CINTA DIBATAS HORIZON

CINTA DIBATAS HORIZON
PERMINTAAN TERAKHIR


__ADS_3

Reyni baru saja menyelesaikan


pekerjaannya, Kota ungaran sore itu diguyur hujan lebat, untunglah rumah yang


ditempatinya tidak berjarak terlalu jauh, karena terletak dipinggiran kota


ungaran. Reyni membeli rumah di kota semarang yang tidak terlalu jauh dari


rumah papa mamanya, Rey hanya pulang ke semarang di akhir pekan, karena agar


tidak terlalu lelah dan tidak terlalu jauh dari tempat bekerja, Rey menyewa


sebuah rumah di ungaran.


Hujan masih saja turun saat Rey


selesai mandi dan merebahkan tubuhnya di kasur empuknya, dia melihat hujan yang


turun dari jendela kamarnya.


Ingatannya melayang disaat Adrian


datang ke rumahnya dijakarta saat hujan lebat seperti ini, ahhh…sedang apa kamu


sekarang Adrian…ucap batin Rey.


Ingin sekali tangannya meraih


telponnya nya dan menghubungi Adrian…namun dia sudah berjanji dalam hatinya ,


bahwa dia tidak akan mengusik kehidupan Adrian lagi.


“Aku merasa sepi Adrian…..aku


ingin di dekatmu…” tanpa sadar kata kata itu meluncur dari mulut Rey


Aku tidak boleh seperti ini…Rey


meraih telponya dan memilih menghubungi mamanya untuk bicara dengan meysa, agar


rasa sepi nya sedikit terobati.


Sebenarnya …jika saja Rey mau


membuka sedikit hatinya, sudah banyak yang menginginkan dirinya, dan


kehadirannya di kota jawa tengah itu membuat para para laki laki disana begitu


terpesona dengan kecantikan, keanggunan sekaligus kecerdasan dan wanita karir


yang disegani.


“AKU RUDI…BOLEH AKU MAIN KERUMAH


MU REY?” isi pesan whatsappp dari seorang laki laki yang bekerja di satu


perusahaan dengannya, namun berbeda bagian.


“SAYA TIDAK PERNAH TERIMA TAMU


DIRUMAH, KARENA KUGUNAKAN WAKTU SEBAIK BAIKNYA UNTUK BERISTIRAHAT SETELAH


KERJA…MAAF…” Rey membalas pesan dari laki laki bernama Rudi itu


Kenapa kamu tidak menghubungiku


Adrian? Apa kamu sudah melupakan aku?...kembali batin Rey berucap …kembali


bayang bayang Adrian hadir kembali dalam benaknya.


Reyni benar benar tak berdaya,


semakin dia coba bunuh ingatan dan perasaannya pada Adrian, makin kuat rasa


sepi yang menyerang dan rindu di hatinya, dia coba mati matian menahan dan


berusaha abaikan keinginan hatinya, jika sedang bekerja dan dia tenggelam dalam


kesibukannya, dia masih bisa menepis bayang bayang Adrian, namun disaat dia


dirumah atau dalam kesendirian, kembali hati dan jiwanya terobrak abrik dengan


kenangan yang telah lewat dan keinginan bertemu Adrian begitu kuat.


Sementara itu dibelahan kota yang


lain, Adrian masih bergelut menghitung rencana job pengiriman yang diminta


salah satu klien


Hujan masih saja turun mengguyur


diluar ruko tempat kerjaku, para karyawanku sudah pulang dan seperti biasa  memang lebih sering aku yang pulang


belakangan dan mengunci ruko.


Aku dikagetkan suara dering


telpon genggamku, kulihat dilayar…ibu mertuaku, ada apa malam malam begini?


Batinku

__ADS_1


“Ya bu…?” ucapku


“Adrian…Ita dari sore tadi


panasnya tinggi, ibu sudah kasih dia obat penurun panas, tapi tetap saja demam


dan panasnya tidak kunjung hilang sampai saat ini….ibu khawatir…lebih baik


dibawa ke dokter atau rumah sakit…” ucap Ibu mertuaku di telpon


“Baik bu…Adrian segera pulang dan


bawa Ita ke rumah sakit…” balasku , aku langsung benahi semua file file


pekerjaanku yang berserakan diatas meja.


Tubuh Ita demam dan wajahnya


terlihat pucat, ku papah dirinya kedalam mobil dan aku langsung tancap gas ke rumah


sakit terdekat yang hanya butuh beberapa menit dari rumahku.


Cukup lama Ita di tangani dokter


diruang UGD dan dilakukan observasi atas penyakitnya, aku juga harus menunggu


hasil lab rumah sakit untuk mendapatkan diagnosa lengkap penyakit Ita dan juga resep


obat yang harus ditebus untuk penyakitnya.


“Pak Adrian…..istri anda


menderita kelenjar tiroid, saat kelenjarnya membengkak, maka istri anda akan


mengalami demam dan panas yang tinggi, saya akan memberikan resep obat untuk


menurunkan demam dan panasnya juga meredam kelenjar tiroidnya, tapi jika tidak


ada perkembangan , saya sarankan Istri saudara di operasi agar bisa sembuh


total…” jelas Dokter rumah sakit sambil membaca hasil lab yang baru saja


diterima dari seorang suster perawat.


“Secara medis berapa prosentase


kemungkinan istri saya sembuh Dok?” tanyaku


“Kami akan berusaha semaximal


mungkin, banyak pasien dengan pemyakit yang sama telah sembuh …yang paling


sembuh…dunia kedokteran hanya mediator kesembuhan pasien, tapi tanpa keinginan


sembuh dari si pasien, akan sia sia pak…” lanjut Dokter itu lagi


“Baik Dokter…saya mengerti…..”


Aku kemudian menghampiri Ita yang masih terbaring lemah di tempat tidur rumah


sakit, aku masih menunggu ruangan rawat inap yang masih disiapkan oleh para


petugas rumah sakit.


“Apa kata dokter Yah?....” ucap


Ita pelan


“Hanya kelenjar tiroid biasa,


kalo lagi bengkak jadi menimbulkan demam, istirahat beberapa hari dan minum


obat dari Dokter akan sembuh kok..” ujarku menenangkan Ita


“Ayah….aku boleh minta sesuatu


ga?” Ita menatapku penuh harap


“Boleh dong…apa itu..?” jawabku


sambil tersenyum dan membelai lembut keningnya


“Aku mau bertemu Reyni…..” Ujar


Ita lagi sambil memegang tanganku


“Reyni sudah pindah kerja dan


tinggal di semarang bunda…tapi nanti aku akan hubungi dia dan usahakan penuhi


permintaanmu….” Lanjutku lagi sambil tersenyum, tak lama kemudian seorang


perawat datang bersama seorang petugas rumah sakit untuk memindahkan Ita ke


ruang rawat inap.


Setelah Ita dipindahkan ke ruang


rawat yang lebih nyaman, dia tertidur…aku melihat jam tanganku, hampir pukul 2


pagi…haruskah aku hubungi Rey sekarang? Atau menunggu besok ?

__ADS_1


“MAAF…HUBUNGI KAMU DINI HARI


SEPERTI INI…AKU DIRUMAH SAKIT, ITA SAKIT DAN DIRAWAT, TADI DIA MINTA BERTEMU


KAMU…AKU SUDAH BILANG KAMU TINGGAL DI SEMARANG…AKU HANYA BILANG AKAN


MENGHUBUNGIMU…” akhirnya ku tulis pesan untuk Reyni.


Aku berusaha pejamkan mataku,


sesekali kulihat keadaan Ita dikamar rawat, aku keluar lagi untuk mencari


tempat untuk merokok yang berada diluar area rumah sakit.


“GPP…AKUPUN BELUM TIDUR…SAKIT APA


ITA? KASIH TAHU AKU RUMAH SAKIT MANA…BAIK…AKU AKAN KE JAKARTA DENGAN


PENERBANGAN BESOK PAGI…” Pesan balasan masuk ke telponku dari Reyni.


“KELENJAR TIROID…DI EKA


HOSPITAL…MAAF MENGANGGUMU” aku langsung membalas kembali pesan Rey


Aku baru bisa tertidur di kursi


tempat menunggui pasien di dalam kamar rawat sekitar pukul 5.00 pagi, aku baru


terbangun sekitar pukul 8.00 karena perawat memberikan sarapan kepada pasien


dan juga kunjungan rutin Dokter yang memeriksa perkembangan tiap pasien.


“AKU SUDAH DI LOBBY RUMAH SAKIT…”


kubaca pesan whatsapp Rey


“OK…TUNGGU AKU DISITU…AKU TURUN


SEKARANG…” balas pesanku


Aku menatap sekeliling ruang


lobby hotel yang lumayan luas, ku cari sosok Rey diantara keramaian orang yang


berada di blobby. Akhirnya ku lihat Rey sedang duduk di sofa lobby, rambutnya


dibiarkan tergerai ,tidak seperti biasanya jika dia berangkat bekerja, di


kuncir belakang atau dengan penjempit rambut sehingga memberi kesan wanita


karir dan berwibawa, dia pun hanya mengenakan kaos dengan jaket hangatnya dan


celana jeans, berpenampilan santai dan kurasa Rey pasti terburu buru untuk


segera tiba disini.


“Rey….” Ucapku berdiri


disampingnya, Rey menoleh dan menatapku seraya tersenyum, kulihat sorot mata


rindu disana walau dia tak ucapkan sepatah katapun. Aku segera mengajaknya


menemui Ita ke ruangan rawatnya yang terletak di lantai 4.


“Kamu bisa tiba sepagi ini? Dan


kamu jadi ga masuk kerja ya? Maafkan aku Rey…” ucapku didalam lift


“Begitu membaca pesanmu, aku


langsung memesang tiket penerbangan online dan mencari penerbangan yang paling


awal, jam 6 :00 pagi…kalo soal pekerjaan aku bisa atur …dan kamu ga perlu maaf


untuk hal ini..” balas Rey, dalam hatinya berucap…kamu tidak tahu betapa aku


ingin bertemu kamu Adrian….


Aku dan Rey masuk saat Ita sedang


menyantap sarapan paginya, dia disuapi oleh adik iparnya yang baru saja datang


Veronica. Mata Ita berbinar senang melihat kedatangan Rey , karena aku mau


memenuhi permintaannya.


Rey menghampiri Ita dan mecium


pipi kiri dan kanannya…”Tetap semangat ya Ta?...kamu pasti segera sembuh ….”


Bisik Rey ditelinga Ita smabil memeluknya


“Ver…Adrian…bisa tinggalkan kami


sebentar? Aku mau ngobrol sama Rey…sudah lama ga bicara sama dia…” ujar Ita


smabil tersenyum.


Entah apa yang mau dibicarakan


Ita, aku dan veronica keluar ruangan dan meninggalkan mereka berdua.

__ADS_1


__ADS_2