CINTA DIBATAS HORIZON

CINTA DIBATAS HORIZON
Episode 44


__ADS_3

“Duduk di tepi laut seperti ini,aku jadi ingat tempat yang kamu ajak dulu jika saat sore hari…..di muara baru


ya?” Sisca kembali berkata ,setelah beberapa saat saling membisu.


“Ya…setiap wanita yang pernah hadir dalam hidupku , aku pernah ajak kesana….melihat indahnya sang surya yang


akan tenggelam di garis batas horizon laut…nun jauh disana…tapi seperti keindahan sang surya, cinta mereka pun bagai CINTA DIBATAS HORIZON sana….indah sesaat lalu tenggelam ..lalu gelap seperti yang ada dihadapan kita sekarang…”balsku sambil menatap laut yang mulai disinari cahaya rembulan malam.


Dikejauhan seperti dugaanku, kota singapura begitu indah terlihat dengan kelap kelip lampunya.


Sisca tertunduk….sambil memainkan jari jarinya di pasir pantai yang lembut.


“Dan mereka juga tinggalkanmu..?” ucap Sisca pelan.


Kuhela nafas panjang….”Ya…dan wanita yang bertemu kamu di mall waktu itu? Debby…dia pergi meninggalkanku


karena Kanker Rahim yang di deritanya…”


“Maksudmu? Dia meninggal…?” ucap Sisca.

__ADS_1


Aku jawab pertanyaannya dengan anggukan lemah kepalaku.


“Hanya Ita yang tidak meninggalkanku….justru sebaliknya….aku yang meninggalkannya dua kali, pertama


saat aku memilihmu….kedua saat aku bercerai karena keluargaku…..dan aku putuskan kembali….mungkin ini sudah jalan dan skenario hidupku…biar semua nya jadi masa lalu…” lanjutku lagi


“Maafkan aku Adrian….sungguh…..aku menyesal meninggalkanmu….aku harus hadapi sesalku dalam setiap malam malamku…” imbuh Sisca


“jangan sesali masa lalu Sisca….justru aku belajar dari masa laluku…kalau saja kalian tidak tinggalkanku, mungkin aku tidak jadi Adrian seperti yang sekarang, bukan siapa siapa dan tidak dapat diandalkan orang banyak…” sahutku


“Aku berkali kali berusaha hubungi kamu….dan setiap aku pulang ke Jakarta…aku selalu berusaha mencarimu….”


Lanjut Sisca


menoleh kebelakang….”


“Tapi aku ga bisa Adrian…..rasa bersalahku…..hidup yang ku jalani bersama Satrio…..rasa rinduku ke kamu….AKU


TIDAK BAHAGIA ADRIAAN…!!” Semenit kemudian Sisca terisak lalu menyandarkan pipinya di bahu kananku, aku kikuk tiba tiba mendapat perlakuan Sisca seperti itu.

__ADS_1


“Hidup itu pilihan Sisca…..kamu sudah pilih lembar hidupmu dulu….akupun telah pilih lembar hidupku…sesakit


apapun kita….sepahit apapun itu….kita harus jalani lembar hidup yang kita pilih….dan berusaha membuatnya menjadi taman yang indah….” Jawabku


“Sudah tidak ada kah sedikitpun rasa rindumu kepadaku Adrian…? Sedikiiiiiiit saja….?” Balas Sisca sambil


menatap kearahku smabil berusaha menghapus air matanya.


Aku cukup kebingungan mencari kata kata untuk jawaban atas ucapan sekaligus pertanyaan Sisca,  Ahhh..Sisca…Ririn….wanita wanita yang pernah ku cintai… lalu buat luka hati yang cukup dalam….seharusnya aku bisa luapkan


amarah terpendamku….tumpahkan segala luka hatiku…bahkan kalau perlu membalasnya….tapi nyatanya …saat mereka ada dihadapanku…aku hanya bisa terdiam dan kehilangan kata kata …apa yang ahrus ku ucapkan…apa yang harus kulampiaskan.


“Sebesar itu bencimu ke aku Adrian…?” Sisca kembali bertanya, yang membuat ku makin tak berkutik dan terdiam.


“Aku tak pernah membencimu Sisca….kalau sakit dan terluka…harus aku akui…ya….teramat sangat, namun semua sudah kusimpan di kotak kisi hatiku lalu ku kunci sebagai masa lalu….” Akhrinya kata kata itu yang terucap dari mulut.ku


“Itu artinya,…..aku benar benar kamu hapus dari hatimu?” kembali Sisca berucap, kini ia sambil menatap sendu ke


mataku dan menggenggam jemari tanganku.

__ADS_1


“Sudah lama aku tak percaya Cinta Sisca….bahkan mungkin aku juga menjadi tak mengerti…cinta itu apa…yang kutahu…Cinta satu paket dengan luka….indah sesaat….lalu pergi …tenggelam dan hilang….” Jawabku


sambil kupalingkan wajahku kea rah laut, menghindari tatapan Sisca.


__ADS_2