CINTA DIBATAS HORIZON

CINTA DIBATAS HORIZON
Episode 20


__ADS_3

Malam itu Ita baru saja selesai menyuapiku makan, Kulihat jam dinding kamar menunjukkan pukul 20.00 WIB.


Kulirik ke Box bayi, anakku sudah tertidur.


“Maaf sudah merepotkan kamu dan keluargamu…..juga maafkan aku bertemu kamu dan anak kita dalam kondisi seperti ini..” bisikku


“Sudahlah Adrian….yang namanya musibah ga ada yang tahu, ,dan yang terpenting kamu masih bisa selamat…..”


balas Ita pelan .


“Aku bahkan tidak memberikan anak kita nama saat dia lahir…kamu berikan nama siapa?” ucapku lagi.


“CLARA PUTRI RIDWANSYAH” jawab Ita.


“Nama yang bagus….” Balasku…dibelakangnya diberikan nama belakangku Adrian Ridwansyah.


Tak terasa kami berbincang bincang hingga hampir tengah malam, sesekali Ita menghampiri Clara yang


terbangun dan memberikannya susu.


“Sudah hampir tengah malam,kondisimu belum pulih…lebih baik kamu istirahat dan tidur sekarang ucap Ita

__ADS_1


sambil berbaring disebelahku.


“Iya…aku juga agak mengantuk…mungkin pengaruh obat yang kuminum tadi…” balasku.


Aku merasa agak canggung dan kikuk saat Ita tidur disebelahku, karena sudah cukup lama tidak ada wanita yang


tidur disebelahku. Walau Ita adalah ibu dari anakku dan dulu hal ini adalah menjadi hal yang biasa, namun entah mengapa mala mini aku begitu merasa canggung.


Hampir tiga hari lamanya aku berada di rumah Ita, aku juga sudah mulai belajar untuk bangun dari tempat


tidur dan mencoba berdiri, lama berbaring di kasur membuat kepalaku agak pusing dan tubuhku  sedikit sempoyongan , tapi aku coba sekuat tenagaku agar cepat kembali pulih.


Aku mencoba berdiri dan berjalan kea rah box Clara, ku pegang pinggiran box bayi karena tubuhku yang masih


Selama berada diruamh Ita, telpon genggamku ku setel silent agar aku dapat benar benar beristirahat, saat kulihat


tidak ada pesan maupun telpon masuk dari keluargaku maupun kantorku, berarti aman pikirku. Tapi kulihat belaasan missed call dan pesan masuk dari Ririn. Tapi aku tidak mau membuka pesannya apalagi menelponnya kembali, aku pikir nanti dia juga tahu dari Hendra  soal alasanku keluar kota beberapa hari lamanya.


Ita membantuku membuka perban yang melilit telapak tanganku sejak aku dibawa dari rumah sakit, kulihat bekas


jahitan basah di jari tengah dan jari telunjukku. Kini aku sadar kalau jariku sudah tidak normal lagi seperti sedia kala, aku pun tidak dapat kepalkan jemari kiriku dengan sempurna lagi.

__ADS_1


“Sekarang kedua jariku cacat ya Ta…?” aku berucap smabil melihat Ita yang sedang membuka perban di tanganku.


“Ini ga berpengaruh besar Adrian…toh kamu bukan kidal…dan kamu harus bersyukur, kedua jarimu bisa


disambung kembali walau tidak normal lagi, saat kamu pingsan …aku datang saat kamu sedang dioperasi oleh Dokter, aku lihat dua jarimu, terutama jari tengahmu….hanya tinggal beberapa mili saja untuk putus..” balas Ita membesarkan hatiku.


“Ta…aku sudah hampir seminggu disini, aku harus pulang, kalau tidak nanti keluarga dirumah panik mencariku,


sementara ini mereka hanya tahu aku sedang diluar kota urusan pekerjaan…aku juga tidak bisa lama lama tidak ke kantor…” imbuhku lagi.


“Tapi kamu yakin sudah benar benar sehat….?” Balas Ita


“Hanya rasa nyer dan ngilu sedikit saja di jahitan kedua jariku…kalo fisik dan tubuhku …aku sudah merasa


sehat…” jawabku.


Saat aku melangkah keluar kamar dan menjinjing tasku, Ita menghampiriku…tanpa berkata apapun…dia hanya


menatapku penuh arti…lalu memeluk tubuhku….aku hanya terpaku dan kutaruh tas ditangan kananku, lalu ku belai lembut rambut Ita. Sudah banyak yang terjadi diantara kami, kata kata tidak lagi penting bagi kami untuk diucapkan.


Setelah itu aku berpamitan kepada orang tua dan seluruh keluarga Ita, serta ucapkan terima kasih . Untunglah

__ADS_1


salah seorang keluarga Ita ada yang profesinya sebagai montir, sehingga kerusakan pada motorku bisa diperbaiki. Dan sejak kemarin aku sudah melatih jari jari kiriku untuk menarik dan mengendalikan handle kopling motorku, masih terasa sedikit ngilu dan sakit, tapi pasti aku bisa …walau harus ku kendarai pelan-pelan.


__ADS_2