CINTA DIBATAS HORIZON

CINTA DIBATAS HORIZON
Episode 31


__ADS_3

Akupun kembali ke Jakarta beberapa hari kemudian, ku bangun hatiku yang membeku menjadi gunung es yang


kutumpuk perlahan menjulang tinggi. Kularutkan diriku dalam pekerjaan lebih gila dari sebelumnya. Aku berangkat sangat pagi dan kembali setelah larut, sekaligus maksudku agar menghindari dan bertemu Ririn yang datang kerumah. Ku bingkai amarah…benci dan ketakpercayaanku akan cinta.


Ku untai hari hariku dengan jiwa kosongku, saat Sisca pergi terasa sakit dan butuh waktu lama untuk sembuh,


kegagalan  membangun Istana dengan Ita…cukup buatku trauma untuk menerima cinta…sampai akhirnya luluh dengan kesungguhan hati yang kulihat dari Ririn….namun itupun berakhir luka, hanya saja kali ini tidak mudah bagiku…karena angan dan mimpi yang sudah terlanjur ku bangun….dan setiapkali aku merapihkan rumah yang kubeli pada setiap akhir minggu….ada rasa perih walau hatiku kini sudah membeku.


DEAR ADRIAN…


FORGIVE ME FOR NOT REPLY YOUR MAIL IN LONG TIME..


I’VE BEEN AT HOSPITAL FOR COUPLE WEEKS TO CURE MY DISEASE


I ALREADY READ ALL YOUR STORY…


I KNOW YOUR HEART WILL FREEZE…CAUSE I ALSO LIKE YOU


NOW YOU AND ME DON’T TRUST ABOUT LOVE ISN’T IT?


ADRIAN…DOCTOR SAID THAT I HAVE TO REST IN LONG TIME FOR MY RECOVERY


SO I DECIDE FOR TEMPORARY MOVE TO INDONESIA  COUPLE MONTHS , AND JUST


MONITORING SEVERAL INDONESIA FACTORY THAT RUNNING MY COMPANY ORDER, SO I HAVE


MANY TIME FOR REST AND NOT TOO BUSY LIKE HERE AT HONGKONG THAT I”VE BEEN DOING


EVERYDAY.


WOULD YOU ACCOMPANY ME? DURING I AM IN INDONESIA?


MY COMPANY WILL RENT ME APPARTEMENT AT JAKARTA FOR ME TO STAY


SEE YOU SOON ADRIAN…


DEBBY.L


(Hai Adrian…

__ADS_1


Maafkan aku tidak membalas email mu dalam waktu lama, aku di rumah sakit beberapa minggu untuk menyembuhkan penyakitku…aku sudah membaca semua ceritamu…aku tahu sekarang hatimu akan membeku….karena aku juga begitu….sekarang kamu dan aku tidak percaya cinta kan?


Adrian…Dokter mengatakan bahwa aku harus beristirahat dalam waktu lama untuk kesembuhanku, maka aku memutuskan untuk pindah sementara ke Indonesia beberapa bulan,dan aku hanya memonitor


beberapa pabrik di Indonesia yang menjalankan order dari perusahaanku. Sehingga aku banyak waktu untuk beristirahat dan tidak terlalu sibuk seperti di sini, di Hongkong, seperti yang aku lakukan setiap hari


Maukah kamu menemaniku selama aku di Indonesia?


Perusahaanku akan menyewa apartemen untuk tempat tinggalku di Jakarta


Sampai Jumpa secepatnya Adrian…


Debby L)


Siang itu ku baca email balasan dari Debby, Disaat rapuh seperti ini aku memang perlu teman untuk menguatkan,


dan ternyata Debbypun begitu…kami dua orang yang sudah tak percaya lagi cinta


dan terluka. Kubalas email Debby dan katakana bahwa aku sangat senang dan


bersedia menemaninya selama dia di Indonesia.


Dua hari berselang, Debby lewat emailnya menyebutkan nama sebuah apartemen di bilangan kuningan Jakarta, aku membantunya mengurus administrasi yang perlu di kantor pengelola apartemen, juga membantu persiapkan barang barang untuk keperluan Debby, selain segala fasilatas dan barang yang sudah disediakan pihak apartemen. Termasuk penyewaan sebuah mobil dari perusahaan untuk aktivitas Debby sehari-hari.


Hatta. Kulihat layar jdawal penerbangan keberangkatan dan kedatangan, ku lihat Flight Number/Nomor Penerbangan pesawat yang ditumpangi Debby tidak mengalami delay dan on schedule. Seetengah jam kemudian kulihat status pesawat Debby “LANDING”….aku bergegas menuju pintu keluar para penumpang, bergabung dengan penjemput-penjemput lainnya.


Kulihat Debby melambaikan tangan


ke arahku sambil menraik sebuah Travel Bag besar, kujabat tangannya dan ku


ambil alih Travel bag tersebut untuk kubawa, Debby tetap sama seperti saat


datang ke Indonesia dulu, wanita bermata sipit khas wanita mandarin/oriental, tubuh


yang langsing dan tinggi berkulit putih. Namun kali ini wajahnya terlihat lelah


dan dan sedikit pucat, mungkin karena penyakitnya belum sembuh total dan juga


setelah dirawat cukup lama dirumah sakit.

__ADS_1


“Adrian…thank for everything….you already handle all that I have to do , before I come here…(Terima kasih untuk


segalanya Adrian…kamu sudah mengatur semua yang harus kulakukan sebelum aku


datang kesini)” ucap Debby sambil menatap kearahku yang sedang menyetir.


“No Problem Debby….I am glad could help you….and Debby..you will be here for long time about couple months,


do you want learn Indonesia Languange?If you want…I will teach you..(Ga masalah Debby..Aku senang dapat membantumu…dan Debby…kamu akan lama disini ..kira kira beberapa bulan,apakah kamu mau belajar bahasa Indonesia? Aku akan ajarkan kamu kalo kamu mau” ucapku sambil tertawa kecil


“Really? Yes Adrian…I really want to learn…(sungguh? Ya Adrian….aku sungguh ingin belajar)” ucap Debby dengan mata berbinar binar.


Kuparkir mobil dibasement apartemen tempat Debby, kami berdua masuk ke dalam lift dan ku tekan nomor  lantai tempat apartemen Debby, sambil ku beritahukan dia untuk mengingat nomor lantai dan kamar apartemennya.


“Are you hungry Debby?” tanyaku pada Debby saat dia sedang meregangkan tubuh lelahnya di sofa apartemen.  “I don’t know what you like to eat, so I just buy Spaghetti and Pizza….” Lanjutku lagi sambil membawa makanan ke meja kecil didepannya.


“Wow..thank you so much Adrian…you like could read my mind(Wow..Terima kasih banyak Adrian..kamu seperti


bisa membaca pikiranku saja)” jawab Debby sambil tersenyum,


Setelah Debby menyantap makanan yang kusediakan, ku tarik tangannya untuk mengikutiku. ..


“Now….this is your work room Debby…..tell me if any less for your work activity…(Sekarang …ini adalah ruang


kerjamu Debby…kasih tau aku jika ada yang kurang untuk aktivitas kerjamu..)”


jelasku sambil memperlihatkan ruangan kerjanya yang sudah kuatur sedemikian


rupa.


“Oh My God….you prepare everything with detail Adrian…it’s perfect…..thank you….(Oh Tuhan , kamu


siapkan segalanya dengan detail Adrian…..ini sempurna…terima kasih” ujar Debby takjub lalu mencium pipiku.


Hatiku yang beku….lukaku yang kuismpan….sedikit terlupakan dan terobati dengan kehadiran Debby…tak ada


hubungan khusus diantara kami, karena kami dua orang yang sudah rasakan pahit dan luka karena sebuah kata sederhana…”CINTA”…


Hari hari kami berdua lewati dengan bercanda…saling bercerita dan berbagi, jika selama ini hanya lewat

__ADS_1


email, sekarang kami dapat ucapkan langsung kapan saja kami mau. Pelan pelan Debby ku ajari bahasa Indonesia, dan walau seringkali masih salah dalam pengucapan, tapi dia sudah mulai lancar mengucapkan dan juga mengerti sedikit sedikit …bahasa Indonesia yang diucapkan orang lain.


Aku juga kagum dengan kepribadian Debby , walau kami dekat, sikap dia professional dan tidak mencampur adukkan urusan pribadi dengan pekerjaan, pun saat dia harus berkunjung ke pabrik perusahaanku ataupun aku menemaninya sesekali ke perusahaan perusahaan lain yang letaknya gaak jauh dari Jakarta, dia tidak perlihatkan kedekatannya denganku.


__ADS_2