CINTA DIBATAS HORIZON

CINTA DIBATAS HORIZON
Episode 5


__ADS_3

“Kita menikah Ta….” Ucapku sambil menatap wajah wanita


berparas mungil di depanku


“ Kamu serius Adrian…?” balas Ita dengan mata berbinar,


bahagia jelas terpancar dari wajahnya , aku tahu Ita sejak awal mencintaiku,


bahkan sebelum Sisca hadir dalam cerita hidupku.


“ Ya….tapi biarkan seluruh keluargaku tidak tahu hal ini….coba


kamu bicarakan dengan keluargamu ya? Kira kira keberatan dengan kondisi seperti


itu?” jelasku


“ Baik sayang…..” Ita tersenyum manis  ,lalu tanpa malu malu memeluk dan mengecup


bibirku


“Hei!!....banyak orang tauuu…!” ucapku dengan wajah kubuat


pura pura marah. Ita hanya berlari menjauh sambil tertawa, sambil berjalan


mundur dia berucap agak keras “ Besok aku hubungi…” lalu dia berbalik dan


hilang dari pandanganku.


“Adrian….bisa kamu jemput aku sepulang kerja?” suara seorang


wanita dihandphoneku


“Sekitar jam 17.30 ga masalah rin?“ balasku


“Ok …” jawab ririn seraya menutup pembicaraan kami.


Aku sampai tepat waktu, persis 17,30, ku parkir motorku


dekat halte di depan kantor ririn, aku enggan menunggunya di area


perkantorannya, karena bos perusahaan tempat ririn bekerja memelihara seeokor


anjing yang lumayan besar dan galak, dan aku paling takut dengan dua hewan,


pertama ular …kedua anjing.


Lima belas menit kemudian, kulihat ririn berjalan santai


seraya tersenyum kepadaku dari kejauhan dan melambaikan tangannya.


“ Kok ga tunggu didalam aja? “ ucapnya sambil duduk di


sebelahku


“ NO WAY….DOG” balasku dengan mimik lucu, Ririn tertawa

__ADS_1


mendengar ucapanku


“Makanya …jadi orang jangan kurus, anjing jadi suka …”


balasnya lagi diiringi derai tawanya.


Aku pura pura cemberut, tapi aku sudah terbiasa bercanda dan


bicara ceplas ceplos dengan ririn termasuk saling ledek.


“Ok…mau gelap, mau langsung pulang?” ucapku sambil


mengenakan jaketku dan duduk di jok motorku


“Mampir makan minum dulu lah….belakangan ini aku sulit temui


kamu dirumah “ balas Ririn sambil  naik


dan duduk dibelakangku.


“Iya…sedang agak banyak pekerjaan di kantor Rin…” ucapku


berbohong, andai saja Ririn tahu apa yang kualami dan sesuatu akan terjadi


dalam hidupku dan merubah semua cerita perjalananku dari waktu ke waktu.


Kami singgah di resto kecil, sekitar 15 menit berkendara


dari kantor Ririn, dan tidak perlu waktu lama untuk mengantar Ririn pulang


dan ketat soal pergaulan dikeluarganya.


“Eh Adrian…aku dengar cerita soal seorang bernama Sisca dari


Hendra dan Tika….kemana dia sekarang? Kok ga pernah terlihat dan dengar


kabarnya lagi?” Ririn membuka obrolan sambil meneguk minuman yang dipesannya.


Sebenarnya aku paling malas dan enggan menjawab pertanyaan


orang jika sudah menyangkut Sisca, karena aku selalu menghela nafas panjang


sebelum menjelaskan atau menceritakannya.Tapi…huh si Hendra adikku dan Tika


pacarnya malah menceritakan hal ini dengan Ririn, tapi aku maklum, karena


mereka bertiga bersahabat dan pernah satu sekolah dulu.


“Dia pergi menikah lagi dengan laki laki pilihannya Rin…”


balasku  berusaha menjelaskan sesingkat mungkin.


“ Tapi kata Hendra …dulu saat sama kamu dia sudah menikah?”


kembali pertanyaan diajukan Ririn lagi masih mengenai Sisca.

__ADS_1


“Aduuuuh…kamu ini ya? Kalo dijelasin sesuatu ga pernah bisa


singkat dan padat, tapi harus detail ya?” balasku dengan wajah lucu dan ku buat


seolah sewot.


“Oh ya harus dong pak adrian….segala sesuatu harus clear…detail


dan jelas “ balasnya lagi sambil tertawa kecil.


“Ya dia memang sudah menikah saat ku kenal, dan jadi istri


kedua….tapi lalu dia putuskan untuk bercerai karena mungkin tidak nyaman


sebagai Istri kedua…lalu aku hadir…dengarkan semua masalahnya, temani dan


support dia selama proses perceraian…dan setelah putusan pengadilan…wusss…dia


menikah dengan mantannya dulu…sudah jelas dan detail bu Ririn?” ucapku sambil


tersenyum. Kalo 2 tahun yang lalu, mungkin aku tidak dapat ceritakan hal ini


dengan santai, tapi entah kenapa sekarag aku dapat menceritakannya kepada orang


lain dengan tersenyum dan tanpa rasa sakit ,seperti yang dulu aku rasakan setiapkali


aku mendengar nama Sisca, apalagi jika ada orang bertanya soal dia.


“Sudah jam delapan lewat Rin…ayo aku antar pulang….nanti


tuan puteri dicariin satu kelurahan “ kelakarku.


“Ngeledeeeek ya? Awas ya kamu..” balas ririn setengah


cemberut. Aku hanya tertawa melihat mimik mukanya.


“Besok sabtu aku libur, kamu juga kan Adrian?” Tanya Ririn


sambil berjalan disampingku menuju parkiran motor.


“Iya aku libur…kenapa Rin? “ balasku


“Aku main kerumah ya? Sekalian mau bawa oleh oleh buat papa


mamamu, kemarin adikku pulang dari jawa bawa berbagai macam makanan.


“Ohhh..kalo bawa oleh oleh, apalagi makanan boleh..boleh…”


ucapku lagi dengan suara ku buat buat seolah berwibawa.


“Dasar kamu…..” Ririn kembali tertawa.


Ku antar Ririn sampai ujung jalan menuju


rumahnya,lalu semenit kemudian sosoknya hilang ditengah banyaknya orang yang

__ADS_1


lalu lalang di jalan.


__ADS_2