tuhan….saya tidak


langsung meng iyakan dan meminta waktu berpikir …lalu saya mengikuti tender…dan

__ADS_1


memerlukan modal talangan untuk melakukan pekerjaan tersebut…awal saya ingin


meminjam saja dari mami kalian…tapi lagi lagi mami kalian mengajukan


persyaratan seperti itu…saya harus mau menikah dengannya….sekarang usaha om


perlahan kembali stabil….Istri om sudah meninggal…anak om dua putri….yag


pertama hampir se usia vivid an yang bungsu sekitar 7 tahun…selain sejumlah


yang pernah mami kalian bantu….dan di pembukuan usaha om juga saya bukukan


sebagai pinjaman….saya tidak pernah meminta apapun dari mami kalian….mami


kalian baik….saya juga tahu banyak laki laki sebelum nya yang ingin


manfaatkannya…dan saya juga sedang kumpulkan sedikit demi sedikit agar bisa


mengembalikan uang mami kalian…..tapi sekali lagi….om mohon…jangan berpikiran


saya sama dengan laki laki yang dekat dengan mami kalian sebelumnya…” panjang


lebar ku jelaskan kepada ketiga putra dan putri Meihwa.


“Om cinta mami…?” Ucap Vivi


seraya menatap ke arahku


“Vi….mami kalian tahu seluruh


jalan cerita kehidupan percintaan om….bagaimana berkali kali om ditinggalkan


orang yang om cintai…..om juga sudah bilang dengan mami kalian….bahwa soal hati


tidak bisa dipaksakan….tapi mami kalian seperti yang kalian kenal adalah sosok


yang sedikit keras dalam prinsip…dia bilang kita ga usah pikrkan soal


cinta…karena kita berdua sama sama pernah tersakiti…” Jawabku


“Baik om….kami faham dan mengerti


sekarang…..dan mudah mudahan om memang berbeda dari semua laki laki yang pernah


dekati mami…..” Ujar Devi putri kedua Meihwa


“Tapi kami juga punya keluarga


besar om…dan apalagi kami di Belitung masih memegang tradisi dan adat keturunan


Tionghoa ….mereka pasti ingin kejelasan asal usul…marga ..dan lain lain….memang


kami akui mami kami sedikit berbeda dank eras soal prinsip….” Ujar Daniel


“Ya Daniel…om juga berpikiran


sama sepertimu…..tidak hanya kalian….om juga punya keluarga besar…entah sampai


kapan om harus dan bisa sembunyikan soal pernikahan siri om dengan mami


kalian….dan kalian pasti bisa bayangkan…bagaimana lelahnya harus jalani dua


sisi kehidupan sekaligus….disisi yang satu dengan mami kalian…disisi yang lain


kehidupan normal om yang saya jalani sehari-hari….”


“Boleh om bertanya dengan


kalian…?” Tanyaku setelah penjelasan panjangku tadi


“Apa om…?” Jawab Vivi


“Kalian ingin om bagaimana?


Kalian ingin om tinggalkan dan berpisah dengan mami kalian..? kalau ya…om ingin


kalian berjanji….perhatikan mami kalian…luangkan lebih banyak waktu kalian


untuknya….jangan kasih ruang dia sendirian …kesepian dan dimanfaatkan oleh


orang lain…apalagi laki-laki…” jelasku


Ketiga putra dan putri Miehwa


saling berpandangan….

__ADS_1


__ADS_2