CINTA DIBATAS HORIZON

CINTA DIBATAS HORIZON
TAK SEHARUSNYA


__ADS_3

Cukup lama Reyni tertidur


dipangkuanku, tak sadar akupun ikut tertidur disandaran sofa yang empuk, aku


terbangun saat kurasakan ciuman lembut di pipiku…


“ Sudah bangun Rey…? Wah aku


ketiduran juga rupanya…..jam berapa sekarang?” ucapku sambil melihat jam tanganku.


Jam 17.20 WIB, lama juga kami tertidur .


Reyni bangkit dari pangkuanku,


lalu melangkah ke kamar untuk melihat putri bungsunya, yang ternyata masih saja


tertidur pulas. Mungkin anak itu tidak terbiasa menempuh perjalanan jauh dengan


mobil.


“Aku pulang ya Rey…?” ujarku


sambil meneguk minuman yang tersisa di atas meja. Reyni menghampiriku dan


berdiri didepanku, tiba tiba Reyni memeluk erat tubuhku yang masih bersandari


di sofa, “ andai saja bisa…aku ga ingin kamu pulang Adrian….” Ucap Rey seraya


menatapku lekat-lekat.


“ Kamu tuh ya?....selalu to the


point….” balasku sambil tersenyum dan mencubit pinggangnya.


“Iya dong….gini hari kebanyakan


kiasan atau basa basi..kelamaan tauuuu…” balas Reyni sambil tertawa


“Dasar kamu…….” Aku ikut tertawa


“Maafkan aku Adrian…pernah begitu


terobsesi dan penasaran, sampai aku ikuti kamu waktu itu, aku pikir kamu sama


saja dengan kebanyakan laki laki yang ku kenal, tapi kamu apa adanya…tidak


berniat memanfaatkan wanita…apalagi melihat materi atau uangnya….juga berniat menyakiti


hatinya…” ujar Reyni dengan wajah serius dan tatapan matanya yang membuatku


terpaku …tak berkutik dan terdiam.


Aku hanya tersenyum, sambil


mengusap kepala Reyni…., Reyni memeluk pinggangku sampai aku sampai di pintu


rumahnya.


“Nanti kalau sudah dapat kabar


dari kaka, kapan kita harus kerumah pacarnya…kasih tahu aku…” ucapku sambil


melangkah keluar rumahnya.


“Baik ayah….” Sahut Reyni…


Aku tertegun mendengarnya dan


kubalikan tubuhku…”Kamu manggil apa tadi Rey..?” tanyaku


“Ayah…..” Sahut Rey sambil menjulurkan


lidahnya meledekku, aku tertawa melihat tingkahnya


“Kamu tuh ya….ya sudah ibu….ayah


pulang ya?” balasku gantian meledek Reyni sambil ikut ikutan menjulurkan


lidahku dan mengedipkan mataku. Kami berdua tertawa, tak lama aku pun melaju


pulang seiring temaramnya senja.


Aku merasa sepi tanpa kehadiran


Ita , Clara dan Calista dirumah malam itu, mereka pergi bersama keluarga


besarnya ke kampung keluarga mereka di Banten, rencananya mereka disana sampai


hari minggu dan aku akan datang menjemput nya di hari sabtu jika tidak merasa

__ADS_1


terlalu  lelah setelah seminggu bekerja.


“ADRIAN…MAAF GANGGU KAMU…INI KAKA


PERUTNYA SAKIT BANGET KATANYA…ADA SEDIKIT DARAH KELUAR DARI KEMALUANNYA…AKU


TAKUT…” Pesan Whatsapp Reyni ku baca di telpon genggamku


Aku tidak membalas pesannya dan


memutuskan untuk langsung menelponnya


“Hallo? Ga apa kamu nelpon? Nanti


jadi masalah buatmu …” ucap Reyni diseberang sana


“Gpp….Ita dan anak anak sedang ke


kampung bersama keluarga besarnya….kamu sudah bawa kaka ke dokter…?” ujarku


“Tadi sudah aku bawa ke klinik


terdekat, tapi Dokter spesialisnya sudah pulang, karena sudah terlalu malam”


Balas Reyni


“Ya sudah…tunggu aku…kita ke


rumah sakit terdekat aja , disana pasti ada dokter jaga 24 jam” ujarku lagi


Aku tiba di rumah Reyni sekitar


pukul 23.00, Reyni sudah duduk diteras sambil memangku putrinya yang bungsu


sedangkan Lisa putri pertamanya duduk sambil memegangi perutnya.


“Yuk…kita berangkat sekarang…”


Reyni duduk dijok sebelahku dan Lisa duduk di jok belakang, kulihat wajah nya


meringis menahan sakit


“Ka…kalo perutmu sakit, kamu coba


tiduran saja, ganjal kepalamu dengan bantal kecil itu….sabar ya? Sebetar kita


Syukurlah setelah diperiksa tidak


ada hal serius pada kandungan Lisa, perutnya sakit karena Lisa terlalu lelah


dan banyak aktivitas. Dokter memberinya vitamin dan obat pereda rasa sakit dan


pil agar membuatnya bisa tidur nyenyak dan cukup istirahat


Kami kembali kerumah Rey hampir


jam 01.00 pagi, Lisa langsung masuk ke kamar tidurnya karena sudah tak dapat lagi


menahan kantuknya…Rey menggendong Meysa putri bungsunya untuk tidur di kasur


sebelah Lisa.


“Sudah malam..bahkan sudah dini


hari….kamu ga usah pulang ya?....besok kamu kerja dari sini aja…” ucap rey


sambil sesekali menguap karena kantuknya.


“Baiklah….aku pinjam bantalmu ya?


Biar aku tidur di sofa…” balasku


Aku berusaha memejamkan mataku,


namun suara dengung nyamuk mengganggu tidurku  walau aku sudah coba tutup seluruh wajahku dengan selimut.


Namun rasa kantukku lambat laun


menyerangku, sehingga aku sudah tak perduli lagi dengan suara nyamuk yang


berseliweran disekitarku.


Sekitas jam 3.00 pagi, aku merasa


ada sesuatu yang lembut menyentuh pipi dan bibirku…ku buka perlahan mataku yang


sangat beras karena rasa kantuk yang belum hilang dan baru sekejap aku tertidur


pulas.

__ADS_1


“Rey….??” Ucapku setengah


berbisik


“Disini banyak nyamuk dan dingin


…angin malam masuk dari sela sela lubang angina, ga baik buat


kesehtanmu….pindah ke kamar ya?” ucap Reyni lembut sambil menarik pelan


tanganku, aku yang setengah sadar karena sedang lelap tertidur hanya mengikuti


langkahnya sambil mataku sesekali terpejam.


Ahhh…nikmat sekali saat


kurebahkan tubuhku dikasur empuk milik Reyni, lelahku serasa terbang entah


kemana….Reyni memakaikan selimut ditubuhku, agar tidak terlalu kedinginan karena


AC di kamarnya.


Sesaat aku berpikir “ Aku ga


seharusnya tidur disini…..” namun rasa lelah dan kantukku mengalahkan akal


sehatku, lima menit kemudian aku tertidur dan pergi ke alam mimpi


Aku terjaga saat terdengar sayup


sayup Adzan subuh dikejauhan, kurasakan dua tangan lembut memeluk tubuhku,


pantas saja tubuhku terasa sedikit hangat dan tidak terlalu merasakan dingin AC


kamar, suara nafas lembut Reyni jelas terdengar di telingaku. Kubalikkan


tubuhku menghadap Reyni yang masih tertidur pulas. Ku tatap wajah cantiknya,


wanita berkarakter keras, tegas dan blak blak an ini, terlihat lembut, dan


keibuan saat tertidur. Ingin aku segera beranjak dari tempat tidur dan


melepaskan pelukan Rey, tapi aku tak bergerak, malah aku membelai lembut


rambutnya sambil terus menatapnya….Damn!!…kenapa aku lakukan ini….ga boleh….ini


salah…berulangkali batinku katakan itu.


Tapi wajah cantik Reyni begitu


menghipnotis dan menggoda naluri kelaki lakianku….tiba tiba Reyni membuka


matanya….melihatku yang sedang membelai rambut dan menatapnya, dia tersenyum….


“Kamu sudah bangun…?” ucapnya


setengah berbisik


“Iya….habis ada yang meluk sih…”


balasku sambil tertawa kecil


“Gombal….kayak kamu tidur ga


pernah dipeluk aja…” ujar Reyni sambil mencubit pelan perutku


Lalu kami terdiam, mata kami


saling tatap dan selami relung hati kami masing-masing, Reyni memelukku kian


erat, akupun melakukan hal yang sama, ku rengkuh tubuh Reyni makin erat dibalik


selimut, semua terjadi begitu saja, suasana pagi yang hening dan dingin buat


kami berdua larut, lalu bagai boneka boneka atau wayang yang dikendalikan sang


dalang, kami saling bercumbu , hanya hati kami yang bicara…hanya naluri yang


kami ikuti.


Namun tiba tiba pintu kamar


diketuk dan terdengar suara Mesya putri bungsu Rey, “Ibuuuu….” Ucap anak itu dibalik


pintu.


“Mesya …Rey…” bisikku


ditelinganya, sambil melepaskan pelukanku.

__ADS_1


__ADS_2