
“Baik…tapi kata kata kapanpun
kamu mau…tidak bisa aku penuhi begitu saja…aku juga harus lihat waktuku, karena
aku pria berkeluarga dan juga punya tugas dan tanggung jawab pekerjaan yang
harus aku lakukan…” akhirnya aku menyetujui permintaan wanita jutek ini , namun
dengan tidak mau menyanggupi perkataan dia “kapanpun” sehingga aku pikir dengan
begitu dia tidak bisa sesering mungkin meminta waktuku.
“Ok…tapi jika alasanmu tidak
masuk akal…kamu tahu aku akan berbuat apa…” ujar Reyni tetap dengan wajah sinis.
Sial…wanita ini memang pintar dan tidak bisa begitu saja dibodohi.
Aku benar benar tidak menyangka,
wanita yang sering membuat laki laki dipabrik menggodanya…penasaran dengan gaya
angkuhnya…terpesona dengan tubuhnya yang langsing dan lumayan cantik, ternyata
mempunyai pribadi yang sama sekali diluar nalar dan perkiraanku.
“Baik….tapi aku juga ga mau
mendengar kata “CINTA” terucap diantara kita…” ujarku lagi
“Pasti….aku juga sudah ga percaya
dengan CINTA….bagiku itu omong kosong…” balas Reyni ketus
“Bagus lah kalo begitu….oke
Rey….sekarang aku pulang…” ucapku berpamitan
“Ya…tapi gandeng aku sampai ke
tempat mobilku parkir….” Balasnya santai
Dasar sinting….umpat ku dalam
hati…lalu ku raih tangannya dan kugenggam jemarinya.
Sesampai dimobilnya kulepaskan
gandengan tanganku, baru saja aku akan melangkah pergi wanita jutek ini
memanggilku…”Adrian…masuk ke mobilku sebentar…”
Aku berdiri menatapnya….ragu aku
untuk memenuhi permintaannya, namun akhirnya aku penuhi permintaannya setelah
kulihat matanya menatap tajam dan seolah isyaratkan ancaman.
“Kamu maunya apa sih Rey? Tadi
minta digandeng….sudah…now what? “ ucapku kesal
“Now…kiss me….” Ujar Rey santai
seraya menatap ku
“Kamu serius…? Ga waras kamu
Rey…” jawabku benar benar kesal
“Serius…kamu bisa mencium wanita tadi
selain istrimu…masa ga bisa menciumku?” ujar dia lagi dengan raut wajah penuh
kemenangan.
Aku ga bisa berkata apa-apa, ku
raih lehernya dan kami saling cumbu beberapa saat lamanya. Ku akhiri sebelum
aku ikut terhanyut terbawa suasana.
“Damn….you a good kisser
Adrian….ga salah perkiraan ku sejak awal
melihatmu di Pabrik…” ucap Reyni dengan nafas sedikit terengah engah…
Masa bodoh….batinku…..
“OK…aku pulang sekarang…” ujarku
sambil membuka pintu mobil dan pergi menuju tempat parkir mobilku.
Dikeheningan malam disaat semua
sudah tertidur pulas, aku memikirkan Lily, membayangkan kasarnya Dharmawan dan
sakitnya Lily menerima perlakuannya. Lalu terlintas bayangan Reyni…si jutek
dengan kepribadian berbeda dari penampilannya…yang membuat siapapun tidak akan
percaya jika aku katakan yang terjadi sebenarnya. Ah…persetan pikirku, yang
jelas tidak ada kata CINTA apalagi soal hati, aku hanya penuhi keinginannya
agar rahasia ku dengan Lily yang sudah kami jaga selama ini, tetap terjaga .
Aku dapat membaca karakter wanita dalam waktu singkat, dan aku tahu type Reyni
sangat berbahaya jika tidak aku turuti apalagi aku acuhkan.
Aku lakukan pekerjaan seperti
__ADS_1
biasanya, dan si Jutek Reyni pun terlihat santai dan angkuh seperti biasa, saat
berpas pasan di kantorpun, dia seolah bersikpa tidak pernah terjadi apapun
kemarin, atau ingat apa yang dia lakukan….dan kami lakukan…benar benar bertolak
belakang dan seolah Reyni ini mempunyai kepribadian ganda.
Tapi baguslah, mudah mudahan dia
lupa sekalian….batinku
Namun harapanu tak terkabul, tak
lama kemudian pesan whatsapp masuk ke telpon genggamku, “AKU INGINKAN KAMU SORE
INI…” aku sedang memikirkan alasan apa yang tepat untuk menolaknya, tapi disaat
aku sedang memikirkannya kembali dia mengirim pesan..”JANGAN MEMBUAT
ALASAN…SAYA TAHU KAMU HARI INI BISA…”
Wanita ini benar benar pintar dan
juga piawai dalam meng intimidasi orang, sementara biar ku ikuti mau dan
permainan wanita ini , ucapku dalam hati.
Sore itu aku datang ke tempat
yang diminta Reyni si jutek, sebuah rumah type kecil yang letaknya tak terlalu
jauh dari kantor. Sinting wanita
ini….jika dirumah ada suami dan anaknya, mau apa dia? Tapi kebetulan…biar
kubalas sehingga dia tidak berani meng intimidasi ku lagi…pikirku
Ku ketuk pintu rumah dan Reyni
muncul dari balik pintu…sejenak aku sempat melongo …wanita ini mengenakan kaos
tanpa lengan dan celana pendek, rambutnya yang sehari hari dikantor di kuncir
ke belakang atau memakai jepitan rambut, dibiarkannya tergerai. Kulitnya yang
putih…tubuhnya yang langsing membuat dia terlihat sexy dan cantik.
Sial…kenapa aku
jadi terpesona….buru buru aku usir pergi pikiran dan kekaguman sesaatku itu.
“Ayo masuk….”
Ucap Reyni sambil tersenyum
“Ini rumah
rumah yang terlihat sepi, barangpun tidak terlalu banyak.
“Mereka dir
rumahku di daerah bogor, aku sewa rumah ini agar dekat dengan tempat
bekerja…sudah…ga usah banyak bertanya….come here….and kiss me….” Ujar Reyni
sambil duduk dan menatapku yang masih berdiri terpaku.
“Kamu selalu
terburu buru dan to the point seperti ini Rey?” Ucapku
“Tiga tahu
belakangan ini …ya…saya sudah ga percaya soal cinta dan sudah enggan bicara
soal hati…” jawabnya sinis
“Hmmm…..asal
kamu tahu….aku juga sama…..dan mungkin lebih lama dari kamu…” imbuhku
“Bull
shit….buktinya kamu masih ucapkan cinta dengan wanita di café waktu itu…siapa
namanya? Lily ya…? Laki laki semua sama….omong kosong dan pandai bicara untuk
luluhkan hati wanita yang lemah..” ujarnya dengan tawa yang terkesan mengejekku
“Long story
Rey….aku ga pernah berniat apalagi mencari…tapi dalam perjalanan hidupku…aku
sering kali temui dan tak berdaya hadapinya…walau aku tahu endingnya seperti
apa, hanya berujung sakit….” Jelasku
“Ceritakan ke
saya…jika menurutku masuk akal…aku bisa terima..dan akan percaya ceritamu, tapi
jika tidak…kamu tidak usah berkata apa apa lagi dan ikuti semua mauku seperti
kesepakatan awal…” lajutnya sambil kembali menatap tajam ke arahku
Sambil
menyalakan rokok ku, kuceritakan secara singkat,
kisahku….Ita..Sisca…Ririn…Debby….dan Lily
Reyni
__ADS_1
mendengarkan ceritaku dengan serius dan juga seraya menyalakan rokok
mentholnya. Sejenak kesan jutek , sinis dan galak hilang dari wajahnya.
Selesai
menceritakan semuanya, gentian aku tatap bola mata Reyni….dan baru kali ini aku
lihat sorot mata penuh kesedihan dan sekaligus grogi dimatanya.
“Kamu laki laki
jujur dan apa adanya Adrian…ga heran jika para wanita pada akhirnya hanyut
terbawa perasaan dan hatinya ke kamu….saya pikir kamu juga sama dengan semua
laki laki yang pernah saya temui…mengarang cerita sedih….seolah tersakiti…hanya
untuk mengambil simpati wanita dan buat hati mereka terenyuh dan akhirnya luluh
ditangan mereka…” ujar Reyni sambil mengepulkan asap rokoknya.
“Hidupku sudah
rumit tanpa aku harus berbohong dan mengarang cerita Rey….jangan kamu kira aku
menikmati semuanya, sedangkan ada Ita dan anak anak dirumah…” balasku
Tanpa aku
suruh, Reyni akhirnya ikut bercerita jalan hidupnya, berkali kali dipermainkan
laki-laki , kesepian hatinya sampai vonis dokter soal penyakit suaminya yang
ber usia tidak lama lagi. Saat bercerita, Reyni berubah menjadi sosok aslinya,
wanita yang lembut…rapuh dan butuh sandaran
seorang pendamping disisinya.
“Saya wanita
biasa Adrian…rapuh…dan butuh perhatian serta perlindungan laki-laki…tapi yang
kudapatkan Cuma kepalsuan dan para bajingan….” Ujar Reyni mulai terisak dan
tiba tiba memelukku erat.
“Sikapku diluar
sana hanya benteng yang kubangun agar aku tidak gampang lagi dipermainkan dan
terpedaya oleh para laki laki …” lanjutnya lagi.
Ku belai lembut
rambutnya dan ikut merasakan kesedihannya yang mendalam.
Sambil
merebahkan kepalanya di dadaku, Reyni menatapku…” Jangan jijik dengan ku
Adrian…aku kesepian…dan aku butuh seseorang yang aku percaya…tidak seperti para
laki laki bajingan itu….yang hanya mendengar ucapanku..tanpa ikut
merasakannya…mereka hanya ingin setelah usai mendengar ceritaku, mereka ku
berikan uang….dan jika jumlah yang mereka inginkan cukup….mereka pergi dan
menghilang dengan sejuta alasan…aku juga tidak akan paksakan kamu
menyukaiku…karena kita sudah sama sama tahu….seperti apa dan bagaimana ujung
dari cinta itu….CINTA DIBATAS HORIZON yang kamu bilang…..aku sependapat
dengamu,….” Ujar Reyni setengah berbisik.
“Aku tidak
bermaksud merayu apalagi gombal Rey….aku laki laki…dari mata laki laki…kamu
cantik…pintar…punya karir yang bagus….dan sexy….tapi tidak semua laki laki
melihatmu dengan mata hatinya….dan kebetulan yang kamu tenui melihatmu hanya
dari fisik…penampilan dan uangmu….saranku…ga usah mencari lagi…biarkan sosok
yang melihatmu dengan hati datang dengan sendirinya….dan sambil menunggu…lebih
baik kamu curahkan perhatianmu ke suami dan anak anakmu…selagi dia masih ada
waktu…..dan soal kita…biarkan saja seperti adanya….sehingga aku tetap bisa
mendengarmu dan kamu juga tanpa beban ungkapkan semua isi hatimu….tanpa takut
berujung sakit…” jelasku
Reyni
mengangguk pelan….lalu dia mulai menciumku…dan meremas jemariku, naluri kelaki
lakianku tak bisa menolak dan merespon ciumannya. Sesaat kami berdua
terhanyut….
“Aku butuh ini
Adrian….” Bisik Reyni ditelingaku
Aku tak bicara,
hanya terdengar gemercik air hujan yang mulai turun diluar sana….
__ADS_1