
Ku Arahkan mobilku ke tempat yang aku datangi bersama Rey
kemarin…..tempat ku menyendiri dan
adukan segala masalah da nisi hatiku pada laut…pada ombak….pada burung camar
yang sibuk berceloteh kesana kemari mencari ikan.
“AKU BENCI CINTAAAAAAAAA!!!!” teriakku sambil melempar batu
kecil ke laut, teriakanku tenggelam diantara deru ombak….suaraku tertutup suara
suara berisik para camar laut.
“KAMU GA KE KANTOR? MR.SANJEEV MENCARIMU… “ Pesan whatsapp
dari Reyni masuk ke telponku.
“AKU GA KERJA HARI INI REY….AKU INGIN SENDIRI DULU…” aku
membalas pesan Reyni
Hari itu cuaca tidak begitu panas, matahari siang
bersembunyi dibalik awan, seakan takut dengan amarahku saat ini, dan enggan
menyapaku dalam keadaan hati yang tercabik.
Tak terasa aku terpekur disitu hingga sore menjelang, lagi
lagi pemandangan yang ku benci dari dulu kembali terpampang dihapanku, saat
sang surya dengan temaram indahnya hendak tenggelam di batas horizon sana.
“Ada apa Adrian…? Aku tahu kamu pasti disini…” suara seorang
wanita dibelakangku
“Rey …? Kenapa kamu kesini? Nanti Lisa dan Meysa cari cari
kamu….” Ucapku sambil menoleh kea rah belakangku, aku tahu itu suara Rey.
“Aku sudah telpon Mbok Inah….agar jangan pulang…dan sudah
aku kasih tahu kalo aku akan pulang terlambat….” Ujar Rey sambil duduk
dibebatuan disebelahku
“Sekarang katakan…ada apa? Masalah kasus di Bea Cukai yang
sedang berjalan? Ada masalah dengan Sanjeev?” kembali Rey berucap padaku yang
masih menatap kosong ke luasnya laut dihadapanku
Aku hanya menjawab dengan gelengan kepala sambil menghisap
dalam dalam rokokku.
“Lalu…? Ada apa? Kalo masalah kecil….aku tahu kamu ga akan
sampai datang kesini …tempat semedimu…Please…tell me Adrian…” balas Rey
Aku mengehal nafas panjang sebelum menceritakan apa yang
terjadi tadi pagi….
“tadi pagi…saat aku pulang dari rumahmu dan akan berganti
baju….aku melihat Ita istriku sedang bercumbu dan berpelukan dengan laki laki
lain…..aku ingin marah…aku ingin luapkan emosi…tapi aku juga sadar, aku juga
sudah berbuat hal yang sama….bahkan sebelum aku marah…dia sudah luapkan
amarahnya …kalau selama ini dia tahu hubunganku dengan Lily …wanita yang kamu
lihat di Mall Cibubur dulu dan juga kedekatanku dengan mu…” aku kembali
menghisap rokokku dalam dalam untuk redakan sesakku.
“jadi ceritanya dia ingin balas dendam padamu dan berbuat
hal yang sama…?” ujar Rey sambil menatap wajah kalutku
“Entahlah Rey….” Balasku sambil menatap kea rah laut dengan
tatapan kosong….
“Sekarang jawab pertanyaanku Adrian….kamu mencintai Ita..?
dang a ingin kehilangan dia?” tanya Rey
“Aku sudah ga tahu persis apa itu CINTA Rey….dan pada
akhirnya aku benci kata itu….aku memang lemah Rey….dan aku akui , aku egois dan
orang yang selalu ikuti kata hati dan naluriku, walau jelas secara logika yang
kulakukan adalah salah….aku ga pernah ada niat bermain main dengan wanita
apalagi hanya untuk kesenangan dan sengaja mempermainkan atau menyakiti
hatinya…” jawabku dengan suara sedikit parau
“Kalau soal itu …aku sangat tahu Adrian….kalau kamu seperti
laki laki lain yang memang playboy atau type bermain main demi kesenangan,
pasti aku tidak akan dekat denganmu…aku tahu kamu tidak pernah mencari…karena
kamu jelas bukan tipikal seperti itu…tapi kamu seringkali hanyut atau terjebak
keadaan dengan apa yang datang padamu…..akupun minta maaf membuat mu dalam
posisi itu Adrian…” ucap Rey sambil menatap sendu kearahku
“Sudahlah rey…kamu ga salah….kalaupun aku ga dekat
denganku…aku akan tetap alami hal ini , karena hubunganku dengan Lily…” imbuhku
__ADS_1
“Kamu mau kembali pada Ita…? Dan saling memaafkan?....jika
ya….aku akan temui dia dan juga minta maaf telah hadir dikehidupan kalian….”
Ujar Rey lagi
“Reeey…..” hanya itu yang mampu terucap…kurengkuh bahu Rey
dan kurebahkan kepala wanita ini didadaku….ku belai lembut rambutnya….sejak
kepergian Debby dulu….aku sudah tidak tahu lagi seperti apa rasanya CINTA….aku
hanya menduga dan jalani naluri yang kurasa dan alami. Aku seperti sosok yang
tersesat…kehilangan arah …seperti perahu dengan layar rusak dan hanya terombang
ambing ikuti arus ombak.
“Sudah mulai gelap Adrian….lebih baik sekarang kita
pulang…besok aku akan kerumahmu atau menghubunginya untuk bicara dengan
Ita…..aku minta no telp Ita ya?’ ucap Reyni
“Terima kasih Rey….aku ga tahu mesti gimana…tapi aku juga
harus pikirkan Clara dan calista…” ujarku
“Ya…aku sangat mengerti itu….” Ucap Rey lagi seraya menatap
lembut dan mencium keningku
Aku sampai dirumah sekitar jam 21.00 WIB malam, kulihat
rumahku dalam keadaan gelap, pasti Ita dan anak anak pergi dan menginap dirumah
orang tuanya. Setelah mandi kurebahkan tubuhku dikasur kamar, kutatap langit
langit rumah….pikiranku menerawang ….entah apa yang terjadi selanjutnya dengan
perjalanan hidupku….rumah tanggaku….tiba tiba kurasakan rasa lelah yang amat
sangat….tubuhku seakan tertatih menapaki jalan terjal dan berbatu tajam tanpa
alas kaki….goresan goresan luka tak terasa saat aku berjuang mendaki….namun
saat ku berhenti dan rasakan lelahku, perih….sakit….semua bertumpuk menjadi
satu…
Sore itu Reyni, duduk di sebuah café di bilangan Lebak
Bulus, tak lama kemudian datang seorang wanita ke tempat dia duduk, ternyata
Ita…
“Sudah lama Rey…? “ Ucap Ita sambil menggeser kursi didepan
Reyni
“Oh…ngga mbak….belum lama kok….” Jawab Reyni
“Jangan panggil mbak ah….saya rasa kita seumur…jadi panggil
“Oh baik Ta….mau pesan makan apa?” ucap Rey ramah
“Minum aja Rey…saya ga lapar…” balas Ita
“Oke Ta…aku langsung aja ya?.....kita sama sama wanita
dewasa, sebelumnya saya minta maaf, telah hadir dikehidupan kalian…dekat dengan
Adrian…tapi tidak ada ikatan special diantara kami, awal aku hanya
penasaran…sosok Adrian sangat cool bahkan terkesan dingin dengan wanita ,
terutama untuk hal hal pribadi…disaat laki laki di kantor dan pabrik banyak
yang menggodaku…hanya Adrian yang tidak pernah terlihat menggoda atau
kegenitan, bahkan menegurku atau menyapaku saja sangat jarang…” Reyni berhenti sebentar meneguk minumannya.
“Bahkan rasa penasaranku membuat aku malah ingin test Adrian
dengan kirim salam kepda para staff wanitanya…namun tidak ada respon berlebihan
yang aku dengar dari para staffnya….hingga suatu ketika aku membuntuti Adrian
saat pulang kerja dan ternyata dia menemui Lily….aku rasa kamu pasti kenal
siapa dia kan Ta…?” kembali rey berhenti bercerita dan menatap Ita, Ita
mendengarkan serius semua cerita Reyni dan dia menjawab dengan anggukan kepala,
kalo dia tahu siapa Lily dan juga tahu hubungan dan kedekatan Adrian dengannya.
“Diam –diam aku mendengarkan pembicaraan mereka Ta…dan
kudengar kalau Lily curhat dan menceritakan bahwa dia sering disakiti bahkan dipukuli
suaminya yang hyper dan pengekang serta kasar…saat itu aku berpikir Adrian
adalah laki laki bajingan seperti kebanyakan laki laki yang telah ku kenal dan
mempermainkan wanita hanya untuk kesenangan dan materi…sehingga momen itu aku
gunakan untuk mempermainkan Adrian…dan mengancam akan membocorkan rahasianya
jika dia tak mau menuruti kemauanku Ta…aku hanya ingin memberikan Adrian
pelajaran atas perbuatannya saat itu Ta….ga ada maksud lain…” Reyni kembali meneguk minumannya
“Lalu…?” ucap Ita serius dan dengan wajah penasaran
mendengar kelanjutan cerita Reyni
“Aku meminta Adrian untuk mau menemaniku kapan saat aku
mau….jadi teman bicaraku saat aku butuh…kalau tidak mau…aku akan bocorkan
__ADS_1
rahasia affairnya dengan Lily…termasuk ke kamu…tapi ternyata aku salah…Adrian
bukan sosok laki laki yang memang bermain main dengan wanita diluaran untuk
kesenangan…mempermainkan hati wanita apalagi melihat materinya….dan yang aku
tahu…Lily menikah juga karena tidak ingin merusak rumah tangga kalian….walau
akhirnya ternyata Lily salah dalam memilih pasangan hidupnya….sehingga aku
mengambil kesimpulan….walau Adrian memang salah…tapi dia tidak berbuat itu
karena memang ingin mencari kesenangan pribadi…dia hanya datang dan hadir
dihidup para wanita yang ditemuinya…disaat wanita itu rapuh dan mereka merasa
nyaman jadikan Adrian tempat bersandar dan tempat keluh kesahnya….baik itu
Lily…juga aku Ta….Adrian laki laki baik yang terjebak keadaan tanpa bisa begitu
saja keluar dari segala yang melibatkan dirinya….tapi baik dengan Lily…maupun
denganku…dia menghargai kamu….dan mempertegas posisinya sebagai suami dan ayah
dari anak anakmu….” Ujar Reyni
“Apalagi denganku Ta…sedekat apapun kami….Adrian selalu
tegaskan untuk tidak bicara Cinta dan pakai hati…jadi maksudku bertemu kamu hari
ini…kalau boleh aku memohon…beri kesempatan Adrian..maafkan dia….aku bicara dan
yang jelaskan ke kamu…karena kita sama sama wanita…akan lebih mudah mengerti
…berbeda dengan cara laki laki menyampaikan sesuatu …mereka lebih sering pakai
logika dan kadang tidak tahu kata yang tepat agar dimengerti dan dipahami
wanita..”…lanjut Reyni
“Baik Rey…terima kasih sudah jelaskan semua ini kepadaku…”
ujar Ita sambil memegang telapak tangan Reyni
“Aku mengenal Adrian di tempat bekerja….dan juga secara
pribadi….percaya aku Ta…dia bukan laki laki yang sengaja mencari wanita wanita
untuk bermain main dengan perasaannya ataupun hal lainnya…aku di kantor
terkenal sebagai wanita yang dingin dan cenderung judes Ta…bahkan aku tahu
mereka dibelakangku menjuluki sijutek…aku hampir benci dengan semua laki-laki,
makanya awal aku anggap Adrian adalah sama saja….tapi ternyata Adrian
berbeda….kedekatannya dengan Lily ada sebab dan mungkin saat itu terjebak
situasi disaat Lily rapuh….begitupun denganku” ucap Reyni
“Adrian juga sedang dalam kasus dan masalah di Bea
Cukai…karena kecerobohan owner baru diperusahaan , Adrian sebagai manager yang
menangani pengiriman harus bolak balik disidik dan di wawancara…bahkan Bea
Cukai mengancam akan memenjarakannya….aku dan Bernard tahu, karena kami ikut
menemaninya Ta….dan Adrian siang malam melobi Bea Cukai , karena dia selalu memikirkan
kamu dan anak anakmu…agar jangan sampai dijebloskan ke penjara bea dan cukai…”
lanjut Reyni
Ita menutup mulutnya dengan kedua tangannya…wajahnya begitu
terkejut….” Adrian tidak pernah bercerita soal ini Rey…” ucapnya sambil
terlihat merasa bersalah di raut wajahnya.
“Mungkin dia ga mau kamu khawatir Ta……kamu pasti sangat
tahu…suamimu itu pandai dalam menyimpan sesuatu….” Ujar Reyni
Tiba tiba Reyni dan Ita dikejutkan kehadiran seorang
laki-laki yang berdiri disamping meja café mereka, “Hai Ta…kok kamu bisa ada
disini? Aku berusaha hubungi kamu tapi ga kamu respon….gimana suamimu…ga marah
marah kan dia?” ucap laki laki itu sambil tertawa sinis.
Wajah Ita terlihat gugup dan pucat didepan Reyni, Reyni
hanya menunduk sambil melihat telpon genggamnya, dalam hati Reyni
berpikir….laki laki ini pasti sosok yang diceritakan Adrian…yang dipergokinya
tengah mencium dan memeluk Ita…Reyni memilih tdak ikut campur dan melihatnya secara
jelas.
Tapi reyni menjadi terusik ketika tangan laki laki itu
sedikit kasar menarik tangan Ita sambil berkata “ Ayo sekarang mumpung kita
ketemu dan kamu sendirian diluar rumah…kita bersenang-senang seperti
kemarin-kemarin….” Ucap laki laki itu dengan nada memaksa.
Reyni mengangkat kepalanya dan melihat kearah laki laki
itu…dan seketika wajah Reyni juga menjadi sama terkejutnya dengan Ita seperti
saat pertama melihat kehadiran laki laki itu.
Reyni tiba tiba berdiri….dan “PLAKKKKK!!!” sebuah tamparan
keras mendarat dipipi laki laki bergaya metropolis itu.
__ADS_1
“BAJINGAN KAMU ANTON……!!!” ucap Reyni keras dan nyaris
berteriak, sehingga hampir semua pengunjung café melihat kearah mereka.