CINTA DIBATAS HORIZON

CINTA DIBATAS HORIZON
KEMBALI KE DUNIA NYATA


__ADS_3

Sejak kepergian Hendri, Lily


selama masa berduka tinggal sementara dirumah papa mamanya, sudah hampir dua


minggu lebih kami tidak berkomunikasi apalagi bertemu. Namun aku mengerti,


bahwa diluar istana dan dunia mimpi kami, ada kehidupan nyata yang bukan milik


kami….


Hari ini aku ditugaskan


perusahaanku untuk mengikuti seminar yang diadalkan Instansi Bea dan Cukai di


Hotel Aston ,Atrium Senen, sebenarnya aku sudah sering ikuti seminar semacam


ini saat aku masih bekerja diperusahaan yang dulu, hanya aku tak menolaknya,


biarlah hitung hitung refreshing daripada dikantor pikirku.


Pagi itu Seminar berjalan seru


karena banyak interaksi dari para peserta seminar kepada narasumber ataupun


pembicara, hingga tak terasa sudah memasuki saatnya break untuk makan siang.


Aku keluar dari ruangan seminar dan mengambil piring dan mengambil nasi serta


beberapa lauk untuk makan siangku. Aku mencai tempat yang tidak terlalu ramai


didekat salah satu ballroom hotel, tidak terlalu ramai dan hanya ada sekumpulan


orang sedang makan siang bersama juga di meja panjang yang telah disiapkan


pihak hotel. Sepertinya acara kantor atau perhelatan antar keluarga. Sambil


menyantap makan siangku, aku duduk dari kejauhan dan iseng melihat kegiatan


mereka dari pintu ballroom yang terbuka.


“Oh rupanya pertemuan antar dua


keluarga kaya…” ucapku dalam hati


Dua orang berdiri dihadapan para


keluarga yang duduk dikursi dengan meja panjang , Yang satu wanita cantik


dengan kebaya putih ala jawa dan satu lagi pria dengan Jas mahal dengan dasi,


tampan dan jelas terlihat dari kalangan atas.


Aku kagum dengan kecantikan


wanita nya…”dari kejauhan saja sudah terlihat begitu cantik…apalagi dari


dekat?...” batinku


Kulihat jam tanganku, sudah


hampir jam 13.00, sebentar lagi seminar akan dimulai kembali, aku segera kembali


menuju ruangan seminar bersama dengan para peserta yang lainnya.


Ternyata setelah break makan


siang, seminar langsung masuk ke sesi terakhir dan langsung ditutup oleh


narasumber dan pihak penyelenggara, ah syukurlah…baru pukul 13.45, aku bisa


pulang lebih awal tanpa harus kembali ke kantor.


Mungkin para peserta lain yang


dikirim masing-masing perusahaannya  juga


berpikir hal yang sama denganku, dan mereka juga setelah acara bubar memilih


kembali ke tempat makan siang tadi, untuk meminum kopi atau teh yang masih


tersedia.


Aku mengambil tempat area merokok


agar dapat menghisap rokokku sambil menikmati kopi panasku, hampir saja cankir


kopiku terjatuh saat tubuh seorang anak kecil tiba tiba menghambur dan


memelukku,


“Om Adrian…..Nazwa kangen….” Ucap


anak itu sambil memelukku, tingginya baru sebatas perutku…


“Eh Nazwa…? Kok kamu bisa ada


disini…? Om juga kangen…..mami mu mana?” ucapku seraya kutaruh cangkir kopiku


dan berjongkok untuk balas memeluknya.

__ADS_1


“Nazwa…kamu …ke..man…..” suara


wanita terdengar menghampiri Nazwa dibelakangku.


Aku menoleh kebelakang….Oh Tuhan


wanita cantik yang kulihat saat makan siang tadi…LILY…..


Kami berdua saling terdiam….mata


kami saling beradu tatap dan seolah ingin ungkapkan sejuta kata, namun tak


mampu kami ungkap. Aku segera menguasai keadaan secepatnya, karena kulihat para


keluarga Lily sedang keluar beramai ramai dari dalam Ball room. Papa dan Mama


Lily menghampiri kami, dan segera aku beri salam dan menjabat tangan mereka.


“Nazwa…Om pulang dulu ya? Nanti


kapan kapan om mampir dan main lagi ya?” ucapku sambil berusaha tersenyum


sambil mengusap kepala Nazwa.


Baru saja aku masuk kedalam


mobiku dan menyalakan mesin di area parkir, suara pesan masuk ke telpon


genggamku


ADRIAN….


MAAFKAN AKU…TIDAK MENGUBUNGI


AKHIR-AKHIR INI


SEJAK MAS HENDRI PERGI, AKU


BANYAK BERPIKIR …


BERPIKIR TENTANG


HIDUPKU…ROBBI…NAZWA….DAN KITA


AKU MENCINTAIMU….SUDAH ADA RASA


RINDU DAN CEMBURU DIHATIKU


TAPI AKU SADAR …AKU TIDAK BISA


MEMILIKIMU APALAGI MERUSAK BAHTERA RUMAH TANGGAMU


KAMU DAN AKU HARUS KEMBALI KE DUNIA


AKU MENERIMA SARAN PAPA DAN MAMA


UNTUK MENERIMA LAMARANA DHARMAWAN, LAKI LAKI YANG KAMU LIHAT DI BALLROOM TADI,


ANAK DARI RELASI PAPA


HATIKU SUDAH TAK PENTING


LAGI….AKU HANYA PIKIRKAN MASA DEPAN ANAK ANAKKU DAN ADA FIGUR NYATA SEORANG


BAPAK.


MAAFKAN AKU ADRIAN….


Kubaca pesan Whastapp Lily


berulang-ulang, hatiku yang sudah lama tak tergores luka, kini kembali


teriris…kembali tercabik….


Walau aku sadar sepenuhnya, bahwa


semua yang dikatakan Lily adalah benar….


“Aku juga sudah mulai mencintaimu


Ly…takut kehilanganmu….merindukanmu…cemburuku ke kamu….” Gumamku tanpa sadar.


Aku tak membalas pesan Lily, aku


juga sudah kehabisan kata kata apa yang harus kuketik dan membalas pesannya.


Yang kubisa hanya membenarkan semua isi pesan Lily…dan berharap semoga


kehidupannya  berserta anak-anaknya


menjadi lebih baik


Sang Surya kembali tenggelam


dibatas garis Horizon sana , gelapnya malam mulai kembali selimuti alam juga


hatiku…


Tak ada lagi celoteh berisik para

__ADS_1


burung camar …..tak ada lagi sinar jingga nan indah yang manjakan mata dan


hati….SUNYI……SEPI….menjalar kesetiap sel darah dan setiap detak jantung yang


sebelumnya menikmatinya….mencoba menggenggamnya…..meraihnya….


Hatiku yang sudah bertahun tahun


membeku soal cinta, sejak kepergian Debby dulu….sudah mulai mele leh oleh sinar


sang surya yang diberikan wanita cantik bernama Lily, namun  badai salju dan angina dingin yang menerpa


hati…membuat hati ini kembali membeku.


“Ah…aku tidak boleh larut dengan


sedih ini…..aku harus belajar dari perjalanan kisah hidupku….CINTA DIBATAS


HORIZON….tidak akan indah selamanya….ada cahaya nyata yang harus kujalani


bersama putaran waktu…senyuman Ita…Clara dan Calista…..” ucapku menguatkan hati


dan jiwaku.


Walau bayang-bayang Lily selalu melintas


di didepanku….jelas teringat….kemesraan kami….menggebunya rindu kami…..ciuman


mesranya….pelukan dan aroma wangi tubuhnya….tak semudah itu aku bisa beranjak pergi


dan terlupa begitu saja.


Di hari hari berikutnya yang


kujalani, selalu kukatakan dalam hati….” Ini memang sudah seharusnya….ini


salah…..Lily benar….” Ku teriakkan kata kata itu dalam hati setiap kali aku


terbakar rindu…


Pagi itu seusai subuh, aku melaju


di jalan tol jagorawi yang masih sepi….aku mengantar adik iparku Hilman untuk


berobat alternative di daerah Ciawi, sudah empat hari aku mengantarnya pulang


pergi demi ikhtiar kesembuhannya.


“Bang….” Ucap Hilman dengan


nafasnya yang berat, sejak menderita penyakit ginjal, Hilman seringkali sesak


dan kesulitan bernafas , jika sudah begitu dia harus segera ke rumah sakit


untuk melakukan cuci darah. Kami baru saja selesai berobat alternatif dan


Hilman menemaniku sejenak mampir untuk sarapan dan minum kopi agar aku lebih


segar pulang kembali ke rumah.


“Kenapa man?” sahutku sambil menyalakan


rokokku


“Sepertinya saya ga bisa bertahan


lebih lama lagi bang….sekarang saya sudah harus cuci darah dari sekali seminggu


menjadi dua kali dalam seminggu….biaya cuci darah ga sedikit bang…daripada


untuk biaya itu, lebih baik saya deposit…untuk anak anak saya sekolah nanti


bang…saya sudah total tidak bekerja lagi…saya sadar sepenuhnya penyakit saya


ini sulit untuk sembuh…” imbuhnya lagi


“Kamu ga boleh begitu man….kamu


laki laki…kepala keluarga….nakhoda…pilot….kamu ga boleh gampang menyerah…kamu


harus pompa semangat hidup kamu…” ucapku membesarkan hatinya.


“Iya bang…saya selalu punya


semangat hidup…untuk Asty juga anak saya yang masih kecil, tapi saya juga harus


terima fakta dan kenyataan yang ada bang….mungkin hanya 1 berbnading sejuta,


orang yang bis asembuh total dari gagal ginjal dan yang harus telah lalui


proses cuci darah…cuci darah ga menyembuhkan bang…..hanya membeli waktu…lebih


lama…” lanjut Hilman lagi dengan tatapan kosong, ada keputus asaan di sinar dan


raut wajahnya.


“Sudah jangan bahas ini lagi


man….soal usia, jodoh …maut ..di tangan Tuhan…..kita manusia yang penting mau

__ADS_1


berusaha sebaik baiknya mencari jalan keluar untuk sembuh …yang kita sebut


dengan ikhtiar….” Ucapku lagi .


__ADS_2