CINTA DIBATAS HORIZON

CINTA DIBATAS HORIZON
Episode 24


__ADS_3

Setelah beristirahat sejenak,menghilangkan lelah selama 2 jam dipesawat, aku dan Ririn berjalan menyusuri


pusat pertokoan yang ada di Kuta. Menjelang sore kami lanjutkan ke pantai Kuta,katanya Sunset disana sangat indah.


Pantai Kuta sore itu lumayan padat dengan wisatawan asing dan juga dalam negeri, mungkin karena memang momen nya sedang liburan panjang setelah hari raya.


Aku dan Ririn mengambil tempat duduk agak jauh dari bibir pantai, menghindari para pengunjung yang hilir mudik


menikmati suasana pantai Kuta dan juga bermain air dan nikmati deburan ombak .


Sunset di di Pantai Kuta memang indah, pantas saja tujuan pertama para wisatawan di Bali adalah Kuta, baru


tempat tempat lainnya, yang tersebar di pulau dewata ini.


Aku dan Ririn duduk diatas pasir putih yang lembut , perlahan sang surya berwarna jingga tenggelam dibatas


horizon dikejauhan.


“Tempat favorit kamu di Jakarta juga ga kalah indahnya Adrian….” Ujar Ririn sambil menyandarkan pipinya di bahu


kiriku.

__ADS_1


“Kalau begitu, untuk apa kita jauh-jauh kemari ya?” balasku sambil tertawa


“Tapi kan disana ga ada pasir nya …..” ucap Ririn lagi


“Ya sudah ….nanti kalo kita ke tempat favoritku lagi…sebelum sampai… kita mampir ke toko material dulu…beli


pasir…” balasku lagi disambung gelak tawaku


“Adrian….” Ucap Ririn lembut seraya menatap wajahku


“Ya…?” jawabku...


“Jadikan aku cinta terakhirmu……”Ucap Ririn lagi sambil menatap dan menggenggam jemariku. Mata kami saling


Keesokan harinya, dan hari hari selanjutnya selama kami di Bali, sejak pagi kami diantar ke beberapa tempat


yang indah di Bali dan juga tempat tempat yang memiliki nilai histori ataupun sejarah disana, beruntung supir yang kami sewa adalah penduduk asli Bali, sehingga dia sangat faham area Bali dan juga dapat menceritakan histori dari


setiap tempat yang kami kunjungi. Danau Beratan Bedugul, Tirta Empul, Istana Tampak Siring,Kintamani,dan juga pasar tradisional sukowati untuk kami membeli oleh –oleh saat kami kembali ke Jakarta nanti.


Waktu terasa bergulir lebih cepat, kami sudah harus kembali lagi ke Jakarta untuk beraktivitas seperti

__ADS_1


biasa, kembali dengan hiruk pikuk kota Jakarta dan segala kesibukannya. Bali memang punya daya magnet tersendiri bagi tiap orang yang mengunjunginya, entah kenapa, kita merasa lebih rileks dan enggan beranjak pergi dari Pulau yang punya julukan Pulau Dewata ini.


Lamanya cuti bersama membuat aku dan juga para karyawan sedikit malas melihat tumpukan pekerjaan yang menggunung dimeja, hari itu aku hanya membuka email yang masuk sambil sesekali mengobrol dengan rekan kerja, hari hari saat kami libur cuti bersama.


Kulihat beberapa email dari rekanan perusahaanku, juga para supplier perusahaanku diluar negeri, namun aku


lebih tertarik melihat email dari Debby Lam terlebih dahulu.


Dalam emailnya kali ini Debby bercerita banyak tentang keluarganya, dan dia juga sertakan foto foto dia saat


sedang beraktivitas dan juga menjalani hari harinya di Hongkong sana.


Tiba tiba saja Anton teman sekerjaku sudah ada dibelakangku saat aku membuka dan melihat foto Debby. “ini


bukannya tamu buyer perusahaan kita wkatu itu Adrian? …wah…selain urusan pekerjaan ternyata diam diam lu ada affair ya? “ ucap Anton sambil tertawa terbahak bahak, para staff yang lain menatap kami berdua dengan tatapan penuh selidik.


“Huss….ngaco lu Ton….gw berteman aja…lagian jarang jarang bisa punya teman orang luar negeri..” jawabku santai.


“Yaelah Adrian….sekalian aja lu pacarin….hitung-hitung perbaikan ekonomi dan keturunan..” balas Anton lagi


sambil tertawa terbahak bahak.

__ADS_1


“Gila lu….gw harus kursus bahasa mandarin dan belajar kungfu kalo mau gitu…” aku ikut tertawa.


__ADS_2