CINTA DIBATAS HORIZON

CINTA DIBATAS HORIZON
DEMI CINTA


__ADS_3

“Adrian….you mau bantu saya


jalankan pabrik ini ? seperti diperusahaan Hendri dulu?” ucap Mr.Jimmy dengan


wajah serius.


“Tapi saya saat ini masih bekerja


diperusahaan Aircraft Maintenance bos…dan masih terhitung baru…” Jawabku


“Sekarang you siapkan semua perizinan


dan pondasi prosedur agar Pabrik saya dapat melakukan impor dan ekspor…its ok


kalo you  masih sambil bekerja


diperusahaan yang sekarang, tapi jika semua sudah settle…you mau bantu saya


disini? Kalo soal gaji dan lainnya, you sebut saja dan nanti di atur Bernard”


ujar Mr.Jimmy lagi. Ternyata Bernard sekarang kembali menjadi manajer


personalia di perusahaan Mr.Jimmy yang baru.


“Ok…” balasku menyetujui


Setiap hari aku mengambil


pekerjaan ganda, siang aku di tempat ku bekerja diperusahaan yang baru, dan


sepulangnya aku lanjutkan mempersiapkan apa yang perlu untuk proses perizinan


sebuah perusahaan agar dapat melakukan ekspor dan impor . Untuk sesaat aku lupa


akan luka di hati.


“Adrian….you and I have Wedding


Invitation from Ex Hendri wife…Lily..…are you will come tomorrow?” Ucap


Mr.Jimmy sambil mengacungkan dua Kartu Undangan berwarna biru laut di


tangannya.


“Yes…I think ..I will come….I’ll


come with My Wife and My Children…” Sahutku sambil terus mengetik di laptopku.


Acara resepsi di ballroom Hotel di


bilangan Ancol Jakarta , benar benar memberi kesan mewah, tamu undangan yang


datangpun rata rata kelas menengah ke atas. Ita mendampingiku dan juga Clara


serta Calista. Kulihat Mr.Jimmy sudah hadir dan tengah berbincang dengan


kolega-koleganya. Sebagian kukenal adalah bos-bos pabrik garment dan juga


supplier –supplier.


Tak lama kemudian terdengar suara


pembawa acara, melalui mic nya , memberitahukan bahwa rombongan kedua mempelai


akan memasuki ruangan.


Dharmawan dan Lily di iringi para


keluarga berjalan dikarpet merah memasuki ruang resepsi, Dharmawan pengantin


pria mengenakan Jas mewah abu abu dan Lily….bagaikan dewi turun dari langit,


kebaya berbahan sutera dan dipadu dengan gaya barat/western, dan rambutnya yang


disanggul kecil membuat dirinya membuat seluruh para undangan yang hadir


berdecak kagum akan kecantikannya.


Disampingnya Nazwa menggandeng


lengan Lily, di iringi alunan musik tradisional jawa, mereka menuju kursi


pelaminan.


“Semoga kamu bahagia Ly…” gumamku


tanpa sadar, kata kata itu meluncur dari mulutku


“Kamu bicara apa tadi…?” ujar Ita


disela alunan music jawa yang agak keras mengisi seluruh ruangan ballroom.


“Oh ngga….itu


pengantinnya…ganteng dan cantik…” balasku .


Tak  terasa sudah hampir satu jam lebih kami


berada di acara resepsi tersebut, Ita menghampiriku yang sedang berbincang


dengan Bernard yang juga datang ke acara.


“Ayah…Calista  dan Clara sudah mengantuk, kita pulang yuk?’


ucap Ita Istriku


“Oh Ok…” sahutku seraya


berpamitan dengan Bernard, lalu mengandeng Clara menuju pelaminan untuk


mengucapkan selamat kepada kedua mempelai sebelum pulang.

__ADS_1


“Hai Om Adrian……kok ga kerumah


Nazwa lagi sih…?” Ucap Nazwa polos sambil mencium tanganku.


“Iya…Om sibuk..nanti kalo sudah


senggang om mampir ya?” ucapku setengah ebrbisik di teliganya.


Lily menatapku,lalu segera


ditundukkan kepalanya…ku tangkap sorot mata teduhnya dan seolah lagi lagi


berkata “ Maafkan aku…”


“Selamat ya?....” kusalami


Dharmawan dan Lily diikuti Ita dan kedua putriku.


“Ini Ita istri kamu ya Adrian….?”


Ucap Lily saat Ita menyalaminya


“Iya….dan ini Clara dan Calista…”


ujarku


“Kamu beruntung memiliki suami


seperti Adrian ta…” ucap Ita, sambil melirik ke arahku


“Makasih Mbak….” Balas Ita sambil


tersenyum, ah…andai saja dia tahu maksud kata kata Lily.


Saat aku menuruni tangga kecil


pelaminan, tiba tiba saja pembawa acara menyebut namaku “ Kepada Pak


Adrian….sebelum pulang kami ingin anda menyumbang  suara dan menyanyikan sebuah lagu untuk kami


disini ya pak?”


Aku menggeleng dan meng


isyaratkan dengan telapak tanganku untuk menolak. Namun Bernard menarik


tanganku ke arah area tempat para pemain music yang mengiringi selama acara


resepsi. Tubuhku lumayan panas dingin melihat mata para undangan tertuju


padaku. Dalam hati aku mengumpat “ Kurang ajar Bernard…pasti ini ulah dia”


karena dia tahu aku kadang menyanyi pada acara di pabrik diperusahaanku yang


dulu.


Tapi sudah kepalang basah, aku


menatapku dari kejauhan. Setelah memberitahu kepada pemain music lagu yang akan


kunyanyikan, aku mulai meraih mic didepanku….ku lihat sosok Lily yang cantik


dan akan memulai kembali hidup barunya, ku pilih lagu Kerispatih, DEMI


CINTA…sesaat aku seperti tak perduli dengan kehadiran para tamu undangan, ku


resapi lirik demi lirik . Lily terus menatapku dan matanya seolah mengatakan


“aku mengerti maksudmu…aku tahu isi hatimu”


Aku baru tersadar ketika lagu


berakhir dan mendengar tepukan dari para tamu undangan yang hadir. Setelah


mengucapkan salam, aku dan Ita beserta anak anakku pun menuju ke area parkir


untuk pulang.


Cinta tak melulu harus terucap…


Cinta tak harus selalu wujudkan


harap


Tersimpan dalam diam dan


kehampaan


Terasing dalam gelap dan


kesunyian


Aku melangkah dari satu hati ke


hati yang lain


Aku selami satu persatu mimpi


indah yang datang hampiri


Disampingku ada sebuah cinta yang


tak kenal waktu


Disisiku ada sebuah hati yang


nyata dan tak semu


Ku harus buang masa lalu dan


mimpi mimpi semu ku

__ADS_1


Ku harus mulai tapaki dan salami


cinta yang ada dihadapanku


Ku ketik bait demi bait, di notepad


telpon genggamku, Kulihat Ita baru saja menemani Clara dan calista tidur


dikamar mereka. Ita terlihat cantik dengan gaun tidurnya…..kuhampiri dan


kupeluk mesra tubuhnya, dengan sepenuh hati ku kecup keningnya, ku ucapkan


sejuta kata maaf dalam hatiku, ku belai lembut rambutnya yang tergerai….


“Ih ayah…mesra banget….” Ucap Ita


sambil tersenyum dan tertawa kecil.


Aku hanya tersenyum….ku cium


bibirnya….ku ingin peluk dirinya sepanjang malamku


Aku lupa jika hari ini adalah


hari ulang tahunku, pagi itu Ita membangunkanku dengan ciuman mesra dan tiba


tiba Clara di ikui sikecil Calista masuk ke kamarku sambil membawa kue ulang


tahun kecil dengan nyala lilin diatasnya.


“Selamat Ulang Tahun Ayah….” Ucap


Ita dan Clara bersamaan


“Wah….terima kasih ya? Ayah lupa


kalau hari ini ulang tahun “ ucapku sambil tertawa, Calista duduk dipangkuanku


sambil ikut meniup nyala lilin diatas kue.


Tak lama kemudia Mamaku, HIlman


dan Asty datang bersama anaknya, mereka ikut memberikan ucapan ulang tahun.


Hilman dengan langkah pelan dan nafas sedikit terengah-engah memberikan hadiah


alat memancing sebagai hadiah ulang tahunku.


“Bang…ini buat abang kalo lagi mancing


dilaut….” Ucap HIlman


“Wah….keren nih…makasih Man….”


Ujarku


Selang beberapa menit kemudian


teman temanku menelponku dan seperti biasa mereka minta traktiran dari yang


berulang tahun. Akhirnya aku booking satu room karaoke untuk merayakannya nanti


sore. Aku minta Ita ikut menyiapkan acara disana sore nanti.


“Man….nanti sore Ka Adrian adain


acara kecil kecilan di karaoke keluarga bersama teman-teman, kamu mau ikutan?”


ucapku


“Wah bang…untuk nafas aja saya


sulit apalagi  ikut acara abang…” balas


Hilman smabil tertawa pelan


Dari hari ke hari kondisi Hilman


kulihat makin payah, wajah dan kulitnya pun kehitaman seperti terbakar, mungkin


pengaruh proses cuci darah dan penyakit ginjal yang dideritanya


Aku, Ita, mamanya, Clara dan


Calista  siang itu meluncur ke arah


Harmoni Jakarta tempat yang sudah ku booking untuk persiapan acara kecilku,


hingga jika sore teman temnku datang, semuanya telah siap. Namun baru saja kami


memasuki area Slipi, telponku berbunyi.


“Asty bun….” Ucapku kepada Ita


yang duduk disebelahku.


“Ka Adrian…HIlman meninggal….tadi


sudah dibawa tetangga kerumah sakit terdekat di Bhakti Husada, tapi sampai sana


HIlman sudah ga tertolong….” Asty adikku terbata bata mengatakannya disela isak


tangisnya.


“Innalilahi…..ok…Ka Adrian segera


kesana…” balasku


Aku langsung hubungi via Whatsapp


kepada seluruh temanku bahwa aku cancel acara dan berita kan berita duka ini.

__ADS_1


__ADS_2