
Akhirnya laki laki paruh baya
yang bernama Herman itu kembali berbaring dan tertidur, mungkin juga pengaruh
obat tidur yang belum sepenuhnya bersih dari tubuhnya, dan perawat juga
menganjurkan agar dia tidak banyak bicara dan lebih banyak beristirahat, aku
berjalan pelan keluar area rumah sakit, ku cari café atau rumah makan disekitar
untuk meminum kopi dan menghisap rokokku.
Ah…sungguh nikmat meneguk
secangkir kopi panas dan menghisap rokok kegemaranku, lelah setelah perjalanan
jauh…transfusi darah….seakan sirna saat itu. Aku berniat jika kondisi ku sudah
kembali sedikit fit, aku harus segera kembali ke Jakarta…yang penting Reyni dan
juga Herman sudah melewati masa kritis dan akan baik baik saja.
“Mas Adrian……..” aku dikejutkan
suara seorang wanita, ku lihat Ranti dan suaminya juga kedua papa mamanya sudah
berdiri didepan tempatku duduk.
“Ranti…mas….Bapak….ibu…silahkan
duduk…..” kusapa satu persatu,sambil kupanggil pelayan untuk memesankan makanan
atau minuman untuk mereka.
“Mas….aku dan seluruh keluarga Mbak
Reyni mengucapkan terima kasih…..Mas Adrian sudah jauh jauh datang demi Mbak
Reyni….bahkan memberikan donor darah untuk menyelamatkan nyawa mbak Reyni…”
ucap Ranti
“Sudah Ranti…..Mas Ikhlas
kok….Mas kenal Mbakmu sudah lama….apapun akan mas lakukan sebisa mas untuk
selamatkan Mbak mu….hanya itu yang mas bisa…..”
“Nak Adrian…..bapak minta
maaf….bapak dulu terlalu memaksakan kehendak tanpa berbicara terlebih dahulu
pada Reyni apa maunya….bapak hanya tidak ingin dia jadi bahan pembicaraan
keluarga dan orang orang juga dipermainkan laki laki karena statusnya dulu…”
Papa Reyni ikut berbicara.
“Saya mengerti pak….semua maksud
orang tua selalu baik….hanya berbeda di cara penyampaiannya saja….dan saya
sangat tahu maksud bapak adalah untuk kebaikan Reyni…..” ujarku
“Bapak sudah dengar semua cerita
Nak Adrian dengan Reyni dari Ranti…..dan bapak juga sudah dengar tentang rumah
tangga Reyni dan Herman……kasihan Reyni…dia rela menderita sekian tahun hanya
untuk menuruti permintaan bapak…bapak merasa bersalah…” kulihat raut wajah
sedih dan penyesalan di muka laki laki tua ini.
“Bapak ga salah…..semua ini sudah
skenario hidup Reyni….dan juga mungkin bagian dari skenario hidup saya….”
Ujarku menenangkan gelisah hati orang tua ini.
Tak lama kemudian Meysa dan Lisa
kedua putri Reyni datang…”Om Adrian…Meysa kangen…..” ucap anak berusia 6tahun itu sambil memelukku …kuangkat
tubuh kecilnya….dan memangkunya di pahaku.
__ADS_1
“Wah…Meysa sudah besar ya
sekarang…?....om juga kangen…makanya om kesini…” Ujarku sambil tersenyum kearah
Meysa, Lisa putri sulung Reyni mencium tanganku ….”Makasih ya om? Sudah tolong
ibu….”
“Om…ga bisa lama lama
disini…..Lisa dan juga Meysa mau janji ga sama om? Untuk jagain ibu sampai
sembuh…? Kalian itu…..obat mujarab buat ibu kalian…pasti deh …ibu cepat sembuh….”
“Mas Adrian mau kembali ke
Jakarta…?’ ucap Ranti
“Iya Ranti….kasihan Clara dan
Calista jika terlalu lama aku tinggal…juga mas ga bisa lama lama tinggalin
pekerjaan di usaha mas….” Jelasku
“Mas Adrian ga mau temui Mbak
Reyni dulu…?” lanjut Ranti lagi
“Nanti saja jika kondisi Reyni
dan juga Herman sudah membaik….mas akan datang lagi ke Jepara atau temui mbak
kalian di Semarang sekalian silahturahmi sama Bapak dan Ibu ya?” ucapku sambil
tersenyum ke arah papa dan mama nya Reyni.
“Iya nak Adrian…Ibu dan Bapak
tunggu lho ya?” ucap Mamanya Reyni
Salah seorang kakak Reyni datang
menghampiri kami, “ Reyni sudah siuman….”
kami ke Rumah Sakit dan lihat keadaan Reyni….?” Ucap papanya Reyni
“Saya sudah berbicara dengan
Dokternya pak…untuk memastikan bahwa keadaan Reyni akan baik baik saja…biar
Reyni dan Herman bertemu dan berbicara ….untuk selesaikan masalah mereka dan
semoga semua baik baik saja….kalau begitu sekalian saya pamit untuk kembali ke
Jakarta ya pak..? bu? “ balasku sambil berdiri dan menyalami mereka satu
persatu.
“Om janji ya? Datang lagi kerumah
Meysa seperti dulu…..?” Ucap anak itu dengan polosnya
“Iya om…..janji ya? Ibu selalu
bersemangat dan matanya bersinar kalau dengar atau bicara tentang om…apalagi
dulu kalau dengar om mau datang…kita smeua harus rapikan rumah agar terlihat
bersih da n om betah …” Lisa ikut menimpali ucapan adiknya
“Iya…iya…om janji…pasti om main
lagi dan ketemu ibu serta kalian ya?” ucapku seraya tertawa kecil.
Kupacu perlahan mobilku dijalan
tol yang lengang….sore itu cukup cerah …..aku tiba dirumah sekitar jam 22.00
malam, ku lihat Clara dan Calista sudah tertidur pulas dan Ibu serta bapak
mertuaku juga sudah tidur dikamar tamu. Aku memang sudah terbiasa selalu
membawa kunci duplikat saat bekerja atau keluar rumah…sejak denga Ita
dulu…sehingga tidak membangunkan mereka jika aku terlambat pulang.
__ADS_1
Ku kecup kening Clara dan
Calista….sebelum aku masuk kekamarku untuk mandi dan istirahat…
“Semoga kamu baik baik saja
sekarang Rey…” gumamku sebelum akhrinya aku terlelap seiring malam yang kian
beranjak larut.
Aku bersyukur kondisi usahaku
semakin membaik dan kembali maju pesat, para karyawan setiaku yang dulu pernah
ikut denganku dan keluar atas keinginannya sendiri karena tidak tega dengan
keadaanku, kini bisa kembali ku rekrut dan kami berjanji serta berkomitmen
untuk bersama sama membesarkan perusahaan ini, pesan whatsapp masuk saat aku
tengah melihat dan bersenda gurau dengan para pegawaiku sambil mereka melakukan
pekerjaan packing beberapa barang milik klien kami.
“ADRIAN….MAAF BARU
MENGHUBUNGIMU…TERIMA KASIH SUDAH PERNAH HADIR DALAM HIDUPKU…TERIMA KASIH KAMU
SUDAH BUATKU SADAR…BAHWA CINTA ITU BUKAN SEKEDAR EGO DAN MENGISI RASA SEPI….
AKU SUDAH TURUTI APA KATA KATAMU
…AKU IKUTI KEMAUAN ANAK ANAKU…DAN HASILNYA SEKARANG KAMI MENJADI SEBUAH
KELUARGA UTUH…DAN AKU SUDAH KEMBALI DENGAN MANTAN SUAMIKU…DAN DIA SUDAH SANGAT
JAUH BERUBAH …MUNGKIN KARENA PENGALAMANNYA DENGAN PILIHANNYA YANG LALU….
ANAK ANAK BAHAGIA….DAN KEHIDUPAN
KAMI YANG TELAH LAMA HILANG SUDAH KEMBALI LAGI…SEKAI LAGI TERIMA KASIH….
DAN JIKA KAMU MEMIKIRKAN SEJUMLAH
UANG YANG AKU PERNAH BERIKAN PADAMU UNTUK USAHAMU…AKU TIDAK PERNAH MENGANGGAP
ITU SEBAGAI HUTANG SEPERTI YANG KAMU BILANG PADA ANAK ANAKKU….ITU NILAI YANG
TAK SEBERAPA DIBANDING KEHADIRANMU DAN JASAMU MEMBUAT KEHIDUPAN KAMI YANG
HILANG KEMBALI…..ANGGAP SAJA ITU SEDIKIT UCAPAN TERIMA KASIH DARI AKU DAN ANAK
ANAK…AKU TETAP BISA JADI SAHABATMU KAN? DAN SEBAGAI SAHABAT…AKU MOHON JANGAN
PERNAH SUNGKAN MEMINTA PERTOLONGAN ATAU BERBAGI CERITA DENGANKU….
MEIHWA….”
Aku tersenyum dan membalas pesan
Meihwa
BAHAGIA MENDENGAR KALIAN DAPATKAN
KEHIDUPAN KALIAN KEMBALI…..SEMOGA KALIAN TETAP MENJADI SEBUAH KELUARGA DAN
MENIKMATI KEBERSAMAAN DISISA HIDUP MU….BEGITU JUGA AKU…
YA..KAMU AKAN TETAP JADI SAHABATKU…THANKS
FOR EVERYTHING MEI…
Entah mengapa setelah itu ada
perasaan lega dan seolah terbebas dari sesuatu, hati ini serasa terbang….bebas
seperti camar camar laut yang sering ku lihat. Aku tersenyum….semoga kamu
bahagia Mei…aku memang untukmu…gumamku dalam hati
Aku tahu artinya aku kembali
sendiri ….dan berteman kembali dengan sepi….tapi aku bisa jalani hidupku
kembali sesuai keinginan hati….
__ADS_1