
“Hallo Adrian….bisa jemput aku di
cengkareng dan antar ke Bandara ga? Kalau ga bisa gpp…aku naik taxi aja “ Ucap
Miehwa di telpon, saat itu memang aku sedang tidak ada job dari para customer.
“Oke…aku kesana mei…..” Balasku
sambil bersiap siap
“Ko…nanti kalau tidak ada telpon
dari customer, kamu pulang dan tutup ruko aja ya?” ujarku pada Handoko sebelum
aku naik ke mobil
“Siap Pak….” Balas Handoko sambil
nyengir nyengir, pasti saat aku bicara dia sedang saling WA dengan cewek.
“Adrian….antar aku ke hotel yang
dekat bandara kemarin ya?” Ucap Meihwa di dalam mobil
“Lho…memang pesawat kamu jam
berapa mei?” balasku sambil memperhatikan jalan
“Besok pagi….aku mau istirahat
sebelum kembali ke Belitung…kamu kan sudah aku ceritain kalo di cengkareng itu
ramai dan banyak keponakan…ga bisa istirahat…”
“Oh ok…siap bu bos…” Meihwa
tertawa mendengarnya
Aku membantu Meihwa membawa
travel bag serta beberapa barang bawaannya yang lain, mungkin untuk oleh oleh
dari Jakarta untuk keluarga di Belitung.
Kamar yang di pesan Meihwa cukup
besar dan lumayan mewah…terdapat ruang tamu tersendiri selain kamar tidur
dengan kamar mandi dan bath up di dalamnya.
“Wah….nyaman kamar hotel ini
Mei…cocok kamu kalo mau beristirahat disini sebelum pulang….” Ucapku smabil
melihat sekeliling
“Iya…dan pihak Hotel juga
menyediakan fasilitas kendaraan untuk antar aku ke terminal airport…” Ujar
Meihwa sambil menaruh barang bawaanya di dalam lemari kamarnya.
Aku menyalakan Televisi diruang
tamu dan menyalakan rokokku sambil membuka sebuah botol minuman air mineral
yang disediakan Hotel.
Meihwa ikut duduk disampingku dan
menyalakan rokoknya…” kamu ga buru buru kan Adrian? Santai dan ngobrol dulu ya?
Masih siang…iseng aku sendirian…”
“Ok Mei….aku buat kopi ya? Kamu
mau?” Ujarku smabil beridiri dan menuju tempat pemanas air minum dan tempat
kopi dan the fasilitas kamar hotel. Meihwa mengangguk mengiyakan.
“Adrian….No rekening kamu berapa
sih? WA ke aku ya?”….tiba tiba Meihwa menanyakan nomor rekening padaku
“Eh…ada apa kamu nanya no
rekening? Aku antar kamu sukarela dan karena sudah berjanji waktu di batam dulu
kan Mei…?” ucapku sambil duduk dan membawa dua cangkir kopi panas
“Iya tahu….bukan maksud
merendahkanmu….tapi aku tahu kondisi usaha mu lagi ga seperti dulu….jadi jangan
tersinggung….kamu kan tahu aku selalu to the point dan blak blak an kalo bicara
dari awal kita ketemu…” ujar Meihwa
“Iya….iyaaa…memang ibu satu ini
kalo sudah ada maunya…ga bisa dibantah…” balasku sambil tertawa lalu mengetik
di telponku
__ADS_1
“Adrian….aku mau nanya sama
kamu….aku sudah sekian lama sendirian….begitu juga kamu…aku juga sudah tidak
tahu apa itu cinta dan aku rasa ..aku sudah tak memikirkannya dan juga mungkin
sudah tak butuh itu….tapi yang aku mau tanya…apa kamu sering merasa kesepian
dan butuh seseorang..?” ucap Meihwa sedikit serius seraya menatap ke arahku
“Hmmmm…maksudmu? Seseorang tempat
kamu bermanja dan memperhatikanmu…dan…ummm maaf…kebutuhan biologis?” Ujarku
“Yup…smart man….” Balas Meihwa
dengan tawa kecilnya
“Tapi apa mungkin semua itu bisa
tanpa hati Mei…? “ aku mengepulkan asap rokokku
“Aku rasa bisa….dari banyak yang
ku temui…banyak kok laki laki yang lakukan itu hanya untuk kesenangan dan tanpa
embel embel hati apalagi cinta?” sahut Meihwa
“Ohh…begitu ya? Dan saat
kesenangan itu sudah berakhir…berakhir juga hubungan mereka dan kembali mencari
kesenangan lain?” Ucapku sambil ku tatap mata Meihwa
Lalu Meihwa berdiri di depanku,
“Look at me Adrian….menurutmu aku sudah tua dan ga menarik ya?”
“Mei….aku laki laki
biasa…..normal…..dan kalau kamu mau minta pendapatku….kamu masih menarik…Cantik
….sexy…..bisnis woman yang berhasil….tapi kamu jangan asal jatuh ke pelukan
laki laki yang hanya liat penampilan luarmu…tapi juga hatimu….” Jawabku
Meihwa berjalan mengitariku dan
berdiri dibelakang tempatku duduk, lalu tiba tiba dia merangkul leherku dan
memelukku dari arah belakang seraya berbisik…” Kamu sudah kenalku lama walau
jarak jauh….aku sedikit banyak sudah tahu semua tentang perjalanan hidupmu….begitu
juga kamu tahu semua tentangku….dan kamu berbeda….tidak pernah kamu utarakan
lama aku tidak perduli soal cinta….semua aku lihat dari sudut pandang bisnis
….karena aku sudah tidak tahu cinta itu apa dan tidak lagi butuh atau
merasakannya…sekarang gini….kamu mau nikahi aku ? ga perlu semua orang
tahu….aku tetap di Belitung dan kamu tetap disini….aku hanya perlu orang untuk
bertukar pikiran dan dampingi jalan hidupku….sebagai imbalannya….aku akan bantu
permodalan usahamu agar kembali bangkit dan besar kembali….bagaimana?”
Aku terhenyak dan terkejut
mendengar pernyataan Meihwa, aku tahu dia orang yang to the point dan blak blak
an jika bicara, namun aku tidak pernah menyangka jika dia sampai bicara sooal
hal ini…
“Nikah Mei…? “ ucapku sambil
menatap Meihwa lekat lekat
“Yup…..ga perlu ramai atau resmi
juga its OK….nikah siri juga gpp….karena kamu bilang tadi jangan hanya untuk
kesenangan sesaat kan?” Ujar Meihwa
“Mati aku…senjata makan tuan…..”
umpatku dalam hati
“Aku boleh minta waktu untuk
berpikir?.....lalu anak anakmu?” ucapku lagi
“Mereka ga perlu tau la….yang
mereka perlu tahu kamu hanya teman dekatku….urusan ini hanya kamu dan aku yang
tahu…” Imbuh Meihwa
“Baik…tapi aku minta waktu
memikirkannya ya Mei…?” Jawabku
__ADS_1
Malam itu aku tak bisa
tidur….kupikirkan semua perkataan Meihwa, aku sangat ingin usahaku kembali
bangkit scecepatnya bahkan lebih besar dari sebelumnya, dan juga aku ingin
segala yang terbaik untuk buah hatiku Clara dan Calista….tapi apa aku harus
abaikan prinsipku selama ini? Bahwa aku orang yang selalu ikuti naluri dan kata
hati? Tidak melihat dari materi atau semata ego ke laki lakianku?
Tapi semua datang dari mulut
Meihwa, bukan mauku…bukan inginku….
Dan pernikahan yang diinginkan
Meihwa juga bukan pernikahan normal seperti kebanyakan orang, dan hanya kami
berdua yang tahu…apa rugiku? Suara ego bergaung di dalam hatiku
“Bos….PT.ARTHA PERSADA kemarin
ada telpon….soal penawaran kita untuk project mereka di Bulungan Kalimantan
Utara, soal rate kita mereka Ok…hanya term pembayarannya saja yang mereka minta
saya bicarakan sama bapak…” Ucap Handoko pagi itu di kantor.
Mataku berbinar mendengarnya,
karena nilai project pengirimannya sangat lumayan termasuk keuntungan yang akan
di dapat perusahaanku.
“Mereka minta term pembayaranya
seperti apa Ko…?” tanyaku
“Mereka minta dua minggu setelah
semua material diterima di lokasi proyek bos…Invoice atau tagihan dapat di
submit setelah material project berangkat dari gudang mereka…jika ok …mereka
minta dihubungi untuk proses PO atau SPK pak” jelas Handoko lagi
“Fuuuh…berarti kita harus punya
modal untuk handle pengiriman material mereka sampai diterima di lokasi proyek
mereka…ok…saya pikirkan dulu sebentar Ko…” Ujarku
Aku tengah melamun memikirkan
bagaimana cara ku mengatasi permasalahan job yang ada didepan mata ini, ketika
tiba tiba telponku berbunyi tanda ada pesan masuk.
“Meihwa….” Gumamku
GIMANA ? SUDAH DIPIKIRKAN BELUM…?
JANGAN KELAMAAN NANTI AKU BERUBAH PIKIRAN LHO…
Isi pesan Meihwa kubaca berulang
kali
BAIK MEI…SEBENARNYA INI BUKAN
DIRIKU…TAPI AKU AKAN MENCOBA JUGA MENJADI SEPERTIMU..MELIHAT DARI SUDUT PANDANG
BISNIS WALAU TERDENGAR GILA…AKU JUGA JUJUR SEDANG BUTUH UNTUK PROJECT PEKERJAAN
YANG AKAN KU TERIMA….
Ku balas pesan Meihwa,
masa bodoh …lagi pula aku sudah tidak punya
cinta lagi di hatiku, hanya ini sementara jalan keluar untuk usahaku, dan yang
menginginkan hal ini juga si wanitanya. Batinku mencoba membenarkan keputusanku
NAH GITU DONG….AKU AKAN PESANKAN
TIKET PESAWAT PP KE BELITUNG UNTUK LUSA, DAN KAMU SEBUTKAN NOMINAL KEBUTUHANMU
UNTUK PEKERJAAN YANG AKAN KAMU TERIMA
Kembali pesan whatsapp dari
Meihwa ku terima
“Handoko….hubungi
PT.ARTHA….bilang ke mereka kita bersedia dengan term pembayaran yang mereka
inginkan…” Handoko terlihat senang karena dia tahu, dengan jalannya proyek ini
dia akan travling ke luar pulau dan juga perbaikan keuangan perusahaan kami,
__ADS_1
walau pasti dalam hatinya dia akan bingung dari mana aku mendapatkan sumber
permodalannya.