
Debby juga seminggu sekali kutemani untuk medical check up di rumah sakit MMC Kuningan, yang letaknya
tidak terlalu jauh dari apartemennya. Dan hasilnya dikirimkan Debby ke dokter rumah sakit tempat dia dirawat beberapa waktu yang lalu di Hongkong.
Kami benar benar seperti sahabat dan kakak beradik, saling support dan saling berbagi. Kami berangkat dari luka yang hampir sama….kegagalan yang sama…walau dengan jalan cerita yang berbeda.Kami berdua seakan sudah alergi mendengar kata serta ucapan “CINTA”.
Dan sekian lama waktu berjalan,wanita wanita dari masa lalukupun hilang seperti ditelan bumi, akupun memang
menutup semua akses komunikasi dengan mereka, hanya Ita yng tidak, karena berkaitan dengan putriku Clara.
“Adrian…kamu masih muda…apa kamu tidak ingin berumah tangga? …well I know…setelah semua yang terjadi
dihidupmu…seperti halnya aku…tapi apa kamu mau seperti ini terus?” ucap Debby dengan bahasa Indonesia nya yang makin fasih.
Aku tertawa kecil mendengar ucapannya, saat itu kami sedang santai didepan televise setelah menyantap makan
malam kami.
“Debby…memangnya kamu sudah tua? Look at you…masih muda …cantik…good carrier….dan kamu wanita…seharusnya pertanyaan itu buat kamu” balasku masih tetap tertawa.
“Hei…we talk about you…not me….kamu jangan mengalihkan pembicaraan ya?” ucap Debby lagi sambil ikut
tertawa. Akhirnya tawa kami berduapun pecah. Debby memukul pelan kepalaku dengan bantal sofa.
“Makanya….jalan hidup kita nyaris sama….gunung es dihati kitapun sekarang ini sama…kamu bicara seperti itu..ya
sama saja bercermin….harusnya…kita suruh orang lain berikan pertanyaan itu pada kita Debb…” ujarku lagi disela sela tawa kami.
“Iya…kamu betul juga…atau kita pulang ke Hongkong dan daftarkan diri ke kuil Shaolin? Jadi biarawan dan
biarawati?” ucap Debby lagi kemudian tertawa terbahak bahak. Akupun tertawa keras sambil memegang perutku ..sampai sakit kami berdua tertawa dari tadi.
“Gini aja Debby….kita buat perjanjian….jika ….ada yang mampu mencairkan gunung es disalah satu dari hati
kita…maka kamu atau aku harus meng interview orang tersebut….jika menurut salah satu dari kita dia ga baik…maka harus menurut…dan tidak paksakan hatinya…gimana ?setuju?” ujarku setelah tawa kami reda
“Deal….I agree….” Balas Debby sambil menjabat tanganku dengan wajah lucunya. Lalu kami berdua kembali tertawa , tak terasa kami berbincang sampai hampir tengah malam.
“Debby…sudah malam..kamu tidur sana…ingat…istirahatmu harus cukup…kamu sedang masa recovery..” ucapku
mengingatkan.
__ADS_1
“Tapi kamu ga pulang kan..? Mbak Siti sedang pulang kerumahnya….Monday morning dia baru kembali…aku takut
sendirian…biasanya kan ada dia…” balas Debby dengan wajah memelas yang lucu.
“Huuu…dasar coward…penakut….ya sudah…aku tidur di sofa…sana sekarang kamu tidur….” Ucapku seraya tersenyum.
“Lazy boy…..wake up ...sudah siang….” Ucap Debby sambil mengacak acak rambutku, kubuka mataku …kulihat Debby sudah terlihat fresh setelah mandi, dia terlihat cantik dengan kaos dan celana
pendek jeansnya.
Kulirik jam dinding di ruang tamu, pukul 9.00 WIB…”Come on Debby…di Indonesia ..apalagi hari minggu…jam
segini itu maish pagi…” balasku sambil menutup wajahku lagi dengan bantal sofa.
“No way….kamu pikir ..aku di Hongkong tidak bisa bedakan mana pagi …dan mana siang?” ujar Debby lagi sambil
menarik bantalku sambil tertawa kecil.
“Iya…iyaaa…aku mandi sekarang…memangnya kita mau pergi?” jawabku sambil merangkak menuju kamar
mandi…melihat itu Debby tertawa geli….
“Yes…bosan di apartemen terus….aku mau ke Mall…” rajuk Debby
waktu lama dari apartemen Debby.
Sambil melihat lihat toko toko yang menjual pakaian, tas,kosmetik dan keperluan wanita lainnya, aku temani Debby berkeliling Mall
“Aku pikir hanya wanita Indonesia yang suka shopping atau jalan jalan ke mall” ujarku sambil berjalan disamping
Debby.
“Semua wanita di dunia sama tauuu…” balas Debby mencubit pinggangku
“Laki laki diseluruh dunia pun juga sama kok…” ujarnya lagi
“Sama apanya?” tanyaku
“Sama sama suka godain wanita…”Debby tertawa sambil memasuki salah satu toko kosmetik.
Debby mencoba beberapa Lipstick ,dia goreskan beberapa warna di telapak tangannya..”Adrian…mana yang bagus untukku?” Tanya Debby
__ADS_1
Aku pura-pura berpikir dengan menjentikan jari telunjukku di daguku.
“Hmm….warna apa saja …sama aja…” jawabku
“Sama bagusnya kah?” balas Debby
“Bukan…sama sama ga berguna…karena ga akan ada yang bisa rasain lipstick itu…kan ga ada yang cium
kamu Debb…” aku tak kuat lagi menahan tawaku. Debby dengan wajah cemberutnya siap siap mencubitku…aku berlari pelan menjauh….Debby berusaha mengejarku…pegawai toko yang melihat kelakuan kami tersenyum , kami berdua seperti remaja belasan tahun.
“Adrian…aku ke rest room dulu ya?” ucap Debby sambil memberikan kantong belanjaannya kepadaku. Aku berdiri
didepan toko asesoris pakaian tak jauh dari lorong menuju rest room.
“Adrian…….ini benar kamu?” suara seorang wanita kejutkanku. Aku seperti merasa tak asing dengan suara tersebut.
Perlahan aku menoleh ke arah suara wanita itu…
“Sisca……?” Ujarku dengan wajah terkejutku, walau kini Sisca sudah mengenakan hijab, aku tetap dapat mengenali wajah dan juga suaranya.
“ Ya….kamu apa kabar?” ujar Sisca lagi
“Baik…kamu bukannya di ….”Balasku
“Ya…aku sedang menjenguk apak dan ambu [bapak-ibu] ….sudah seminggu aku disini…dua hari lagi aku kembali….susah ya sekarang untuk cari kamu dan ketemu kamu…? “ Ujar Sisca lagi sambil
menatapku
“Mana Ita dan anakmu ? “ Tanya Sisca lagi
Aku hanya terdiam dan memikirkan jawaban apa yang harus kuberikan, untunglah Debby muncul dan berdiri
disebelahku.
“We go home now Adrian…? “ ucap Debby sambil memperhatikan gerak gerikku yang canggung dan salah tingkah.
“Debby…perkenalkan…ini Sisca…..”ujarku smabil menatap mata Debby seolah memberi Isyarat untuk membantuku dalam situasi ini.
Debby menjulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Sisca.
“Debby …” ucap Debby sambil menjabat tangan Sisca, Sisca terlihat sedikit bingung melihat sosok Debby yang
__ADS_1
jelas terlihat bukan wanita Indonesia dan bermata sipit seperti warga keturunan Tionghoa di Indonesia.
“ I am Adrian wife…setelah Ita…” ujar Debby lagi sambil tersenyum, aku terkejut mendengar ucapan Debby