CINTA DIBATAS HORIZON

CINTA DIBATAS HORIZON
CAMAR YANG BEBAS


__ADS_3

Akhirnya laki laki paruh baya


yang bernama Herman itu kembali berbaring dan tertidur, mungkin juga pengaruh


obat tidur yang belum sepenuhnya bersih dari tubuhnya, dan perawat juga


menganjurkan agar dia tidak banyak bicara dan lebih banyak beristirahat, aku


berjalan pelan keluar area rumah sakit, ku cari café atau rumah makan disekitar


untuk meminum kopi dan menghisap rokokku.


Ah…sungguh nikmat meneguk


secangkir kopi panas dan menghisap rokok kegemaranku, lelah setelah perjalanan


jauh…transfusi darah….seakan sirna saat itu. Aku berniat jika kondisi ku sudah


kembali sedikit fit, aku harus segera kembali ke Jakarta…yang penting Reyni dan


juga Herman sudah melewati masa kritis dan akan baik baik saja.


“Mas Adrian……..” aku dikejutkan


suara seorang wanita, ku lihat Ranti dan suaminya juga kedua papa mamanya sudah


berdiri didepan tempatku duduk.


“Ranti…mas….Bapak….ibu…silahkan


duduk…..” kusapa satu persatu,sambil kupanggil pelayan untuk memesankan makanan


atau minuman untuk mereka.


“Mas….aku dan seluruh keluarga Mbak


Reyni mengucapkan terima kasih…..Mas Adrian sudah jauh jauh datang demi Mbak


Reyni….bahkan memberikan donor darah untuk menyelamatkan nyawa mbak Reyni…”


ucap Ranti


“Sudah Ranti…..Mas Ikhlas


kok….Mas kenal Mbakmu sudah lama….apapun akan mas lakukan sebisa mas untuk


selamatkan Mbak mu….hanya itu yang mas bisa…..”


“Nak Adrian…..bapak minta


maaf….bapak dulu terlalu memaksakan kehendak tanpa berbicara terlebih dahulu


pada Reyni apa maunya….bapak hanya tidak ingin dia jadi bahan pembicaraan


keluarga dan orang orang juga dipermainkan laki laki karena statusnya dulu…”


Papa Reyni ikut berbicara.


“Saya mengerti pak….semua maksud


orang tua selalu baik….hanya berbeda di cara penyampaiannya saja….dan saya


sangat tahu maksud bapak adalah untuk kebaikan Reyni…..” ujarku


“Bapak sudah dengar semua cerita


Nak Adrian dengan Reyni dari Ranti…..dan bapak juga sudah dengar tentang rumah


tangga Reyni dan Herman……kasihan Reyni…dia rela menderita sekian tahun hanya


untuk menuruti permintaan bapak…bapak merasa bersalah…” kulihat raut wajah


sedih dan penyesalan di muka laki laki tua ini.


“Bapak ga salah…..semua ini sudah


skenario hidup Reyni….dan juga mungkin bagian dari skenario hidup saya….”


Ujarku menenangkan gelisah hati orang tua ini.


Tak lama kemudian Meysa dan Lisa


kedua putri Reyni datang…”Om Adrian…Meysa kangen…..” ucap anak  berusia 6tahun itu sambil memelukku …kuangkat


tubuh kecilnya….dan memangkunya di pahaku.

__ADS_1


“Wah…Meysa sudah besar ya


sekarang…?....om juga kangen…makanya om kesini…” Ujarku sambil tersenyum kearah


Meysa, Lisa putri sulung Reyni mencium tanganku ….”Makasih ya om? Sudah tolong


ibu….”


“Om…ga bisa lama lama


disini…..Lisa dan juga Meysa mau janji ga sama om? Untuk jagain ibu sampai


sembuh…? Kalian itu…..obat mujarab buat ibu kalian…pasti deh …ibu cepat sembuh….”


“Mas Adrian mau kembali ke


Jakarta…?’ ucap Ranti


“Iya Ranti….kasihan Clara dan


Calista jika terlalu lama aku tinggal…juga mas ga bisa lama lama tinggalin


pekerjaan di usaha mas….” Jelasku


“Mas Adrian ga mau temui Mbak


Reyni dulu…?” lanjut Ranti lagi


“Nanti saja jika kondisi Reyni


dan juga Herman sudah membaik….mas akan datang lagi ke Jepara atau temui mbak


kalian di Semarang sekalian silahturahmi sama Bapak dan Ibu ya?” ucapku sambil


tersenyum ke arah papa dan mama nya Reyni.


“Iya nak Adrian…Ibu dan Bapak


tunggu lho ya?” ucap Mamanya Reyni


Salah seorang kakak Reyni datang


menghampiri kami, “ Reyni sudah siuman….”


kami ke Rumah Sakit dan lihat keadaan Reyni….?” Ucap papanya Reyni


“Saya sudah berbicara dengan


Dokternya pak…untuk memastikan bahwa keadaan Reyni akan baik baik saja…biar


Reyni dan Herman bertemu dan berbicara ….untuk selesaikan masalah mereka dan


semoga semua baik baik saja….kalau begitu sekalian saya pamit untuk kembali ke


Jakarta ya pak..? bu? “ balasku sambil berdiri dan menyalami mereka satu


persatu.


“Om janji ya? Datang lagi kerumah


Meysa seperti dulu…..?” Ucap anak itu dengan polosnya


“Iya om…..janji ya? Ibu selalu


bersemangat dan matanya bersinar kalau dengar atau bicara tentang om…apalagi


dulu kalau dengar om mau datang…kita smeua harus rapikan rumah agar terlihat


bersih da n om betah …” Lisa ikut menimpali ucapan adiknya


“Iya…iya…om janji…pasti om main


lagi dan ketemu ibu serta kalian ya?” ucapku seraya tertawa kecil.


Kupacu perlahan mobilku dijalan


tol yang lengang….sore itu cukup cerah …..aku tiba dirumah sekitar jam 22.00


malam, ku lihat Clara dan Calista sudah tertidur pulas dan Ibu serta bapak


mertuaku juga sudah tidur dikamar tamu. Aku memang sudah terbiasa selalu


membawa kunci duplikat saat bekerja atau keluar rumah…sejak denga Ita


dulu…sehingga tidak membangunkan mereka jika aku terlambat pulang.

__ADS_1


Ku kecup kening Clara dan


Calista….sebelum aku masuk kekamarku untuk mandi dan istirahat…


“Semoga kamu baik baik saja


sekarang Rey…” gumamku sebelum akhrinya aku terlelap seiring malam yang kian


beranjak larut.


Aku bersyukur kondisi usahaku


semakin membaik dan kembali maju pesat, para karyawan setiaku yang dulu pernah


ikut denganku dan keluar atas keinginannya sendiri karena tidak tega dengan


keadaanku, kini bisa kembali ku rekrut dan kami berjanji serta berkomitmen


untuk bersama sama membesarkan perusahaan ini, pesan whatsapp masuk saat aku


tengah melihat dan bersenda gurau dengan para pegawaiku sambil mereka melakukan


pekerjaan packing beberapa barang milik klien kami.


“ADRIAN….MAAF BARU


MENGHUBUNGIMU…TERIMA KASIH SUDAH PERNAH HADIR DALAM HIDUPKU…TERIMA KASIH KAMU


SUDAH BUATKU SADAR…BAHWA CINTA ITU BUKAN SEKEDAR EGO DAN MENGISI RASA SEPI….


AKU SUDAH TURUTI APA KATA KATAMU


…AKU IKUTI KEMAUAN ANAK ANAKU…DAN HASILNYA SEKARANG KAMI MENJADI SEBUAH


KELUARGA UTUH…DAN AKU SUDAH KEMBALI DENGAN MANTAN SUAMIKU…DAN DIA SUDAH SANGAT


JAUH BERUBAH …MUNGKIN KARENA PENGALAMANNYA DENGAN PILIHANNYA YANG LALU….


ANAK ANAK BAHAGIA….DAN KEHIDUPAN


KAMI YANG TELAH LAMA HILANG SUDAH KEMBALI LAGI…SEKAI LAGI TERIMA KASIH….


DAN JIKA KAMU MEMIKIRKAN SEJUMLAH


UANG YANG AKU PERNAH BERIKAN PADAMU UNTUK USAHAMU…AKU TIDAK PERNAH MENGANGGAP


ITU SEBAGAI HUTANG SEPERTI YANG KAMU BILANG PADA ANAK ANAKKU….ITU NILAI YANG


TAK SEBERAPA DIBANDING KEHADIRANMU DAN JASAMU MEMBUAT KEHIDUPAN KAMI YANG


HILANG KEMBALI…..ANGGAP SAJA ITU SEDIKIT UCAPAN TERIMA KASIH DARI AKU DAN ANAK


ANAK…AKU TETAP BISA JADI SAHABATMU KAN? DAN SEBAGAI SAHABAT…AKU MOHON JANGAN


PERNAH SUNGKAN MEMINTA PERTOLONGAN ATAU BERBAGI CERITA DENGANKU….


MEIHWA….”


Aku tersenyum dan membalas pesan


Meihwa


BAHAGIA MENDENGAR KALIAN DAPATKAN


KEHIDUPAN KALIAN KEMBALI…..SEMOGA KALIAN TETAP MENJADI SEBUAH KELUARGA DAN


MENIKMATI KEBERSAMAAN DISISA HIDUP MU….BEGITU JUGA AKU…


YA..KAMU AKAN TETAP JADI SAHABATKU…THANKS


FOR EVERYTHING MEI…


Entah mengapa setelah itu ada


perasaan lega dan seolah terbebas dari sesuatu, hati ini serasa terbang….bebas


seperti camar camar laut yang sering ku lihat. Aku tersenyum….semoga kamu


bahagia Mei…aku memang untukmu…gumamku dalam hati


Aku tahu artinya aku kembali


sendiri ….dan berteman kembali dengan sepi….tapi aku bisa jalani hidupku


kembali sesuai keinginan hati….

__ADS_1


__ADS_2