
Aku berpamitan dengan Bernard dan
seluruh staff kantor, juga beberapa staffku, kedua staffku yang wanita menangis
saat aku memberikan sedikit wejangan
“Kalian sudah tahu Mr. Sanjeev
seperti apa, tapi setiap orang punya kelebihan juga kekurangan, pesan saya…jika
atasanmu tidak bisa menghargai hasil kerja kerasmu….lakukan untuk dirimu
sendiri dan perkaya kemampuan serta skill kamu, jangan malah asal…atau malas….nanti
kalian akan terbiasa dan akhirnya pada saat pindah kerja, kalian tidak punya
kemampuan apap apa yang menjadi nilai tambah di diri kalian….” Ucapku kepada
semua staffku
“Tapi kalo kita ada hal yang mau
ditanyakan soal pekerjaan, masih bisa tanya bapak kan?” ucap mereka
“Pasti…kapan saja kalian butuh
bantuan atau ada hal yang ingin ditanyakan…hubungi saya…” ujarku
Aku keluar ruangan dan menuju
mobil,ku lihat Reyni menghampiriku…
Reyni menatapku ….ada sorot
kehilangan dimatanya, akupun tahu arti jabat tangan eratnya….
“Tetap hubungi aku…..” bisik Rey
ditelingaku saat aku akan menuju mobil, aku hanya tersenyum dan mengangguk ke
arahnya.
Aku tidak ingin berlama lama
dirumah, semua sudah aku siapkan saat aku sudah merencanakan pengunduruan
diriku dari perusahaan, aku juga sudah menyewa sebuah ruko yang tidak terlalu
jauh dari rumahku.
Berdasarkan pengalamanku bertahun
tahun di bidang shipping atau pengiriman, ekspor dan impor…maka aku memutuskan
untuk mebuka usaha jasa pengiriman dan konsultan ekspor impor sesuai skill dan
pengalamanku.
Ku mulai semua dari nol, aku
sangat sadar tantanganku sangat besar, karena usaha yang ku mulai tidak
memiliki modal yang besar, dan sudah banyak perusahaan perusahaan dengan bidang
serupa sebelum aku, namun aku harus optimis dan kerahkan seluruh kemampuan yang
ku miliki dari pengalaman dan yang kupelajari selama ini.
Aku mulai hanya dengan dua
karyawan, satu laki laki untuk membantuku di operasional dan satu orang wanita
sebagai admin pembukuan perusahaan.
Siang itu aku seperti biasa
kosentrasi di depan laptopku, pesan whatsapp masuk ke telpon genggamku,
“BAGAIMANA USAHA KAMU? SETELAH KAMU PERGI…ADA YANG HILANG DISINI….DIPERUSAHAAN
JUGA DIKEHIDUPANKU…BOLEH AKU BERTEMU KAMU TERAKHIR KALI SEBELUM AKU PERGI?”
kubaca pesan dari Reyni.
“KABARKU BAIK…AKU SEDANG COBA
MEMBANGUN USAHA BARUKU…OK…BESOK AKU KERUMAHMU” kubalas pesan Rey lalu
melanjutkan pekerjaanku.
Ku parkir mobil didepan rumah
Rey, kulihat keadaan rumahnya sepi…namun kulihat mobil milik Rey terparkir di
garasi rumahnya. Ku ketuk pintu rumahnya, Rey keluar dengan kaos tanpa lengan
dan celana pendek.
“Mbok Inah dan Meysa kemana?”
tanyaku sambil masuk kedalam rumah
“Mbok Inah sedang pulang ke
kampungnya dan Meysa sedang diajak Lisa dan Suaminya ke mall” jawab Rey sambil
berjalan didepanku
Tiba tiba Rey berbalik dan
memelukku…” Adrian….aku kangen kamu….aku kehilangan kamu…..aku sudah berusaha
lupakan kamu dan lanjutkan hidupku saat aku bertemu Ita dan antar dia kembali
padamu…tapi sungguh sulit…..aku tak berdaya Adrian…..maafkan aku….” Pelukan Rey
semakin erat ditubuhku.
Aku hanya diam dan membelai
rambut Reyni….
“Lalu kenapa kamu bilang ingin
bertemu denganku terakhir kali sebelum pergi?” bisikku ditelinganya
__ADS_1
Reyni melepaskan pelukannya dan
menatapku…” Aku putuskan untuk pindah ke Semarang …biar nanti Meysa sekolah
disana dan ada papa mamaku disana….”
“Lalu pekerjaanmu?” balasku
“Perusahaan setelah kamu pergi
menjadi semakin kacau, semua prosedur di tabrak oleh Sanjeev , alur antar
bagian tidak lagi jelas, keuangan perusahaan pun sudah tidak menentu, semua
dikelola Sanjeev dan Devi secara pribadi , perusahaan dianggap seperti halnya
rumah tangga mereka….aku sudah tidak betah lagi disana Adrian….dan sejak kamu
pergi aku diam diam melamar pekerjaan ke tempat lain…dan aku diterima disebuah
perusahaan garmen juga di daerah unggaran dekat kota semarang…” Jelas Rey
“Rumah ini …?” ujarku
“Aku berencana menjualnya Adrian…dan
sudah ada yang mau…untuk tabungan Meysa sekolah dan membeli rumah kecil
diSemarang…” jawab Rey
“Kenapa harus Semarang Rey?
Memang kamu tidak bisa mencari pekerjaan disini?” tanyaku lagi
Reyni menatap sendu ke arahku….”jika
aku tetap disini…aku akan selalu hadir dan mengganggu kehidupanmu Adrian….aku
sudah berusaha semampuku beberapa bulan ini…tapi aku ga bisa , karena aku
merasa kamu masih dekat….”
“Reeey…” ucapku sambil menatap
mata indahnya dan membelai rambutnya
Mata kami berbicara, tak ada kata
yang keluar dari mulut kami berdua….beberapa menit kemudian bibir kami bertemu,
ungkapkan seluruh kata hati dan rasa….
“Adriaaaan…..ini salah satu hal
kenapa aku ga bisa mudah lupakan kamu, dulu dulu dengan laki laki yang dekat
denganku…aku hanya perlu waktu sebentar untuk lupakan mereka dan lanjutkan
hidupku….tapi denganmu…aku bahkan rela menemui wanita yang ada disisimu….mau
telan semua sakitku….namun begitu sulit aku lupakan kamu dan lanjutkan
hidupku….” Ujar Rey seraya memelukku makin erat
segala isi hati yang tak bisa terucap….hanyut dan nikmati tiap menit yang tak
ingin kami lewati…karena kami berdua tahu….setelah ini mungkin kami akan
berpisah dan tak pernah bisa bertemu lagi….
Selepas magrib, Lisa dan suami
beserta Meysa pulang, Meysa menghampiriku dan berceloteh tentang perjalanannya
di Mall tadi.
Malam itu langkahku terasa berat
meninggalkan rumah Rey…saat aku sampai di pintu pagar, Reyni berlari kearahku
dan kembali memelukku
“Aku pasti akan selalu rindu dan
mengingatmu Adrian….apalagi saat saat kamu ada disini….lewati malam
bersamamu….menyambut pagi dengan ada kamu disisiku…” Ucap Rey sambil terisak.
“Rey…semua ga harus terucap…kita
hanya actor dan aktris didunia ini, semua yang atur sang sutradara diatas sana,
jika memang kita harus bertemu, pasti someday kita akan bertemu….” Ujarku
sambil merapatkan pelukanku
Malam itu seperti ada yang
hilang, aku tidak tahu apa namanya, aku dan Rey hampir sama dengan saat aku dan
Alm Debby dulu, tak pernah ucapkan kata cinta, tak pernah hiasi kebersamaan
kita dengan bujuk rayu dan kata kata indah sebagai kiasan…hanya mengalir
bersama arus yang ada disekeliling kami.
Namun aku sadar, hidup tak bisa
berhenti disatu titik, aku harus lanjutkan kisahku….kembali putar roda waktuku…
Kerja kerasku memulai usaha tak
sia sia, perlahan perusahaan ku sudah memiliki pelanggan atau klien tetap, dan
karyawanku pun sudah bertambah, dan aku kini memiliki beberapa marketing yang
dapat ku andalkan untuk menawarkan jasa perusahaanku sekaligus promosi,
sebelumnya aku lakukan semua sendiri, aku yang menawarkan langsung kepada calon
calon klien baru…ku pakai semua jaringan media sosial yag sekarang banyak
digunakan orang, sebagai saranaku berbisnis dan melakukan promosi. Sehingga
perusahaanku makin dikenal banyak orang.
__ADS_1
Salah satu mantan staffku
diperusahaan saat aku bekerja dulu juga ada yang ikut denganku , karena dia
sudah sangat mengenalku dan aku tahu kemampuannya yang handal dalam mengurus
segala hal yang berkaitan dengan ekspor impor dipelabuhan dan berkomunikasi
dengan Bea dan Cukai.
Media Sosial sagat membantu
bisnisku, namun bukan berarti tidak ada juga efek negatif dari penggunaan
medsos tersebut, tapi menurutku hanya tinggal bagaimana kita saja selaku pengguna
secara bijak menggunakannya dan dengan tujuan yang baik, saat aku membuka salah
satu media sosial dengan niat memposting beberapa aktivitas usahaku, kulihat
ada pesan masuk, ah mudah mudahan dari calon klien, pikirku
“AKU LIHAT KAMU SUDAH SUKSES SEKARANG
YA? SELAMAT YA? SEMOGA PERUSAHAANMU MAKIN SUKSES….AKU SERING INGAT KAMU DAN
RINDU KAMU…”
Siapa ini? Penasaran aku coba
buka profil si pengirim pesan, SISCA….wanita dari masa laluku….aku tak membalas
pesannya, karena aku sudah benar benar lupakan dia dan sudah kurasakan hatiku
yang sudah berbeda bahkan saat ada disampingnya saat tugas ke Batam saat aku
masih bekerja dulu.
Aku yang sudah lama putus
hubungan dengan semua teman teman eks semasa ku sekolah dulu, dengan adanya
medsos ini aku kembali dapat berkomunikasi , dan juga bisa berbicara mengenai
bisnis masing masing ataupun pekerjaan mereka.
Suara dering telpon genggamku
buyarkan lamunanku…
“HAI MASIH INGAT AKU GA?” suara
wanita diseberang sana
“WAH…SORRY LUPA…DENGAN SIAPA YA?”
jawabku
“HUUU….SOMBONG YANG SUDAH JADI
BOS….” Ucap wanita itu sambil tertawa di telpon
“HAHAHAHA MAAF…BOS APAAN
SIH…MASIH KELAS WARUNG…”balasku ikut tertawa
“AKU MEIHWA…DIBATAM…KETEMU
DIHOTEL DAN BANDARA? INGET?” ujarnya lagi
“OHHH…YA..YA…TENTU AKU INGET…APA
KABAR MEI?” balasku
“BAIK….AKU LIHAT POSTINGAN
USAHAMU DI MEDSOS…KEREN YA? SUDAH PUNYA SENDIRI?” ujarnya lagi diseberang sana
“MASIH KECIL KECILAN MEI….MULAI
DARI NOL…MODALKU GA BANYAK” sahutku sambil tertawa kecil
“SEMUA MULAI DARI YANG KECIL DULU
LA…” ucap Meihwa dengan logak Tionghoanya yang khas
“PERJANJIAN DAHULU KALA MASIH
BERLAKU NGGA NIH?” ucapnya lagi
“PERJANJIAN APA NIH MEI…?’
balasku
“WAH …SUDAH JADI BOS, MEMORINYA
SUDAH FULL YA?ITU…KALO AKU KEJAKARTA SIAP JADI GUIDE” sahut Meihwa seraya
tertawa keras disana.
“OHHH….ITU…KALO SOAL ITU SIAP BU
BOS….” Ujarku juga sambil tertawa
“MEMANG KAPAN RENCANA KE JAKARTA
MEI? “ lanjutku
“RENCANA SIH BULAN DEPAN….NANTI
KALO MEMANG JADI AKU WA JADWAL PENERBANGANKU YA?” jawab Meihwa
“OK…MEI…HUBUNGI AJA JIKA MEMANG
JADI KEJAKARTA YA?” ucapku
“OK…SUDAH DULU…SEE YOU ADRIAN….”
Ujar Meihwa menutup telponnya
Aku kembali melanjutkan
pekerjaanku, terbayang wajah Reyni melintas dibenakku, sedang apa kamu sekarang
Rey?
__ADS_1