CINTA DIBATAS HORIZON

CINTA DIBATAS HORIZON
Episode 7


__ADS_3

Kulangkahkan pelan kakiku pag iitu dihalaman sebuah Kantor Urusan Agama, pagi itu sang surya bersinar dengan


cerahnya, mudah mudahan pertanda bahwa keputusan besar yang ku ambil dalam hidupku secerah mentari pagi ini.


Disana sudah kulihat keluarga besar Ita sudah berkumpul menyambut kedatanganku.


Sehari sebelumnya aku dan Ita sudah mencari rumah kontrakan untuk kami berdua setelah menikah nanti.


Prosesi akad nikah berjalan lancar dan singkat, walau sejuta perasaan berkecamuk didadaku, aku tetap bisa


tenang menghadapi situasi . Kulihat Ita dengan kebaya putih dan hiasan bunga melati terlihat cantik dengan bola matanya yang bulat bersinar cerminkan rasa bahagia .


Aku dan Ita lewati hari hari bersama setelah menikah, beban berat pikiran diwaktu lalu mengenai kehamilannya,


seolah pergi terbawa angin. Ku kunci rapat rapat pintu hati dan kenanganku dengan Sisca, ku berikan untuk wanita yang tulus mencintaiku dengan sepenuh hati dan raganya…Ita.


Suara Handphoneku terdengar ,tanda ada SMS masuk, saat itu Ita sedang ke pasar untuk membeli bahan bahan

__ADS_1


untuk makan siang dan malam kami berdua.


“Kamu kemana…? Papa Mama dans eluruh keluarga cari kamu…” kubaca SMS itu sambil menghirup teh manis hangat


di meja ruang tamu. SMS itu dari Ririn….dia pasti sedang datang kerumahku dan mendengar kabar kalau aku seringkali jarang pulang ke rumah. Aku tak menjawab SMS nya, hanya menyalakan Televisi untuk menonton berita. Tak lama kemudian Ita datang, dan aku membantu membawakan belanjaannya ke dapur.


“Aku besok pulang ke rumah dulu ya Ta? Nengok keadaan papa mama…” ucapku sambil menyantap makan siang yang dibuat. Ita istriku. Ya…sekarang Ita adalah Istriku ,wanita yang akan dampingiku lewati luasnya lautan kehidupan dengan segala macam resiko dan badainya. “Iya….besok aku panggil mamaku menginap disini untuk temani aku..” balas Ita sambil tersenyum manis.


Aku pulang agak larut, karena pekerjaan yang menumpuk, sesuai rencanaku, mala mini aku pulang kerumah,


biasanya sesekali saat siang atau sore aku mampir untuk titipkan uang ke mama lalu pulang ke konrakan tempat aku dan Ita. Kuparkir sepeda motorku, kulihat pintu rumah masih sedikit terbuka dan nyala lampu masih menerangi ruang tamu.


Melihat kedatanganku semua mata tertuju padaku, dengan wajah serius papa berucap sedikit keras..”Adrian..duduk


kamu!!” . Aku sudah tahu dan menduga kemana arah pembicaraan malam ini dan untuk apa hampir seluruh keluarga berkumpul disini. Dengan tetap berusaha tenang, aku duduk dan menyalakan sebatang rokok untuk menghilangkan grogiku.


Mama hanya diam berdiri disamping papa sambil memandangku.

__ADS_1


“Kemana saja kamu beberapa hari ini?” Tanya Papa lagi sambil menatap tajam ke arahku.


“Banyak pekerjaan, jadi Adriansekalian saja tidur di kantor…” ucapku berbohong,walau aku tahu seluruh anggota


keluarga tidak akan percaya dengan jawabanku tersebut.


“Bohong kamu ..!! “ suara papa meninggi


“Sabar….” Ucap salah satu pamanku sambil menepuk pelan bahu papaku. “Adrian…kita semua sudah tahu apa yang sudah terjadi….sudah banyak orang orang sekitar membicarakan tentang kamu..” lanjut pamanku lagi dengan suara datar dan menyejukan suasana kaku diseputar ruang tamu malam itu.


Aku hanya terdiam dan menunduk sambil memandangi bara api rokokku. Sambil memikirkan apa yang harus kukatakanselanjutnya nanti.


“Pokoknya papa mau kamu ceraikan wanita itu…!!!” kembali papa berucap dengan nada tinggi.


Aku tahu papa memiliki penyakit hipertensi atau darah tinggi, aku tidak berani membantah dengan keras walaupun


sekarang aku seorang laki laki dewasa yang sudah dapat menetukan jalan hidupnya sendiri.

__ADS_1


“Ayo bicara!!” ujar papa lagi,geram melihatku yang hanya diam membisu.


__ADS_2