
Hilman pergi di hari ulang
tahunku, dengan usia yang masih muda 29 tahun, dia sudah selesaikan perannya
dari skenario yang diterimanya. Di pemakaman ku rangkul adikku Asty, dalam
perjalanan hidupnya dia sudah kehilangan dua orang yang paling disayanginya,
pertama Papa , kedua.. suaminya Hilman.
Dalam hidup, kita sering rasakan
kehilangan, kehilangan cinta seseorang….kehilangan sosok yang kita sayang…semua
suka dan duka berjalan beriringan, silih berganti datang hampiri kehidupan
setiap insan.
Kebahagiaan dan juga kesedihan
sudah bagian dari skenario perjalanan
hidup, kebahagiaan akan hadir sesaat, dan tak ada yang abadi, kata kata “dan
akhirnya bahagia selamanya” hanya ada dicerita dongeng dongeng sebagai kata
kata penutup akhir cerita, kesedihan …juga akan hilang seiring putaran waktu.
“Adrian…..next month, my company
already do import and export…you harus full time disini, you kasih tahu saya,
berapa anak buah yang you perlu untuk membantu dilapangan….
ucap Mr.Jimmy sore itu di ruangannya .
Karirku di perusahaan perawatan
dan perbaikan pesawat terbang juga sedang menanjak, segala ide ku di hargai
para Direksi perusahaan berdasarkan pengalaman yang kumiliki, aku juga sudah
diberikan seorang assisten untuk membantuku. Seiring itu seccara pendapatan
atau penghasilan pun aku sudah jauh lebih baik. Namun kini yang memintaku
adalah Mr.Jimmy, seseorang yang kukenal belasan tahun dan sudah ajarkanku
berbagai hal,terutama bidang yang membuatku menjadi seperti sekarang. Aku bukan
kacang yang lupa kulitnya, dan juga hatiku lebih nyaman jika aku bekerja dengan
Mr.Jimmy, karena dia sudah tahu karakterku dan tidak akan kaku dan ketat dalam
aturan pekerjaan, apalagi manajer personalia nya juga teman perjuanganku
Bernard.
Saat ku utarakan niatku,
Mama…Asty dan juga Ita sempat keberatan dengan rencana keputusanku, namun watak
keras kepala yang diturunkan Almarhum papa mmebuat ku tetap dalam keputusanku.
Akhirnya aku mengundurkan diri
dari perusahaan , dan mulai bekerja di perusahaan milik Mr.Jimmy, kembali ke
dunia pabrik garmen atau pakaian yang sudah lama ku tinggalkan, sesaat aku
teringat Alm. Pak Hendri dan juga Lily saat menjadi pemilik sebuah perusahaan
dengan bidang yang sama, sebelum akhirnya hancur berantakan karena perselisihan
antar pemilik.
Satu hal yang membuat Mr.Jimmy
disukai dan dikagumi para pekerjanya adalah, dia dapat menanamkan rasa memiliki
atas perusahaan tempat kita bekerja, sehingga para bekerja benar benar solid
dalam hal tema work dan benar benar memikirkan keberlangsungan perusahaan dan
sadar tugas masing masing tanpa harus diperintah . Seperti diperusahaan milik
pak Hendri dulu, dan Mr.Jimmy sebagai General Manager perusahaan.
Dari dirinya aku dididik menjadi
pribadi seorang pemimpin yang tegas, yang keras dan kalau perlu berdebat hebat
soal pekerjaan, namun setelahnya tidak ada dendam atau simpan rasa kesal, dan
diluar pekerjaan kita tetap sebagai pribadi pribadi dan tetap menajdi seorang
teman.
Diperusahaan milik Mr.Jimmy aku
diperbantukan oleh 4 orang staff, dua laki laki dan dua perempuan, aku diberi
kuasa penuh untuk memilih mereka. Kata mereka gaya kepemimpinanku mirip denga
Mr.Jimmy, aku hanya tertawa dan bilang, “Ya kalian harus maklum…..saya ikut
Mr.Jimmy belasan tahun dan karakter dan gaya saya sekarang terbentuk karena
ajaran dia…”
“Pak….Mbak Reyni….titip salam
tuh…..katanya bos kamu kok jarang datang ya? Kalaupun datang hanya sebentar dan
ga banyak bicara…?” ucap salah satu stafku Risna. Aku hanya tertawa
mendengarnya.
“Pakai salam salam segala….lah
wong satu perusahaan kok….” Balasku sambil tertawa dan memeriksa file file yang
sudah dikerjakan oleh Risna dan Claudia.
“Penasaran kali pak…..perempuan
kan suka sama laki laki yang cool dan cuek gitu…” ucap rekan Risna , Claudia
sambil tertawa cekikikan.
“Huss….kamu….bilang aja saya
sudah punya istri dan anak dua….dan ga terima salam salaman….hanya terima
duit…” balasku sambil ikut tertawa.
Sejak Lily pergi dari hidupku,
__ADS_1
aku sudah tak perdulikan lagi soal hati, yang kutahu sekarang Cinta itu adalah
Ita dan anak anakku.
Sedangkan Cinta dengan Gelora
asmara hanyalah CINTA DIBATAS HORIZON….sama seperti semua cinta yang pernah
hadir di hidupku….Indah sesaat…menggoda mata hati dan jiwa….setelah itu
perlahan redup dan tenggelam di garis batas horizon dikejauhan.
Reyni adalah sosok wanita karir
kekinian, cara berpakaiannya modis, tubuhnya langsing namun sekilas terkesan
sebagai wanita jutek, posisi dia diperusahaan adalah sebagai supervisor
merchandiser,setara dengan posisiku,sering teman teman satu perusahaan bilang
padaku…”Itu supervisor Merchandiser, Bu Reyni jutek banget bro….jarang
senyum….tapi…lumayan cantik …” gurau mereka jika sedang sama sama makan siang.
Aku hanya tersenyum saja, andai mereka tahu jika si jutek itu kirim salam lewat
staffku, pasti mereka ga akan pecaya dan terheran-heran, tapi ako masa bodoh
dengan hal hal macam itu.
Malam itu aku sedang asyik
bermain dengan Clara dan Calista, ketika tiba tiba Mr.Jimmy menelponku “
Adrian….My Textile Shop burn out….habis semua terbakar….you contact pihak
Asuransi dan coba atur dengan mereka soal klaim ” Mr.Jimmy mempunyai beberapa
toko textile di pasar baru, dan salah satu toko miliknya habis terbakar pada
musibah tersebut.
Aku segera berganti pakaian dan
langsung menelpon pihak asuransi, setelah itu aku meluncur ke toko milik
Mr.Jimmy yang terbakar untuk mengambil beberpa foto dan video sebagai bukti
dokumentasi. Kurang lebih dalam waktu satu jam aku sampai di lokasi. Asap hitam
bekas kain yang terbakar mengepul dan membuat area sekitarnya menjadi gelap,
aku kembali ke mobilku untuk mengambil masker yang ada didalam dashboard mobil.
“Adrian…I wanna go there…” ucap
Mr.Jimmy di telpon.
“No Mr.Jimmy….lebih baik you
tetap dirumah….asap bekas kain yang terbakar masih sangat banyak…lbh baik nanti
orang asuransi saya akan minta temui Mr.Jimmy di rumah saja….” Jawabku karena
aku tahu Mr.Jimmy mempunyai penyakit paru paru basah dan asma akut, dan sudah
pernah dilawat di RS Queen Elizabeth Singapore untuk beberapa waktu.
“I am ok….I wanna see my shop…”
Setengah jam kemudian Mr.Jimmy
datang ditemani assiten pribadi dan juga supirnya, die melihat kondisi toko dan
seluruh isinya yang sudah berwarna hitam habis terbakar.
Setelah sekitar 2 jam di sana,
aku dan Mr.Jimmy memutuskan untuk pulang, saat aku menuju arah yang berbeda
karena letak mobilku terparkir agak jauh, assiten pribadi dan supirnya ku
dengar berteriak…” Pak Adrian….Pak Jimmy……!!!” aku menengok kebelakang dan
kulihat Mr.Jimmy ambruk didepan pintu mobilnya, aku segera berlari ke arahnya.
“Mr.Jimmy…come on…wake up….”
Ucapku sambil mengguncangkan tubuhnya dan sedikit menampar pipinya, tapi pria
berdarah India tinggi besar itu tetap diam tak bergerak. Aku minta supirnya
untuk menelpon istrinya, Mr.Jimmy kaya raya, dinegara asalnya dan juga di
Indonesia, investasinya sudah tak terhitung, namun sayangnya dia tidak
dikarunia seorang anak sampai usianya menginjak hampir 60 tahun.
“Pak…Mr.Rajesh mau bicara….” Ucap
supir Mr.Jimmy smabil memberikan telponnya.
“Yes sir? What I have to?” ucapku,pada
Rajesh, Mr.Rajesh adalah kakak kandung Mr.Jimmy,yang juga tinggal dan punya
usaha di Indonesia. Hampir sleuruh keluarga Mr.Jimmy mengenalku, karena aku
ikut bekerja dengan Mr.Jimmy hampir 15 tahun lamanya.
“Adrian….could you bring Jimmy to
Halim airport? I will book S.O.S Flight Charter and bring Jimmy to Siloan
Hospital at Singapore” ucap Mr.Rajes kepadaku. Aku dimintanya membawa Mr.Jimmy
ke bandara halim perdana kusuma, dan dari sana Mr.Jimmy akan dibawa dengan
pesawat S.OS charter menuju Singapore.
Aku segera memberitahu supir agar
seegra mengikuti menuju bandara Halim, Mr.Jimmy kami rebahkan di jok kursi
belakang. Saat itu sudah hampir jam 23.00 sehingga jalan menuju bandara halim,
lebih lenggang dan sepi.
Disana sudah menunggu ambulan
yang akan ikut naik pesawat ke Singapore, didalamnya sudah dilengkapi semua
alat alat kedokteran yang canggih, sesaat aku teringat perjalananku membawa
Debby dengan ambulan Palembang – Jakarta. Mr.Jimmy segera dimasukan kedalam
ambulan, disana sudah berdiri Istrinya Mrs. Neesha dan juga kulihat Bernard
__ADS_1
sudah ada di situ.
Ku salami Mrs.Neesha dan Bernard,
“Adrian…thank you so much…” ucap Mrs.Neesha sambil berurai airmata.
Aku hanya tersenyum dan berusaha
menenangkan Mrs.Neesha
“If you don’t mind…please let us
news about Mr.Jimmy condition at Singapore would you?” ucapku pada Mrs.Neesha,
agar dia mau memberikan berita perkembangan kondisi Mr.Jimmy selama berada di
Rumah Sakit di Singapore. Mrs.Neesha mengangguk “Yes..I will..Adrian…Bernard…”
jawab Mrs.Neesha smabil masuk kedalam ambulan.
Dua puluh menit kemudian kulihat
pesawat S.O.S yang membawa Mr.Jimmy dan Istri terbang melesat membelah angkasa
ditengah malam. Ku hampiri Bernard yang berdiri tak jauh dariku , “Pak
Bernard…besok pagi kumpulkan seluruh staff dan karyawan di aula saja ya pak?
Biar kita sampaikan berita ini, dan juga kitatekan kan the show must go on,
pekerjaan dan tanggung jawab ga boleh terheti…” ucapku, dijawab dengan anggukan
kepala Bernard.
Pagi itu, ruang aula penuh dengan
para Manager dan supervisor, staff kantor dan juga para pekerja buruh pabrik.
Wajah mereka penuh tanda tanya, mengapa mereka dikumpulkan seluruhnya dan tidak
seperti biasanya.
Bernard berdiri didepan mereka,
sambil memegang mic untuk membuka forum dan memberitahukan bahwa Mr.Jimmy
semalam mendadak sakit dan diterbangkan ke Singapore. Lalu Bernard memberikan
Isyarat kepadaku agar ikut berbicara di depan forum, memang kelemahan rekan
kerjaku Bernard dari dulu ini adalah, dia hanya bisa berbicara seperlunya dan
sedikit kaku, padahal jabatannya diperusahaan yang dulu dan sekarang adalah
manager personalia, oleh karena itu, setiap ada buyer atau tamu dari luar
negeri, aku yang selalu ditugaskan perusahaan menjamu dan menemani mereka.
“OK….SAYA LANGSUNG SAJA….SEPERTI
YANG BARU SAJA PAK BERNARD BILANG, OWNER PERUSAHAAN KITA, ATASAN KITA…BOS KITA
MENDADAK JATUH SAKIT DAN HARUS SEGERA DITERBANGKAN KE RUMAH SAKIT DI SINGAPORE…
SEBAGIAN PARA KARYAWAN DISINI
YANG PERNAH SATU PERUSAHAAN DENGAN SAYA DULU, PASTI MENGENAL SOSOK MR.JIMMY
DENGAN BAIK, DAN BAGI YANG BARU BERGABUNG DISINI…PASTI SEDIKIT BANYAK SUDAH
MENGENAL KARAKTER DAN MENGENAL BAGAIMANA BELIAU….
SETELAH DARI PERUSAHAAN YANG
DULU, MR.JIMMY MEMBUKA PABRIK INI DAN SAYA BERKARIR DITEMPAT LAIN, JUJUR…SECARA
KARIR BAHKAN PENDAPATAN MUNGKIN SAYA LEBIH BAIK , TAPI SAAT MR.JIMMY MMEINTA
SAYA BERGABUNG, SAYA PUTUSKAN UNTUK IKUT BELIAU…KARENA APA? SATU YANG SAYA
KAGUM DAN BELAJAR DARI CARA KEPEMIMPINAN BELIAU ADALAH MENANAMKAN SENSE OF
BELONGING…RASA MEMILIKI …PADA TIAP KARYAWANNYA…HAL INI YANG TIDAK PERNAH SAYA
TEMUI DIPERUSAHAAN PERUSAHAAN LAIN…
OLEH KARENA ITU….SAYA MEWAKILI
PIHAK DIREKSI….DAN JUGA PESAN DARI KELUARGA MR.JIMMY, MOHON KEPADA SELURUH
KARYAWAN, BAIK ITU SAYA…PAK BERNARD…PARA MANAGER DAN SUPERVISOR….PARA
STAFF…SEMUA TETAP KOMPAK..SOLID…TEAM WORK….DAN JALANKAN TANGGUNG JAWAB
PEKERJAAN KITA MASING-MASING….ADA ATAU TIDAK ADA BOS KITA DISEKITAR
KITA…SETUJU?” Ucapku diakhir pidato singkatku, dan di jawab sengan suara SETUJU
beramai-ramai bergemuruh diseluruh ruangan aula.
Aku sedang asik menikmati makan
siangku, kucium wangi parfum perempuan disebelahku…ternyata Reyni, wanita yang
dijuluki si jutek oleh laki laki seantero pabrik. Aku tetap acuh dan
melanjutkan makan siangku
“Pidatomu tadi pagi bagus…cukup
memotivasi….salut…” ucap Reyni datar tanpa
ekspresi berlebihan, dia juga terlihat akan menyantap makan siangnya diruang
kantin siang itu.
“Biasa saja…Cuma spontanitas dan
ucapkan apa yang terlintas dikepala saya saat itu…” sahutku
“Dan ga kegenitan juga…sudah saya
tes dengan coba kirim salam ke staff mu….” Ujar Reyni lagi
Aku hanya tersenyum lalu berdiri
karena sudah selesaikan makan siangku.
“ Pertama saya sudah ada istri
dan anak….kedua….berkirim salam bagi saya hanya untuk para remaja yang masih
duduk dibangku sekolah…” balasku sambil tersenyum kearahnya lalu berbalik arah
menuju kantor, sepintas ku lihat wajah wanita jutek ini bersemu merah karena
malu.
__ADS_1