CINTA DIBATAS HORIZON

CINTA DIBATAS HORIZON
Episode 16


__ADS_3

Sepulang dari perawatan dirumah sakit, Ririn makin sering menelponku untuk mengontrol kesehatanku, mengingatkan jam makanku yang sering terlewat jika sudah asik sibuk bekerja. Juga datang kerumah untuk mengecek apakah keadaanku baik –baik saja. Semua perhatiannya terasa tulus, aku juga bisa rasakan bahwa rasa sayang dan cinta nya …yang dia berikan seluruh hatinya pertama kali kepada seorang kepada laki laki. Dan jujur


pula ku akui, aku mulai rasakan getaran getaran direlung hatiku, namun seringkali kucoba singkirkan karena kadang datang sebersit rasa takutku…


“papa ingin Ririn jadi pendamping hidupmu Adrian…” ucap papa malam itu sambil kita menonton televise diruang


keluarga.


“Kita belum ada ikatan apa apa pa…hanya teman dekat…” balasku sambil tetap mataku tertuju pada acara televisi yang kutonton.


“Ririn sahabat Tika Kak…Tika tau dan Ririn yang bilang sendiri kalo dia menyukai bahkan jatuh cinta sama kak


Adrian…hanya Kak Adrian yang menutup diri untuk itu…” cerocos Tika adik iparku ikut nimbrung dalam obrolan, malam itu Hendra dan Dia  kebetulan sedang menginap dirumah.


“Tuh dengar …semua tinggal tergantung kamunya…” imbuh papa lagi.


“Sudah…biar saja Adrian yang tentukan sendiri jalan hidupnya “ ucap mama…yang selama ini jarang berkomentar

__ADS_1


tentang hubunganku dengan siapapun.


Malam itu …saat mataku ingin pergi ke dunia mimpi, bayangan Ririn kerap melintas dan saat saat aku sering


bersama Ririn terputar jelas, seperti  layar Video Player yang diputar scene by scene. Ah…ini pasti gara gara


obrolan tadi….atau aku mulai jatuh cinta dengan Ririn…ah ga mungkin…dan ga boleh…kepolosan  Ririn….kebaikannya…kepintarannya…kelembutannya…ketegasannya…perhatiannya…ah gila….kenapa aku malah makin memikirkan segala keistimewaan yang dia miliki?...


Walau dalam  kesendirianku, seringkali batinku menentang segala rasa yang kupunya….hati dan logikaku saling menabih gendering perang….saling berargumen satu sama lain…hatiku berucap “ dia itu cinta kamu…mungkin dia


..kamu dan keluargamu mungkin inginkan dia…diapun mencintaimu…tapi kamu harus berkaca siapa kamu…dan bagaimana tanggapan keluarganya? Apalagi dia juga anak pertama seperti kamu…harapan keluarga dan contoh bagi adik atau keluarganya…”


Tapi pada kenyataannya, aku semakin dekat dengan Ririn, kami makin sering bersama walaupun aku belum pernah


kerumahnya…mengenal secara langsung orang tuanya dan seluruh keluarga besarnya, tapi aku sudah mendapat gambaran mengenai seluruh keluarganya, baik dari Ririn…Hendra dan Tika…juga sumber sumber lainnya. Pada setiap acara kantorku, aku juga sudah sering mengajak Ririn dan mengenalkannya kepada rekan rekan satu perusahaanku.


Dihari libur kerja sabtu , aku dan Ririn memilih isi siang itu dengan berjalan jalan ke mall, kami berniat

__ADS_1


menonton film , Ririn suka sekali menonton film di XXI , malah katanya sebelum dekat denganku, dia suka menonton sendirian…aku hanya tertawa saat dia katakan hal itu. Aku melihat jam tanganku saat sambil memutari mall, Ririn asik melihat lihat pakaian wanita. “ Rin…yuk…filmnya sebentar lagi mulai…” ucapku seraya menggandeng tangannya lalu menaiki eskalator mall menuju lantai paling atas. Hari itu pertama kali aku menggandeng Ririn di depan umum.


Didalam bisokop, telpon genggamku berbunyi….dari Hendra…”Ah adikku ini…ganggu orang saja” gerutuku dalam hati.


“Ya ada apa…? “ ucapku setengah berbisik, takut menggangu orang lain yang sedang serius menonton film.


“Papa jatuh dikamar mandi…sekarang gw sama Tika sedang bawa ke rumah sakit tempat lu dirawat tempo hari..”ucap Hendra dengan nada panik


“Oke..gw segera kesana sekarang….”balasku tak kalah panik


“Siapa..?” ucap Ririn pelan


“Hendra…papa jatuh dikamar mandi dan sedang dibawa kerumah sakit…” balasku


“Ayo sekarang kesana…” ujar Ririn


Kami berdua bergeas pergi dan meninggalkan bioskop yang masih baru memutar film sekitar 15 menit.

__ADS_1


__ADS_2