CINTA DIBATAS HORIZON

CINTA DIBATAS HORIZON
KEMBALI KE HORIZON


__ADS_3

“Pak Adrian…sepertinya Mr.Sanjeev


akan menunjuk orang baru untuk menyelesaikan masalah ini…” ucap Bernard pagi


itu di ruanganku


“Bagus kalo begitu pak…saya mau


lihat, asalkan resiko jangan ada di saya jika nanti orang yang ditunjuk Sanjeev


melakukan blunder atau kesalahan. Saya akan jelaskan dengan para petugas yang


sudah membuat komitmen dengan saya tempo hari, bahwa kali ini saya sudah tidak


terlibat….dan Pak Bernard…setelah kasus ini selesai saya sudah berjanji dalam


diri saya, jika sudah beres…saya akan resign dari perusahaan dan membuka usaha


sendiri walaupun kecil…” ujarku


“Kamu yakin soal itu Adrian…? “


tiba tiba Reyni muncul diruanganku dan rupanya dia mendengar pembicaraanku


dengan Bernard karena pintu ruanganku yang terbuka.


“Saya permisi dulu Pak


Adrian….saya harus menemani orang yang ditunjuk Mr.Sanjeev itu ke Kantor Pusat


Bea dan Cukai” Ucap Bernard lalu keluar dari ruanganku


Reyni menatap kearahku sambil


memegang tepi meja kerjaku….”Kamu belum jawab…benar yang ku dengar tadi….?”


Ujarnya lagi


Aku mengangguk…”Iya Rey…dulu aku


ke perusahaan ini karena diminta Mr.Jimmy dan juga aku berhutang ilmu sama dia,


aku jadi seperti sekarang karena banyak belajar dari dia, dan aku mati matian


membantunya jalankan perusahaan karena dia 100% mempercayaiku….Sanjeev


tidak….dari awal …jujur aku sudah tidak menyukai karakternya , tapi aku abaikan


karena tanpa dia dan Devi, perusahaan kekurangan modal dan tidak akan dapat


bertahan…tapi kini dia sudah masuk dan terlibat penuh, aku rasa tugasku disini


juga sudah selesai…” jelasku


Reyni menghampiriku dan berbisik


ditelingaku….” Apapun keputusanmu…aku dukung….” Setelah itu Rey mencium


pipiku….


“Reeey….ngaco kamu….nanti ada


anak buahku…jadi bahan pergunjingan di pabrik nanti…” ucapku setengah berbisik


“Tenang aja….anak buahmu …sedang


aku sibukkan ke gudang barang…untuk menghitung dan membuat list packing barang


untuk rencana dikirim ke Netherland besok….” Balasnya sambil tertawa kecil


“Dasar kamu….” Ucapku sambil


mencubit pipinya


“Adrian….aku mau dong diajak ke


tempat favoritmu dulu…disaat sedang suntuk…” ujar Rey


“Dulu aku naik motor Rey…sekarang


kita mau iring iringan naik mobil? Mau sampai disana jam berapa?” jawabku


seraya tertawa


“Kita kerumahku dulu, lalu pergi


pakai motorku….” Ucap Reyni lagi


“Kamu tuh ya? Kalo sudah ada


maunya….ya harus…” balasku sambil kembali tertawa


“Biarin…!..mau ya? Ya? Ya?” rajuk


Reyni


“Oke…..” Sahutku, untung Ita dan


anak anak sedang pergi dengan keluarga besarnya untuk accara diluar kota.


Reyni hanya tersenyum…lalu


meninggalkanku sendiri diruangan


Aku dan Rey tiba di tepi laut


tempatku dulu, tepat saat matahari akan benar benar tenggelam di kejauhan.


“Indah …pantas kamu suka sekali


kesini…tempatnya juga tidak bising dan jauh dari keramaian ibukota” ujar Reyni

__ADS_1


sambil menatap laut dan riak ombak di depannya


“Sudah berapa wanita kamu ajak


kesini…?” lanjut Rey


Aku melebarkan jari jari telapak


tanganku, dengan wajah kubuat lucu aku pura pura


menghitung…”satu…dua…tiga….delapan…Sembilan …sepuluh Rey….” Ucapku berlagak


serius


“Hah? Sepuluh….? Gila kamu…dasar


Casanova picisan…” ujar Rey sambil cemberut


Aku tertawa terbahak bahak


melihat raut wajah cemberut Rey….” Ngga lah….4 orang….termasuk kamu…” balasku


disela tawaku


“Adrian….aku lama lama bisa jatuh


cinta sama kamu….” Ucap Rey serius sambil menatap wajahku


“Rey….bisa kamu tidak ucapkan


kata kata itu?” ujarku samba menghela nafas


“kenapa? Kamu takut kecewa?”


balas Reyni


“Seperti halnya kamu…..disaat


awal kita dekat…kamu anggap semua laki laki sama dan brengsek, karena kamu


sudah tidak percaya lagi cinta…..akupun begitu…makanya aku saat itu sangat


faham perasaanmu…” ucapku lagi


“Jadi maksudmu? Kedekatan kita


selama ini ngga ada artinya bagimu?” ujar Reyni dengan wajah sedih


“Ga seperti itu…aku orang yang


selalu ikuti kata hati dan naluri, jika tidak…aku tidak akan sedekat ini


denganmu…tapi jika bicara cinta…..kamu lihat matahari yang sebentar lagi


terbenam disana Rey?” ucapku lagi sambil menunjuk sang surya yang berona


kemerahan dan sebentar lagi tenggelam bergaanti gelapnya malam


balas Rey tak mengerti maksud ucapanku


“Cinta seperti matahari itu…..Dia


indah sesaat….dan paling indah disaat dia akan tenggelam dibatas garis horizon


sana….namun setelah itu keindahannya memudar….hilang dan berganti dengan


gelapnya malam…aku lebih memilih kata sayang….karena lebih abadi dan tidak


berujung menyakitkan atau membawa kita didalam kegelapan…” jelasku


“Baik Adrian…aku mengerti


maksudmu….aku tidak akan meminta…apalagi menuntut apapun darimu...” ujar Rey


sambil memeluk pinggangku


Setelah senja berlalu, kami


berdua kembali ke rumah Rey dengan motor, takut Meysa uring uringan mencari


ibunya, jika Rey pergi bekerja, Meysa dititipkan pada Mbok Inah wanita paruh


baya yang membantu dirumah Rey, namun pulang ke rumahnya jika Reyni telah pulang


dari aktivitas kerjanya.


Meysa terlihat begitu riang


menyambut kedatangan Reyni dan aku….saat kami memarkir mobil dan mengganti


dengan sepeda motor, Meysa masih tertidur sejak siang.


“Lisa kemana Rey..?” tanyaku


karena dari tadi saat masuk kerumah tidak melihat kehadirannya


“Ohh…Lisa sedang menginap dirumah


tantenya di Bintaro….dia dekat dengan Cornelia sepupuku, paling juga sambil


bicarakan soal akad nikah dia hari minggu nanti…” ujar Rey sambil mengajak main


Meysa.


“Adrian….kamu nginap lagi ya disini?


Daripada kamu juga sendirian dirumah…” ucap Reyni sambil mengambil minuman


dingin dari dalam kulkas untukku


“Ok….kalo gitu aku mandi dulu ya?

__ADS_1


Penat setelah naik motor tadi….dan sudah lama juga aku ga berkendara dengan


motor….kalo bukan kamu yang minta…aku ga mau tuh…” ucapku sambil tertawa dan


menuju kamar mandi yang terletak didalam kamar Reyni


Aku sedang asik menonton acara


berita di televisi didalam kamar, sedangkan Rey dan Meyza sedang asik bermain


boneka, tak lama kemudian kulihat Meysa tertidur.


“Aku bawa meysa ke kamar anak


anak dulu ya ?” ucap Rey dan ku jawab dengan anggukan kepalaku


Kumatikan TV da lampu kamar,


hanya lampu tidur yang menyala reman remang, baru saja akan kupejamkn mataku,


Rey sudah duduk disebelahku dan memelukku lalu menciumku….


“Aku janji ga akan lagi ucapkan


kata kata cinta…tapi aku boleh ya mencium dan peluk kamu?” bisiknya manja


Aku tak menjawab, hanya menatap


kedua bola mata Rey…lalu membalas ciumannnya.


Berdua kami larut….hanyut lewati


malam…..kami tak banyak rayuan gombal…hanya naluri dan ego hati…


Pagi itu kulihat jam dinding


kamar…jam 8 pagi….lebih baik aku pulang dulu untuk berganti pakaian baru


berangkat ke kantor…pikirku


Setelah mandi dan keluar kamar,


kulihat Rey sedang menyiapkan saran untuk aku dan Meysa.


“Aku pulang dulu ya Rey….mau


ganti baju dulu…” ucapku


“tapi kamu kerja ?” balas Reyni


“Pasti…aku mau bereskan semua


pekerjaan yang tertunda…jadi saat urusan kasus di Bea Cukai selesai, aku bisa


langsung Resign tanpa beban pekerjaan yang kutinggalkan” ujarku


“OK…” sahut Rey


Kuparkir Mobilku digarasi rumahku


seperti biasa, pasti Ita dan anak anak baru pulang besok…pikirku


Darahku terkessiap karena melihat


motor sport di garasi rumah….pencuri atau perampokkah? Batinku


Aku berjalan pelan pelan…pintu


mobil tidak kutup rapat agar tak menimbulkan suara berisik, aku masuk dari


pintu samping yang terhubung dengan garasi rumahku.


Aku terpaku melihat pemandangan


didepanku….Ita sedang dipeluk dan dicumbu seorang laki-laki….


“ITA….” Aku ingin berteriak…namun


suara terasa tercekat bercampur emosi yang tertahan…


Melihat kehadiranku mereka berdua


panik….wajah Ita pucat….laki laki itu segera pergi melalui pintu depan rumah


dan tergesa gesa menyalakan motornya dan hilang dari rumahku


“Ka….kamu….” ucapku terbata bata


masih dengan letupan emosiku


“Kenapa??? Mau marah? Mau pukul


aku? Silahkan….jangan kamu kira aku juga tidak tahu affairmu dengan Lily istri


mantan bosmu dan teman sekantormu…..!!!” Ita berucap dengan suara lantang


Aku hanya bisa mengepalkan


tanganku….aku juga tidak bisa marah, karena memang akupun tak luput dari


salah….hanya saja Istriku yang selama ini kuanggap wanita paling sabar dan


tidak mungkin berbuat hal hal aneh dengan pria lain seperti yang kulihat


barusan…ternyata salah….


Aku urungkan niatku untuk


berganti pakaian, aku berbalik menuju mobilku, dan segera kupacu keluar


perumahan…

__ADS_1


__ADS_2