CINTA DIBATAS HORIZON

CINTA DIBATAS HORIZON
Episode 11


__ADS_3

Malam itu hujan turun sangat deras saat mobil kantorku memasuki area bandara soekarno hatta, aku melihat jam tanganku pukul 20.00 WIB, masih sekitar 2 jam lagi waktu keberangkatan Debby lam dan tiga orang tamu perusahaanku yang lain. Kuputuskan menemani para tamu sebelum mereka boarding pesawat.


“Pak Tarso….tunggu saya di tempat parker ya? Nanti kalo para tamu sudah berangkat, saya telpon pak Tarso ya?” ucapku kepada supir kantor.


Sambil menunggu waktu boarding , kami berlima duduk diruang tunggu, tak lama kemudian tiga tamu laki laki bangkit dari tempat duduk dan menuju sebuah minimarket untuk membeli minuman . Aku melirik Ms. Debby


disebelahku, rambut panjangnya dibiarkan tergerai dengan syal tipis dililitkan dilehernya, tamu wanita yang satu ini memang selalu fashionable dan modis dalam berpakaian, sehingga saat dia berjalan pasti banyak mata laki laki yang memandangnya. Tubuh tinggi dan ramping, kulit putih dan wajah orientalnya akan membuat orang awam menyangka dia adalah artis film mandarin.


“Adrian…thank you so much….for all your kindness and friendliness during I am in Indonesia…(Adrian, terima kasih banyak, atas kebaikan dan keramahanmu selama saya di Indonesia)” ucap Ms. Debby membuka pembicaraan sambil menatap layar informasi kedatangan dan keberangkatan pesawat.


“you’re welcome Ms.Debby…..I am glad to know you and companied your business trip…” balasku seraya tersenyum.


“Me too …and only in this business trip, I could talk so much about everything, include personal things with you….ussually I didn’t do that…(aku juga….dan hanya di perjalanan bisnis kali ini saya bisa bicara banyak


tentang apapun , termasuk masalah masalah pribadi denganmu…biasanya saya tidak pernah lakukan itu…” lanjut Ms.Debby pula dengan senyumnya.


“May I contact you in the future? Who know I have other business trip to Indonesia again? (Boleh aku kontak kamu kapan-kapan?siapa tahu saya ada perjalanan bisnis lain lagi ke Indonesia?” ucap Ms.Debby lagi.


“Of Course Ms.Debby…you already keep my phone number right?” jawabku


Ms.Debby menjawab dengan satu anggukan, tak lama kemudian ketiga tamu laki-laki datang seraya membawa minuman kaleng dan menawarkan satu untukku, kami berlima mengobrol sambil sesekali tertawa mengingat kejadian lucu selama kami berada di Bandung.

__ADS_1


Tak terasa sudah hampir 2 jam kami mengobrol, saat terdengar pemberitahuan untuk para penumpang pesawat China Airlines dengan Flight No. CI 677 harus segera boarding ke pesawat.


“Oke Adrian…..see you next time…” ucap Ms.Debby dan ketiga rekannya sambil menjabat tanganku, aku berdiri mengiringi kepergian mereka berempat , sesekali Debby membalilkkan tubuhnya dan melambaikan tangannya


kepadaku.


“Sudah hampir jam 22.00 malam, lebih baik aku mencari ATM dulu untuk mentransfer sejumlah uang untuk Ita, untuk dipergunakan membeli keperluan bayinya” pikirku sebelum aku menelpon supir kantorku untuk


menjemputku di lobby terminal keberangkatan. Baru saja aku selesai di depan mesin ATM dan mengirimkan SMS


kepada Ita, untuk memberitahunya. Tiba tiba saja aku dikagetkan dengan tepukan dibahuku oleh seseorang, kontan saja dompet dan Handphoneku terjatuh. Aku langsung membungkuk mengambilnya dan bersungut-sungut dalam hati “Bikin kaget saja orang ini…” soalnya suasana disekitar ATM saat itu agak sepi dan tidak banyak orang yang lalu lalang disitu.


Aku mendengar seseorang tertawa saat aku sibuk membereskan isi dompetku yang berantakan karena terjatuh juga Handphone ku.


“Ririn….? Wah kamu tuh ya? Buat jantungku hampir copot saja “ ucapku setelah melihat sosok didepanku adalah Ririn


“Lalu kamu…? Ngapain malam malam begini ada di bandara…?”lanjutku lagi


“Aku habis antar papa mama ……mereka mau nengok adik yang sedang ikut program bea siswa di Jepang sana…” jelas Ririn.


“ohh gitu….pantas saja jam segini kamu masih beredar diluar “ ucapku sambil tertawa.

__ADS_1


“Awas kamu ya? Ngeledek….mau ngatain aku anak mami gitu kan?” balasnya sambil cemberut lucu.


“Terus? Kamu nanti pulang sama siapa..?” lanjutku lagi


“Tadi diantar teman….dia nunggu di tempat parkir kayaknya…” jawab Ririn.


“Teman atau pacar….? “ ucapku dengan wajah lucu sambil kupicingkan sebelah mataku.


“Temaaaan….Ihhhh Adrian ahhh…” balas Ririrn sambil mencubit pelan lenganku. Aku hanya tertawa dan menghindar lalu mencari tempat duduk yang kosong.


“Kata keluargamu….kamu beberapa hari ini di Bandung ya? “ Tanya Ririn smabil ikut duduk disebelahku.


“Iya…ini baru pulang , langsung antar para tamu pulang ke Negara mereka….” Balasku


“Dan kudengar …Ita…sudah…” Ucapan Ririn berhenti sambil menatapku.


Aku hanya tersenyum….” Iya….sudah…yuk ke lobby….kasihan temanmu …juga supir kantorku…pasti mereka sudah pada ngantuk nungguin kita…” ucapku sambil meraih tangannya dan menggandeng ke arah lobby tempat mobil menaikkan dan menurunkan penumpang.


Mobil yang akan ditumpangi Ririn lebih dulu sampai, sebelum masuk ke mobil Ririn berucap setengah berbisik ditelingaku “ Besok atau lusa aku ketemu kamu ya? Lama ga ngobrol sama kamu…”


Aku hanya mengangguk dan tersenyum, lalu melambaikan tanganku ke arah Ririn, ku lihat seorang laki laki dibelakang setir, ku taksir se usia dengan Ririn…dia menatapku sekilas tanpa senyum lalu sedetik kemudian

__ADS_1


mereka berlalu dari hadapanku.


__ADS_2