Cinta Istri Simpanan

Cinta Istri Simpanan
Episode 13


__ADS_3

Di sebuah pemakaman umum, hujan deras sudah mengguyur sedangkan disana, disamping sebuah batu nisan yang bertuliskan nama seseorang, ada Safa yang meringkuk dengan tubuh menggigil dan juga tangisan yang memilukan.


Kalimat yang di ucapkan sang Ibu selalu terngiang di pikiran nya, sesekali Safa berteriak demi menumpakan rasa yang terhampau pahit dan perasaan yang kian sesak.


"Aku benci sama Ibu, aku benci..."


"Dia lebih sayang sama anak tirinya di banding aku"


"Ayah kenapa Ayah ninggalin Safa secepat ini ? kenapa Yah ? seandainya saja Ayah masih ada mungkin semua ini tidak akan Safa alami"


 


Hari terus beranjak sore, sementara itu Febri baru saja tiba di rumah yang di tempati Safa, rasa khawatir begitu besar ia rasakan.


Dengan tergesa-gesa Febri mengetok pintu rumahnya, berulang kali namun tak ada jawaban.


"Safa buka pintunya !! ini Mas"


"Fa...."


Febri terus berteriak, namun tak kunjung ada yang membuka. Febri berusaha mengintip di cela jendela akan tetapi tak ada tanda-tanda Safa dirumah itu.


"Dimana dia ? kenapa lama sekali membuka pintu ?" gumam Febri. Ia berjalan mondar-mandir seperti setrikaan saja.


"Aduh Fa, jangan bikin Mas khawatir dong !!"


Febri kembali berteriak memanggil nama Safa namun tak kunjung ada jawaban, saat ia hendak menghubungi wanita itu Febri terkejut melihat Safa baru saja turun dari motor dengan keadaan basah kuyup, wajah Safa pucat dan langkah yang begitu pelan.


"Astaga Fa, kamu dari mana saja ? kenapa hujan-hujan seperti ini ?" tanya Febri dengan kekhawatirannnya


Safa tertawa pelan namun ia tak menjawab pertanyaan Febri. Safa justru terus berjalan dan membuka pintu. Namun saat akan melangka masuk Safa justru jatuh pingsan. Beruntung Febri bisa menangkap tubuh Safa.


"Fa, kamu kenapa ? bangun Fa !!" Febri menepuk pipi kanan Safa, karena tak juga bangun akhirnya Febri menangkat tubuh Safa dan membawanya ke kamar.


Dengan hati-hati Febri meletakan Safa di atas kasur, dalam hal ini ia sangat bingung, Baju yang Safa kenakan sudah basah kuyup, kalau ia ganti pasti nanti Safa akan kedinginan namun kalau ia membiarkan Safa terus memakai pakaian basah itu, Febri takut Safa akan jatuh sakit.


"Bodohnya aku tak menyewa ART di rumah ini, kalau ada keadaan darurat kek gini bingung kan !"


Otaknya berpikir dengan keras, Febri mencari jalan keluarnya, jalan satu-satunya adalah memanggil tetangga, tapi kalau mengingat kejadian tadi saat ia menemaui ketiga ibu itu rasanya Febri masih sangat kesal.


"Selimutin aja lah yang banyak biar Safa gak kedinginan"


Febri berjalan kearah lemari dan mengambil beberapa lembar selimut lagi, ia menyelimutkan semua itu keatas tubuh Safa, tak lupa Febri mencari minyak angin supaya Safa lekas sadarkan diri.


"Ayo Fa bangun !! jangan bikin mas khawatir !!"


"Bangun Fa !!"

__ADS_1


Perlahan mata Safa terbuka, ia merasakan kepalanya terasa sangat pusing, Safa menatap sekeliling dan ia mendapati Febri sedang duduk disamping ia tidur.


"Mas"


"Hmmm"


"Kok Mas masih disini ?"


"Ya kali kamu pingsan mas tinggalin gitu aja, gini-gini Mas juga punya hati Fa"


"Apa ?? aku pingsan Mas ?" Safa tak bisa menyembunyikan keterkejutannnya.


"Iya tadi di depan, lagian kamu dari mana sih kok hujan-hujanan seperti itu ?"


Detik itu juga Safa langsung ingat kejadian yang menimpahnya, mungkin kalau bukan di marahin sama penjaga makam ia juga belum pulang sampai detik ini, rasanya belum puas mengadukan nasibnya pada sang Ayah.


"Fa....?" panggil Febri, karena melihat Safa terdiam.


"Aku dari rumah sakit Mas, ibuku masuk rumah sakit"


"Oh jadi dia nangis tadi karena ibunya masuk rumah sakit" batin Febri.


"Terus ??" Febri kembali bertanya


"Aku kira ibu akan senang kalau aku datang, namun nyatanya dia malah membuang aku dan menganggap kalau aku ini bukan anaknya lagi, dia lebih memilih kakak tiriku yang kejam itu." jawab Safa kemudian.


Febri mendekat dan menarik Safa kedalam pelukannya, disana tangis Safa pecah ia begitu terisak di dada Febri.


"Kenapa ibu jahat sekali sama aku Mas ? aku ini anaknya, tapi kenapa Ibu lebih sayang sama anak tirinya dari pada sama aku"


"Sabar ya, suatu hari nanti Ibu kamu pasti akan mengerti, dia akan menyadari semuanya" ucap Febri menenangkan.


"Aku benci sama Ibu Mas, dia gak sayang sama aku"


"Apapun yang Ibu kamu lakukan, jangan pernah membenci dia, Karena bagaimanapun dia tetap ibu kamu yang sudah melahirkan kamu, doakan saja supaya Ibu kamu cepat sadar !"


Safa melepaskan diri dari pelukan Febri, keduanya saling pandang, Febri mengelus pipi Safa dengan lembut. Bodohnya Safa menikmati setiap sentuhan dari Febri. Ia memejamkan matanya.


Hujan di luar semakin deras, rasa dingin semakin menusuk, Sementara di dalam kamar itu ada dua insan yang sedang hilang kendali.


Febri dan Safa kembali melakukan hubungan terlarang itu. Entah kenapa kali ini Safa tak menolak bahkan ia membuka pa ha nya lebar-lebar saat Febri akan mengarahkan benda tum pul milik nya.


"Aaahhh, Mas..." pekik Safa tertahan.


"Tahan Sayang, ini tidak akan sakit"


"Sakit Mas, sakit sekali !!"

__ADS_1


"Sabar, dikit lagi...."


Safa menggigit bibir bawahnya kuat-kuat, demi merasakan sensasi yang saat ini ia rasakan.


----


"Dimana sih kamu Mas, kenapa belum pulang sampai sekarang, aku telepon teman kamu katanya kamu sudah pulang dari tadi"


Seperti biasa Desi menunggu kepulangan sang suami, ia tak akan tenang jika Febri belum sampai rumah.


Berulang kali Desi menghubungi Febri namun selalu tak di jawab, dan itu semua membuat Desi kesal.


"Ngajak perang lagi kek nya !!"


"Kenapa sih akhir-akhir ini Mas Febri sering pulang telat. Kayaknya aku harus cari tau deh"


Memang Desi sudah menaruh rasa curiga dengan suaminya, Febri sering pulang telat dan kalau ditanya selalu saja jawaban nya tak masuk akal.


Sebagai seorang wanita Desi mempunyai perasaan yang peka, Tapi Desi berusaha menepis semua bayangan tentang Febri.


"Iiiiiih, Mas Febri kemana sih ??"


"Ayo dong angkat !!"


Hingga beberapa detik kemudian panggilan dari Desi menemukan jawabannya.


"Kamu kemana Mas kenapa belum pulang ?"


"Sebentar lagi aku pulang, ini lagi di jalan !!"


"Cepetan makanya !! aku tunggu 10 menit lagi kalau Mas belum pulang juga aku akan marah !!"


"Iya-iya, aku akan segera pulang"


----


Safa mendengar dengan jelas pembicaraan Febri dengan suaminya, ia memiringkan tubuhnya sambil membayangkan apa yang barusan mereka lakukan.


"Aku ngerasa udah kaya wanita murahan saja, kenapa bisa aku terbuai dengannya !!" gumam Safa...


--


...LIKE DAN KOMEN...


...ADD FAVORIT...


...KASIH HADIA (BUNGA/KOPI)...

__ADS_1


KONFLIKNYA BELUM BENAR-BENAR MUNCUL YA !! SIAPKAN SAJA MENTAL KALIAN GUYS 😂😂


__ADS_2