CINTA DIBATAS HORIZON

CINTA DIBATAS HORIZON
Episode 33


__ADS_3

“Ohh…Sisca….” Balas Sisca seraya sekilas melirik kearahku


“Oh ya…sama siapa kamu kesini Sis?” ucapku memecah kecanggungan diantara kami


“Sama adikku…dia lagi ke rest room…” jawab Sisca, sambil memperhatikan Debby


“I am hungry Honey….kita pulang sekarang yuk?” ucap Debby manja sambil menggamit lenganku


“Eh iya…” ujarku sedikit terkejut…


“Maaf ya Sisca…aku harus pulang…sampai ketemu lagi.” Ucapku lagi sambil kujabat kembai jemari tangannya.


Sisca memandangku sampai akhirnya aku dan Debby hilang dari pandangannya saat turun lewat escalator mall.


Hingga lantai basement tempat parkir, Debby tak melepaskan tangannya dari lenganku, aku tersenyum dan bisikan


ke telinganya..” Thank you Debby…kalau ga ada kamu…I don’t know what I have to say..”


“You’re welcome….kamupun harus berbuat yang sama jika bertemu mantanku nanti…” balas Debby diiringi tawa


renyahnya.


“Ok madam…” jawabku sambil tertawa saat memasuki mobil.


“Tapi kamu ga menyesalkan? Aku berbicara seperti tadi?” ujar Debby sambil menaruh tas belanjaannya di kursi


belakang .


“No…justru…sebaliknya…aku suka dan berterima kasih…kamu buat aku tidak terlihat lemah didepan Sisca dan


mempertegas sama dia …bahwa aku bisa melanjutkan hidupku…” jawabku


“Oh I am glad to hear that…..syukurlah…” balas Debby .


“Paling dia bingung…kalo aku bisa punya istri artis mandarin….bukan orang Indonesia malah…” ujarku lagi sambil


tertawa lepas.


Kuputuskan untuk berangkat kerja langsung dari apartemen Debby, karena asisten rumah tangganya mbak siti baru


akan datang Senin pagi dari kampungnya di sukabumi.


Dan benar saja, saat aku bangun di pagi hari, mbak siti sedang sibuk menyiapkan sarapan untuk kami dan juga


telah merapihkan seluruh ruangan yang ada diapartemen.


Kulihat Debby juga baru keluar kamar tidurnya dengan masih memakai piyamanya. Aku sudah selesai mandi dan


memakai kemejaku. Setelah itu kami berdua sarapan pagi bersama, dengan makanan yang telah disiapkan mbak Siti.


“Ok Debby….I go to work now….” Ucapku sambil menuju pintu


“Tunggu dulu Adrian…” ujar Debby

__ADS_1


Aku hentikan langkahku dan kubalikkan tubuhku, tiba tiba Debby memegang kerah kemeja ku dan merapihkannya.


“Ok…sudah rapih sekarang…” ujarnya lagi sambil tersenyum.


Aku tertawa melihat kelakuan Debby…”Hahahahaha kamu….seumur hidupku…baru kali ini ada yang merapihkan


kemejaku saat aku mau berangkat kerja…”


“Really…?” balas Debby dengan tatapan seperti tak percaya.


“Yup…ga ada guna nya kalau aku berbohong sama kamu Debby…” jawabku cekikikan sambil ku cubit pipinya dan


kulambaikan tanganku lalu menghilang dibalik pintu.


AKU SENANG KAMU SUDAH BAHAGIA SEKARANG, ISTRIMU SANGAT CANTIK…KAMU DAN DIA PASTI SALING MENCINTAI….AKU PIKIR…AKU MASIH ADA DIHATIMU…TERNYATA AKU SALAH….MAAFKAN SEMUA YANG TELAH KULAKUKAN DULU


Kubaca pesan masuk di telpon genggamku, dari Sisca, dia pasti mengetahui nomor baruku dari adiknya yang


pernah bertemuku di toko buku beberapa waktu lalu.


KAMU SUDAH KU MAAFKAN BERTAHUN TAHUN YANG LALU…


SEKARANG SEMUANYA JADI MASA LALU BAGIKU…DAN KUHARAP JUGA BAGIMU


AKU HAPUS NAMAMU BERTAHUN TAHUN YANG LALU JUGA….


SAAT KAMU PUTUSKAN MEMULAI HIDUP BARUMU DENGAN LAKI LAKI ITU


Kubalas pesan Sisca, ada rasa sedikit lega di kisi hatiku….ada beban hati yang selama ini mengendap seakan


Saat aku datang ke apartemen Debby, kuperlihatkan pesan dari Sisca tersebut dan juga pesan yang kubalas.


Debby tersenyum…”Great…hebat kamu….ga menyesal kamu jawab seperti itu? Dia masih harapkan kamu lho Adrian?” Ujar Debby sambil menyiapakan makan malam bersama mbak siti.


“I don’t know…tahu tahu aku dapat katakan seperti itu dan memang sudah tidak ada lagi rasa sakit apalagi harap


seperti dulu Debb…” balasku sambil tertawa


“Dan kalau kamu? Akan seperti apa jika seperti aku tanpa sengaja bertemu mantan or your ex husband?” tanyaku.


“I think….ya hampir sama lah dengan mu….” Jawab Debby dengan tawanya.


“Oke…itu Sisca…bagaimana jika kamu atau kita tanpa sengaja bertemu Ririn? Saya tidak bahas Ita…karena


bagaimanapun dia ibu dari anakmu…” Debby kembali bertanya.


“Hmmmm…..kalo ada kamu…aku pasti ga masalah dan akn bersikap seperti kita ketemu Sisca kemarin” jawabku


“Dan kalo sendiri…?” Tanya Debby lagi sambil tersenyum lucu.


“Sepertiya sih aku akan bisa katan seperti yang aku katakana ke Sisca….” Jawabku


“Sepertinya? Berarti ga yakin ya?” balas Debby sambil tertawa

__ADS_1


“Perlu waktu Debby…tapi pasti bisa…..lagian mereka sudah pada lembaran hidup mereka yang baru….mau tidak mau….suka tidak suka,,,,semua harus jadi masa lalu…” ujarku


“Yang jelas…aku berterima kasih sama kamu….kamu ada disini untuk kuatkan ku….” Lanjutku lagi


“Sama sama Adrian….aku juga teima kasih….kamu sudah temaniku …dan pelan-pelan aku lupakan masa lalu dan juga lukaku…” imbuh Debby sambil menyantap makan malamnnya.


“Oh ya Adrian….rumah yang kamu beli bagaimana? Kamu ga pernah kesana lagi…? Atau masih takut?” ucap Debby


“Rencananya minggu nanti aku mau kesana Debb…untuk apa aku takut? Takut apa?” ujarku


“ Takut akan mengingat seseorang…kan rumah itu kamu beli untuk rangkai mimpi kamu…” balas Debby seraya tertawa kecil.


“Oh itu….setakut apapun…aku harus hadapi rasa takutku….” Ucapku lagi


“Aku boleh ikut lihat…?” ujar Debby


“Boleh…tapi itu hanya rumah kecil dan aku membelinya pun dengan cara kredit …” jelasku


“No Problem Adrian…kamu beruntung…here in Indonesia…kamu masih bisa dapatkan rumah….coba kalau di Hongkong…kita paling dapat flat…lebih kecil dari apartemen ini…” ucap Debby


“Dan satu lagi…aku sudah lama tidak naik motor….boleh kita kesana dengan motormu?” lanjut Debby


“Yakin kamu? Ga takut rambut indah kamu itu rusak dan wajah kamu kena debu…?” ledek ku


“Peace a cake…mudah…nanti aku bawa satu koper besar untuk perawatan wajah dan rambutku..” balas Debby sambil tertawa .


Minggu pagi aku sudha meluncur ke apartemen Debby, ku lihat cuaca cukup cerah …karena jika mendung atau hujn, aku akan urungkan niatku kesana dengan motor, aku takut hujan akan ber efek pada kesehatan Debby.


Debby cantik sekali pagi itu….dengan kaos ketat berwarna putih dan celana jeans, rambut panjangnya yang berwarna kecoklatan dibiarkan tergerai.


“Bawa jaketmu dan pakai ya?” ujarku , lalu kami masuk ke dalam lift menuju lantai parkir.


Debby duduk di jok belakang, dia peluk pinggangku tanpa sungkan, semenit kemudian kami sudah meluncur dijalan


raya menuju pinggiran kota Jakarta.


Sebelum Debby datang ke Indonesia, aku memang setiap minggu datang dan merapihkan sedikit demi sedikit rumahku…dihalaman depan aku buat taman…kutanami rumput dan tanaman hias atau bunga.


“Wow …It’s beautiful Adrian….I like it…..” decak kagum Debby melihat rumahku yang tertata rapi dengan taman di


halaman depan dan belakang area rumah.


Debby mengambil beberapa foto rumahku dengan telpon genggamnya.


“Di Hongkong…kami tidak bisa punya rumah seperti ini kecuali di desa atau daerah yang sangat jauh dari kota


Adrian…” ucap Debby


“Oh ya….di Jakarta aku tidak mungkin bisa membelinya Debby…kalaupun ada…harga disana sudah tinggi…” balasku


“Seseorang yang akan dampingi hidupmu disini pasti sangat bahagia Adrian…..suasananya tidak ramai….masih banyak pohon dan udaranya masih sejuk….” Ucap Debby lagi sambil berkeliling melihat area luar dan dalam rumah.


Kami berdua tersenyum saat orang orang yang sudah menghuni rumah rumah baru disekitar kami menyapa kami, “ Kapan pak…bu….di huni rumahnya…?” ucap mereka

__ADS_1


Layaknya artis sinetron, Debby tetap terlihat santai…dan tanpa canggung dia menggandeng tanganku dan membalas sapaan mereka…” Iya…lagi dirapihkan dulu…nanti kalo sudha rapih baru kami akan pindah..” jawab Debby dengan senyum ramahnya.Untunglah Debby sudah fasih berbahasa dan mengerti bahasa Indonesia. Dia wanita yang pintar dan cepat dalam belajar apapun.


Mendengarnya aku menahan tawaku…Debby mencubit pelan lenganku agar tidak tertawa dan bersikap normal atau biasa.


__ADS_2