
Selepas magrib aku berpamitan
pada Reyni untuk pulang, Rey mengantarku sampai ke pintu rumahnya.
“Aku pulang Rey….” Ucapku
“Adrian…terima kasih…maafkan
sikapku yang kemarin kemarin….itu bukan diriku…” ujar Reyni
“I know….dan aku maklum….”
Balasku
“Makasih….tapi jika aku butuh
teman bicara…kamu mau temani aku lagi tanpa merasa terpaksa Adrian..?” ucap
Reyni sambil menatapku penuh harap
“Ok…tapi janji…jangan galak galak
lagi….” Jawabku sambil tertawa
Reyni tersipu malu….lalu tertawa
kecil sambil mencubit pinggangku…” ngeledek ya? Awas kamu….”
“Tuh kan….masih galak dan pakai
ancaman lagi….” Aku kembali meledeknya sambil tertawa
“Adrian…ahhhh….udah ah….malu
tau…..” Reyni ikut tertawa
Akhirnya aku bisa bernafas lega,
segala hal yang mebuatku takut serta khawatir, kini sirna….Reyni tidak lagi
menjadi sosok yang sinis dan membuatku sempat khawatir, dia akan membeberkan
semua yang dilihat dan didengar soal aku dan Lily, kepada semua orang.
Saat aku pulang, Ita dan anak
anak sudah tertidur, aku tidak mau menggangu tidur mereka, untunglah aku selalu membawa kunci cadangan sehingga tidak
perlu membangunkan Ita dan juga membuat anak anak ikut terbangun.
“Ayah kenapa semalam ga bangunin
aku? “ ucap Ita sambil menyiapkan sarapan di meja makan
“Aku ga mau bangunin bunda yang
udah pulas….nanti kalo kamu bangun, anak anak akan ikut bangun…” jawabku sambil
duduk dan meminum segelas air putih seperti kebiasaanku di setiap pagi.
Suara telpon genggamku berdering
dari dalam kamar, aku segera beranjak dari kursi untuk mengangkat telponku.
Dari Bernard…” Ya Pak Bernard….?”
Ucapku
“ Pak Adrian….baru saja Mrs.
Neesha menepon saya….Mr.Jimmy….meninggal dunia…..” ujar Bernard dengan suara
terbata bata.
“Apa…? “ ucapku setengah
berteriak, membuat Ita yang sedang membereskan sisa makanan dari pirng dan
gelas terkejut.
“Mmmmm…Pak Bernard setelah tiba
di kantor umumkan lewat pengeras suara di pabrik pak….saya akan hubungi
Mr.Rajesh, kapan jenazah Mr.Jimmy dipulangkan ke Indonesia, biar saya yang atur
nanti di Bandara, biasanya peti jenazah tidak akan jadi satu dengan penumpang,
penerbangan akan mengatur lewat cargo area…..ok saya akan bicara dengan
Mr.Rajes sekarang…” ujarku sambil menutup telponku dan segera menekan nomor
telpon Mr.rajesh kakak Mr.Jimmy.
Dari Mr. Rajesh ku ketahui kalau
jenazah Mr.Jimmy akan diterbang dari Singapore dengan Pesawat Singapore
Airlines Flight No.SQ 157 , Tiba di Bandara Soeta sekitar Jam 19.00 WIB malam.
“Ada apa Yah…?”tanya Istriku Ita
melihat wajahku yang agak panik dan tampak kebingungan
“Mr.Jimmy….meninggal bunda….di
rumah sakit di Singapore, aku mau segera ke pabrik temani Bernard memberitahu
seluruh karyawan dan sorenya ke bandara soekarno hatta mengurus kedatangan
jenazah untuk dibawa kerumahnya..” jelasku
“Bukan di pulangkan ke India
Yah?” ujar Ita lagi
“Mr.Jimmy sudah berwarga Negara Indoenesia sejak lama
bun…makanya dia dipulangkan ke sini dan akan dimakamkan disini juga sesuai
tradisi dia…” sahutku sambil merapikan kemejaku.
Saat tiba di Pabrik, seluruh
karyawan sudah berkumpul …pasti Bernard telah mengumumkan tentang meninggalnya
__ADS_1
Mr.Jimmy pemilik tunggal perusahaan ini.
Kulihat wajah wajah sedih dan kehilangan dimata mereka, inilah salah
satu kekagumanku kepada Alm Mr.Jimmy, dia bisa membuat para karyawan
menyayanginya dan tidak sekedar hubungan antara bos dengan karyawan atau
bawahannya.
Bernard memberiku isyarat agar
menuju area yang agak luas didepan kantin , dan disana sudah tersedia alat
pengeras suara dan mic untuk berbicara. Dalam waktu singkat seluruh karyawan
sudah berkumpul disana.
“ASSALAMUALAIKUM WR WBRKT…
KALIAN PASTI TELAH MENDENGAR
PENGUMUMAN DARI PAK BERNARD, DAN SUDAH SAYA KONFIRMASI ULANG KEBENARAN BERITA
INI TADI DENGAN MR.RAJESH KAKAK DARI MR.JIMMY DI SINGAPORE.
DINI HARI TADI….BOS KITA….PEMILIK
PERUSAHAAN KITA….GURU KITA…TEMAN KITA…SAHABAT KITA…MR.JIMMY TELAH MENGHEMBUSKAN
NAFASNYA YANG TERAKHIR DAN PERGI MENINGGALKAN KITA
SORE NANTI …SAYA AKAN KE BANDARA
SOEKARNO HATTA MENGURUS KEDATANGAN ALM.MR JIMMY, MENURUT INFO YANG SAYA TERIMA,
ALM AKAN DITERBANG KAN PESAWAT SINGAPORE AIRLINES DAN AKAN TIBA DI BANDARA
SOETA SEKITAR JAM 19.00, SAYA RASA PROSESI PEMAKAMAN BELIAU AKAN BERLANGSUNG
BESOK
PAK BERNARD, MOHON KIRANYA DI
ATUR HARI INI TRANSPORTASI DENGAN BUS SEWAAN UNTUK BESOK, UNTUK SELURUH
KARYAWAN, UNTUK JAM BERAPA HARUS SAMPAI DI RUMAH KEDIAMAN ALMARHUM DAN JAM
BERAPA BERANGKAT KE PEMAKAMANNYA, SAYA AKAN CARI TAHU DAN INFO KE PAK BERNANRD
MALAM INI SETELAH JENAZAH SUDAH TIBA DIRUMAH…
SEKARANG MARI KITA BERSAMA
MENUNDUKKAN KEPALA UNTUK MENGHENINGKAN CIPTA SEJENAK, JUGA BERDOA MENURUT AGAMA
DAN KEPERCAYAAN MASING MASING, AGAR
SEGALA AMAL BAIK MR.JIMMY SELAMA DI DUNIA DITERIMA OLEH TUHAN DAN MENDAPATKAN
TEMPAT YANG PANTAS DI ALAM SANA….
MENGHENINGKAN CIPTA…DIMULAI
Seluruh karyawan menundukan
yang di dengarnya tentang kematian Mr.Jimmy.
Aku tiba di Cargo Area Bandara
sekitar jam 18.00 WIB, aku persiapkan segala dokumen yang perlu agar
pengeluaran jenazah Mr.Jimmy lebih cepat saat pesawatnya tiba nanti.
AKU DI KABARI BERNARD MENGENAI
MENINGGALNYA MR. JIMMY, AKU INGIN HADIR NAMUN TIDAK BOLEH OLEH
DHARMAWAN…PADAHAL AKU SANGAT INGIN KARENA WALAU BAGAIMANAPUN MR.JIMMY DULU SAMA
SAMA MEMBESARKAN PERUSAHAAN BERSAMA ALM MAS HENRI
TAPI AKU GA BISA APA APA SEKARANG
INI…SALAM BUAT MRS.NEESHA ..ADRIAN….AKU JUGA RINDU KAMU
Pesan masuk kedalam Telpon
genggamku, dari Lily…saat aku sedang menikmati kopi di kantin Cargo Area
bandara, sambil menunggu kedatangan pesawat yang membawa peti jenazah Mr.Jimmy.
Aku tak membalas pesannya,
khawatir bisa terbaca oleh Dharmawan dan akan semakin menambah masalah , juga
Lily pasti akan semakin disakiti olehnya.
Akhirnya menurut info dari salah
seorang kolegaku di cargo area, pesawat pembawa peti jenazah dengan Flight No.
SQ-157 pun sudah tiba, dan peti jenazah Mr.Jimmy sudah masuk dalam cool room
dan siap proses X-Ray dan keluar dari area pergudangan. Ambulan sudah terparkir
sejak jam 118.45 WIB tadi, untuk membawa jenazah dari area pergudangan ke rumah
Mr.Jimmy.
Aku menunggu di pintu gerbang
Gudang Cargo, selang tak lama kemudian ku lihat Mrs. Neesha istri Mr.Jimmy dan
Mr.Rajesh berjalan cepat ke arahku.
“Thank you so much, Adrian…I
heard from Bernard, you already handle everything here…” ucap Mrs. Neesha,
matanya terlihat bengkak karena banyak menangis. Sedangkan Mr. Rajesh tak bisa
banyak bicara, dan hanya menepuk nepuk bahuku.
Beberapa menit kemudian, peti
__ADS_1
jenazah Mr. Jimmy keluar dari area cargo, para porter pergudangan dengan sigap
langsung memasukan peti jenazah kedalam ambulan. Mr. Rajesh dan Mrs.Neesha
masuk kedalam ke ambulan sekaligus menjadi penunjuk jalan, sedangkan aku
mengikuti dari belakang, suara sirene meraung membelah malam, disaat seperti
ini aku mengingat orang orang terdekatku yang telah pergi… Debby, Papa, Henri
dan Hilman…
Dalam waktu singkat kami sudah
tiba di kediaman Mr.Jimmy di bilangan pasar baru Jakarta, sudah banyak orang
berkumpul dari para family yang berdarah India, kolega,teman dan relasi
Mr.Jimmy semasa hidupnya. Ku lihat Bernard, Vijay kepala pabrik, Reyni dan
beberapa staff sudah ada disana.
Suasana kesedihan yang mendalam
sangat terasa malam itu, kepergian Mr.Jimmy yang tiba tiba banyak membuat
keluarga juga teman teman dekatnya terpukul, termasuk aku.
Aku dan Bernard memutuskan pulang
setelah mendapat informasi dari pihak keluarga, bahwa jenazah Mr.Jimmy besok
akan dibawa ke pembakaran mayat di cilincing sekitar jam 10 pagi dan prosesi
berdasarkan tradisi di Negara asalnya.
Hari itu sangat banyak orang yang
mengiringi Jenazah Mr.Jimmy , keluarga….kerabat…relasi….belum lagi beberapa bis
yang mengangkut hampir seluruh karyawan di pabrik. Bahkan Pak Budi dan juga Ibu
Rosalina yang sudah bebas dari masa tahanannya pun ikut hadir, keduanya dulu
berseteru sampai akhirnya perusahaan hancur dan mereka kehilangan perusahaan
yang mereka bangun dari nol, aku sangat ingat waktu itu Mr.Jimmy mencoba
mendamaikan mereka, ketimbang pentingkan ego mereka, namun taka da yang mau
mendengar, sehingga akhirnya Mr.Jimmy memilih mengundurkan diri dan membeli pabrik dan mendirikan perusahaannya sendiri .
Tubuh kaku Alm. Mr.Jimmy dikeluarkan dari keranda
jenazah dan diletakkan diatas tumpukan kayu kayu yang sudah tersusun rapi, lalu
diatas tubuhnya kembali ditumpuk sejumlah kayu kayu oleh petugas prosesi
kremasi atau pembakaran mayat.
Tangis beberapa orang pecah, saat
api mulai membakar kayu dan juga jenazah Mr.Jimmy, aku berdiri
terpaku….ingatanku kembali melayang disaat aku masih muda dan tidak tahu apa
apa saat pertama masuk ke perusahaan milik Alm Hneri…Mr.Jimmy yang menggemblengku…ajarkanku
semua hal…tanamakan rasa percaya diri….ketegasan ….dan loyalitas.
Beberapa kata katanya juga
ajarannya masih sangat membekas di hatiku hingga saat ini…
- ADRIAN…SAYA MUNGKIN BOS DISINI…SAYA MUNGKIN
SEORANG ATASAN DISINI, TAPI SAYA BUKAN DEWA, MUNGKIN SAYA HANYA TAHU GARIS
BESARNYA DAN DETAILNYA MUNGKIN LEBIH TAHU YOU….JADI JIKA SAYA SALAH…KASIH TAHU
SAYA….DAN JIKA YOU SALAH…YOU MUST GENTLE AKUI KESALAHANMU…WITHOUT ANY HEART
FEELING…DENDAM ATAU KESAL
- YOU…ADRIAN…JANGAN TAKUT SLAAH DALAM BERBAHASA
INGGRIS DENGAN BUYER ATAU ORANG ASING…NOW I ASK YOU…SAYA TANYA KAMU…..KALO KAMU
DENGAR ORANG ASING TERBATA BATA BAHKAN TERDENGAR LUCU SAAT UCAPKAN “TERIMA
KASIH ATAU SELAMAT PAGI “ MISALNYA…YOU MAKLUM ATAU TIDAK…? MAKLUM KAN? KARENA
APA? KARENA YANG MEREKA UCAPKAN BUKAN BAHASA ASLI MEREKA, BEGITUPUN MEREKA SAAT
DENGAR YOU BERBAHASA INGGRIS ..JIKA MASIH ADA SALAH SALAH SEDIKIT, MEREKA AKAN
MAKLUM …YANG PENTING MAKSUDNYA MEREKA MENGERTI….LAIN KALO YOU SALAH DALAM
BERBAHASA INDONESIA…BAHASA ASLI YOU…ITU BARU STUPID ….MR JIMMY AKHIRI DENGAN
TAWANYA YANG KERAS WAKTU ITU
Api yang membakar kayu dan jasad
Mr.Jimmy semakin membesar, kesedihan para pelayat makin mendalam, aku diam tak
bergeming, ku katakana dalam hati
JIMMY…SEKARANG YOU SUDAH PERGI,
THANKS FOR EVERY THING
SEMOGA TENANG YOU DISANA
SETIDAKNYA….SAYA SUDAH BERIKAN
DAN BUKTIKAN LOYALITAS SAYA..
SAYA TINGGALKAN PERUSAHAAN YANG
BESAR DAN MEMILIH KEMBALI IKUT DENGAN YOU
SAMPAI DISISA AKHIR USIAMU….
SAYA GA MENYESAL JIMMY….KARENA
__ADS_1
YANG YOU AJARKAN SANGAT BERARTI UNTUK KEHIDUPAN SAYA..