
Dengan tatapan kosong kulihat keluar dari jendela kereta, pepohonan yang terlewati seolah ikut berlari iringi
pergiku….entah mereka ikut ber empati atau bahkan malah tertawakan diriku yang tersungkur…terjatuh dan terluka kesekian kalinya.
Sesampai di stasiun kota bandung,aku terpaku di kursi peron, melihat lalu lalangnya orang yang masuk dan keluar
stasiun, belum terpikir dibenakku kemana tujuanku, aku hanya berpikir segera pergi dan tinggalkan Jakarta untuk redakan sesakku.
Kuikuti langkah kaki, bahkan kunaiki asal angkutan umum yang berseliweran di kota bandung. Sampai akhirnya
kuterdampar di lembang, aku ingat penginapan dengan view yang indah saat aku menjamu Debby serta tamu perusahaanku lainnya. Kuputuskan untuk menginap beberapa hari disana.
Ku cek email lewat telpon genggamku, tapi tidak ada email masuk dari Debby, hanya email email mengenai
pekerjaan yang pasti sudah dihandle oleh rekan kerjaku. Tidak biasanya Debby lama membalas emailku, berarti dia sangat sibuk sekali pikirku. Malam itu kuceritakan semua yang terjadi dalam emailku ke Debby, agar dibaca nanti disaat dia ada waktu senggang.
Ku duduk di café hotel , kupilih tempat yang terbuka agar aku dapat menghirup kopi panasku sambil merokok dan
dapat langsung melihat suasana kota lembang dan hamparan kebun teh diwaktu malam.
__ADS_1
Kabut tipis menyelimuti malam yang kian beranjak, hawa dingin menusuk tubuhku, kurapatkan jaketku sambil
kunikmati kopi ku. Dinginnya malam seakan buat tubuhku kian membeku….begitu juga hatiku…
Kuputuskan untuk mem block nomor telpon Ririn, biar ku belajar perlahan hapus semua angan dan mimpi yang sempat terukir. Aku bisa lewati kepedihanku saat dengan Sisca, aku mampu hadapi dan lalui kegagalan membangun istana kecilku dengan Ita….kali ini aku juga pasti bisa lewati semua…ucapku berkali kali dalam hati untuk kuatkan jiwa dan kalbuku.
Didalam kamar hotel, ku ambil secarik kertas memo hotel, dan kutuliskan beberapa kata untuk luapkan
galauku…amarahku….egoku….sakitku….
*CINTA DIBATAS HORIZON*
CINTA HANYALAH SURYA YANG INDAH SAAT AKAN TENGGELAM DIBATAS GARIS HORIZON
TAK KAN ADA LAGI CINTA …TAK KAN LAGI ADA PERCAYA
TAK KAN LAGI ADA SURYA YANG INDAH DIKALA SENJA
HARI INI…KUTUTUP SEMUA PINTU HATI
__ADS_1
MALAM INI…KUSIMPAN SEMUA LUKA DAN SEPI DI KISI KISI HATI
CINTA DIBATAS HORIZON…
KEINDAHAN SESAAT YANG JANJIKAN ANGAN DAN KHAYAL
NAMUN KEMUDIAN SEMUA TENGGELAM DALAM KEGELAPAN SEIRING MALAM
Aku bangun agak siang, TV dikamar hotel kubiarkan menyala sejak semalam. Tubuhku terasa penat dan lelah, seolah aku habis berlari puluhan kilometer. Kulihat telpon genggamku….mati…karena lowbat, ku raba isi tasku mencari kabel charger telpon genggamku. Saat Telpon genggamku menyala kembali, ada beberapa pesan masuk. Kulihat sekilas nama pengirim…Hendra…adikku…segera aku bangkit dari tempat tidur, aku takut ada kabar mengenai papa.
“RIRIN DATANG KERUMAH….DIA MAU TEMUI LU…DAN AKAN TETAP DATANG LAGI SAMPAI KETEMU LU”
“Ah syukurlah bukan soal papa…”batinku,
Kutanamkan rasa benci dihatiku agar aku kembali kuat berdiri, Dulu alasan Sisca tinggalkanku karena pondasi
materiku yang tidak bisa menjamin hidupnya, Ririn…mengikuti apa yang dipilih orang tuanya karena keberadaan materi Farid dan keluarganya yang berkecukupan, itu artinya aku belum apa apa….aku saat ini hanya seorang anak supir taksi yang sedang berusaha mendaki tebing tajam untuk mencapai puncak. Hanya Ita …wanita yang mencintaiku tanpa melihat atau memikirkan hal hal tersebut.
CLARA….tiba tiba nama anakku mengisi semua kisi hati dan benakku….
__ADS_1
“Aku ga boleh lemah….aku ga boleh terpuruk….ada seorang putriku yang cantik menanti tanggung jawabku dan aku harus jadi kebanggaan buatnya suatu hari nanti….persetan dengan cinta…” batinku dengan hati dan rasaku yang lambat laun mulai membeku.