CINTA DIBATAS HORIZON

CINTA DIBATAS HORIZON
KISS ME


__ADS_3

“Baik…tapi kata kata kapanpun


kamu mau…tidak bisa aku penuhi begitu saja…aku juga harus lihat waktuku, karena


aku pria berkeluarga dan juga punya tugas dan tanggung jawab pekerjaan yang


harus aku lakukan…” akhirnya aku menyetujui permintaan wanita jutek ini , namun


dengan tidak mau menyanggupi perkataan dia “kapanpun” sehingga aku pikir dengan


begitu dia tidak bisa sesering mungkin meminta waktuku.


“Ok…tapi jika alasanmu tidak


masuk akal…kamu tahu aku akan berbuat apa…” ujar Reyni tetap dengan wajah sinis.


Sial…wanita ini memang pintar dan tidak bisa begitu saja dibodohi.


Aku benar benar tidak menyangka,


wanita yang sering membuat laki laki dipabrik menggodanya…penasaran dengan gaya


angkuhnya…terpesona dengan tubuhnya yang langsing dan lumayan cantik, ternyata


mempunyai pribadi yang sama sekali diluar nalar dan perkiraanku.


“Baik….tapi aku juga ga mau


mendengar kata “CINTA” terucap diantara kita…” ujarku lagi


“Pasti….aku juga sudah ga percaya


dengan CINTA….bagiku itu omong kosong…” balas Reyni ketus


“Bagus lah kalo begitu….oke


Rey….sekarang aku pulang…” ucapku berpamitan


“Ya…tapi gandeng aku sampai ke


tempat mobilku parkir….” Balasnya santai


Dasar sinting….umpat ku dalam


hati…lalu ku raih tangannya dan kugenggam jemarinya.


Sesampai dimobilnya kulepaskan


gandengan tanganku, baru saja aku akan melangkah pergi wanita jutek ini


memanggilku…”Adrian…masuk ke mobilku sebentar…”


Aku berdiri menatapnya….ragu aku


untuk memenuhi permintaannya, namun akhirnya aku penuhi permintaannya setelah


kulihat matanya menatap tajam dan seolah isyaratkan ancaman.


“Kamu maunya apa sih Rey? Tadi


minta digandeng….sudah…now what? “ ucapku kesal


“Now…kiss me….” Ujar Rey santai


seraya menatap ku


“Kamu serius…? Ga waras kamu


Rey…” jawabku benar benar kesal


“Serius…kamu bisa mencium wanita tadi


selain istrimu…masa ga bisa menciumku?” ujar dia lagi dengan raut wajah penuh


kemenangan.


Aku ga bisa berkata apa-apa, ku


raih lehernya dan kami saling cumbu beberapa saat lamanya. Ku akhiri sebelum


aku ikut terhanyut terbawa suasana.


“Damn….you a good kisser


Adrian….ga salah perkiraan ku sejak  awal


melihatmu di Pabrik…” ucap Reyni dengan nafas sedikit terengah engah…


Masa bodoh….batinku…..


“OK…aku pulang sekarang…” ujarku


sambil membuka pintu mobil dan pergi menuju tempat parkir mobilku.


Dikeheningan malam disaat semua


sudah tertidur pulas, aku memikirkan Lily, membayangkan kasarnya Dharmawan dan


sakitnya Lily menerima perlakuannya. Lalu terlintas bayangan Reyni…si jutek


dengan kepribadian berbeda dari penampilannya…yang membuat siapapun tidak akan


percaya jika aku katakan yang terjadi sebenarnya. Ah…persetan pikirku, yang


jelas tidak ada kata CINTA apalagi soal hati, aku hanya penuhi keinginannya


agar rahasia ku dengan Lily yang sudah kami jaga selama ini, tetap terjaga .


Aku dapat membaca karakter wanita dalam waktu singkat, dan aku tahu type Reyni


sangat berbahaya jika tidak aku turuti apalagi aku acuhkan.


Aku lakukan pekerjaan seperti

__ADS_1


biasanya, dan si Jutek Reyni pun terlihat santai dan angkuh seperti biasa, saat


berpas pasan di kantorpun, dia seolah bersikpa tidak pernah terjadi apapun


kemarin, atau ingat apa yang dia lakukan….dan kami lakukan…benar benar bertolak


belakang dan seolah Reyni ini mempunyai kepribadian ganda.


Tapi baguslah, mudah mudahan dia


lupa sekalian….batinku


Namun harapanu tak terkabul, tak


lama kemudian pesan whatsapp masuk ke telpon genggamku, “AKU INGINKAN KAMU SORE


INI…” aku sedang memikirkan alasan apa yang tepat untuk menolaknya, tapi disaat


aku sedang memikirkannya kembali dia mengirim pesan..”JANGAN MEMBUAT


ALASAN…SAYA TAHU KAMU HARI INI BISA…”


Wanita ini benar benar pintar dan


juga piawai dalam meng intimidasi orang, sementara biar ku ikuti mau dan


permainan wanita ini , ucapku dalam hati.


Sore itu aku datang ke tempat


yang diminta Reyni si jutek, sebuah rumah type kecil yang letaknya tak terlalu


jauh dari  kantor. Sinting wanita


ini….jika dirumah ada suami dan anaknya, mau apa dia? Tapi kebetulan…biar


kubalas sehingga dia tidak berani meng intimidasi ku lagi…pikirku


Ku ketuk pintu rumah dan Reyni


muncul dari balik pintu…sejenak aku sempat melongo …wanita ini mengenakan kaos


tanpa lengan dan celana pendek, rambutnya yang sehari hari dikantor di kuncir


ke belakang atau memakai jepitan rambut, dibiarkannya tergerai. Kulitnya yang


putih…tubuhnya yang langsing membuat dia terlihat sexy dan cantik.


Sial…kenapa aku


jadi terpesona….buru buru aku usir pergi pikiran dan kekaguman sesaatku itu.


“Ayo masuk….”


Ucap Reyni sambil tersenyum


“Ini rumah


rumah yang terlihat sepi, barangpun tidak terlalu banyak.


“Mereka dir


rumahku di daerah bogor, aku sewa rumah ini agar dekat dengan tempat


bekerja…sudah…ga usah banyak bertanya….come here….and kiss me….” Ujar Reyni


sambil duduk dan menatapku yang masih berdiri terpaku.


“Kamu selalu


terburu buru dan to the point seperti ini Rey?” Ucapku


“Tiga tahu


belakangan ini …ya…saya sudah ga percaya soal cinta dan sudah enggan bicara


soal hati…” jawabnya sinis


“Hmmm…..asal


kamu tahu….aku juga sama…..dan mungkin lebih lama dari kamu…” imbuhku


“Bull


shit….buktinya kamu masih ucapkan cinta dengan wanita di café waktu itu…siapa


namanya? Lily ya…? Laki laki semua sama….omong kosong dan pandai bicara untuk


luluhkan hati wanita yang lemah..” ujarnya dengan tawa yang terkesan mengejekku


“Long story


Rey….aku ga pernah berniat apalagi mencari…tapi dalam perjalanan hidupku…aku


sering kali temui dan tak berdaya hadapinya…walau aku tahu endingnya seperti


apa, hanya berujung sakit….” Jelasku


“Ceritakan ke


saya…jika menurutku masuk akal…aku bisa terima..dan akan percaya ceritamu, tapi


jika tidak…kamu tidak usah berkata apa apa lagi dan ikuti semua mauku seperti


kesepakatan awal…” lajutnya sambil kembali menatap tajam ke arahku


Sambil


menyalakan rokok ku, kuceritakan secara singkat,


kisahku….Ita..Sisca…Ririn…Debby….dan Lily


Reyni

__ADS_1


mendengarkan ceritaku dengan serius dan juga seraya menyalakan rokok


mentholnya. Sejenak kesan jutek , sinis dan galak hilang dari wajahnya.


Selesai


menceritakan semuanya, gentian aku tatap bola mata Reyni….dan baru kali ini aku


lihat sorot mata penuh kesedihan dan sekaligus grogi dimatanya.


“Kamu laki laki


jujur dan apa adanya Adrian…ga heran jika para wanita pada akhirnya hanyut


terbawa perasaan dan hatinya ke kamu….saya pikir kamu juga sama dengan semua


laki laki yang pernah saya temui…mengarang cerita sedih….seolah tersakiti…hanya


untuk mengambil simpati wanita dan buat hati mereka terenyuh dan akhirnya luluh


ditangan mereka…” ujar Reyni sambil mengepulkan asap rokoknya.


“Hidupku sudah


rumit tanpa aku harus berbohong dan mengarang cerita Rey….jangan kamu kira aku


menikmati semuanya, sedangkan ada Ita dan anak anak dirumah…” balasku


Tanpa aku


suruh, Reyni akhirnya ikut bercerita jalan hidupnya, berkali kali dipermainkan


laki-laki , kesepian hatinya sampai vonis dokter soal penyakit suaminya yang


ber usia tidak lama lagi. Saat bercerita, Reyni berubah menjadi sosok aslinya,


wanita yang lembut…rapuh  dan butuh sandaran


seorang pendamping disisinya.


“Saya wanita


biasa Adrian…rapuh…dan butuh perhatian serta perlindungan laki-laki…tapi yang


kudapatkan Cuma kepalsuan dan para bajingan….” Ujar Reyni mulai terisak dan


tiba tiba memelukku erat.


“Sikapku diluar


sana hanya benteng yang kubangun agar aku tidak gampang lagi dipermainkan dan


terpedaya oleh para laki laki …” lanjutnya lagi.


Ku belai lembut


rambutnya dan ikut merasakan kesedihannya yang mendalam.


Sambil


merebahkan kepalanya di dadaku, Reyni menatapku…” Jangan jijik dengan ku


Adrian…aku kesepian…dan aku butuh seseorang yang aku percaya…tidak seperti para


laki laki bajingan itu….yang hanya mendengar ucapanku..tanpa ikut


merasakannya…mereka hanya ingin setelah usai mendengar ceritaku, mereka ku


berikan uang….dan jika jumlah yang mereka inginkan cukup….mereka pergi dan


menghilang dengan sejuta alasan…aku juga tidak akan paksakan kamu


menyukaiku…karena kita sudah sama sama tahu….seperti apa dan bagaimana ujung


dari cinta itu….CINTA DIBATAS HORIZON yang kamu bilang…..aku sependapat


dengamu,….” Ujar Reyni setengah berbisik.


“Aku tidak


bermaksud merayu apalagi gombal Rey….aku laki laki…dari mata laki laki…kamu


cantik…pintar…punya karir yang bagus….dan sexy….tapi tidak semua laki laki


melihatmu dengan mata hatinya….dan kebetulan yang kamu tenui melihatmu hanya


dari fisik…penampilan dan uangmu….saranku…ga usah mencari lagi…biarkan sosok


yang melihatmu dengan hati datang dengan sendirinya….dan sambil menunggu…lebih


baik kamu curahkan perhatianmu ke suami dan anak anakmu…selagi dia masih ada


waktu…..dan soal kita…biarkan saja seperti adanya….sehingga aku tetap bisa


mendengarmu dan kamu juga tanpa beban ungkapkan semua isi hatimu….tanpa takut


berujung sakit…” jelasku


Reyni


mengangguk pelan….lalu dia mulai menciumku…dan meremas jemariku, naluri kelaki


lakianku tak bisa menolak dan merespon ciumannya. Sesaat kami berdua


terhanyut….


“Aku butuh ini


Adrian….” Bisik Reyni ditelingaku


Aku tak bicara,


hanya terdengar gemercik air hujan yang mulai turun diluar sana….

__ADS_1


__ADS_2