
Reyni baru saja menyelesaikan
pekerjaannya, Kota ungaran sore itu diguyur hujan lebat, untunglah rumah yang
ditempatinya tidak berjarak terlalu jauh, karena terletak dipinggiran kota
ungaran. Reyni membeli rumah di kota semarang yang tidak terlalu jauh dari
rumah papa mamanya, Rey hanya pulang ke semarang di akhir pekan, karena agar
tidak terlalu lelah dan tidak terlalu jauh dari tempat bekerja, Rey menyewa
sebuah rumah di ungaran.
Hujan masih saja turun saat Rey
selesai mandi dan merebahkan tubuhnya di kasur empuknya, dia melihat hujan yang
turun dari jendela kamarnya.
Ingatannya melayang disaat Adrian
datang ke rumahnya dijakarta saat hujan lebat seperti ini, ahhh…sedang apa kamu
sekarang Adrian…ucap batin Rey.
Ingin sekali tangannya meraih
telponnya nya dan menghubungi Adrian…namun dia sudah berjanji dalam hatinya ,
bahwa dia tidak akan mengusik kehidupan Adrian lagi.
“Aku merasa sepi Adrian…..aku
ingin di dekatmu…” tanpa sadar kata kata itu meluncur dari mulut Rey
Aku tidak boleh seperti ini…Rey
meraih telponya dan memilih menghubungi mamanya untuk bicara dengan meysa, agar
rasa sepi nya sedikit terobati.
Sebenarnya …jika saja Rey mau
membuka sedikit hatinya, sudah banyak yang menginginkan dirinya, dan
kehadirannya di kota jawa tengah itu membuat para para laki laki disana begitu
terpesona dengan kecantikan, keanggunan sekaligus kecerdasan dan wanita karir
yang disegani.
“AKU RUDI…BOLEH AKU MAIN KERUMAH
MU REY?” isi pesan whatsappp dari seorang laki laki yang bekerja di satu
perusahaan dengannya, namun berbeda bagian.
“SAYA TIDAK PERNAH TERIMA TAMU
DIRUMAH, KARENA KUGUNAKAN WAKTU SEBAIK BAIKNYA UNTUK BERISTIRAHAT SETELAH
KERJA…MAAF…” Rey membalas pesan dari laki laki bernama Rudi itu
Kenapa kamu tidak menghubungiku
Adrian? Apa kamu sudah melupakan aku?...kembali batin Rey berucap …kembali
bayang bayang Adrian hadir kembali dalam benaknya.
Reyni benar benar tak berdaya,
semakin dia coba bunuh ingatan dan perasaannya pada Adrian, makin kuat rasa
sepi yang menyerang dan rindu di hatinya, dia coba mati matian menahan dan
berusaha abaikan keinginan hatinya, jika sedang bekerja dan dia tenggelam dalam
kesibukannya, dia masih bisa menepis bayang bayang Adrian, namun disaat dia
dirumah atau dalam kesendirian, kembali hati dan jiwanya terobrak abrik dengan
kenangan yang telah lewat dan keinginan bertemu Adrian begitu kuat.
Sementara itu dibelahan kota yang
lain, Adrian masih bergelut menghitung rencana job pengiriman yang diminta
salah satu klien
Hujan masih saja turun mengguyur
diluar ruko tempat kerjaku, para karyawanku sudah pulang dan seperti biasa memang lebih sering aku yang pulang
belakangan dan mengunci ruko.
Aku dikagetkan suara dering
telpon genggamku, kulihat dilayar…ibu mertuaku, ada apa malam malam begini?
Batinku
__ADS_1
“Ya bu…?” ucapku
“Adrian…Ita dari sore tadi
panasnya tinggi, ibu sudah kasih dia obat penurun panas, tapi tetap saja demam
dan panasnya tidak kunjung hilang sampai saat ini….ibu khawatir…lebih baik
dibawa ke dokter atau rumah sakit…” ucap Ibu mertuaku di telpon
“Baik bu…Adrian segera pulang dan
bawa Ita ke rumah sakit…” balasku , aku langsung benahi semua file file
pekerjaanku yang berserakan diatas meja.
Tubuh Ita demam dan wajahnya
terlihat pucat, ku papah dirinya kedalam mobil dan aku langsung tancap gas ke rumah
sakit terdekat yang hanya butuh beberapa menit dari rumahku.
Cukup lama Ita di tangani dokter
diruang UGD dan dilakukan observasi atas penyakitnya, aku juga harus menunggu
hasil lab rumah sakit untuk mendapatkan diagnosa lengkap penyakit Ita dan juga resep
obat yang harus ditebus untuk penyakitnya.
“Pak Adrian…..istri anda
menderita kelenjar tiroid, saat kelenjarnya membengkak, maka istri anda akan
mengalami demam dan panas yang tinggi, saya akan memberikan resep obat untuk
menurunkan demam dan panasnya juga meredam kelenjar tiroidnya, tapi jika tidak
ada perkembangan , saya sarankan Istri saudara di operasi agar bisa sembuh
total…” jelas Dokter rumah sakit sambil membaca hasil lab yang baru saja
diterima dari seorang suster perawat.
“Secara medis berapa prosentase
kemungkinan istri saya sembuh Dok?” tanyaku
“Kami akan berusaha semaximal
mungkin, banyak pasien dengan pemyakit yang sama telah sembuh …yang paling
sembuh…dunia kedokteran hanya mediator kesembuhan pasien, tapi tanpa keinginan
sembuh dari si pasien, akan sia sia pak…” lanjut Dokter itu lagi
“Baik Dokter…saya mengerti…..”
Aku kemudian menghampiri Ita yang masih terbaring lemah di tempat tidur rumah
sakit, aku masih menunggu ruangan rawat inap yang masih disiapkan oleh para
petugas rumah sakit.
“Apa kata dokter Yah?....” ucap
Ita pelan
“Hanya kelenjar tiroid biasa,
kalo lagi bengkak jadi menimbulkan demam, istirahat beberapa hari dan minum
obat dari Dokter akan sembuh kok..” ujarku menenangkan Ita
“Ayah….aku boleh minta sesuatu
ga?” Ita menatapku penuh harap
“Boleh dong…apa itu..?” jawabku
sambil tersenyum dan membelai lembut keningnya
“Aku mau bertemu Reyni…..” Ujar
Ita lagi sambil memegang tanganku
“Reyni sudah pindah kerja dan
tinggal di semarang bunda…tapi nanti aku akan hubungi dia dan usahakan penuhi
permintaanmu….” Lanjutku lagi sambil tersenyum, tak lama kemudian seorang
perawat datang bersama seorang petugas rumah sakit untuk memindahkan Ita ke
ruang rawat inap.
Setelah Ita dipindahkan ke ruang
rawat yang lebih nyaman, dia tertidur…aku melihat jam tanganku, hampir pukul 2
pagi…haruskah aku hubungi Rey sekarang? Atau menunggu besok ?
__ADS_1
“MAAF…HUBUNGI KAMU DINI HARI
SEPERTI INI…AKU DIRUMAH SAKIT, ITA SAKIT DAN DIRAWAT, TADI DIA MINTA BERTEMU
KAMU…AKU SUDAH BILANG KAMU TINGGAL DI SEMARANG…AKU HANYA BILANG AKAN
MENGHUBUNGIMU…” akhirnya ku tulis pesan untuk Reyni.
Aku berusaha pejamkan mataku,
sesekali kulihat keadaan Ita dikamar rawat, aku keluar lagi untuk mencari
tempat untuk merokok yang berada diluar area rumah sakit.
“GPP…AKUPUN BELUM TIDUR…SAKIT APA
ITA? KASIH TAHU AKU RUMAH SAKIT MANA…BAIK…AKU AKAN KE JAKARTA DENGAN
PENERBANGAN BESOK PAGI…” Pesan balasan masuk ke telponku dari Reyni.
“KELENJAR TIROID…DI EKA
HOSPITAL…MAAF MENGANGGUMU” aku langsung membalas kembali pesan Rey
Aku baru bisa tertidur di kursi
tempat menunggui pasien di dalam kamar rawat sekitar pukul 5.00 pagi, aku baru
terbangun sekitar pukul 8.00 karena perawat memberikan sarapan kepada pasien
dan juga kunjungan rutin Dokter yang memeriksa perkembangan tiap pasien.
“AKU SUDAH DI LOBBY RUMAH SAKIT…”
kubaca pesan whatsapp Rey
“OK…TUNGGU AKU DISITU…AKU TURUN
SEKARANG…” balas pesanku
Aku menatap sekeliling ruang
lobby hotel yang lumayan luas, ku cari sosok Rey diantara keramaian orang yang
berada di blobby. Akhirnya ku lihat Rey sedang duduk di sofa lobby, rambutnya
dibiarkan tergerai ,tidak seperti biasanya jika dia berangkat bekerja, di
kuncir belakang atau dengan penjempit rambut sehingga memberi kesan wanita
karir dan berwibawa, dia pun hanya mengenakan kaos dengan jaket hangatnya dan
celana jeans, berpenampilan santai dan kurasa Rey pasti terburu buru untuk
segera tiba disini.
“Rey….” Ucapku berdiri
disampingnya, Rey menoleh dan menatapku seraya tersenyum, kulihat sorot mata
rindu disana walau dia tak ucapkan sepatah katapun. Aku segera mengajaknya
menemui Ita ke ruangan rawatnya yang terletak di lantai 4.
“Kamu bisa tiba sepagi ini? Dan
kamu jadi ga masuk kerja ya? Maafkan aku Rey…” ucapku didalam lift
“Begitu membaca pesanmu, aku
langsung memesang tiket penerbangan online dan mencari penerbangan yang paling
awal, jam 6 :00 pagi…kalo soal pekerjaan aku bisa atur …dan kamu ga perlu maaf
untuk hal ini..” balas Rey, dalam hatinya berucap…kamu tidak tahu betapa aku
ingin bertemu kamu Adrian….
Aku dan Rey masuk saat Ita sedang
menyantap sarapan paginya, dia disuapi oleh adik iparnya yang baru saja datang
Veronica. Mata Ita berbinar senang melihat kedatangan Rey , karena aku mau
memenuhi permintaannya.
Rey menghampiri Ita dan mecium
pipi kiri dan kanannya…”Tetap semangat ya Ta?...kamu pasti segera sembuh ….”
Bisik Rey ditelinga Ita smabil memeluknya
“Ver…Adrian…bisa tinggalkan kami
sebentar? Aku mau ngobrol sama Rey…sudah lama ga bicara sama dia…” ujar Ita
smabil tersenyum.
Entah apa yang mau dibicarakan
Ita, aku dan veronica keluar ruangan dan meninggalkan mereka berdua.
__ADS_1