
“Ada apa Ta…? Saat Adrian WA ku
bilang kamu mau bertemu, pasti ada sesuatu yang penting…” Ucap Rey sambil duduk
disamping Ita
“Rey….kamu tahu aku sakit kan?
Dan Adrian pasti sudah cerita sakitku apa….” Ujar Ita sambil memegang tangan
Rey
“Ya…aku tahu kamu sakit dan
sakitmu apa…lalu kenapa Ta?” ucap Reyni dengan tatap penuh tanda tanya
“Aku ingin jika aku pergi….aku
mau kamu dampingi Adrian dan anak anak melanjutkan hidupnya….” Ujar Ita sambil
meneteskan air mata.
“Bicara apa kamu Ta? Kamu akan
sembuh…penyakit kelenjar tiroidmu ini belum masuk kategori penyakit ganas dan
tak ada obatnya…jadi ga perlu kamu bicara seperti itu….kamu akan sembuh…dan
kamu harus punya semangat hidup…lawan penyakitmu…..” Reyni menatap Ita dan
membelai rambutnya dengan rasa sayang yang tulus.
“ Baik Rey….tapi jika terjadi
sesuatu kamu mau berjanji padaku?” Ita masih menggenggam tangan Rey dan menaruh
didadanya.
“Aku justru ingin kamu yang
berjanji padaku….lawan penyakitmu dan harus sembuh…dan kamu pasti sembuh…” ujar
Rey membesarkan hati Ita
“Kita sama sama berjanji ya Rey…karena
aku tahu, kamu tulus menyayangi Adrian…walau aku tahu kamu tidak pernah
ungkapkan ataupun terucap dari mulut kamu…?” Ucap Ita pelan
Reyni hanya mengangguk, dia tidak
sampai hati membayangkan harus mengambil Adrian dari sisi wanita ini, bisa
mengenal dan mendapat sedikit saja rasa sayang dari Adrian, sudah cukup bagi
Rey.
“Sudah ngobrolnya…? Serius amat
sih? “ ucapku seraya tertawa kecil untuk mencairkan suasana, walau aku tahu Ita
baru saja menangis terlihat dari matanya yang sedikit sembab.
“Iya….tadi Ita ajak aku
ngobrol…aku kirain apa…tahu nya dia bilang…Rey,…aku kan sakit, kalo aku lagi
sakit tolong liatin Adrian agar jangan genit atau jelalatan dengan cewek atau
wanita lain…” balas Rey sambil pura pura serius.
Aku dan Ita tertawa
mendengarnya….
“Awasin nya gimana? Wong orangnya
jauh di semarang…..” ucapku sambil tertawa
“Ya…nanti aku pasang di tubuh
kamu GPS….biar kemanapun kamu pergi aku liat…dan bisa lapor sama Ita…” sahut
Rey sambil kami tertawa bersama
Rey melihat jam ditangannya….”
Ta…sudah jam 15.00, aku harus kembali ke semarang, aku sudah pesan tiket PP
tadi pagi, dan jadwal pesawatku ke semarang jam 18.00, Jakarta macet di jam
pulang kantor, aku takut ketinggalan pesawat….”
“Baik Rey…terima kasih banyak ya?
Ayah….kamu antar Rey ke bandara ya? Biar aku ditemani Veronica disini, nanti
mama papa juga mau datang kesini….” Ucap Ita kepadaku
__ADS_1
“Baiklah…kalau ada perlu apa
apa…kamu telp atau WA aku ya Bun..?” ujarku disambut anggukan kepala dari Ita
“Sebenarnya apa yang bicarakan
Ita? Aku tahu kamu berbohong tadi Rey…” Ucapku didalam mobil menuju bandara.
“Ita takut penyakitnya ga bisa
disembuhkan…..” ujar Rey sambil menatap jalan di depan.
“Mau bicara dengan kamu yang
sudah datang jauh jauh dari luar kota hanya untuk itu? …please tell me the
truth Rey…” lanjutku
“Ya…jika terjadi apa apa dengan
dia….dia mau aku menjagamu….” Sahut Rey sambil menghela nafasnya.
“Ita pasti sembuh….bicara apa
dia?...” ujarku
“Aku tadi juga bilang seperti
itu….tapi dia bersikeras aku mau menuruti kata katanya….” Ucap Rey lagi
“Sudahlah Adrian…mungkin Ita
hanya sedang merasa putus asa atau panik dengan penyakitnya…nanti jika sudah
sembuh pasti dia kan bersikap dan kembali seperti semula…” mobilku sudah
memasuki area bandara, dan kuputuskan untuk memarkir dulu kendaraanku karena masih
ada waktu satu jam sebelum waktunya pesawat yang akan ditumpangi Rey berangkat.
“Rey….terima kasih….kau mau jauh
jauh datang kesini untuk memenuhi permintaan Ita…” aku menatap Rey didalam
mobil setelah kuparkir.
“It’s ok….selain untuk Ita….aku
juga ingin datang karena ingin melihatmu….itu saja….” Ujar Rey tanpa berani
menatapku dan mengambil tas nya di jok belakang mobil.
Rey…
Akhirnya Rey menatapku lekat
lekat….kulihat sejuta kerinduan disorot matanya….
“Kamu tahu? Setiap malam…apalagi
jika di ungaran …dirumah yang kusewa…saat sendiri…setiap malam…apalagi disaat
hujan datang…aku selalu mengingatmu? Aku selalu ingat bersama kamu?...tapi aku
sudah berjanji dalam hatiku untuk tidak lagi menganggu hidupmu…hidup
Ita….apalagi sekarang Ita sakit…” Rey mulai terisak…ketegaran seorang Reyni
yang selama ini kukenal sirna dan didepanku kini Rey hanya seorang wanita …yang
punya hati lembut dan butuh tempat bersandar.
Spontan kupeluk tubuh
Rey….kurasakan getaran tubuhnya yang memendam rindu….karena akupun merasakannya
seperti itu.
“Aku tahu sejak awal kamu larang
aku pakai hati apalagi ucapkan kata kata cinta…tapi aku ….aku sudah JATUH CINTA
sama kamu Adrian…..berkali kali aku sudah mati matian tepis dan buang rasa
ini….berkali kali aku maki diriku karena rasa ini salah…..tapi makin aku
berusaha…makin sulit aku lepaskan bayangan kamu….” Isak tangis Rey makin keras
“Bahkan aku sudah menjual
rumahku….pindah ke semarang…..agar aku jauh darimu dan bisa melupakan
kamu……tapi….aku hanya sesaat bisa buang bayangmu saat aku kerja…saat
kusendiri…aku pasti tidak bisa lepas dari mengingatmu……aku bingung
Adriaaaaan….aku takut…..tapi aku juga ga mau merusak kehidupan kamu dan Ita…”
lanjut Rey
__ADS_1
Aku mendengarkan semua curahan
hati Rey, seraya menatapnya…kulihat rasa cinta nya yang tulus tersirat
dimatanya….tak ada ego disana….tidak ada niat menyakiti …taka da ambisi….hanya
ingin orang yang dicinta nya tahu apa yang dirasa…..
“Rey….terima kasih sudah mencintaiku….aku
tidak bisa berkata banyak…kamu tahu persis kenapa ….kata CINTA yang keluar dari
mulutku seperti kutukan bagiku….karena cintaku bagai CINTA DIBATAS HORIZON…yang
indah sesaat lalu tenggelam dan berganti kegelapan malam. Aku tak ingin kamu seperti
itu….aku ingin kamu tetap ada ….walau sampai detik ini aku tidak bisa ungkapkan
dan katakan apa apa padamu…” ucapku seraya membelai lembut pipi Rey dan
menghapus bulir air matanya.
“Sudah hampir jam enam
Adrian…..sebentar lagi pasti pesawatku berangkat, aku harus segera cek in dan
boarding…” ujar Rey pelan.
“Rey…mungkin ini bagimu bukan apa
apa….tapi aku hanya ingin bilang…bahwa disaat sendiri sepertimu….akupun selalu
pikirkan kamu dan merasa kehilanganmu…” aku menatap kedua bola mata Rey
Kukecup lembut kening Rey….dan
Rey memeluk erat seolah enggan pergi meninggalkanku sekali lagi.
Aku berdiri didepan pintu mobil
sambil menatap punggung Rey yang berjalan menuju terminal keberangkatan.
Sebelum keluar area parkir
bandara dan kembali kerumah sakit, kuketik beberapa bait kata agar dibaca Rey
saat tiba di bandara semarang, karena selama dipesawat pasti handphonenya akan
dimatikan
RASAKU..
TAK PERLU LAMA UNTUK MENGENALMU
TAK PERLU SEJUTA UNGKAPAN UNTUK
MEMAHAMIMU
INGIN KUHENTIKAN WAKTU SAAT
BERSAMAMU
INGIN KUMUSMAHKAN MATAHRI AGAR
HARI TAK PERNAH BERLALU
TAK PERLU BANYAK UNTAIAN KATA
UNTUK TAHU ISI HATIKU
TAK PERLU BANYAK PENJELASAN UNTUK
TAHU ISI HATIMU
SOROT MATAMU SUDAH KUMENGERTI
KATA HATIKU PASTI SUDAH KAU
PAHAMI
KALAU SAJA BOLEH MEMINTA…KU INGIN
KAU TETAP GENGGAM HARAPMU
KALAU SAJA BOLEH MEMOHON…BIARKAN
BAYANGKU TETAP ADA DI HARI HARIMU
AKU MEMANG SUDAH PUNYA CINTA
SEBELUM HADIRMU
TAPI RASAMU KUSIMPAN DI KISI
RUANG KOSONG HATIKU
RASAKU TAK BANYAK YANG TAHU
RASAKU TAK PERNAH TERUCAP DARIKU
__ADS_1
BY : ADRIAN RIDWANSYAH