
Waktu terasa berhenti saat itu,
wanita yang belasan tahun hanya bisa ku kagumi kini dalam pelukan mesraku….kami
tak perduli dengan apa arti rasa kami….kami tak perduli lagi dnegan getar aneh
dalam nurani…..hanya genggaman mesra di jari tangan bahasa kami…..hanya ciuman
lembut terbangkan beribu angan kami.
Lily tidur dipangkuanku….kubelai
lembut rambutnya…..dia tatap mataku penuh arti….
“Adrian….aku tahu semua ini
salah….aku tidak akan meminta banyak darimu…hanya isi sedikit kekosongan
hatiku….yang jujur…sudah ga aku dapatkan sejak lama…sejak Robbi lahir ….karena
kesibukan Mas Hendri…” bisik Lily
Aku hanya mengangguk lalu mencium
keningnya.
Hari haripun berlalu, raut beban
hidup dan kesedihan di wajah Lily pun
sirna….usahanya di bidang cateringpun semakin ramai order dan dia sudah
memiliki beberapa karyawan untuk membantunya dengan bertambah banyaknya
pesanan. Aku bagai memiliki dua sisi kehidupan sekaligus, disisi yang satu
kehidupan nyataku dengan keluargaku, di sisi yang lain dengan Lily yang penuh
asmara menggebu namun kami tutup rapat tanpa seorangpun tahu.
“Adrian…besok siang kamu ada
waktu temaniku ke RS Polri di Halim…? “ Lily menelponku saat aku sedang
menyantap makan siangku
“Siapa yang sakit Ly…?” jawabku
sedikit terkejut
“Mas Hendri….aku dapat telpon
kalo di dalam dia sakit keras dan sejak vonis hukuman, kondisi kesehatannya
drop dan makin menurun….” Balas Lily dengan suara terbata-bata
“Baik Ly…aku akan ijin ke HRD
setelah makan siang nanti…..agar besok bisa temani kamu…” ujarku
Tubuh tua pak Hendri terbaring
lemah di tempat tidur rumah sakit, selang oksigen dan jarum infus terpasang di
lengannya.
Lily dan Nazwa menghambur ke arah
laki laki itu dan memeluk tubuh lemahnya.
Pak Hendri menengok ke arahku dan
memanggilku dengan isyarat lambaian lemah tangannya
“Kenapa bisa begini pak?” ucapku
tak tega melihat mantan bos ku, terbaring lemah dan makin kurus seperti ini.
Pak Hendri hanya tersenyum
tipis….lalu memberi kode agar aku lebih dekat padanya.
“Adrian….saya sudah dengar dari
Lily kalau kamu sudah membantunya pindah
dari rumah kami, dan menjenguk mereka sesuai permintaan saya di LP…..terima
kasih…” ucapnya pelan
“Sudah seharusnya pak…ga perlu
berterima kasih…..itu tidak seberapa dibanding saya ikut bekerja sama bapak
bertahun tahun dan juga menimbal ilmu diperusahaan bapak dulu….” Ujarku
“Adrian…..boleh saya minta
__ADS_1
sesuatu?” ucap Pak Hendri lagi lemah
“Boleh pak….saya akan coba penuhi
sesuai kemampuan saya..” jawabku
“Dalam kondisi saya seperti ini
banyak keluarga, teman apalagi bekas rekan bisnis saya tidak ada yang berani
dekati apalagi berhubungan dengan saya…mungkin takut terkena imbas atau
bagaimana saya ga mengerti….yang pasti kalo boleh saya meminta….tolong jaga
Lily dan anak anak…saya rasa…saya ga akan bertahan lebih lama…” ujar Pak Hendri
lagi dengan ucapan setengah berbisik, namun aku dapat mendengarnya , begitu
juga dengan Lily. Lily meneteskan air mata mendengarnya dan menggenggam tangan
pak Hendri.
Ada perasaan bersalah di dalam
hatiku, dengan hubunganku yang telah melewati batas dengan Lily “Maafkan saya
Pak Hendri….” Batinku
“Baik pak….saya akan jaga Lily
dan anak anak, bapak ga usah khawatir soal itu, yang penting sekarang bapak
cepat sembuh dan nanti jika sudah keluar dapat berkumpul lagi dengan ibu dan
anak anak..” ucapku berusaha membesarkan hatinya.
Pak Hendri hanya tersenyum, sinar
mata laki laki itu yang dulu nya kulihat selalu ber api api dan penuh rasa
optimis, kini terlihat redup …nyaris pudar dan siratkan keputusasaan yang
mendalam.
“Kalo ibu mau tunggui bapak
disini selama bapak dirawat, lebih baik Nazwa saya antar ke rumah eyangnya
Pak..” usulku
Kembali pak Hendri mengangguk
Setelah meminta alamat rumah
orang tua Lily, aku memanggil Nazwa karena waktu besuk telah habis dan menghindari
tiba dirumah orang tua Lily terlalu malam.
“Nazwa….nazwa mau kerumah eyang
ga? Mami biar disini nungguin papi….sampai papi sembuh..” ucapku lembut
“Asyikkk….ketemu eyang , ka Robbi
dan tante erna…” jawab Nazwa kegirangan.
Aku berpamitan dengan Pak Hendri
juga Lily, Lily mengantarku sampai ke parkiran mobil.
“Nazwa…jangan nakal selama
dirumah eyang ya?” ucap Lily lembut sambil mengusap kepala putrinya
“Ia mi…..” sahut nazwa dengan
senyum polosnya
“Om…Nazwa boleh duduk didepan
ya?” ucap Nazwa lagi
“Iya…boleh dong…” sahutku
Saat aku menutup pintu mobil
setelah Nazwa naik, Lily menggenggam
jemariku, ditatapnya lekat lekat wajahku tanpa berkata sepatah katapun. Aku
mengelus telapak tangan Lily dengan ibu jariku, seolah aku tahu dan dapat
rasakan apa yang ingin dikatakan dan jeritan hatinya.
Selama beberapa hari aku tak
mendengar kabar dari Lily sejak kami menjenguk Pak Hendri dan aku antarkan
__ADS_1
Nazwa kerumah Orang Tuanya
Entah kenapa, ada perasaan rindu
bertemu…..memandang wajah cantiknya….mencium lembut bibir tipisnya….membelai
rambut indahnya….sekaligus rasa cemburu membayangkan dia dengan Hendri suaminya…
Gila…ga boleh aku seperti
ini…..ini salah….rasa ini hanya akan jadi CINTA DIBATAS HORIZON lainnya seperti
yang sudah-sudah….aku harus bunuh dan buang rasa ini…Jerit Hatiku
Baru saja aku bergelut dan
berperang batin didalam hatiku, Telpon genggamku berbunyi, pesan whatsapp…dari
Lily
BESOK SORE MAS HENDRI SUDAH BOLEH KEMBALI KE LAPAS,
MENURUT DOKTER RS KONDISINYA SUDAH LEBIH BAIK, KAMU GA KEBERATAN JEMPUT AKU DAN
JUGA NAZWA?
“YA…SEPULANG KERJA AKU KESANA”
Balasku
Aku tiba di RS Polri menejlang
magrib, setibanya disana Pak Hendri sudah dibawa oleh Ambulan ke Lapas oleh
pihak kejaksaan. Lily menungguku diruang lobby rumah sakit. Wajahnya terlihat
lelah dan pucat, karena mungkin kurang tidur selama beberapa hari menunggui pak
Hendri di Rumah sakit
“Ly…wajahmu terlihat lelah dan
kurang tidur…lebih baik aku antar pulang dulu kerumah….kamu istirahat, besok
baru jemput Nazwa, toh disana ada eyang dan tantenya…juga Robbi…” ucapku
memberi saran.
“Baiklah Adrian…..” ucap Lily
setelah masuk kedalam mobil, diperjalanan Lily sempat tertidur pulas di jok
mobil, kubiarkan sampai kuparkirkan mobilku di dalam rumahnya.
“Lily….kita sudah sampai…”
bisikku ditelinganya
Lily membuka matanya dan sedikit
terkejut dia sudah berada dirumahnya…
“Wah aku tertidur lama ya? Kenapa
ga bangunin aku?” ucapnya..sambil mengucek ucek matanya
“ga tega….kamu terlihat pulas dan
lelah sekali…yuk turun..dan lanjutkan istirahatmu….” Ujarku
Saat kututup pintu karena hari
sudah mulai gelap, Lily berbalik dan berdiri dihadapanku
“Aku ga tahu dengan kamu ….tapi
aku rindu kamu Adrian….” Ucap Lily pelan
sambil memegang jemariku
Oh My God….seluruh perang batinku…seluruh
benteng es ku…meleleh seketika
“Aku juga…” hanya itu yang
terucap dari mulutku , dan menarik tubuh Lily kedalam pelukanku
Entah mengapa, tubuhku selalu
merasa seperti kapas dan dengan mudah merasa terbang melayang ditiup angin
disaat aku memeluk wanita ini….disaat aku mencium mesra bibirnya dan menatap
matanya.
Selalu ingin kuhentikan waktu
__ADS_1
saat bersamanya….selalu aku ingin pergi ke alam mimpi dan tak kembali ke
dunia nyata….