
Akhirnya aku sampai di rumah sakit yang dituju, begitu turun dari Taksi aku langsung berlari sambil menarik
travel bag ku menuju ruang gawat darurat, kulihat Debby masih tak sadarkan diri ,selang oksigen dan juga alat deteksi detak jantungnya terpasang pada tubuhnya.
Aku belai rambutnya, rasa panik ,bingung dan sedihku bercmpur aduk menjadi satu.
“Debby…what happened with you….? Wake up Debby pleaseee…” bisikku ditelinganya
Tubuh Debby tetap diam tak bergeming, taka da reaksi apapun darinya.
Salah satu perawat menghampiriku “Bapak kerabat pasien?” ucapnya
“Iya suster….kenapa dengan pasien?” tanyaku
“Bapak bisa keruangan Dokter spesialis sebentar?” balas suster itu , aku berjalan dibelakang mengikutinya
Aku masuk kesebuah ruangan, kulihat seorang Dokter kira kira berusia 60th nan sedang memeriksa
__ADS_1
berkas berkas file milik para pasien yang ditanganinya. Aku duduk dikursi dihadapannya.“Anda kerabat dari nona Debby ?” Tanya Dokter itu.
“Iya Dok…saya Adrian…Debby sedang tinggal di Indonesia untuk beberapa waktu, menangani pekerjaannya disini sambil beristirahat, sebelumnya dia pernah dirawat beberapa minggu dirumah sakit di Negara asalnya Hongkong dok…saya yang menemaninya selama dia ada di Indonesia…” jelasku
“Nona Debby pernah menceritakan apa penyakitnya pada mas Adrian?” Tanya dokter
lagi.
“Dia tidak pernah jelaskan secara detail dok, tapi yang saya tahu…dia sedang sakit dan dia mengambil pekerjaan di
Dokter tua itu menatap ke arahku dan menghela nafas sesaat, aku merasa ada yang tidak beres da nada rasa gundah di hatiku
“Begini Mas Adrian….Nona Debby menderita penyakit kanker Rahim, sudah stadium 4….kami berusaha semaximal
mungkin…tapi saran saya …kalau bisa anda menghubungi keluarganya untuk datang…” lanjut Dokter tua itu memberi penjelasan.
“Oh Tuhan…Debby……kenapa kamu ga ceritakan kalau penyakitmu separah itu…” ucapku dalam hati, mataku berkaca kaca menahan sedih yang tak terhingga.
__ADS_1
“Baik Dok…saya akan hubungi keluarga dia di Hongkong untuk datang…tapi bisakah pasien dipindahkan kerumah sakit dijakarta? Pasien seminggu sekali saya temani ke rumah sakit MMC Kuningan Jakarta utnuk medical check up, dan hasil nya selalu dikirim ke rumah sakit tempat pasien sebelumnya dirawat di Hongkong sana…dan juga agar jika keluarganya datang, lebih mudah disbanding dari Jakarta mereka harus kembali terbang kesini…” ujarku kepada Dokter tersebut.
“Jika pakai pesawat terbang komersil tiddak akan mungkin….fasilitas pesawat khusus pasien rumah sakit tidak
ada disini, paling kalau mau pasien dibawa dengan ambulan ke Jakarta, nanti didalam ambulan kami lengkapi dengan peralatan setara ICU dan juga seorang perawat….namun jika terjadi resiko pasien kehilangan nyawa dalam perjalanan…kami tidak bertanggung jawab dan sebelumnya kami akan minta surat pernyataan dari saudara
Adrian…” jelas Dokter itu lagi
“Baik Dok…tapi kalau boleh saya bertanya….apaa menurut Dokter pasien akan bertahan hingga tiba di MMC Jakarta?” tanyaku
“Nona Debby memang menderita kanker Rahim stadium 4, tapi saat ini kondisinya belum mencapai level kritis,
kelelahan yang membuat dia terjatuh dan pingsan…dia masih punya waktu , walau mungkin tidak lama…” Jawab Dokter tua itu.
“Baik Dokter…saya ambil resiko itu…saya juga akan menemani pasien di ambulan….saya bisa minta mohon segera diatur segala administrasi dan perlengkapan lainnya untuk bawa pasien ke Jakarta Dok?” Ujarku
“Baik mas Adrian….” Lalu Dokter itu memanggil perawat yang tadi membawaku menemui Dokter, lalu memberikan semua instruksi yang diperlukan untuk persiapan membawa Debby ke Jakarta.
__ADS_1