CINTA DIBATAS HORIZON

CINTA DIBATAS HORIZON
TRANSAKSI HATI


__ADS_3

“Hallo Adrian….bisa jemput aku di


cengkareng dan antar ke Bandara ga? Kalau ga bisa gpp…aku naik taxi aja “ Ucap


Miehwa di telpon, saat itu memang aku sedang tidak ada job dari para customer.


“Oke…aku kesana mei…..” Balasku


sambil bersiap siap


“Ko…nanti kalau tidak ada telpon


dari customer, kamu pulang dan tutup ruko aja ya?” ujarku pada Handoko sebelum


aku naik ke mobil


“Siap Pak….” Balas Handoko sambil


nyengir nyengir, pasti saat aku bicara dia sedang saling WA dengan cewek.


“Adrian….antar aku ke hotel yang


dekat bandara kemarin ya?” Ucap Meihwa di dalam mobil


“Lho…memang pesawat kamu jam


berapa mei?” balasku sambil memperhatikan jalan


“Besok pagi….aku mau istirahat


sebelum kembali ke Belitung…kamu kan sudah aku ceritain kalo di cengkareng itu


ramai dan banyak keponakan…ga bisa istirahat…”


“Oh ok…siap bu bos…” Meihwa


tertawa mendengarnya


Aku membantu Meihwa membawa


travel bag serta beberapa barang bawaannya yang lain, mungkin untuk oleh oleh


dari Jakarta untuk keluarga di Belitung.


Kamar yang di pesan Meihwa cukup


besar dan lumayan mewah…terdapat ruang tamu tersendiri selain kamar tidur


dengan kamar mandi dan bath up di dalamnya.


“Wah….nyaman kamar hotel ini


Mei…cocok kamu kalo mau beristirahat disini sebelum pulang….” Ucapku smabil


melihat sekeliling


“Iya…dan pihak Hotel juga


menyediakan fasilitas kendaraan untuk antar aku ke terminal airport…” Ujar


Meihwa sambil menaruh barang bawaanya di dalam lemari kamarnya.


Aku menyalakan Televisi diruang


tamu dan menyalakan rokokku sambil membuka sebuah botol minuman air mineral


yang disediakan Hotel.


Meihwa ikut duduk disampingku dan


menyalakan rokoknya…” kamu ga buru buru kan Adrian? Santai dan ngobrol dulu ya?


Masih siang…iseng aku sendirian…”


“Ok Mei….aku buat kopi ya? Kamu


mau?” Ujarku smabil beridiri dan menuju tempat pemanas air minum dan tempat


kopi dan the fasilitas kamar hotel. Meihwa mengangguk mengiyakan.


“Adrian….No rekening kamu berapa


sih? WA ke aku ya?”….tiba tiba Meihwa menanyakan nomor rekening padaku


“Eh…ada apa kamu nanya no


rekening? Aku antar kamu sukarela dan karena sudah berjanji waktu di batam dulu


kan Mei…?” ucapku sambil duduk dan membawa dua cangkir kopi panas


“Iya tahu….bukan maksud


merendahkanmu….tapi aku tahu kondisi usaha mu lagi ga seperti dulu….jadi jangan


tersinggung….kamu kan tahu aku selalu to the point dan blak blak an kalo bicara


dari awal kita ketemu…” ujar Meihwa


“Iya….iyaaa…memang ibu satu ini


kalo sudah ada maunya…ga bisa dibantah…” balasku sambil tertawa lalu mengetik


di telponku

__ADS_1


“Adrian….aku mau nanya sama


kamu….aku sudah sekian lama sendirian….begitu juga kamu…aku juga sudah tidak


tahu apa itu cinta dan aku rasa ..aku sudah tak memikirkannya dan juga mungkin


sudah tak butuh itu….tapi yang aku mau tanya…apa kamu sering merasa kesepian


dan butuh seseorang..?” ucap Meihwa sedikit serius seraya menatap ke arahku


“Hmmmm…maksudmu? Seseorang tempat


kamu bermanja dan memperhatikanmu…dan…ummm maaf…kebutuhan biologis?” Ujarku


“Yup…smart man….” Balas Meihwa


dengan tawa kecilnya


“Tapi apa mungkin semua itu bisa


tanpa hati Mei…? “ aku mengepulkan asap rokokku


“Aku rasa bisa….dari banyak yang


ku temui…banyak kok laki laki yang lakukan itu hanya untuk kesenangan dan tanpa


embel embel hati apalagi cinta?” sahut Meihwa


“Ohh…begitu ya? Dan saat


kesenangan itu sudah berakhir…berakhir juga hubungan mereka dan kembali mencari


kesenangan lain?” Ucapku sambil ku tatap mata Meihwa


Lalu Meihwa berdiri di depanku,


“Look at me Adrian….menurutmu aku sudah tua dan ga menarik ya?”


“Mei….aku laki laki


biasa…..normal…..dan kalau kamu mau minta pendapatku….kamu masih menarik…Cantik


….sexy…..bisnis woman yang berhasil….tapi kamu jangan asal jatuh ke pelukan


laki laki yang hanya liat penampilan luarmu…tapi juga hatimu….” Jawabku


Meihwa berjalan mengitariku dan


berdiri dibelakang tempatku duduk, lalu tiba tiba dia merangkul leherku dan


memelukku dari arah belakang seraya berbisik…” Kamu sudah kenalku lama walau


jarak jauh….aku sedikit banyak sudah tahu semua tentang perjalanan hidupmu….begitu


juga kamu tahu semua tentangku….dan kamu berbeda….tidak pernah kamu utarakan


lama aku tidak perduli soal cinta….semua aku lihat dari sudut pandang bisnis


….karena aku sudah tidak tahu cinta itu apa dan tidak lagi butuh atau


merasakannya…sekarang gini….kamu mau nikahi aku ? ga perlu semua orang


tahu….aku tetap di Belitung dan kamu tetap disini….aku hanya perlu orang untuk


bertukar pikiran dan dampingi jalan hidupku….sebagai imbalannya….aku akan bantu


permodalan usahamu agar kembali bangkit dan besar kembali….bagaimana?”


Aku terhenyak dan terkejut


mendengar pernyataan Meihwa, aku tahu dia orang yang to the point dan blak blak


an jika bicara, namun aku tidak pernah menyangka jika dia sampai bicara sooal


hal ini…


“Nikah Mei…? “ ucapku sambil


menatap Meihwa lekat lekat


“Yup…..ga perlu ramai atau resmi


juga its OK….nikah siri juga gpp….karena kamu bilang tadi jangan hanya untuk


kesenangan sesaat kan?” Ujar Meihwa


“Mati aku…senjata makan tuan…..”


umpatku dalam hati


“Aku boleh minta waktu untuk


berpikir?.....lalu anak anakmu?” ucapku lagi


“Mereka ga perlu tau la….yang


mereka perlu tahu kamu hanya teman dekatku….urusan ini hanya kamu dan aku yang


tahu…” Imbuh Meihwa


“Baik…tapi aku minta waktu


memikirkannya ya Mei…?” Jawabku

__ADS_1


Malam itu aku tak bisa


tidur….kupikirkan semua perkataan Meihwa, aku sangat ingin usahaku kembali


bangkit scecepatnya bahkan lebih besar dari sebelumnya, dan juga aku ingin


segala yang terbaik untuk buah hatiku Clara dan Calista….tapi apa aku harus


abaikan prinsipku selama ini? Bahwa aku orang yang selalu ikuti naluri dan kata


hati? Tidak melihat dari materi atau semata ego ke laki lakianku?


Tapi semua datang dari mulut


Meihwa, bukan mauku…bukan inginku….


Dan pernikahan yang diinginkan


Meihwa juga bukan pernikahan normal seperti kebanyakan orang, dan hanya kami


berdua yang tahu…apa rugiku? Suara ego bergaung di dalam hatiku


“Bos….PT.ARTHA PERSADA kemarin


ada telpon….soal penawaran kita untuk project mereka di Bulungan Kalimantan


Utara, soal rate kita mereka Ok…hanya term pembayarannya saja yang mereka minta


saya bicarakan sama bapak…” Ucap Handoko pagi itu di kantor.


Mataku berbinar mendengarnya,


karena nilai project pengirimannya sangat lumayan termasuk keuntungan yang akan


di dapat perusahaanku.


“Mereka minta term pembayaranya


seperti apa Ko…?” tanyaku


“Mereka minta dua minggu setelah


semua material diterima di lokasi proyek bos…Invoice atau tagihan dapat di


submit setelah material project berangkat dari gudang mereka…jika ok …mereka


minta dihubungi untuk proses PO atau SPK pak” jelas Handoko lagi


“Fuuuh…berarti kita harus punya


modal untuk handle pengiriman material mereka sampai diterima di lokasi proyek


mereka…ok…saya pikirkan dulu sebentar Ko…” Ujarku


Aku tengah melamun memikirkan


bagaimana cara ku mengatasi permasalahan job yang ada didepan mata ini, ketika


tiba tiba telponku berbunyi tanda ada pesan masuk.


“Meihwa….” Gumamku


GIMANA ? SUDAH DIPIKIRKAN BELUM…?


JANGAN KELAMAAN NANTI AKU BERUBAH PIKIRAN LHO…


Isi pesan Meihwa kubaca berulang


kali


BAIK MEI…SEBENARNYA INI BUKAN


DIRIKU…TAPI AKU AKAN MENCOBA JUGA MENJADI SEPERTIMU..MELIHAT DARI SUDUT PANDANG


BISNIS WALAU TERDENGAR GILA…AKU JUGA JUJUR SEDANG BUTUH UNTUK PROJECT PEKERJAAN


YANG AKAN KU TERIMA….


Ku balas pesan Meihwa,


 masa bodoh …lagi pula aku sudah tidak punya


cinta lagi di hatiku, hanya ini sementara jalan keluar untuk usahaku, dan yang


menginginkan hal ini juga si wanitanya. Batinku mencoba membenarkan keputusanku


NAH GITU DONG….AKU AKAN PESANKAN


TIKET PESAWAT PP KE BELITUNG UNTUK LUSA, DAN KAMU SEBUTKAN NOMINAL KEBUTUHANMU


UNTUK PEKERJAAN YANG AKAN KAMU TERIMA


Kembali pesan whatsapp dari


Meihwa ku terima


“Handoko….hubungi


PT.ARTHA….bilang ke mereka kita bersedia dengan term pembayaran yang mereka


inginkan…” Handoko terlihat senang karena dia tahu, dengan jalannya proyek ini


dia akan travling ke luar pulau dan juga perbaikan keuangan perusahaan kami,

__ADS_1


walau pasti dalam hatinya dia akan bingung dari mana aku mendapatkan sumber


permodalannya.


__ADS_2