CINTA DIBATAS HORIZON

CINTA DIBATAS HORIZON
AKU BENCI CINTA!!!


__ADS_3

Ku Arahkan mobilku ke tempat yang aku datangi bersama Rey


kemarin…..tempat  ku menyendiri dan


adukan segala masalah da nisi hatiku pada laut…pada ombak….pada burung camar


yang sibuk berceloteh kesana kemari mencari ikan.


“AKU BENCI CINTAAAAAAAAA!!!!” teriakku sambil melempar batu


kecil ke laut, teriakanku tenggelam diantara deru ombak….suaraku tertutup suara


suara berisik para camar laut.


“KAMU GA KE KANTOR? MR.SANJEEV MENCARIMU… “ Pesan whatsapp


dari Reyni masuk ke telponku.


“AKU GA KERJA HARI INI REY….AKU INGIN SENDIRI DULU…” aku


membalas pesan Reyni


Hari itu cuaca tidak begitu panas, matahari siang


bersembunyi dibalik awan, seakan takut dengan amarahku saat ini, dan enggan


menyapaku dalam keadaan hati yang tercabik.


Tak terasa aku terpekur disitu hingga sore menjelang, lagi


lagi pemandangan yang ku benci dari dulu kembali terpampang dihapanku, saat


sang surya dengan temaram indahnya hendak tenggelam di batas horizon sana.


“Ada apa Adrian…? Aku tahu kamu pasti disini…” suara seorang


wanita dibelakangku


“Rey …? Kenapa kamu kesini? Nanti Lisa dan Meysa cari cari


kamu….” Ucapku sambil menoleh kea rah belakangku, aku tahu itu suara Rey.


“Aku sudah telpon Mbok Inah….agar jangan pulang…dan sudah


aku kasih tahu kalo aku akan pulang terlambat….” Ujar Rey sambil duduk


dibebatuan disebelahku


“Sekarang katakan…ada apa? Masalah kasus di Bea Cukai yang


sedang berjalan? Ada masalah dengan Sanjeev?” kembali Rey berucap padaku yang


masih menatap kosong ke luasnya laut dihadapanku


Aku hanya menjawab dengan gelengan kepala sambil menghisap


dalam dalam rokokku.


“Lalu…? Ada apa? Kalo masalah kecil….aku tahu kamu ga akan


sampai datang kesini …tempat semedimu…Please…tell me Adrian…” balas Rey


Aku mengehal nafas panjang sebelum menceritakan apa yang


terjadi tadi pagi….


“tadi pagi…saat aku pulang dari rumahmu dan akan berganti


baju….aku melihat Ita istriku sedang bercumbu dan berpelukan dengan laki laki


lain…..aku ingin marah…aku ingin luapkan emosi…tapi aku juga sadar, aku juga


sudah berbuat hal yang sama….bahkan sebelum aku marah…dia sudah luapkan


amarahnya …kalau selama ini dia tahu hubunganku dengan Lily …wanita yang kamu


lihat di Mall Cibubur dulu dan juga kedekatanku dengan mu…” aku kembali


menghisap rokokku dalam dalam untuk redakan sesakku.


“jadi ceritanya dia ingin balas dendam padamu dan berbuat


hal yang sama…?” ujar Rey sambil menatap wajah kalutku


“Entahlah Rey….” Balasku sambil menatap kea rah laut dengan


tatapan kosong….


“Sekarang jawab pertanyaanku Adrian….kamu mencintai Ita..?


dang a ingin kehilangan dia?” tanya Rey


“Aku sudah ga tahu persis apa itu CINTA Rey….dan pada


akhirnya aku benci kata itu….aku memang lemah Rey….dan aku akui , aku egois dan


orang yang selalu ikuti kata hati dan naluriku, walau jelas secara logika yang


kulakukan adalah salah….aku ga pernah ada niat bermain main dengan wanita


apalagi hanya untuk kesenangan dan sengaja mempermainkan atau menyakiti


hatinya…” jawabku dengan suara sedikit  parau


“Kalau soal itu …aku sangat tahu Adrian….kalau kamu seperti


laki laki lain yang memang playboy atau type bermain main demi kesenangan,


pasti aku tidak akan dekat denganmu…aku tahu kamu tidak pernah mencari…karena


kamu jelas bukan tipikal seperti itu…tapi kamu seringkali hanyut atau terjebak


keadaan dengan apa yang datang padamu…..akupun minta maaf membuat mu dalam


posisi itu Adrian…” ucap Rey sambil menatap sendu kearahku


“Sudahlah rey…kamu ga salah….kalaupun aku ga dekat


denganku…aku akan tetap alami hal ini , karena hubunganku dengan Lily…” imbuhku

__ADS_1


“Kamu mau kembali pada Ita…? Dan saling memaafkan?....jika


ya….aku akan temui dia dan juga minta maaf telah hadir dikehidupan kalian….”


Ujar Rey lagi


“Reeey…..” hanya itu yang mampu terucap…kurengkuh bahu Rey


dan kurebahkan kepala wanita ini didadaku….ku belai lembut rambutnya….sejak


kepergian Debby dulu….aku sudah tidak tahu lagi seperti apa rasanya CINTA….aku


hanya menduga dan jalani naluri yang kurasa dan alami. Aku seperti sosok yang


tersesat…kehilangan arah …seperti perahu dengan layar rusak dan hanya terombang


ambing ikuti arus ombak.


“Sudah mulai gelap Adrian….lebih baik sekarang kita


pulang…besok aku akan kerumahmu atau menghubunginya untuk bicara dengan


Ita…..aku minta no telp Ita ya?’ ucap Reyni


“Terima kasih Rey….aku ga tahu mesti gimana…tapi aku juga


harus pikirkan Clara dan calista…” ujarku


“Ya…aku sangat mengerti itu….” Ucap Rey lagi seraya menatap


lembut dan mencium keningku


Aku sampai dirumah sekitar jam 21.00 WIB malam, kulihat


rumahku dalam keadaan gelap, pasti Ita dan anak anak pergi dan menginap dirumah


orang tuanya. Setelah mandi kurebahkan tubuhku dikasur kamar, kutatap langit


langit rumah….pikiranku menerawang ….entah apa yang terjadi selanjutnya dengan


perjalanan hidupku….rumah tanggaku….tiba tiba kurasakan rasa lelah yang amat


sangat….tubuhku seakan tertatih menapaki jalan terjal dan berbatu tajam tanpa


alas kaki….goresan goresan luka tak terasa saat aku berjuang mendaki….namun


saat ku berhenti dan rasakan lelahku, perih….sakit….semua bertumpuk menjadi


satu…


Sore itu Reyni, duduk di sebuah café di bilangan Lebak


Bulus, tak lama kemudian datang seorang wanita ke tempat dia duduk, ternyata


Ita…


“Sudah lama Rey…? “ Ucap Ita sambil menggeser kursi didepan


Reyni


“Oh…ngga mbak….belum lama kok….” Jawab Reyni


“Jangan panggil mbak ah….saya rasa kita seumur…jadi panggil


“Oh baik Ta….mau pesan makan apa?” ucap Rey ramah


“Minum aja Rey…saya ga lapar…” balas Ita


“Oke Ta…aku langsung aja ya?.....kita sama sama wanita


dewasa, sebelumnya saya minta maaf, telah hadir dikehidupan kalian…dekat dengan


Adrian…tapi tidak ada ikatan special diantara kami, awal aku hanya


penasaran…sosok Adrian sangat cool bahkan terkesan dingin dengan wanita ,


terutama untuk hal hal pribadi…disaat laki laki di kantor dan pabrik banyak


yang menggodaku…hanya Adrian yang tidak pernah terlihat menggoda atau


kegenitan, bahkan menegurku atau menyapaku saja sangat jarang…” Reyni berhenti  sebentar meneguk minumannya.


“Bahkan rasa penasaranku membuat aku malah ingin test Adrian


dengan kirim salam kepda para staff wanitanya…namun tidak ada respon berlebihan


yang aku dengar dari para staffnya….hingga suatu ketika aku membuntuti Adrian


saat pulang kerja dan ternyata dia menemui Lily….aku rasa kamu pasti kenal


siapa dia kan Ta…?” kembali rey berhenti bercerita dan menatap Ita, Ita


mendengarkan serius semua cerita Reyni dan dia menjawab dengan anggukan kepala,


kalo dia tahu siapa Lily dan juga tahu hubungan dan kedekatan Adrian dengannya.


“Diam –diam aku mendengarkan pembicaraan mereka Ta…dan


kudengar kalau Lily curhat dan menceritakan bahwa dia sering disakiti bahkan dipukuli


suaminya yang hyper dan pengekang serta kasar…saat itu aku berpikir Adrian


adalah laki laki bajingan seperti kebanyakan laki laki yang telah ku kenal dan


mempermainkan wanita hanya untuk kesenangan dan materi…sehingga momen itu aku


gunakan untuk mempermainkan Adrian…dan mengancam akan membocorkan rahasianya


jika dia tak mau menuruti kemauanku Ta…aku hanya ingin memberikan Adrian


pelajaran atas perbuatannya saat itu Ta….ga ada maksud lain…” Reyni  kembali meneguk minumannya


“Lalu…?” ucap Ita serius dan dengan wajah penasaran


mendengar kelanjutan cerita Reyni


“Aku meminta Adrian untuk mau menemaniku kapan saat aku


mau….jadi teman bicaraku saat aku butuh…kalau tidak mau…aku akan bocorkan

__ADS_1


rahasia affairnya dengan Lily…termasuk ke kamu…tapi ternyata aku salah…Adrian


bukan sosok laki laki yang memang bermain main dengan wanita diluaran untuk


kesenangan…mempermainkan hati wanita apalagi melihat materinya….dan yang aku


tahu…Lily menikah juga karena tidak ingin merusak rumah tangga kalian….walau


akhirnya ternyata Lily salah dalam memilih pasangan hidupnya….sehingga aku


mengambil kesimpulan….walau Adrian memang salah…tapi dia tidak berbuat itu


karena memang ingin mencari kesenangan pribadi…dia hanya datang dan hadir


dihidup para wanita yang ditemuinya…disaat wanita itu rapuh dan mereka merasa


nyaman jadikan Adrian tempat bersandar dan tempat keluh kesahnya….baik itu


Lily…juga aku Ta….Adrian laki laki baik yang terjebak keadaan tanpa bisa begitu


saja keluar dari segala yang melibatkan dirinya….tapi baik dengan Lily…maupun


denganku…dia menghargai kamu….dan mempertegas posisinya sebagai suami dan ayah


dari anak anakmu….” Ujar Reyni


“Apalagi denganku Ta…sedekat apapun kami….Adrian selalu


tegaskan untuk tidak bicara Cinta dan pakai hati…jadi maksudku bertemu kamu hari


ini…kalau boleh aku memohon…beri kesempatan Adrian..maafkan dia….aku bicara dan


yang jelaskan ke kamu…karena kita sama sama wanita…akan lebih mudah mengerti


…berbeda dengan cara laki laki menyampaikan sesuatu …mereka lebih sering pakai


logika dan kadang tidak tahu kata yang tepat agar dimengerti dan dipahami


wanita..”…lanjut Reyni


“Baik Rey…terima kasih sudah jelaskan semua ini kepadaku…”


ujar Ita sambil memegang telapak tangan Reyni


“Aku mengenal Adrian di tempat bekerja….dan juga secara


pribadi….percaya aku Ta…dia bukan laki laki yang sengaja mencari wanita wanita


untuk bermain main dengan perasaannya ataupun hal lainnya…aku di kantor


terkenal sebagai wanita yang dingin dan cenderung judes Ta…bahkan aku tahu


mereka dibelakangku menjuluki sijutek…aku hampir benci dengan semua laki-laki,


makanya awal aku anggap Adrian adalah sama saja….tapi ternyata Adrian


berbeda….kedekatannya dengan Lily ada sebab dan mungkin saat itu terjebak


situasi disaat Lily rapuh….begitupun denganku” ucap Reyni


“Adrian juga sedang dalam kasus dan masalah di Bea


Cukai…karena kecerobohan owner baru diperusahaan , Adrian sebagai manager yang


menangani pengiriman harus bolak balik disidik dan di wawancara…bahkan Bea


Cukai mengancam akan memenjarakannya….aku dan Bernard tahu, karena kami ikut


menemaninya Ta….dan Adrian siang malam melobi Bea Cukai , karena dia selalu memikirkan


kamu dan anak anakmu…agar jangan sampai dijebloskan ke penjara bea dan cukai…”


lanjut Reyni


Ita menutup mulutnya dengan kedua tangannya…wajahnya begitu


terkejut….” Adrian tidak pernah bercerita soal ini Rey…” ucapnya sambil


terlihat merasa bersalah di raut wajahnya.


“Mungkin dia ga mau kamu khawatir Ta……kamu pasti sangat


tahu…suamimu itu pandai dalam menyimpan sesuatu….” Ujar Reyni


Tiba tiba Reyni dan Ita dikejutkan kehadiran seorang


laki-laki yang berdiri disamping meja café mereka, “Hai Ta…kok kamu bisa ada


disini? Aku berusaha hubungi kamu tapi ga kamu respon….gimana suamimu…ga marah


marah kan dia?” ucap laki laki itu sambil tertawa sinis.


Wajah Ita terlihat gugup dan pucat didepan Reyni, Reyni


hanya menunduk sambil melihat telpon genggamnya, dalam hati Reyni


berpikir….laki laki ini pasti sosok yang diceritakan Adrian…yang dipergokinya


tengah mencium dan memeluk Ita…Reyni memilih tdak ikut campur dan melihatnya secara


jelas.


Tapi reyni menjadi terusik ketika tangan laki laki itu


sedikit kasar menarik tangan Ita sambil berkata “ Ayo sekarang mumpung kita


ketemu dan kamu sendirian diluar rumah…kita bersenang-senang seperti


kemarin-kemarin….” Ucap laki laki itu dengan nada memaksa.


Reyni mengangkat kepalanya dan melihat kearah laki laki


itu…dan seketika wajah Reyni juga menjadi sama terkejutnya dengan Ita seperti


saat pertama melihat kehadiran laki laki itu.


Reyni tiba tiba berdiri….dan “PLAKKKKK!!!” sebuah tamparan


keras mendarat dipipi laki laki bergaya metropolis itu.

__ADS_1


“BAJINGAN KAMU ANTON……!!!” ucap Reyni keras dan nyaris


berteriak, sehingga hampir semua pengunjung café melihat kearah mereka.


__ADS_2