CINTA DIBATAS HORIZON

CINTA DIBATAS HORIZON
PELABUHAN TERAKHIR


__ADS_3

“Adrian….kamu sudah lumayan  lama hidup sendiri….kamu butuh


pendamping…apalagi anak anak…Clara dan Calista butuh figur seorang ibu….mama


dan papa tidak keberatan jika kamu ingin menikah lagi….” Ucap mamanya Ita malam


itu sesaat setelah kami makan malam dirumahku.


“Iya ma…pa….Adrian akan menikah


lagi….tapi nanti…dengan seseorang yang memang sudah ditakdirkan jadi pendamping


hidup Adrian dan anak anak….” Balasku seraya tersenyum kearah mereka


“Baiklah….kami doa kan…semoga


kamu segera menemukan wanita itu ya…? Mama kasihan dengan anak anak…”


Pagi itu aku bangun agak


siang….entah kenapa badanku terasa begitu lelah tidak seperti biasanya, kalau


saja telpon genggamku tak berbunyi mungkin aku masih saja terlelap di tempat


tidur.


“Pak….ada tamu....kira kira tiba


lima menit yang lalu….” Ucap Handoko staffku


“Oh…kamu ga tanya namanya?”


balasku


“Ngga pak…tapi cewek….mungkin


calon customer pak….” Ujar Handoko lagi


“Oh ok….saya segera kesana…suruh


tunggu dan kasih minum ya ko?” ucapku sambil segera ke kamar mandi…


Kulihat mobil sedan terparkir


didepan kantorku, segera aku bergegas turun dari mobilku dan menuju pintu


kantor..


“Maaf saya terlambat…….Rey…?” ku


hentikan ucapanku saat kulihat Reyni duduk di sofa ruang biasa ku menerima


tamu, Reyni tak bicara …hanya menatap penuh arti ke arahku…seakan berjuta kata


yang akan diucapkannya kepadaku tertahan di dalam dadanya.


“Kamu sibuk…?” ucap Rey


lembut…aku hanya menjawabnya dengan gelengan kepala


“Kalau ga sibuk bisa kita bicara


diluar kantor?…pakai mobilku saja..?” Ujarnya lagi sambil berdiri dari sofa,


aku membalasnya dengan anggukan .


“Ko…saya keluar sebentar, tapi


jika jam pulang kerja saya belum kembali…kamu dan yang lain  tutup kantor saja dan mobil kamu bawa ke


rumah ya?...” ucapku pada Handoko


“Siap pak….”


“Mau kemana kita Rey….?” Ucapku


sambil menyetir mobil Reyni…


Reyni menunjuk Swiss Bell Hotel


yang tak jauh dari kantorku, tempat aku menemui Herman suaminya beberapa waktu


yang lalu. Aku tak banyak bicara dan bertanya….bahkan saat kami memasuki kamar


yang dipesannya…aku tahu alasan Rey, pasti dia ingin tempat privasi untuk


bicara dan utarakan semua uneg uneg dan isi hatinya.


Reyni langsung memeluk tubuhku


erat dan diringi tangisnya yang meledak…


“Sesulit itukah kamu ucapkan cinta


padaku ?.....sejahat itukah kamu biarkan diriku jalani hidupku tanpa


kebahagiaan dan hal yang ku inginkan…?” ucap Rey disela tangisnya


Aku hanya bisa membelai lembut


rambutnya…..kalau saja dia tahu apa yang kurasakan….


“Rey…..aku tahu apa isi hatimu….kamu


pun aku rasa tahu apa kata hatiku….tapi sekarang kamu harus lihat realita….kamu


milik orang lain sekarang…” Ucapku smabil berusaha melepaskan pelukannya, namun


Reyni makin erat memelukku


“Aku sudah bercerai dari Mas


Herman…..Mas Herman juga bercerita apa yang kalian bicarakan saat bertemu….aku


juga sudah dengar semua cerita dari


keluargaku…kedatanganmu….kekhawatiranmu….transfusi darahmu kedalam


tubuhku….tatap mataku sekarang dan aku ingin dengar apa kata hatimu dari


mulutmu….”


Kutatap wajah Rey….kuselami Kedua


bola matanya…..sinar cinta dimatanya membuat hatiku meleleh seketika, rasa yang


selama ini coba ku kubur dalam dalam dan kubuang jauh jauh agar tak menyiksaku,


kini tak bisa kusingkirkan lagi….


“Aku mencintaimu Rey….aku


menginginkanmu……” kini aku yang memeluk erat tubuhnya…”aku cinta kamu Rey…..”


bisikku ditelinganya


“Aku juga Adrian….aku sangat


mencntaimu…..walau aku jalani hidup dengan Herman…jauh dalam lubuk hatiku…aku


berharap suatu hari berakhir dan aku dapat lari kembali kepelukanmu….”


“Rey….aku ga mau kehilangan kamu

__ADS_1


lagi….aku ga mau kehilangan orang yang kucintai lagi…hidup denganku


Rey….dampingi jalan hidupku….selain Lisa dan Meysa…jadi ibu dari anak


anakku…kamu mau Rey…?” ucapku sambil menatap lekat lekat wajah Rey…


“Aku mau Adrian…..aku sangat


mau….tapi….wanita yang dibilang Herman…? Yang menikah denganmu..?”


“Aku menikah siri dengannya


Rey….dan dia sudah kembali dengan mantan suaminya…sekarang dia sudah kembali


menjadi keluarga yang utuh seperti semula….” Kulihat sorot  bahagia dan haru  di mata indah milik Rey…ku cium lembut


bibirnya dan Rey pun membalas nya dengan segenap kelembutan dan kerinduan


hatinya.


“Jadi cinta terakhirku Rey……”


ucapku dengan tatapan penuh cinta ….


“Kau akan jadi laki laki terakhir


disisa hidupku Adrian…..aku dan seluruh hidupku….akan jadi milikmu seutuhnya….”


“Kalau kamu ga keberatan…makam


Ita tidak jauh dari sini….kamu mau temaniku kesana?” Ucapku lagi


Reyni mengangguk


Kami bergandengan tangan memasuki


area pemakaman, setelah sebelumnya kami beli sekeranjang bunga….


Aku dan Rey bersimpuh di pusara


Ita…


“Bunda….hari ini ayah ajak Reyni


kesini….Reyni akan jadi ibu dari Clara dan Calista serta dampingi ayah jalani


hidup di sisa usia ayah….” Aku mengusap batu nisan Ita


“Ita…maafkan aku ….aku baru bisa


penuhi permintaanmu sekarang….saat dirumah sakit kamu minta aku menjaga Adrian


jika kamu pergi…..tapi baru sekarang kami bisa bertemu dan penuhi


permintaanmu….” Ujar Reyni, aku tertegun sejenak, karena semasa hidupnya dan


disisa umurnya Ita tak pernah katakan hal itu padaku…


“Rey….setelah ini kita kerumah


ya? Biar kamu bertemu Clara dan Calista……papa dan mamanya Ita juga harus


tahu….juga mamaku dan adik adikku nanti ya?”


“Aku ikuti semua keinginanmu


sayang……” ucap Reyni lembut


Reyni selain wanita karir yang


tangguh dia juga ibu yang baik, dan dia cepat sekali beradaptasi serta dekat


dengan anak anak, tak heran dalam waktu singkat Clara dan Calista sangat cepat


dan juga ibu dirumah mereka…


Ku utarakan juga niatku kepada


papa dan mamanya Ita, walau bagaimanapun …mereka adalah sudah seperti orang


tuaku dan juga kakek dan nenek dari Clara dan Calista.


“Ah syukurlah…doa ibu


dikabulkan…agar kamu punya pendamping lagi Adrian…ibu kasihan sama anak anak


selama ini….” Kulihat wajah reyni tersipu malu mendengarnya


Malam harinya aku juga tak ingin


membuang waktu, ku ajak Reyni menemui Mamaku dan adik adikku, hanya Hendra dan


Asty yang ada, sedangkan Satria sudah ku kabarkan via telpon dan dia tidak bisa


hadir karena memang tempat tinggalnya yang paling jauh dibanding aku, asty dan


Hendra.


“Wah syukur deh….gw pikir lu


bakal jadi duda seumur hidup….bagus Mbak rey…saya takut kakak saya karatan


tadinya…” seloroh Hendra adikku disambut gelak tawaku, Rey, Istri Hendra dan


Asty.


Sepulangnya Rey juga mengabarkan


niat kami melalui video call ke papa mamanya juga Ranti , Meysa dan Lisa


anaknya…aku tak ingin menunda lama…kami tak ingin lagi terpisah apalagi harus


kehilangan satu sama lain lagi.


“Sayang…..aku boleh minta


sesuatu…?” Ucap Reyni malam itu setelah menidurkan Calista setelah mengajaknya


bermain.


“Apa…? Katakan saja….”


“ Nanti saat menikah walau


sederhana…mau kamu mengundang  wanita


wanita dari masa lalumu…? Agar mereka tahu hatimu sudah menjadi milikku seutuhnya….dan


agar mereka bisa sepenuhnya lanjutkan jalan hidupnya atas keputusan yang telah


mereka buat di waktu lalu saat tinggalkanmu..?” pinta Rey


“Baik…aku penuhi


permintaanmu….dan boleh aku panggil kamu bunda…?” balasku seraya tersenyum


“Pasti boleh ayah….” Balas Reyni


manja sambil mengalungkan lengannya di leherku dan menaruh dagunya di pundakku.


“Oh ya…besok Lisa mau antar Meysa


kesini gpp yah? Biar adaptasi dan kenal lebih dekat dengan Clara dan Calista…?”

__ADS_1


ujar rey lagi


“Oh good idea…kamu memang pinter dari


dulu Reyni sayang….eh bunda sayang…” pujiku sambil tertawa kecil .


Sebulan menjelang hari pernikahan


ku dan Reyni membuat anak anak semakin dekat, dengan Reyni juga dengan


Meysa…sedangkan Lisa sesekali datang bersama anak dan suaminya untuk berkunjung.


Acara resepsi pernikahan aku dan


Reyni berlangsung sederhana, aku menyewa  sebuah aula yang tak terlalu besar dan sebagian keluarga Reyni yang


datang dari Semarang kupesankan beberapa kamar hotel yang tak jauh dair tempat


resepsi.


Aku sedikit gugup karena seumur


hidupku baru kali ini aku akan menikah dan dengan acara resepsi dan duduk di


pelaminan, hal yang tak pernah kulakukan , saat menikahi Ita dan juga


kemarin  walau secara siri dengan Meihwa


.


Prosesi akad nikah atau ijab qobul


berjalan lancar, Reyni melihat kegugupanku saat duduk dipelaminan, digenggam


erat jemariku dan mengelusnya seolah berkata “ tenang aja…ga usah gugup dan


khawatir…”


Reyni begitu cantik…..pasti


membuat para laki laki yang hadir sedikti iri padaku atau mungkin menganggapku


beruntung dapat menikahinya…pelabuhan cinta terakhir ku….ujung dari segala


cerita cinta hidupku….


Dan Reyni tahu persis seluruh


perjalanan hidupku, dan sesuai permintaannya ku undang, Sisca, Ririn, Meihwa,


juga Lily…walau aku juga belum tahu pasti mereka akan hadir atau tidak.


Dan diluar dugaan , mereka semua


hadir dan satu persatu satu menyalamiku….dan ucapkan selamat menempuh hidup


baru padaku…kecuali Meihwa….pada ketiga waniat tadi seolah Reyni ingin menutup


semua kisah dan juga memberiku kekuatan dan percaya diriku yang sempat dulu


hilang, jika dulu aku yang selalu datang ke acara pernikahan mereka yang


tinggalkanku, kini mereka yang datang dan ucapkan selamat padaku.


Terima kasih Rey…..Terima kasih


kekasih hati….Terima kasih istriku sayang….


Acarapun selesai , setelah sesi


foto para kerabat dan keluarga, aku dan reyni kembali kerumah bersama anak anak


dan keluarga Reyni kembali ke hotel untuk beristirahat.


Malam kian beranjak, Calista dan


Meysa sudah terlelap dikamarnya, juga Clara dikamarnya yang lain…


Reyni baru saja selesai mandi dan


mengenakan gaun tidurnya….kuhampiri wanita yang kini resmi menjadi istriku…yang


tengah duudk didepan meja rias…ku elus lembut pundaknya  dan mencium pipinya…


“Wangi ya istriku….hmmmm…..”


bisikku ditelingaku


“Gombal ih ayah….mandi dulu


sana…..” Reyni tertawa kecil sambil mencubit pelan pinggangku


“Oke bunda sayang…..” aku


mengedipkan sebelah mataku, Reyni tertawa melihatnya …karena selama dia


mengenalku aku ga pernah melakukan ini apalagi mencoba genit dengan kedipkan


mata.


Reyni beranjak keatas tempat


tidur, dilihatnya kertas terlipat di tengah tempat tidur…


CINTA DIBATAS HORIZON


PESTA TELAH USAI


JANJI TELAH TERUCAP


MASA LALU TELAH TERTUTUP


MASA DEPAN MULAI BERAWAL


KAMU YANG MAMPU BANGKITKAN BERANIKU


UNTUK KEMBALI MENCINTAI HATI


KAMU YANG SANGGUP LULUHKAN HATIKU


UNTUK UCAPKAN KATA CINTA LAGI


TAK ADA LAGI CINTA DIBATAS HORIZON


TAK ADA LAGI SENJA INDAH YANG DATANG KEMUDIAN MENGHILANG


REY…..


KAMU SIANGKU…..KAMU SENJAKU…JUGA MALAMKU….


JANGAN LEPASKAN GENGGAMAN TANGANMU DI HIDUPKU


JANGAN PERNAH TINGGALKAN HATIMU DARI KISI HATIKU


AKU SAYANG KAMU….AKU MENCINTAIMU….UNTUK SISA USIAKU….


BY ADRIAN…FOR MY LOVELY WIFE


Rey tersenyum bahagia membaca  untaian kata yang kutulis saat dia sedang


mandi tadi, malam itu kami hanyut dengan rasa cinta dan sayang kami….semua rasa


rindu dan kehilangan…semua waktu yang pernah terenggut pergi dari kami….

__ADS_1


THE END


__ADS_2