CINTA DIBATAS HORIZON

CINTA DIBATAS HORIZON
Episode 4


__ADS_3

Bersama Ita, lukaku tak seperih kemarin, kesabaran dan cinta


nya yang besar bahkan sebelum aku bertemu Sisca, membuat ku kembali menjadi


laki laki yag berarti


Walau keluargaku tak menyetujui hubunganku, aku tetap


berhubungan dengan Ita secara diam-diam, sering kali aku kebingungan jika orang


tuaku menanyakan soal Sisca, karena aku tidak mau menceritakan apa yang sudah


terjadi.


Tapi sepandai apapun aku menyimpan semua dalam diam,


keluargaku akhirya mengetahui kedekatanku kembali dengan Ita.


Namun mereka tidak sekeras dulu dalam melarang atau memberi


komentar, karena mungkin mereka tahu kegagalan hubunganku dengan Sisca, walau


mereka tidak tahu persis jalan cerita atau apa yang terjadi.


Melalui adikku, keluargaku mencoba menghadirkan seorang


wanita, Karin…dengan alasan untuk bertemu adikku, dia datang ke rumah dan juga


sekalian berkenalan denganku.


Aku hanya menanggapi dingin dan acuh saat itu dan


menempatkan posisiku hanya sebagai kakak dari temannya.


Karin memang tidak secantik Sisca maupun Ita, tapi dia


adalah wanita smart dan memiliki karir yang bagus diperusahaan tempat dia


bekerja.


Dalam berbicara, ngobrol ataupun bercanda, Karin adalah


sosok yang ceplas ceplos, sehingga seringkali aku, adikku dan dia terdengar


tertawa terbahak bahak karena saling ledek dalam bercanda.


Kedua orang tuaku juga menyukai Karin dan lambat laun

__ADS_1


pertanyaan mereka soal Sisca sudah tak pernah terdengar lagi.


Tak terasa sudah setahun lebih sejak kepergian Sisca, aku


juga senggaja putuskan semua akses atau cara  agar tidak terjadi komunikasi lagi aku


dengannya, biarlah dia buka lembar hidupnya yang baru dan jalani apa yang sudah


jadi keputusannya


Kubiarkan kedekatanku dengan Karin, agar orang tuaku tak


lagi menanyakan soal Sisca dan hubunganku dengan Ita tidak terusik oleh


keluargaku, aku orang yang enggan membantah atau berdebat dengan orang tua,


jika mereka menegur atau marah, yang ku lakukan hanya diam dan berusaha


mengikuti apa mau mereka, karena aku sadar aku anak tertua dan seharusnya


menjadi contoh, walau aku sendiri tahu diriku sendiri, bahwa aku jauh dari


sempurna.


Sampai hari itu datang dan mengubah jalan hidupku…


“Aku hamil….” Ucap Ita malam itu sambil menatap ke arahku,


wajah keluargaku yang tidak menyetujui hubungan kami, apalagi Papa yang aku


tahu memiliki penyakit hypertensi atau darah tinggi.


Aku hanya terdiam , ku gigit bibirku sambil pikiranku


menerawang.


Ita adalah wanita yang sangat mengerti bahasa tubuhku ,isi


hatiku tanpa harus kujelaskan segala sesuatu dengan detail


“Kalo kamu ingin aku melakukan aborsi, aku bersedia asal


kamu temani…..” ucap Ita lagi pelan


Tanpa sadar air mataku jatuh dari sudut mataku, sebesar dan


setulus inikah cintanya kepadaku? Bahkan setelah kusakiti dia dan tinggalkan

__ADS_1


dia demi Sisca yang sudah khianati cintaku.


“Kamu yakin Ta?” balasku setengah berbisik, lidahku terasa


kelu untuk berucap


Ita hanya menjawab dengan anggukan pelan.


Kami berdua tidak pernah dan berpengalaman dalam hal ini,


aku mencoba bertanya dengan tema temanku yang dapat kupercaya tentang hal ini.


Segala cari sudah kami lakukan, tapi tidak berhasil, dan


mungkin memang sudah kehendakNYa anak ini lahir ke dunia.


Karakterku yang pandai menyimpan sesuatu, membuat tidak


banyak orang mengetahui apa yang terjadi denganku atau apapun yang ku hadapi.


Semua kusimpan dalam diam dan berusaha ceria didepan orang banyak.


“Jadi bagaimana Adrian? Dari hari kehari kandunganku akan


semakin membesar…” ucap Ita saat itu, ditempat biasa kami bertemu


“beri aku satu dua hari untuk berpikir ya ta?” balasku


Ku hela sedikit nafasku saat turun dari motor, dan berjalan


ke tepi laut tempat dulu akan dan Sisca habiskan waktu juga tempat favoritku di


saat hatiku risau dan penat. Sejak Sisca pergi, baru sekarang aku kembali


datangi tempat ini.


Duduk ditepi laut diantara bebatuan disore hari sambil


perlahan melihat matahari tenggelam dibatas horizon memang sedikit menghalau


gelisahku dan membuat hatiku lebih nyaman.


Dikejauhan terlihat sepintas bayangan Sisca…Ita dan Karin….seperti


kebiasaanku, ku adu kan semua risauku pada laut….ku tanyakan apa yang harus


kulakukan pada gemuruh ombak yang memecah bebatuan dan beton-beton dermaga.

__ADS_1


Laut itu tetap sama….garis horizon itu tetap terlihat….hanya


cinta yang harus ku jajaki…ku tapaki dalam garis hidupku dari hari ke hari.


__ADS_2