CINTA DIBATAS HORIZON

CINTA DIBATAS HORIZON
R.I.P MY BOSS


__ADS_3

Selepas magrib aku berpamitan


pada Reyni untuk pulang, Rey mengantarku sampai ke pintu rumahnya.


“Aku pulang Rey….” Ucapku


“Adrian…terima kasih…maafkan


sikapku yang kemarin kemarin….itu bukan diriku…” ujar Reyni


“I know….dan aku maklum….”


Balasku


“Makasih….tapi jika aku butuh


teman bicara…kamu mau temani aku lagi tanpa merasa terpaksa Adrian..?” ucap


Reyni sambil menatapku penuh harap


“Ok…tapi janji…jangan galak galak


lagi….” Jawabku sambil tertawa


Reyni tersipu malu….lalu tertawa


kecil sambil mencubit pinggangku…” ngeledek ya? Awas kamu….”


“Tuh kan….masih galak dan pakai


ancaman lagi….” Aku kembali meledeknya sambil tertawa


“Adrian…ahhhh….udah ah….malu


tau…..” Reyni ikut tertawa


Akhirnya aku bisa bernafas lega,


segala hal yang mebuatku takut serta khawatir, kini sirna….Reyni tidak lagi


menjadi sosok yang sinis dan membuatku sempat khawatir, dia akan membeberkan


semua yang dilihat dan didengar soal aku dan Lily, kepada semua orang.


Saat aku pulang, Ita dan anak


anak sudah tertidur, aku tidak mau menggangu tidur mereka, untunglah aku  selalu membawa kunci cadangan sehingga tidak


perlu membangunkan Ita dan juga membuat anak anak ikut terbangun.


“Ayah kenapa semalam ga bangunin


aku? “ ucap Ita sambil menyiapkan sarapan di meja makan


“Aku ga mau bangunin bunda yang


udah pulas….nanti kalo kamu bangun, anak anak akan ikut bangun…” jawabku sambil


duduk dan meminum segelas air putih seperti kebiasaanku di setiap pagi.


Suara telpon genggamku berdering


dari dalam kamar, aku segera beranjak dari kursi untuk mengangkat telponku.


Dari Bernard…” Ya Pak Bernard….?”


Ucapku


“ Pak Adrian….baru saja Mrs.


Neesha menepon saya….Mr.Jimmy….meninggal dunia…..” ujar Bernard dengan suara


terbata bata.


“Apa…? “ ucapku setengah


berteriak, membuat Ita yang sedang membereskan sisa makanan dari pirng dan


gelas terkejut.


“Mmmmm…Pak Bernard setelah tiba


di kantor umumkan lewat pengeras suara di pabrik pak….saya akan hubungi


Mr.Rajesh, kapan jenazah Mr.Jimmy dipulangkan ke Indonesia, biar saya yang atur


nanti di Bandara, biasanya peti jenazah tidak akan jadi satu dengan penumpang,


penerbangan akan mengatur lewat cargo area…..ok saya akan bicara dengan


Mr.Rajes sekarang…” ujarku sambil menutup telponku dan segera menekan nomor


telpon Mr.rajesh kakak Mr.Jimmy.


Dari Mr. Rajesh ku ketahui kalau


jenazah Mr.Jimmy akan diterbang dari Singapore dengan Pesawat Singapore


Airlines Flight No.SQ 157 , Tiba di Bandara Soeta sekitar Jam 19.00 WIB malam.


“Ada apa Yah…?”tanya Istriku Ita


melihat wajahku yang agak panik dan tampak kebingungan


“Mr.Jimmy….meninggal bunda….di


rumah sakit di Singapore, aku mau segera ke pabrik temani Bernard memberitahu


seluruh karyawan dan sorenya ke bandara soekarno hatta mengurus kedatangan


jenazah untuk dibawa kerumahnya..” jelasku


“Bukan di pulangkan ke India


Yah?” ujar Ita lagi


“Mr.Jimmy  sudah berwarga Negara Indoenesia sejak lama


bun…makanya dia dipulangkan ke sini dan akan dimakamkan disini juga sesuai


tradisi dia…” sahutku sambil merapikan kemejaku.


Saat tiba di Pabrik, seluruh


karyawan sudah berkumpul …pasti Bernard telah mengumumkan tentang meninggalnya

__ADS_1


Mr.Jimmy pemilik tunggal perusahaan ini.


Kulihat wajah wajah sedih  dan kehilangan dimata mereka, inilah salah


satu kekagumanku kepada Alm Mr.Jimmy, dia bisa membuat para karyawan


menyayanginya dan tidak sekedar hubungan antara bos dengan karyawan atau


bawahannya.


Bernard memberiku isyarat agar


menuju area yang agak luas didepan kantin , dan disana sudah tersedia alat


pengeras suara dan mic untuk berbicara. Dalam waktu singkat seluruh karyawan


sudah berkumpul disana.


“ASSALAMUALAIKUM WR WBRKT…


KALIAN PASTI TELAH MENDENGAR


PENGUMUMAN DARI PAK BERNARD, DAN SUDAH SAYA KONFIRMASI ULANG KEBENARAN BERITA


INI TADI DENGAN MR.RAJESH KAKAK DARI MR.JIMMY DI SINGAPORE.


DINI HARI TADI….BOS KITA….PEMILIK


PERUSAHAAN KITA….GURU KITA…TEMAN KITA…SAHABAT KITA…MR.JIMMY TELAH MENGHEMBUSKAN


NAFASNYA YANG TERAKHIR DAN PERGI MENINGGALKAN KITA


SORE NANTI …SAYA AKAN KE BANDARA


SOEKARNO HATTA MENGURUS KEDATANGAN ALM.MR JIMMY, MENURUT INFO YANG SAYA TERIMA,


ALM AKAN DITERBANG KAN PESAWAT SINGAPORE AIRLINES DAN AKAN TIBA DI BANDARA


SOETA SEKITAR JAM 19.00, SAYA RASA PROSESI PEMAKAMAN BELIAU AKAN BERLANGSUNG


BESOK


PAK BERNARD, MOHON KIRANYA DI


ATUR HARI INI TRANSPORTASI DENGAN BUS SEWAAN UNTUK BESOK, UNTUK SELURUH


KARYAWAN, UNTUK JAM BERAPA HARUS SAMPAI DI RUMAH KEDIAMAN ALMARHUM DAN JAM


BERAPA BERANGKAT KE PEMAKAMANNYA, SAYA AKAN CARI TAHU DAN INFO KE PAK BERNANRD


MALAM INI SETELAH JENAZAH SUDAH TIBA DIRUMAH…


SEKARANG MARI KITA BERSAMA


MENUNDUKKAN KEPALA UNTUK MENGHENINGKAN CIPTA SEJENAK, JUGA BERDOA MENURUT AGAMA


DAN KEPERCAYAAN  MASING MASING, AGAR


SEGALA AMAL BAIK MR.JIMMY SELAMA DI DUNIA DITERIMA OLEH TUHAN DAN MENDAPATKAN


TEMPAT YANG PANTAS DI ALAM SANA….


MENGHENINGKAN CIPTA…DIMULAI


Seluruh karyawan menundukan


yang di dengarnya tentang kematian Mr.Jimmy.


Aku tiba di Cargo Area Bandara


sekitar jam 18.00 WIB, aku persiapkan segala dokumen yang perlu agar


pengeluaran jenazah Mr.Jimmy lebih cepat saat pesawatnya tiba nanti.


AKU DI KABARI BERNARD MENGENAI


MENINGGALNYA MR. JIMMY, AKU INGIN HADIR NAMUN TIDAK BOLEH OLEH


DHARMAWAN…PADAHAL AKU SANGAT INGIN KARENA WALAU BAGAIMANAPUN MR.JIMMY DULU SAMA


SAMA MEMBESARKAN PERUSAHAAN BERSAMA ALM MAS HENRI


TAPI AKU GA BISA APA APA SEKARANG


INI…SALAM BUAT MRS.NEESHA ..ADRIAN….AKU JUGA RINDU KAMU


Pesan masuk kedalam Telpon


genggamku, dari Lily…saat aku sedang menikmati kopi di kantin Cargo Area


bandara, sambil menunggu kedatangan pesawat yang membawa peti jenazah Mr.Jimmy.


Aku tak membalas pesannya,


khawatir bisa terbaca oleh Dharmawan dan akan semakin menambah masalah , juga


Lily pasti akan semakin disakiti olehnya.


Akhirnya menurut info dari salah


seorang kolegaku di cargo area, pesawat pembawa peti jenazah dengan Flight No.


SQ-157 pun sudah tiba, dan peti jenazah Mr.Jimmy sudah masuk dalam cool room


dan siap proses X-Ray dan keluar dari area pergudangan. Ambulan sudah terparkir


sejak jam 118.45 WIB tadi, untuk membawa jenazah dari area pergudangan ke rumah


Mr.Jimmy.


Aku menunggu di pintu gerbang


Gudang Cargo, selang tak lama kemudian ku lihat Mrs. Neesha istri Mr.Jimmy dan


Mr.Rajesh berjalan cepat ke arahku.


“Thank you so much, Adrian…I


heard from Bernard, you already handle everything here…” ucap Mrs. Neesha,


matanya terlihat bengkak karena banyak menangis. Sedangkan Mr. Rajesh tak bisa


banyak bicara, dan hanya menepuk nepuk bahuku.


Beberapa menit kemudian, peti

__ADS_1


jenazah Mr. Jimmy keluar dari area cargo, para porter pergudangan dengan sigap


langsung memasukan peti jenazah kedalam ambulan. Mr. Rajesh dan Mrs.Neesha


masuk kedalam ke ambulan sekaligus menjadi penunjuk jalan, sedangkan aku


mengikuti dari belakang, suara sirene meraung membelah malam, disaat seperti


ini aku mengingat orang orang terdekatku yang telah pergi… Debby, Papa, Henri


dan Hilman…


Dalam waktu singkat kami sudah


tiba di kediaman Mr.Jimmy di bilangan pasar baru Jakarta, sudah banyak orang


berkumpul dari para family yang berdarah India, kolega,teman dan relasi


Mr.Jimmy semasa hidupnya. Ku lihat Bernard, Vijay kepala pabrik, Reyni dan


beberapa staff sudah ada disana.


Suasana kesedihan yang mendalam


sangat terasa malam itu, kepergian Mr.Jimmy yang tiba tiba banyak membuat


keluarga juga teman teman dekatnya terpukul, termasuk aku.


Aku dan Bernard memutuskan pulang


setelah mendapat informasi dari pihak keluarga, bahwa jenazah Mr.Jimmy besok


akan dibawa ke pembakaran mayat di cilincing sekitar jam 10 pagi dan prosesi


berdasarkan tradisi di Negara asalnya.


Hari itu sangat banyak orang yang


mengiringi Jenazah Mr.Jimmy , keluarga….kerabat…relasi….belum lagi beberapa bis


yang mengangkut hampir seluruh karyawan di pabrik. Bahkan Pak Budi dan juga Ibu


Rosalina yang sudah bebas dari masa tahanannya pun ikut hadir, keduanya dulu


berseteru sampai akhirnya perusahaan hancur dan mereka kehilangan perusahaan


yang mereka bangun dari nol, aku sangat ingat waktu itu Mr.Jimmy mencoba


mendamaikan mereka, ketimbang pentingkan ego mereka, namun taka da yang mau


mendengar, sehingga akhirnya Mr.Jimmy memilih mengundurkan diri dan membeli  pabrik dan mendirikan perusahaannya sendiri .


Tubuh kaku  Alm. Mr.Jimmy dikeluarkan dari keranda


jenazah dan diletakkan diatas tumpukan kayu kayu yang sudah tersusun rapi, lalu


diatas tubuhnya kembali ditumpuk sejumlah kayu kayu oleh petugas prosesi


kremasi atau pembakaran mayat.


Tangis beberapa orang pecah, saat


api mulai membakar kayu dan juga jenazah Mr.Jimmy, aku berdiri


terpaku….ingatanku kembali melayang disaat aku masih muda dan tidak tahu apa


apa saat pertama masuk ke perusahaan milik Alm Hneri…Mr.Jimmy yang menggemblengku…ajarkanku


semua hal…tanamakan rasa percaya diri….ketegasan ….dan loyalitas.


Beberapa kata katanya juga


ajarannya masih sangat membekas di hatiku hingga saat ini…


-        ADRIAN…SAYA MUNGKIN BOS DISINI…SAYA MUNGKIN


SEORANG ATASAN DISINI, TAPI SAYA BUKAN DEWA, MUNGKIN SAYA HANYA TAHU GARIS


BESARNYA DAN DETAILNYA MUNGKIN LEBIH TAHU YOU….JADI JIKA SAYA SALAH…KASIH TAHU


SAYA….DAN JIKA YOU SALAH…YOU MUST GENTLE AKUI KESALAHANMU…WITHOUT ANY HEART


FEELING…DENDAM ATAU KESAL


-        YOU…ADRIAN…JANGAN TAKUT SLAAH DALAM BERBAHASA


INGGRIS DENGAN BUYER ATAU ORANG ASING…NOW I ASK YOU…SAYA TANYA KAMU…..KALO KAMU


DENGAR ORANG ASING TERBATA BATA BAHKAN TERDENGAR LUCU SAAT UCAPKAN “TERIMA


KASIH ATAU SELAMAT PAGI “ MISALNYA…YOU MAKLUM ATAU TIDAK…? MAKLUM KAN? KARENA


APA? KARENA YANG MEREKA UCAPKAN BUKAN BAHASA ASLI MEREKA, BEGITUPUN MEREKA SAAT


DENGAR YOU BERBAHASA INGGRIS ..JIKA MASIH ADA SALAH SALAH SEDIKIT, MEREKA AKAN


MAKLUM …YANG PENTING MAKSUDNYA MEREKA MENGERTI….LAIN KALO YOU SALAH DALAM


BERBAHASA INDONESIA…BAHASA ASLI YOU…ITU BARU STUPID ….MR JIMMY AKHIRI DENGAN


TAWANYA YANG KERAS WAKTU ITU


Api yang membakar kayu dan jasad


Mr.Jimmy semakin membesar, kesedihan para pelayat makin mendalam, aku diam tak


bergeming, ku katakana dalam hati


JIMMY…SEKARANG YOU SUDAH PERGI,


THANKS FOR EVERY THING


SEMOGA TENANG YOU DISANA


SETIDAKNYA….SAYA SUDAH BERIKAN


DAN BUKTIKAN LOYALITAS SAYA..


SAYA TINGGALKAN PERUSAHAAN YANG


BESAR DAN MEMILIH KEMBALI IKUT DENGAN YOU


SAMPAI DISISA AKHIR USIAMU….


SAYA GA MENYESAL JIMMY….KARENA

__ADS_1


YANG YOU AJARKAN SANGAT BERARTI UNTUK KEHIDUPAN SAYA..


__ADS_2