
“Adrian….kamu sudah lumayan lama hidup sendiri….kamu butuh
pendamping…apalagi anak anak…Clara dan Calista butuh figur seorang ibu….mama
dan papa tidak keberatan jika kamu ingin menikah lagi….” Ucap mamanya Ita malam
itu sesaat setelah kami makan malam dirumahku.
“Iya ma…pa….Adrian akan menikah
lagi….tapi nanti…dengan seseorang yang memang sudah ditakdirkan jadi pendamping
hidup Adrian dan anak anak….” Balasku seraya tersenyum kearah mereka
“Baiklah….kami doa kan…semoga
kamu segera menemukan wanita itu ya…? Mama kasihan dengan anak anak…”
Pagi itu aku bangun agak
siang….entah kenapa badanku terasa begitu lelah tidak seperti biasanya, kalau
saja telpon genggamku tak berbunyi mungkin aku masih saja terlelap di tempat
tidur.
“Pak….ada tamu....kira kira tiba
lima menit yang lalu….” Ucap Handoko staffku
“Oh…kamu ga tanya namanya?”
balasku
“Ngga pak…tapi cewek….mungkin
calon customer pak….” Ujar Handoko lagi
“Oh ok….saya segera kesana…suruh
tunggu dan kasih minum ya ko?” ucapku sambil segera ke kamar mandi…
Kulihat mobil sedan terparkir
didepan kantorku, segera aku bergegas turun dari mobilku dan menuju pintu
kantor..
“Maaf saya terlambat…….Rey…?” ku
hentikan ucapanku saat kulihat Reyni duduk di sofa ruang biasa ku menerima
tamu, Reyni tak bicara …hanya menatap penuh arti ke arahku…seakan berjuta kata
yang akan diucapkannya kepadaku tertahan di dalam dadanya.
“Kamu sibuk…?” ucap Rey
lembut…aku hanya menjawabnya dengan gelengan kepala
“Kalau ga sibuk bisa kita bicara
diluar kantor?…pakai mobilku saja..?” Ujarnya lagi sambil berdiri dari sofa,
aku membalasnya dengan anggukan .
“Ko…saya keluar sebentar, tapi
jika jam pulang kerja saya belum kembali…kamu dan yang lain tutup kantor saja dan mobil kamu bawa ke
rumah ya?...” ucapku pada Handoko
“Siap pak….”
“Mau kemana kita Rey….?” Ucapku
sambil menyetir mobil Reyni…
Reyni menunjuk Swiss Bell Hotel
yang tak jauh dari kantorku, tempat aku menemui Herman suaminya beberapa waktu
yang lalu. Aku tak banyak bicara dan bertanya….bahkan saat kami memasuki kamar
yang dipesannya…aku tahu alasan Rey, pasti dia ingin tempat privasi untuk
bicara dan utarakan semua uneg uneg dan isi hatinya.
Reyni langsung memeluk tubuhku
erat dan diringi tangisnya yang meledak…
“Sesulit itukah kamu ucapkan cinta
padaku ?.....sejahat itukah kamu biarkan diriku jalani hidupku tanpa
kebahagiaan dan hal yang ku inginkan…?” ucap Rey disela tangisnya
Aku hanya bisa membelai lembut
rambutnya…..kalau saja dia tahu apa yang kurasakan….
“Rey…..aku tahu apa isi hatimu….kamu
pun aku rasa tahu apa kata hatiku….tapi sekarang kamu harus lihat realita….kamu
milik orang lain sekarang…” Ucapku smabil berusaha melepaskan pelukannya, namun
Reyni makin erat memelukku
“Aku sudah bercerai dari Mas
Herman…..Mas Herman juga bercerita apa yang kalian bicarakan saat bertemu….aku
juga sudah dengar semua cerita dari
keluargaku…kedatanganmu….kekhawatiranmu….transfusi darahmu kedalam
tubuhku….tatap mataku sekarang dan aku ingin dengar apa kata hatimu dari
mulutmu….”
Kutatap wajah Rey….kuselami Kedua
bola matanya…..sinar cinta dimatanya membuat hatiku meleleh seketika, rasa yang
selama ini coba ku kubur dalam dalam dan kubuang jauh jauh agar tak menyiksaku,
kini tak bisa kusingkirkan lagi….
“Aku mencintaimu Rey….aku
menginginkanmu……” kini aku yang memeluk erat tubuhnya…”aku cinta kamu Rey…..”
bisikku ditelinganya
“Aku juga Adrian….aku sangat
mencntaimu…..walau aku jalani hidup dengan Herman…jauh dalam lubuk hatiku…aku
berharap suatu hari berakhir dan aku dapat lari kembali kepelukanmu….”
“Rey….aku ga mau kehilangan kamu
__ADS_1
lagi….aku ga mau kehilangan orang yang kucintai lagi…hidup denganku
Rey….dampingi jalan hidupku….selain Lisa dan Meysa…jadi ibu dari anak
anakku…kamu mau Rey…?” ucapku sambil menatap lekat lekat wajah Rey…
“Aku mau Adrian…..aku sangat
mau….tapi….wanita yang dibilang Herman…? Yang menikah denganmu..?”
“Aku menikah siri dengannya
Rey….dan dia sudah kembali dengan mantan suaminya…sekarang dia sudah kembali
menjadi keluarga yang utuh seperti semula….” Kulihat sorot bahagia dan haru di mata indah milik Rey…ku cium lembut
bibirnya dan Rey pun membalas nya dengan segenap kelembutan dan kerinduan
hatinya.
“Jadi cinta terakhirku Rey……”
ucapku dengan tatapan penuh cinta ….
“Kau akan jadi laki laki terakhir
disisa hidupku Adrian…..aku dan seluruh hidupku….akan jadi milikmu seutuhnya….”
“Kalau kamu ga keberatan…makam
Ita tidak jauh dari sini….kamu mau temaniku kesana?” Ucapku lagi
Reyni mengangguk
Kami bergandengan tangan memasuki
area pemakaman, setelah sebelumnya kami beli sekeranjang bunga….
Aku dan Rey bersimpuh di pusara
Ita…
“Bunda….hari ini ayah ajak Reyni
kesini….Reyni akan jadi ibu dari Clara dan Calista serta dampingi ayah jalani
hidup di sisa usia ayah….” Aku mengusap batu nisan Ita
“Ita…maafkan aku ….aku baru bisa
penuhi permintaanmu sekarang….saat dirumah sakit kamu minta aku menjaga Adrian
jika kamu pergi…..tapi baru sekarang kami bisa bertemu dan penuhi
permintaanmu….” Ujar Reyni, aku tertegun sejenak, karena semasa hidupnya dan
disisa umurnya Ita tak pernah katakan hal itu padaku…
“Rey….setelah ini kita kerumah
ya? Biar kamu bertemu Clara dan Calista……papa dan mamanya Ita juga harus
tahu….juga mamaku dan adik adikku nanti ya?”
“Aku ikuti semua keinginanmu
sayang……” ucap Reyni lembut
Reyni selain wanita karir yang
tangguh dia juga ibu yang baik, dan dia cepat sekali beradaptasi serta dekat
dengan anak anak, tak heran dalam waktu singkat Clara dan Calista sangat cepat
dan juga ibu dirumah mereka…
Ku utarakan juga niatku kepada
papa dan mamanya Ita, walau bagaimanapun …mereka adalah sudah seperti orang
tuaku dan juga kakek dan nenek dari Clara dan Calista.
“Ah syukurlah…doa ibu
dikabulkan…agar kamu punya pendamping lagi Adrian…ibu kasihan sama anak anak
selama ini….” Kulihat wajah reyni tersipu malu mendengarnya
Malam harinya aku juga tak ingin
membuang waktu, ku ajak Reyni menemui Mamaku dan adik adikku, hanya Hendra dan
Asty yang ada, sedangkan Satria sudah ku kabarkan via telpon dan dia tidak bisa
hadir karena memang tempat tinggalnya yang paling jauh dibanding aku, asty dan
Hendra.
“Wah syukur deh….gw pikir lu
bakal jadi duda seumur hidup….bagus Mbak rey…saya takut kakak saya karatan
tadinya…” seloroh Hendra adikku disambut gelak tawaku, Rey, Istri Hendra dan
Asty.
Sepulangnya Rey juga mengabarkan
niat kami melalui video call ke papa mamanya juga Ranti , Meysa dan Lisa
anaknya…aku tak ingin menunda lama…kami tak ingin lagi terpisah apalagi harus
kehilangan satu sama lain lagi.
“Sayang…..aku boleh minta
sesuatu…?” Ucap Reyni malam itu setelah menidurkan Calista setelah mengajaknya
bermain.
“Apa…? Katakan saja….”
“ Nanti saat menikah walau
sederhana…mau kamu mengundang wanita
wanita dari masa lalumu…? Agar mereka tahu hatimu sudah menjadi milikku seutuhnya….dan
agar mereka bisa sepenuhnya lanjutkan jalan hidupnya atas keputusan yang telah
mereka buat di waktu lalu saat tinggalkanmu..?” pinta Rey
“Baik…aku penuhi
permintaanmu….dan boleh aku panggil kamu bunda…?” balasku seraya tersenyum
“Pasti boleh ayah….” Balas Reyni
manja sambil mengalungkan lengannya di leherku dan menaruh dagunya di pundakku.
“Oh ya…besok Lisa mau antar Meysa
kesini gpp yah? Biar adaptasi dan kenal lebih dekat dengan Clara dan Calista…?”
__ADS_1
ujar rey lagi
“Oh good idea…kamu memang pinter dari
dulu Reyni sayang….eh bunda sayang…” pujiku sambil tertawa kecil .
Sebulan menjelang hari pernikahan
ku dan Reyni membuat anak anak semakin dekat, dengan Reyni juga dengan
Meysa…sedangkan Lisa sesekali datang bersama anak dan suaminya untuk berkunjung.
Acara resepsi pernikahan aku dan
Reyni berlangsung sederhana, aku menyewa sebuah aula yang tak terlalu besar dan sebagian keluarga Reyni yang
datang dari Semarang kupesankan beberapa kamar hotel yang tak jauh dair tempat
resepsi.
Aku sedikit gugup karena seumur
hidupku baru kali ini aku akan menikah dan dengan acara resepsi dan duduk di
pelaminan, hal yang tak pernah kulakukan , saat menikahi Ita dan juga
kemarin walau secara siri dengan Meihwa
.
Prosesi akad nikah atau ijab qobul
berjalan lancar, Reyni melihat kegugupanku saat duduk dipelaminan, digenggam
erat jemariku dan mengelusnya seolah berkata “ tenang aja…ga usah gugup dan
khawatir…”
Reyni begitu cantik…..pasti
membuat para laki laki yang hadir sedikti iri padaku atau mungkin menganggapku
beruntung dapat menikahinya…pelabuhan cinta terakhir ku….ujung dari segala
cerita cinta hidupku….
Dan Reyni tahu persis seluruh
perjalanan hidupku, dan sesuai permintaannya ku undang, Sisca, Ririn, Meihwa,
juga Lily…walau aku juga belum tahu pasti mereka akan hadir atau tidak.
Dan diluar dugaan , mereka semua
hadir dan satu persatu satu menyalamiku….dan ucapkan selamat menempuh hidup
baru padaku…kecuali Meihwa….pada ketiga waniat tadi seolah Reyni ingin menutup
semua kisah dan juga memberiku kekuatan dan percaya diriku yang sempat dulu
hilang, jika dulu aku yang selalu datang ke acara pernikahan mereka yang
tinggalkanku, kini mereka yang datang dan ucapkan selamat padaku.
Terima kasih Rey…..Terima kasih
kekasih hati….Terima kasih istriku sayang….
Acarapun selesai , setelah sesi
foto para kerabat dan keluarga, aku dan reyni kembali kerumah bersama anak anak
dan keluarga Reyni kembali ke hotel untuk beristirahat.
Malam kian beranjak, Calista dan
Meysa sudah terlelap dikamarnya, juga Clara dikamarnya yang lain…
Reyni baru saja selesai mandi dan
mengenakan gaun tidurnya….kuhampiri wanita yang kini resmi menjadi istriku…yang
tengah duudk didepan meja rias…ku elus lembut pundaknya dan mencium pipinya…
“Wangi ya istriku….hmmmm…..”
bisikku ditelingaku
“Gombal ih ayah….mandi dulu
sana…..” Reyni tertawa kecil sambil mencubit pelan pinggangku
“Oke bunda sayang…..” aku
mengedipkan sebelah mataku, Reyni tertawa melihatnya …karena selama dia
mengenalku aku ga pernah melakukan ini apalagi mencoba genit dengan kedipkan
mata.
Reyni beranjak keatas tempat
tidur, dilihatnya kertas terlipat di tengah tempat tidur…
CINTA DIBATAS HORIZON
PESTA TELAH USAI
JANJI TELAH TERUCAP
MASA LALU TELAH TERTUTUP
MASA DEPAN MULAI BERAWAL
KAMU YANG MAMPU BANGKITKAN BERANIKU
UNTUK KEMBALI MENCINTAI HATI
KAMU YANG SANGGUP LULUHKAN HATIKU
UNTUK UCAPKAN KATA CINTA LAGI
TAK ADA LAGI CINTA DIBATAS HORIZON
TAK ADA LAGI SENJA INDAH YANG DATANG KEMUDIAN MENGHILANG
REY…..
KAMU SIANGKU…..KAMU SENJAKU…JUGA MALAMKU….
JANGAN LEPASKAN GENGGAMAN TANGANMU DI HIDUPKU
JANGAN PERNAH TINGGALKAN HATIMU DARI KISI HATIKU
AKU SAYANG KAMU….AKU MENCINTAIMU….UNTUK SISA USIAKU….
BY ADRIAN…FOR MY LOVELY WIFE
Rey tersenyum bahagia membaca untaian kata yang kutulis saat dia sedang
mandi tadi, malam itu kami hanyut dengan rasa cinta dan sayang kami….semua rasa
rindu dan kehilangan…semua waktu yang pernah terenggut pergi dari kami….
__ADS_1
THE END