
“Mphhh….sudah Rin…..ini salah….ga
seharus ya kita seperti ini….” Aku tersadar dengan apa yang kulakukan.
“Aku tak perduli Adrian….aku
inginkan ini….walau hanya sesaat….” Ujar Ririn pelan seraya menatap sendu ke
arahku
“Aku sangat rindu kamu Adrian….dan entah sudah
berapa lama aku nantikan dan berkhayal saat saat berdua seperti ini denganmu…”
Ujarnya lagi
Untunglah tak lama kemudian
Hendra dan Istri beserta mama dan anak anak datang , sehingga semua yang kami
lakukan tadi tak berlanjut lebih jauh.
Menjelang magrib Ririn
berpamitan, aku mengantar sampai ke pintu mobilnya, “Aku boleh bertemu lagi
Adrian…?’ bisiknya ditelingaku. Aku hanya mengangguk pelan tanpa berani berucap
ataupun berjanji.
Aku bagai seonggok sampah yang
mengapung di tengah laut, hanya terapung dan mengikuti arus ombak dan kemana
angina bertiup….tampa tahu arah dan dermaga mana tempat ku akan berlabuh.
Dengan Ririn masih tersisa rasa
cinta yang pernah kumilik bertahun tahun lalu ….Meihwa…kebaikannya…serta
komitmen yang telah ku buat, buatku harus melangkah dan punya dua kehidupan
….sedangkan Reyni….aku inginkan dirinya …tapi semuanya sudah terlambat walau
Herman menginginkan Reyni denganku….ya…aku hanya lanjutkan langkah kakiku dan
mengalir saja dengan apa yang akan kutemui dalam skenario hidupku….ku biarkan
sang sutradara yang tentukan pelabuhan terakhirku.
“Ini dengan Om Adrian….?” Suara
seorang wanita terdengar di telponku, dengan nomor yang tak kukenal
“Iya betul….maaf ini dengan
siapa…?” jawabku ramah.
“Saya vivi putri dari ibu Meihwa,
disini juga ada kakak saya Ko Daniel dan Devi….bisa kami bertemu anda..?
kebetulan kami bertiga sedang berada di Jakarta, dan jika Om Adrian ga
keberatan, mami tidak perlu tahu kami temui anda….”
“Oh…baik vivi….saya sering dengar
cerita dari ibu kalian soal kamu dan kakak-kakakmu…baik…saya akn kesana….vivi
WA saja tempat bertemunya ya?” balasku tetap dengan suara tenang.
Aku tahu….cerpat atau lambat,
pihak keluarga Meihwa…anak anaknya ataupun keluargaku pasti akan mengetahui
soal pernikahan siri kami, aku harus datang dan berbicara dengan mereka dan
dengar apa yang mereka mau…
Para Putra dan Putri Meihwa
memilih tempat sebuah resto di daerah Jakarta Barat, tempatnya cukup tenang dan
cukup nyaman bagi para pengunjung yang akan membicarakan masalah masalah pribadi
__ADS_1
atau hal hal yang bersifat privasi.
Kulihat tiga sosk laki laki dan
perempuan, keturunan Tionghoa sudah duduk di Resto menanti kedatanganku, Daniel
terlihat tampan dengan kemeja tanpa lenganya, sedangkan Devi dan Vivi pun
terlihat cantik untuk wanita
seusianya….Daniel ku taksir berusia sekitar 28 tahun…Devi 25 Tahun dan Vivi
yang kudengar dari Meihwa masih duduk dibangku kuliah ku tebak sekitar 20 tahun.
“Silahkan duduk om….” Ucap Vivi
ramah, sedangkan wajah Daniel dan Devi terlihat lebih kaku
Aku mengambil tempat duduk dengan
posisi menghadap mereka bertiga,sehingga memudahkan aku berkomunikasi dan
melihat respon langsung ketiga putra dan putri Meihwa tersebut.
“Om Adrian….langsung saja ya?
Kami sudah tahu dan dengar dari para karyawan mami di hotel mengenai pernikahan
siri om dengan Mami…..kami tidak bermaksud mencampuri urusan kehidupan pribadi
mami, tapi sebagai anak anaknya…kami rasa …kami perlu tahu…” Ucap Devi sebagai
wanita yang berusia lebih tua dari adiknya yang bungsu vivi
“Ya…benar…kamu Devi
kan?....kalian anak anaknya harus tahu soal ini….saya mengenal mami kalian
sudah lama….awalnya kami bertemu saat saya masih bekerja dan sedang ada
pekerjaan di batam…selanjutnya bertahun tahun kami hanya berkomunikasi lewat
telpon dan WA…kami saling bercerita kehidupan masing masing dan juga mami
“Saya juga tahu dari beberapa
staff mami kalian di Hotel, bahwa sebelumnya mami juga sudah dekat dengan
beberapa laki laki, namun hanya hubungan jangka pendek dan tidak sampai ke
pernikahan…” lanjutku lagi, mereka beriga dengan seksama mendengarkan ceritaku
“Kalau boleh tahu om….bukan
bermaksud ga sopan….motgivasi om mau menikahi mami walau dengan siri…itu apa..?
karena kami juga tahu beberapa laki laki sebelumnya yang dekat mami…” Daniel
putra sulung Meihwa ikut mulai angkat bicara
“Daniel….Devi…Vivi….jika kalian
berpikir saya dekati mami lalu juga menikah siri dengan mami kalian karena
mengincar materi atau harta mami kalian…kalian salah…selama kami
berkomunikasi…mami kalian tidak pernah menceritakan bahwa dia punya beberapa
usaha …kalangan atas dan lain sebagainya…saya hanya nyaman bertukar cerita
karena mami kalian orang yang ceplas ceplos dan tidak perlu basa basi, apalagi
berusaha memberi kesan yang baik baik saja….saat mau menikah di hotel…sayapun
baru tahu kalau mami kalian yang punya hotel tersebut….” Jelasku…aku berhenti
sesaat untuk meneguk minuman dingin yang telah dipesan oleh mereka.
“Suatu hari mami kalian menelpon
saya….lalu tiba tiba saja bicara, mau bantu kesulitan usaha saya yang sedang
jatuh…dan butuh sedikit modal untuk bangkit….tapi Demi Tuhan….saya tidak
langsung meng iyakan dan meminta waktu berpikir …lalu saya mengikuti tender…dan
__ADS_1
memerlukan modal talangan untuk melakukan pekerjaan tersebut…awal saya ingin
meminjam saja dari mami kalian…tapi lagi lagi mami kalian mengajukan
persyaratan seperti itu…saya harus mau menikah dengannya….sekarang usaha om
perlahan kembali stabil….Istri om sudah meninggal…anak om dua putri….yag
pertama hampir se usia vivid an yang bungsu sekitar 7 tahun…selain sejumlah
yang pernah mami kalian bantu….dan di pembukuan usaha om juga saya bukukan
sebagai pinjaman….saya tidak pernah meminta apapun dari mami kalian….mami
kalian baik….saya juga tahu banyak laki laki sebelum nya yang ingin
manfaatkannya…dan saya juga sedang kumpulkan sedikit demi sedikit agar bisa
mengembalikan uang mami kalian…..tapi sekali lagi….om mohon…jangan berpikiran
saya sama dengan laki laki yang dekat dengan mami kalian sebelumnya…” panjang
lebar ku jelaskan kepada ketiga putra dan putri Meihwa.
“Om cinta mami…?” Ucap Vivi
seraya menatap ke arahku
“Vi….mami kalian tahu seluruh
jalan cerita kehidupan percintaan om….bagaimana berkali kali om ditinggalkan
orang yang om cintai…..om juga sudah bilang dengan mami kalian….bahwa soal hati
tidak bisa dipaksakan….tapi mami kalian seperti yang kalian kenal adalah sosok
yang sedikit keras dalam prinsip…dia bilang kita ga usah pikrkan soal
cinta…karena kita berdua sama sama pernah tersakiti…” Jawabku
“Baik om….kami faham dan mengerti
sekarang…..dan mudah mudahan om memang berbeda dari semua laki laki yang pernah
dekati mami…..” Ujar Devi putri kedua Meihwa
“Tapi kami juga punya keluarga
besar om…dan apalagi kami di Belitung masih memegang tradisi dan adat keturunan
Tionghoa ….mereka pasti ingin kejelasan asal usul…marga ..dan lain lain….memang
kami akui mami kami sedikit berbeda dank eras soal prinsip….” Ujar Daniel
“Ya Daniel…om juga berpikiran
sama sepertimu…..tidak hanya kalian….om juga punya keluarga besar…entah sampai
kapan om harus dan bisa sembunyikan soal pernikahan siri om dengan mami
kalian….dan kalian pasti bisa bayangkan…bagaimana lelahnya harus jalani dua
sisi kehidupan sekaligus….disisi yang satu dengan mami kalian…disisi yang lain
kehidupan normal om yang saya jalani sehari-hari….”
“Boleh om bertanya dengan
kalian…?” Tanyaku setelah penjelasan panjangku tadi
“Apa om…?” Jawab Vivi
“Kalian ingin om bagaimana?
Kalian ingin om tinggalkan dan berpisah dengan mami kalian..? kalau ya…om ingin
kalian berjanji….perhatikan mami kalian…luangkan lebih banyak waktu kalian
untuknya….jangan kasih ruang dia sendirian …kesepian dan dimanfaatkan oleh
orang lain…apalagi laki-laki…” jelasku
Ketiga putra dan putri Miehwa
saling berpandangan….
__ADS_1