CINTA DIBATAS HORIZON

CINTA DIBATAS HORIZON
SULIT LUPAKANMU


__ADS_3

Aku berpamitan dengan Bernard dan


seluruh staff kantor, juga beberapa staffku, kedua staffku yang wanita menangis


saat aku memberikan sedikit wejangan


“Kalian sudah tahu Mr. Sanjeev


seperti apa, tapi setiap orang punya kelebihan juga kekurangan, pesan saya…jika


atasanmu tidak bisa menghargai hasil kerja kerasmu….lakukan untuk dirimu


sendiri dan perkaya kemampuan serta skill kamu, jangan malah asal…atau malas….nanti


kalian akan terbiasa dan akhirnya pada saat pindah kerja, kalian tidak punya


kemampuan apap apa yang menjadi nilai tambah di diri kalian….” Ucapku kepada


semua staffku


“Tapi kalo kita ada hal yang mau


ditanyakan soal pekerjaan, masih bisa tanya bapak kan?” ucap mereka


“Pasti…kapan saja kalian butuh


bantuan atau ada hal yang ingin ditanyakan…hubungi saya…” ujarku


Aku keluar ruangan dan menuju


mobil,ku lihat Reyni menghampiriku…


Reyni menatapku ….ada sorot


kehilangan dimatanya, akupun tahu arti jabat tangan eratnya….


“Tetap hubungi aku…..” bisik Rey


ditelingaku saat aku akan menuju mobil, aku hanya tersenyum dan mengangguk ke


arahnya.


Aku tidak ingin berlama lama


dirumah, semua sudah aku siapkan saat aku sudah merencanakan pengunduruan


diriku dari perusahaan, aku juga sudah menyewa sebuah ruko yang tidak terlalu


jauh dari rumahku.


Berdasarkan pengalamanku bertahun


tahun di bidang shipping atau pengiriman, ekspor dan impor…maka aku memutuskan


untuk mebuka usaha jasa pengiriman dan konsultan ekspor impor sesuai skill dan


pengalamanku.


Ku mulai semua dari nol, aku


sangat sadar tantanganku sangat besar, karena usaha yang ku mulai tidak


memiliki modal yang besar, dan sudah banyak perusahaan perusahaan dengan bidang


serupa sebelum aku, namun aku harus optimis dan kerahkan seluruh kemampuan yang


ku miliki dari pengalaman dan yang kupelajari selama ini.


Aku mulai hanya dengan dua


karyawan, satu laki laki untuk membantuku di operasional dan satu orang wanita


sebagai admin pembukuan perusahaan.


Siang itu aku seperti biasa


kosentrasi di depan laptopku, pesan whatsapp masuk ke telpon genggamku,


“BAGAIMANA USAHA KAMU? SETELAH KAMU PERGI…ADA YANG HILANG DISINI….DIPERUSAHAAN


JUGA DIKEHIDUPANKU…BOLEH AKU BERTEMU KAMU TERAKHIR KALI SEBELUM AKU PERGI?”


kubaca pesan dari Reyni.


“KABARKU BAIK…AKU SEDANG COBA


MEMBANGUN USAHA BARUKU…OK…BESOK AKU KERUMAHMU” kubalas pesan Rey lalu


melanjutkan pekerjaanku.


Ku parkir mobil didepan rumah


Rey, kulihat keadaan rumahnya sepi…namun kulihat mobil milik Rey terparkir di


garasi rumahnya. Ku ketuk pintu rumahnya, Rey keluar dengan kaos tanpa lengan


dan celana pendek.


“Mbok Inah dan Meysa kemana?”


tanyaku sambil masuk kedalam rumah


“Mbok Inah sedang pulang ke


kampungnya dan Meysa sedang diajak Lisa dan Suaminya ke mall” jawab Rey sambil


berjalan didepanku


Tiba tiba Rey berbalik dan


memelukku…” Adrian….aku kangen kamu….aku kehilangan kamu…..aku sudah berusaha


lupakan kamu dan lanjutkan hidupku saat aku bertemu Ita dan antar dia kembali


padamu…tapi sungguh sulit…..aku tak berdaya Adrian…..maafkan aku….” Pelukan Rey


semakin erat ditubuhku.


Aku hanya diam dan membelai


rambut Reyni….


“Lalu kenapa kamu bilang ingin


bertemu denganku terakhir kali sebelum pergi?” bisikku ditelinganya

__ADS_1


Reyni melepaskan pelukannya dan


menatapku…” Aku putuskan untuk pindah ke Semarang …biar nanti Meysa sekolah


disana dan ada papa mamaku disana….”


“Lalu pekerjaanmu?” balasku


“Perusahaan setelah kamu pergi


menjadi semakin kacau, semua prosedur di tabrak oleh Sanjeev , alur antar


bagian tidak lagi jelas, keuangan perusahaan pun sudah tidak menentu, semua


dikelola Sanjeev dan Devi secara pribadi , perusahaan dianggap seperti halnya


rumah tangga mereka….aku sudah tidak betah lagi disana Adrian….dan sejak kamu


pergi aku diam diam melamar pekerjaan ke tempat lain…dan aku diterima disebuah


perusahaan garmen juga di daerah unggaran dekat kota semarang…” Jelas Rey


“Rumah ini …?” ujarku


“Aku berencana menjualnya Adrian…dan


sudah ada yang mau…untuk tabungan Meysa sekolah dan membeli rumah kecil


diSemarang…” jawab Rey


“Kenapa harus Semarang Rey?


Memang kamu tidak bisa mencari pekerjaan disini?” tanyaku lagi


Reyni menatap sendu ke arahku….”jika


aku tetap disini…aku akan selalu hadir dan mengganggu kehidupanmu Adrian….aku


sudah berusaha semampuku beberapa bulan ini…tapi aku ga bisa , karena aku


merasa kamu masih dekat….”


“Reeey…” ucapku sambil menatap


mata indahnya dan membelai rambutnya


Mata kami berbicara, tak ada kata


yang keluar dari mulut kami berdua….beberapa menit kemudian bibir kami bertemu,


ungkapkan seluruh kata hati dan rasa….


“Adriaaaan…..ini salah satu hal


kenapa aku ga bisa mudah lupakan kamu, dulu dulu dengan laki laki yang dekat


denganku…aku hanya perlu waktu sebentar untuk lupakan mereka dan lanjutkan


hidupku….tapi denganmu…aku bahkan rela menemui wanita yang ada disisimu….mau


telan semua sakitku….namun begitu sulit aku lupakan kamu dan lanjutkan


hidupku….” Ujar Rey seraya memelukku makin erat


segala isi hati yang tak bisa terucap….hanyut dan nikmati tiap menit yang tak


ingin kami lewati…karena kami berdua tahu….setelah ini mungkin kami akan


berpisah dan tak pernah bisa bertemu lagi….


Selepas magrib, Lisa dan suami


beserta Meysa pulang, Meysa menghampiriku dan berceloteh tentang perjalanannya


di Mall tadi.


Malam itu langkahku terasa berat


meninggalkan rumah Rey…saat aku sampai di pintu pagar, Reyni berlari kearahku


dan kembali memelukku


“Aku pasti akan selalu rindu dan


mengingatmu Adrian….apalagi saat saat kamu ada disini….lewati malam


bersamamu….menyambut pagi dengan ada kamu disisiku…” Ucap Rey sambil terisak.


“Rey…semua ga harus terucap…kita


hanya actor dan aktris didunia ini, semua yang atur sang sutradara diatas sana,


jika memang kita harus bertemu, pasti someday kita akan bertemu….” Ujarku


sambil merapatkan pelukanku


Malam itu seperti ada yang


hilang, aku tidak tahu apa namanya, aku dan Rey hampir sama dengan saat aku dan


Alm Debby dulu, tak pernah ucapkan kata cinta, tak pernah hiasi kebersamaan


kita dengan bujuk rayu dan kata kata indah sebagai kiasan…hanya mengalir


bersama arus yang ada disekeliling kami.


Namun aku sadar, hidup tak bisa


berhenti disatu titik, aku harus lanjutkan kisahku….kembali putar roda waktuku…


Kerja kerasku memulai usaha tak


sia sia, perlahan perusahaan ku sudah memiliki pelanggan atau klien tetap, dan


karyawanku pun sudah bertambah, dan aku kini memiliki beberapa marketing yang


dapat ku andalkan untuk menawarkan jasa perusahaanku sekaligus promosi,


sebelumnya aku lakukan semua sendiri, aku yang menawarkan langsung kepada calon


calon klien baru…ku pakai semua jaringan media sosial yag sekarang banyak


digunakan orang, sebagai saranaku berbisnis dan melakukan promosi. Sehingga


perusahaanku makin dikenal banyak orang.

__ADS_1


Salah satu mantan staffku


diperusahaan saat aku bekerja dulu juga ada yang ikut denganku , karena dia


sudah sangat mengenalku dan aku tahu kemampuannya yang handal dalam mengurus


segala hal yang berkaitan dengan ekspor impor dipelabuhan dan berkomunikasi


dengan Bea dan Cukai.


Media Sosial sagat membantu


bisnisku, namun bukan berarti tidak ada juga efek negatif dari penggunaan


medsos tersebut, tapi menurutku hanya tinggal bagaimana kita saja selaku pengguna


secara bijak menggunakannya dan dengan tujuan yang baik, saat aku membuka salah


satu media sosial dengan niat memposting beberapa aktivitas usahaku, kulihat


ada pesan masuk, ah mudah mudahan dari calon klien, pikirku


“AKU LIHAT KAMU SUDAH SUKSES SEKARANG


YA? SELAMAT YA? SEMOGA PERUSAHAANMU MAKIN SUKSES….AKU SERING INGAT KAMU DAN


RINDU KAMU…”


Siapa ini? Penasaran aku coba


buka profil si pengirim pesan, SISCA….wanita dari masa laluku….aku tak membalas


pesannya, karena aku sudah benar benar lupakan dia dan sudah kurasakan hatiku


yang sudah berbeda bahkan saat ada disampingnya saat tugas ke Batam saat aku


masih bekerja dulu.


Aku yang sudah lama putus


hubungan dengan semua teman teman eks semasa ku sekolah dulu, dengan adanya


medsos ini aku kembali dapat berkomunikasi , dan juga bisa berbicara mengenai


bisnis masing masing ataupun pekerjaan mereka.


Suara dering telpon genggamku


buyarkan lamunanku…


“HAI MASIH INGAT AKU GA?” suara


wanita diseberang sana


“WAH…SORRY LUPA…DENGAN SIAPA YA?”


jawabku


“HUUU….SOMBONG YANG SUDAH JADI


BOS….” Ucap wanita itu sambil tertawa di telpon


“HAHAHAHA MAAF…BOS APAAN


SIH…MASIH KELAS WARUNG…”balasku ikut tertawa


“AKU MEIHWA…DIBATAM…KETEMU


DIHOTEL DAN BANDARA? INGET?” ujarnya lagi


“OHHH…YA..YA…TENTU AKU INGET…APA


KABAR MEI?” balasku


“BAIK….AKU LIHAT POSTINGAN


USAHAMU DI MEDSOS…KEREN YA? SUDAH PUNYA SENDIRI?” ujarnya lagi diseberang sana


“MASIH KECIL KECILAN MEI….MULAI


DARI NOL…MODALKU GA BANYAK” sahutku sambil tertawa kecil


“SEMUA MULAI DARI YANG KECIL DULU


LA…” ucap Meihwa dengan logak Tionghoanya yang khas


“PERJANJIAN DAHULU KALA MASIH


BERLAKU NGGA NIH?” ucapnya lagi


“PERJANJIAN APA NIH MEI…?’


balasku


“WAH …SUDAH JADI BOS, MEMORINYA


SUDAH FULL YA?ITU…KALO AKU KEJAKARTA SIAP JADI GUIDE” sahut Meihwa seraya


tertawa keras disana.


“OHHH….ITU…KALO SOAL ITU SIAP BU


BOS….” Ujarku juga sambil tertawa


“MEMANG KAPAN RENCANA KE JAKARTA


MEI? “ lanjutku


“RENCANA SIH BULAN DEPAN….NANTI


KALO MEMANG JADI AKU WA JADWAL PENERBANGANKU YA?” jawab Meihwa


“OK…MEI…HUBUNGI AJA JIKA MEMANG


JADI KEJAKARTA YA?” ucapku


“OK…SUDAH DULU…SEE YOU ADRIAN….”


Ujar Meihwa menutup telponnya


Aku kembali melanjutkan


pekerjaanku, terbayang wajah Reyni melintas dibenakku, sedang apa kamu sekarang


Rey?

__ADS_1


__ADS_2