CINTA DIBATAS HORIZON

CINTA DIBATAS HORIZON
Episode 13


__ADS_3

“Rin….saat ini aku ga bisa katakan apapun untuk mimpimu…..kamu sudah tahu masa laluku…..kamu juga sudah


tahu masa kiniku….yang kita berdua tidak tahu sudah pasti adalah masa depanmu dan aku…biar kujalani roda waktuku…..biar kubuka lembar demi lembar cerita hidupku….” Akhirnya kata kata itu keluar dari mulutku .


“Aku mengerti Adrian….aku akan tetap pelihara mimpiku….aku akan tetap ada di roda waktumu….” Balas Ririn


sambil menatap mataku.


Aku merasa sedikit kikuk ditatap Ririn seperti itu, sebelum sebelumnya aku selalu cuek dan santai saja dengan


segala situasi saat bersama Ririn. Mungkin hal ini karena aku sudah tahu semua isi hati wanita di depanku ini.


Kantor Pengadilan Agama tidak terlalu ramai pagi itu, hanya beberapa pegawai yang lalu lalang membawa berkas


berkas perkara. Hari ini siding dan panggilan pertama aku dan Ita mengenai proses perceraianku dengannya . Sekitar 1 jam aku duduk diruang tunggu, sampai handphone ku berbunyi tanda SMS masuk, “ Kata keluargaku, aku datang saat sidang putusan saja …” kubaca SMS dari Ita. Aku masuk keruang panitera untuk mengisi data data yang diperlukan juga mejawab beberapa pertanyaan dari pihak pengadilan agama.


Selesai urusanku di Kantor Pengadilan Agama, aku enggan untuk kembali ke kantor, kuputuskan untuk pergi ke


toko buku di daerah kwitang Jakarta Pusat . Aku berniat mencari buku yang berkaitan dengan pekerjaanku dan juga buku agenda kerjaku yang sudah penuh.


Saat aku sedang asik membaca sekilas buku yang akan ku beli, disampingku berdiri sesosok wanita , kutaksir

__ADS_1


usia nya sekitar 20th nan, dari tadi aku perhatikan dia selalu ada di dekat ku saat aku mencari buku yang ku inginkan dari rak ke rak. Tapi aku tetap acuh dan tidak juga kegeeran dengan wanita muda tersebut.“Nnggg….Ka Adrian bukan? …” ucap wanita itu agak ragu.


“Eh…iya….kamu siapa ya?” balasku sambil menoleh ke arah wanita berhijab putih itu


“Aku Tantri ka….adik mbak Sisca….”Ucapnya lagi.


“Ohhh ya ampuuun…maaf …pangling saya….kakak pikir siapa …” ucapku tersenyum


“Apa kabar kamu…? Sudah besar ya kamu sekarang? Pulang kuliah atau kerja?” lanjutku lagi


“Pulang kuliah Ka…bulan lalu Mbak Sisca pulang ke Jakarta, dia cerita mau cari kak Adrian tapi ga tahu harus


hubungi kemana….mau kerumah kakak, sudah tahunan ga ke Jakarta….lupa jalan jalannya katanya” Jawab Tantri dan langsung bicara mengenai kedatangan Sisca.


sengaja mengganti nomor agar tidak dapat berkomunikasi lagi dengan Sisca.


“Oh….pantes….Tantri boleh minta nomor kakak yang sekarang?” ucap Tantri sambil melihat lihat buku di rak yang


ada di hadapannya.


“Duh….gawat nih…kalo aku ga kasih…ga enak….” Gerutuku dalam hati. Akhirnya kusebutkan nomor handphone ku dan Sisca seraya menyimpan langsung kedalam telpon genggamnya.

__ADS_1


“OK sudah Tantri save….makasih ya kak?...” ucap Tantri sambil tersenyum senang.


“Sama-sama…oh ya sudah..kakak duluan ya? Sudah dapat buku yang kakak cari nih…” ucapku sambil sekaligus


berpamitan .


Ah…kenapa sih aku harus bertemu Tantri, salah satu bagian dari Sisca yang buat aku mengingat kembali luka lama


yang sudah ku kubur rapat rapat dan kulupakan. Biar sajalah….toh hatiku sudah tak sesakit saat dia pergi dulu.


Kulihat pintu rumahku terbuka dan terlihat ada beberapa orang sedang duduk diruang tamu, sepertinya dari keluarga besar mama.


“Baru pulang kamu Adrian…?” ucap salah satu tanteku.


“Iya te…eh ini ada apa ? tumben pada kumpul?” ujarku penasaran.


“Ini Adrian….Hendra…..keluarga Tika Tanya kapan Hendra mau nikahi Tika…..” jelas Tanteku


“Oh….gitu…emang lu udah siap Dra?” ucapku pada Hendra adikku.


“Ya siap lah….paling makan tahu tempe tiap hari…” balas adikku sambil tertawa.

__ADS_1


“Ya sudah kalo siap…..nanti gw atur sama papa mama untuk lamaran kesana…” ujarku


__ADS_2