CINTA DIBATAS HORIZON

CINTA DIBATAS HORIZON
JANJI


__ADS_3

“Ada apa Ta…? Saat Adrian WA ku


bilang kamu mau bertemu, pasti ada sesuatu yang penting…” Ucap Rey sambil duduk


disamping Ita


“Rey….kamu tahu aku sakit kan?


Dan Adrian pasti sudah cerita sakitku apa….” Ujar Ita sambil memegang tangan


Rey


“Ya…aku tahu kamu sakit dan


sakitmu apa…lalu kenapa Ta?” ucap Reyni dengan tatap penuh tanda tanya


“Aku ingin jika aku pergi….aku


mau kamu dampingi Adrian dan anak anak melanjutkan hidupnya….” Ujar Ita sambil


meneteskan air mata.


“Bicara apa kamu Ta? Kamu akan


sembuh…penyakit kelenjar tiroidmu ini belum masuk kategori penyakit ganas dan


tak ada obatnya…jadi ga perlu kamu bicara seperti itu….kamu akan sembuh…dan


kamu harus punya semangat hidup…lawan penyakitmu…..” Reyni menatap Ita dan


membelai rambutnya dengan rasa sayang yang tulus.


“ Baik Rey….tapi jika terjadi


sesuatu kamu mau berjanji padaku?” Ita masih menggenggam tangan Rey dan menaruh


didadanya.


“Aku justru ingin kamu yang


berjanji padaku….lawan penyakitmu dan harus sembuh…dan kamu pasti sembuh…” ujar


Rey membesarkan hati Ita


“Kita sama sama berjanji ya Rey…karena


aku tahu, kamu tulus menyayangi Adrian…walau aku tahu kamu tidak pernah


ungkapkan ataupun terucap dari mulut kamu…?” Ucap Ita pelan


Reyni hanya mengangguk, dia tidak


sampai hati membayangkan harus mengambil Adrian dari sisi wanita ini, bisa


mengenal dan mendapat sedikit saja rasa sayang dari Adrian, sudah cukup bagi


Rey.


“Sudah ngobrolnya…? Serius amat


sih? “ ucapku seraya tertawa kecil untuk mencairkan suasana, walau aku tahu Ita


baru saja menangis terlihat dari matanya yang sedikit sembab.


“Iya….tadi Ita ajak aku


ngobrol…aku kirain apa…tahu nya dia bilang…Rey,…aku kan sakit, kalo aku lagi


sakit tolong liatin Adrian agar jangan genit atau jelalatan dengan cewek atau


wanita lain…” balas Rey sambil pura pura serius.


Aku dan Ita tertawa


mendengarnya….


“Awasin nya gimana? Wong orangnya


jauh di semarang…..” ucapku sambil tertawa


“Ya…nanti aku pasang di tubuh


kamu GPS….biar kemanapun kamu pergi aku liat…dan bisa lapor sama Ita…” sahut


Rey sambil kami tertawa bersama


Rey melihat jam ditangannya….”


Ta…sudah jam 15.00, aku harus kembali ke semarang, aku sudah pesan tiket PP


tadi pagi, dan jadwal pesawatku ke semarang jam 18.00, Jakarta macet di jam


pulang kantor, aku takut ketinggalan pesawat….”


“Baik Rey…terima kasih banyak ya?


Ayah….kamu antar Rey ke bandara ya? Biar aku ditemani Veronica disini, nanti


mama papa juga mau datang kesini….” Ucap Ita kepadaku

__ADS_1


“Baiklah…kalau ada perlu apa


apa…kamu telp atau WA aku ya Bun..?” ujarku disambut anggukan kepala dari Ita


“Sebenarnya apa yang bicarakan


Ita? Aku tahu kamu berbohong tadi Rey…” Ucapku didalam mobil menuju bandara.


“Ita takut penyakitnya ga bisa


disembuhkan…..” ujar Rey sambil menatap jalan di depan.


“Mau bicara dengan kamu yang


sudah datang jauh jauh dari luar kota hanya untuk itu? …please tell me the


truth Rey…” lanjutku


“Ya…jika terjadi apa apa dengan


dia….dia mau aku menjagamu….” Sahut Rey sambil menghela nafasnya.


“Ita pasti sembuh….bicara apa


dia?...” ujarku


“Aku tadi juga bilang seperti


itu….tapi dia bersikeras aku mau menuruti kata katanya….” Ucap Rey lagi


“Sudahlah Adrian…mungkin Ita


hanya sedang merasa putus asa atau panik dengan penyakitnya…nanti jika sudah


sembuh pasti dia kan bersikap dan kembali seperti semula…” mobilku sudah


memasuki area bandara, dan kuputuskan untuk memarkir dulu kendaraanku karena masih


ada waktu satu jam sebelum waktunya pesawat yang akan ditumpangi Rey berangkat.


“Rey….terima kasih….kau mau jauh


jauh datang kesini untuk memenuhi permintaan Ita…” aku menatap Rey didalam


mobil setelah kuparkir.


“It’s ok….selain untuk Ita….aku


juga ingin datang karena ingin melihatmu….itu saja….” Ujar Rey tanpa berani


menatapku dan mengambil tas nya di jok belakang mobil.


Rey…


Akhirnya Rey menatapku lekat


lekat….kulihat sejuta kerinduan disorot matanya….


“Kamu tahu? Setiap malam…apalagi


jika di ungaran …dirumah yang kusewa…saat sendiri…setiap malam…apalagi disaat


hujan datang…aku selalu mengingatmu? Aku selalu ingat bersama kamu?...tapi aku


sudah berjanji dalam hatiku untuk tidak lagi menganggu hidupmu…hidup


Ita….apalagi sekarang Ita sakit…” Rey mulai terisak…ketegaran seorang Reyni


yang selama ini kukenal sirna dan didepanku kini Rey hanya seorang wanita …yang


punya hati lembut dan butuh tempat bersandar.


Spontan kupeluk tubuh


Rey….kurasakan getaran tubuhnya yang memendam rindu….karena akupun merasakannya


seperti itu.


“Aku tahu sejak awal kamu larang


aku pakai hati apalagi ucapkan kata kata cinta…tapi aku ….aku sudah JATUH CINTA


sama kamu Adrian…..berkali kali aku sudah mati matian tepis dan buang rasa


ini….berkali kali aku maki diriku karena rasa ini salah…..tapi makin aku


berusaha…makin sulit aku lepaskan bayangan kamu….” Isak tangis Rey makin keras


“Bahkan aku sudah menjual


rumahku….pindah ke semarang…..agar aku jauh darimu dan bisa melupakan


kamu……tapi….aku hanya sesaat bisa buang bayangmu saat aku kerja…saat


kusendiri…aku pasti tidak bisa lepas dari mengingatmu……aku bingung


Adriaaaaan….aku takut…..tapi aku juga ga mau merusak kehidupan kamu dan Ita…”


lanjut Rey

__ADS_1


Aku mendengarkan semua curahan


hati Rey, seraya menatapnya…kulihat rasa cinta nya yang tulus tersirat


dimatanya….tak ada ego disana….tidak ada niat menyakiti …taka da ambisi….hanya


ingin orang yang dicinta nya tahu apa yang dirasa…..


“Rey….terima kasih sudah mencintaiku….aku


tidak bisa berkata banyak…kamu tahu persis kenapa ….kata CINTA yang keluar dari


mulutku seperti kutukan bagiku….karena cintaku bagai CINTA DIBATAS HORIZON…yang


indah sesaat lalu tenggelam dan berganti kegelapan malam. Aku tak ingin kamu seperti


itu….aku ingin kamu tetap ada ….walau sampai detik ini aku tidak bisa ungkapkan


dan katakan apa apa padamu…” ucapku seraya membelai lembut pipi Rey dan


menghapus bulir air matanya.


“Sudah hampir jam enam


Adrian…..sebentar lagi pasti pesawatku berangkat, aku harus segera cek in dan


boarding…” ujar Rey pelan.


“Rey…mungkin ini bagimu bukan apa


apa….tapi aku hanya ingin bilang…bahwa disaat sendiri sepertimu….akupun selalu


pikirkan kamu dan merasa kehilanganmu…” aku menatap kedua bola mata Rey


Kukecup lembut kening Rey….dan


Rey memeluk erat seolah enggan pergi meninggalkanku sekali lagi.


Aku berdiri didepan pintu mobil


sambil menatap punggung Rey yang berjalan menuju terminal keberangkatan.


Sebelum keluar area parkir


bandara dan kembali kerumah sakit, kuketik beberapa bait kata agar dibaca Rey


saat tiba di bandara semarang, karena selama dipesawat pasti handphonenya akan


dimatikan


RASAKU..


TAK PERLU LAMA UNTUK MENGENALMU


TAK PERLU SEJUTA UNGKAPAN UNTUK


MEMAHAMIMU


INGIN KUHENTIKAN WAKTU SAAT


BERSAMAMU


INGIN KUMUSMAHKAN MATAHRI AGAR


HARI TAK PERNAH BERLALU


TAK PERLU BANYAK UNTAIAN KATA


UNTUK TAHU ISI HATIKU


TAK PERLU BANYAK PENJELASAN UNTUK


TAHU ISI HATIMU


SOROT MATAMU SUDAH KUMENGERTI


KATA HATIKU PASTI SUDAH KAU


PAHAMI


KALAU SAJA BOLEH MEMINTA…KU INGIN


KAU TETAP GENGGAM HARAPMU


KALAU SAJA BOLEH MEMOHON…BIARKAN


BAYANGKU TETAP ADA DI HARI HARIMU


AKU MEMANG SUDAH PUNYA CINTA


SEBELUM HADIRMU


TAPI RASAMU KUSIMPAN DI KISI


RUANG KOSONG HATIKU


RASAKU TAK BANYAK YANG TAHU


RASAKU TAK PERNAH TERUCAP DARIKU

__ADS_1


BY : ADRIAN RIDWANSYAH


__ADS_2