
Kubalas email Debby, akupun juga ceritakan mengenai Ririn, aku dan Debby jadi sudah terbiasa saling bercerita apa saja diluar pekerjaan.
Debby wanita yang punya wawasan dan pengetahuan yang luas,tidak heran kalo posisi serta jabatannya diperusahaan tempat dia bekerja adalah posisi yang sangat penting. Debby pun jujur mengakui bahwa tidak banyak laki laki yang bisa mendekati dia, apalagi dengan materi dan status social yang dia punya. Aku termasuk yang beruntung dapat mengenalnya berawal dari urusan pekerjaan perusahaanku dan perusahaannya.
Lambat laun karir dan kondisi finansialku pun mebaik, aku bisa mengirimkan Ita dan Clara sejumlah uang dan juga bisa memiliki sedikit simpanan. Dan diam diam aku membeli rumah KPR dipinggiran Jakarta, niatku akan kujadikan kejutan untuk Ririn nanti.
“Hari minggu nanti kita jalan jalan yuk Rin? “ ucapku saat menjemput Ririn sepulang kerja.
“Kemana ? ketempat favoritmu? Belum cukup lihat laut selama seminggu tempo hari di Bali?” ujar Ririn sambil tersenyum.
“Bukan….aku akan perlihatkan tempat baru….” Balasku seraya ikut tersenyum
“Ohhh….Bagus ya tempatnya? Jauh ga?” Ririn memberondongku dengan pertanyaan dengan wajah penasarannya.
“Lumayan….dan ga jauh kok…nanti lah saat diperjalanan aku kasih tahu…” jawabku
“Duuuh…misterius amat sih? …kasih clue/petunjuk nya deh…”rengek Rirrin masih penasaran
“Kamu tuh ya? Kayak kuis aja….udah sampe nih…nanti aja hari minggu ..ok?” ucapku sambil tertawa kecil lalu berlalu setelah Ririn turun dari motorku.
__ADS_1
Minggu pagi itu udara terasa sejuk, semalaman Jakarta di guyur hujan lebat, Aku membonceng Ririn melaju diatas motorku membelah pagi.
“Ini sebenarnya kita mau kemana sih..?masih jauh ga?” ucap Ririn agak keras dari balik Helm yang dia pakai.
“Nanti juga kamu tahu….ga jauh kok…setengah jam lagi sampai…” jawabku sambil terus memacu
motorku.
Setengah jam berlalu, ku hentikan sepeda motorku.
“Kok berhenti..? sudah sampai…?” Ucap Ririn sambil melihat kekiri dan kekanan dengan wajah bingung , karena aku berhenti dipinggir jalan .
“Ah…ada ada aja kamu Adrian….sebagus itukah tempatnya sampai aku harus tutup mata segala?” jawab Ririn sambil tertawa kecil.
“Iya…pokoknya keren deh…ingat ya? Jangan mengintip.” Balasku sambil tertawa kecil.
“Oke Boss…” jawab Ririn sambil tertawa.
Kuhentikan motorku didepan rumah yang kubeli, merasa motorku berhenti Ririn langsung bicara “Udah sampai belum? Udah boleh buka matanya?” tanyanya
__ADS_1
“Oke…sudah sampai…sekarang buka matamu….” Ucapku ditelinganya
Perlahan Ririn membuka matanya, wajahnya tampak bingung karena yang dilihat disekelilingnya deretan rumah rumah yang kelihatan baru selesai dibangun. Masih dengan wajah bingungnya Ririn mengikuti ku masuk kedalam pekarangan rumah.
“Ini rumah siapa? Kelihatannya masih kosong?” Tanya Ririn
Aku hanya tersenyum dan membuka pintu depan rumah. Aku dan Ririn masuk kedalam, bau cat tercium diseluruh ruangan, masih kosong tanpa satupun perabotan rumah.
“Ini tempat yang kamu tunjukan? Rumah kosong?” ujar Ririn sambil menatapku
“Aku beli rumah ini Rin….yaaa Cuma KPR alias nyicil hehehehe….buat kita” ucapku sambil tersenyum
Ririn menatapku …seolah tak percaya dengan apa yang didengarnya barusan.
“Adrian…….” Ririn tak melanjutkan kata katanya, ditubruknya tubuhku dan dipeluknya dengan erat.
“Ini prasasti kita Adrian…?” bisiknya di telingaku
“Ya….” Balasku sambil membelai lembut rambut ikalnya.
__ADS_1