
“Pak Adrian…sepertinya Mr.Sanjeev
akan menunjuk orang baru untuk menyelesaikan masalah ini…” ucap Bernard pagi
itu di ruanganku
“Bagus kalo begitu pak…saya mau
lihat, asalkan resiko jangan ada di saya jika nanti orang yang ditunjuk Sanjeev
melakukan blunder atau kesalahan. Saya akan jelaskan dengan para petugas yang
sudah membuat komitmen dengan saya tempo hari, bahwa kali ini saya sudah tidak
terlibat….dan Pak Bernard…setelah kasus ini selesai saya sudah berjanji dalam
diri saya, jika sudah beres…saya akan resign dari perusahaan dan membuka usaha
sendiri walaupun kecil…” ujarku
“Kamu yakin soal itu Adrian…? “
tiba tiba Reyni muncul diruanganku dan rupanya dia mendengar pembicaraanku
dengan Bernard karena pintu ruanganku yang terbuka.
“Saya permisi dulu Pak
Adrian….saya harus menemani orang yang ditunjuk Mr.Sanjeev itu ke Kantor Pusat
Bea dan Cukai” Ucap Bernard lalu keluar dari ruanganku
Reyni menatap kearahku sambil
memegang tepi meja kerjaku….”Kamu belum jawab…benar yang ku dengar tadi….?”
Ujarnya lagi
Aku mengangguk…”Iya Rey…dulu aku
ke perusahaan ini karena diminta Mr.Jimmy dan juga aku berhutang ilmu sama dia,
aku jadi seperti sekarang karena banyak belajar dari dia, dan aku mati matian
membantunya jalankan perusahaan karena dia 100% mempercayaiku….Sanjeev
tidak….dari awal …jujur aku sudah tidak menyukai karakternya , tapi aku abaikan
karena tanpa dia dan Devi, perusahaan kekurangan modal dan tidak akan dapat
bertahan…tapi kini dia sudah masuk dan terlibat penuh, aku rasa tugasku disini
juga sudah selesai…” jelasku
Reyni menghampiriku dan berbisik
ditelingaku….” Apapun keputusanmu…aku dukung….” Setelah itu Rey mencium
pipiku….
“Reeey….ngaco kamu….nanti ada
anak buahku…jadi bahan pergunjingan di pabrik nanti…” ucapku setengah berbisik
“Tenang aja….anak buahmu …sedang
aku sibukkan ke gudang barang…untuk menghitung dan membuat list packing barang
untuk rencana dikirim ke Netherland besok….” Balasnya sambil tertawa kecil
“Dasar kamu….” Ucapku sambil
mencubit pipinya
“Adrian….aku mau dong diajak ke
tempat favoritmu dulu…disaat sedang suntuk…” ujar Rey
“Dulu aku naik motor Rey…sekarang
kita mau iring iringan naik mobil? Mau sampai disana jam berapa?” jawabku
seraya tertawa
“Kita kerumahku dulu, lalu pergi
pakai motorku….” Ucap Reyni lagi
“Kamu tuh ya? Kalo sudah ada
maunya….ya harus…” balasku sambil kembali tertawa
“Biarin…!..mau ya? Ya? Ya?” rajuk
Reyni
“Oke…..” Sahutku, untung Ita dan
anak anak sedang pergi dengan keluarga besarnya untuk accara diluar kota.
Reyni hanya tersenyum…lalu
meninggalkanku sendiri diruangan
Aku dan Rey tiba di tepi laut
tempatku dulu, tepat saat matahari akan benar benar tenggelam di kejauhan.
“Indah …pantas kamu suka sekali
kesini…tempatnya juga tidak bising dan jauh dari keramaian ibukota” ujar Reyni
__ADS_1
sambil menatap laut dan riak ombak di depannya
“Sudah berapa wanita kamu ajak
kesini…?” lanjut Rey
Aku melebarkan jari jari telapak
tanganku, dengan wajah kubuat lucu aku pura pura
menghitung…”satu…dua…tiga….delapan…Sembilan …sepuluh Rey….” Ucapku berlagak
serius
“Hah? Sepuluh….? Gila kamu…dasar
Casanova picisan…” ujar Rey sambil cemberut
Aku tertawa terbahak bahak
melihat raut wajah cemberut Rey….” Ngga lah….4 orang….termasuk kamu…” balasku
disela tawaku
“Adrian….aku lama lama bisa jatuh
cinta sama kamu….” Ucap Rey serius sambil menatap wajahku
“Rey….bisa kamu tidak ucapkan
kata kata itu?” ujarku samba menghela nafas
“kenapa? Kamu takut kecewa?”
balas Reyni
“Seperti halnya kamu…..disaat
awal kita dekat…kamu anggap semua laki laki sama dan brengsek, karena kamu
sudah tidak percaya lagi cinta…..akupun begitu…makanya aku saat itu sangat
faham perasaanmu…” ucapku lagi
“Jadi maksudmu? Kedekatan kita
selama ini ngga ada artinya bagimu?” ujar Reyni dengan wajah sedih
“Ga seperti itu…aku orang yang
selalu ikuti kata hati dan naluri, jika tidak…aku tidak akan sedekat ini
denganmu…tapi jika bicara cinta…..kamu lihat matahari yang sebentar lagi
terbenam disana Rey?” ucapku lagi sambil menunjuk sang surya yang berona
kemerahan dan sebentar lagi tenggelam bergaanti gelapnya malam
balas Rey tak mengerti maksud ucapanku
“Cinta seperti matahari itu…..Dia
indah sesaat….dan paling indah disaat dia akan tenggelam dibatas garis horizon
sana….namun setelah itu keindahannya memudar….hilang dan berganti dengan
gelapnya malam…aku lebih memilih kata sayang….karena lebih abadi dan tidak
berujung menyakitkan atau membawa kita didalam kegelapan…” jelasku
“Baik Adrian…aku mengerti
maksudmu….aku tidak akan meminta…apalagi menuntut apapun darimu...” ujar Rey
sambil memeluk pinggangku
Setelah senja berlalu, kami
berdua kembali ke rumah Rey dengan motor, takut Meysa uring uringan mencari
ibunya, jika Rey pergi bekerja, Meysa dititipkan pada Mbok Inah wanita paruh
baya yang membantu dirumah Rey, namun pulang ke rumahnya jika Reyni telah pulang
dari aktivitas kerjanya.
Meysa terlihat begitu riang
menyambut kedatangan Reyni dan aku….saat kami memarkir mobil dan mengganti
dengan sepeda motor, Meysa masih tertidur sejak siang.
“Lisa kemana Rey..?” tanyaku
karena dari tadi saat masuk kerumah tidak melihat kehadirannya
“Ohh…Lisa sedang menginap dirumah
tantenya di Bintaro….dia dekat dengan Cornelia sepupuku, paling juga sambil
bicarakan soal akad nikah dia hari minggu nanti…” ujar Rey sambil mengajak main
Meysa.
“Adrian….kamu nginap lagi ya disini?
Daripada kamu juga sendirian dirumah…” ucap Reyni sambil mengambil minuman
dingin dari dalam kulkas untukku
“Ok….kalo gitu aku mandi dulu ya?
__ADS_1
Penat setelah naik motor tadi….dan sudah lama juga aku ga berkendara dengan
motor….kalo bukan kamu yang minta…aku ga mau tuh…” ucapku sambil tertawa dan
menuju kamar mandi yang terletak didalam kamar Reyni
Aku sedang asik menonton acara
berita di televisi didalam kamar, sedangkan Rey dan Meyza sedang asik bermain
boneka, tak lama kemudian kulihat Meysa tertidur.
“Aku bawa meysa ke kamar anak
anak dulu ya ?” ucap Rey dan ku jawab dengan anggukan kepalaku
Kumatikan TV da lampu kamar,
hanya lampu tidur yang menyala reman remang, baru saja akan kupejamkn mataku,
Rey sudah duduk disebelahku dan memelukku lalu menciumku….
“Aku janji ga akan lagi ucapkan
kata kata cinta…tapi aku boleh ya mencium dan peluk kamu?” bisiknya manja
Aku tak menjawab, hanya menatap
kedua bola mata Rey…lalu membalas ciumannnya.
Berdua kami larut….hanyut lewati
malam…..kami tak banyak rayuan gombal…hanya naluri dan ego hati…
Pagi itu kulihat jam dinding
kamar…jam 8 pagi….lebih baik aku pulang dulu untuk berganti pakaian baru
berangkat ke kantor…pikirku
Setelah mandi dan keluar kamar,
kulihat Rey sedang menyiapkan saran untuk aku dan Meysa.
“Aku pulang dulu ya Rey….mau
ganti baju dulu…” ucapku
“tapi kamu kerja ?” balas Reyni
“Pasti…aku mau bereskan semua
pekerjaan yang tertunda…jadi saat urusan kasus di Bea Cukai selesai, aku bisa
langsung Resign tanpa beban pekerjaan yang kutinggalkan” ujarku
“OK…” sahut Rey
Kuparkir Mobilku digarasi rumahku
seperti biasa, pasti Ita dan anak anak baru pulang besok…pikirku
Darahku terkessiap karena melihat
motor sport di garasi rumah….pencuri atau perampokkah? Batinku
Aku berjalan pelan pelan…pintu
mobil tidak kutup rapat agar tak menimbulkan suara berisik, aku masuk dari
pintu samping yang terhubung dengan garasi rumahku.
Aku terpaku melihat pemandangan
didepanku….Ita sedang dipeluk dan dicumbu seorang laki-laki….
“ITA….” Aku ingin berteriak…namun
suara terasa tercekat bercampur emosi yang tertahan…
Melihat kehadiranku mereka berdua
panik….wajah Ita pucat….laki laki itu segera pergi melalui pintu depan rumah
dan tergesa gesa menyalakan motornya dan hilang dari rumahku
“Ka….kamu….” ucapku terbata bata
masih dengan letupan emosiku
“Kenapa??? Mau marah? Mau pukul
aku? Silahkan….jangan kamu kira aku juga tidak tahu affairmu dengan Lily istri
mantan bosmu dan teman sekantormu…..!!!” Ita berucap dengan suara lantang
Aku hanya bisa mengepalkan
tanganku….aku juga tidak bisa marah, karena memang akupun tak luput dari
salah….hanya saja Istriku yang selama ini kuanggap wanita paling sabar dan
tidak mungkin berbuat hal hal aneh dengan pria lain seperti yang kulihat
barusan…ternyata salah….
Aku urungkan niatku untuk
berganti pakaian, aku berbalik menuju mobilku, dan segera kupacu keluar
perumahan…
__ADS_1