Cinta Istri Simpanan

Cinta Istri Simpanan
Episode 87


__ADS_3

"Jawab dulu pertanyaan ku, kamu menangis karena apa ? apa yang sedang kamu pikirkan ?" tanya Febri


Safa menunduk, ia tak tau harus mengatakan apa. Akankah ia harus menjelaskan kalau dirinya saat ini merindukan dan mencemaskan Orlando.


"Fa.." kembali Febri bersuara.


"Kenapa diam ? ayo jelaskan sama Mas apa yang kamu rasakan ?" sambung Febri lagi.


"Aku, Emmm aku mau pulang Mas"


Sebelah mata Febri menyipit, benarkah hanya karena ingin pulang Safa harus menangis seperti ini.. Tak berapa lama tawa Febri meledak sesekali ia meringis karena merasakan perutnya sakit mungkin karena kecelakaan yang menimpahnya waktu itu.


"Kenapa harus menangis sih Fa ? kalau mau pulang kan kamu tinggal bilang sama Mas" ucap Febri masih dengan tawanya.


"Kamu gak kangen ya sama Arnold makanya kamu gelisah terus ?" Tanya Febri lagi dan langsung di beri anggukan oleh Safa.


"Apa aku boleh pulang Mas ? kalau boleh aku akan pulang sekarang"


"Boleh kok, tapi janji ya besok datang lagi kesini dan kamu harus mau nganterin Mas ke apartemen"


"Iya Mas, besok aku akan datang lagi"


Seulas senyum terbit di bibir Febri, ia menggenggam erat tangan Safa. Mata keduanya saling memandang. Febri semakin yakin kalau Safa masih mencintainya.


"Tunggu sebentar lagi Fa, Mas akan segera menikahi mu dan kamu akan menjadi ratuku seumur hidupku" batin Febri.


"Ya sudah sana pulang ! titip salam untuk Arnold ya !"


"Iya Mas, kamu baik-baik disini"


Safa mengambil tasnya, tak lupa memasukan ponselnya kedalam tas, tak menunggu lama Safa langsung keluar dari ruangan Febri. Rasanya ada sedikit kelegaan karena Safa bisa pulang lebih cepat.


Bukan karena rindu dengan Arnold melainkan Safa ingin bertemu dengan Orlando. Ia sudah tak tahan dengan jarak yang kian mengikis keduanya.


"Bu aku akan pulang larut malam. Tolong titip Arnold ya ! aku mau ke apartemen Orlando" sebuah pesan singkat Safa kirim ke nomor Wina. Ia melakukan itu karena tidak ingin ibunya khawatir jika ia pulang terlambat.


*********


Tidak berapa lama Safa sudah tiba di apartemen Orlando, dengan langkah tergesa-gesa Safa langsung masuk kesana.


Keadaan Apartemen Orlando sangat sepi, Safa mencari sekeliling namun tak menemukan dimana Orlando berada, padahal saat masih di bawa tadi Safa berharap Orlando akan menyambutnya seperti kemaren-kemaren.


"Ando kemana ya ? kok di apartemen gak ada ?"


Sekali lagi Safa menghubungi nomor Orlando namun tak kunjung ada jawaban. Membuat Safa memutuskan untuk menunggu saja ia masuk kedalam kamar Orlando dan menyalahkan lampunga.


"Astaga berantakan sekali ?" gumam Safa terkejut.


Bagaimana tidak, pakaian Orlando berserakan dimana-mana, kaca hias sudah pecah.


"Ando.... Apa yang terjadi ??"

__ADS_1


"Kenapa kamarmu berantakan ?"


Satu persatu Safa memunguti pakaian Orlando, menumpuknya menjadi satu di atas kasur. Kemudian ia mengambil sapu untuk membersihkan lantainya.


"Aku harap kamu baik-baik saja Ndo. !"


*********


Wina baru saja membaca pesan dari Safa, wanita paruh baya itu juga di buat kesal dengan sikap Safa. Karena bagi Wina Safa seperti mempermainkan dua perasaan sekaligus.


Iya perasaan Febri dan Orlando...


Jika saja Safa mau jujur dan memilih sala satu dari mereka mungkin Safa tidak akan seperti ini.


"Berhati-hatilah !" hanya itu balasan yang dapat Wina ketik.


"Semoga kamu segera memantapkan hatimu Nak ! jangan mempermainkan dua hati sekaligus karena kamu juga yang akan merasakan dampaknya" gumam Wina.


*********


Jam sudah menunjukan pukul 05 sore, Orlando baru saja tiba di lift apartemennya. Laki-laki itu masih saja fokus kelayar segi empat di tangannya. Tanpa memperdulikan dengan siapa ia berada di lift.


Tak berapa lama pintu lift terbuka, Orlando langsung melangkahkan kakinya menuju apartemen miliknya. Ia memencet kode agar pintu terbuka.


Saat pintu terbuka wangi masakan yang sangat ia rindukan tercium oleh hidungnya. Orlando mengidarkan pandangannya, hingga tatapan nya tertuju pada seorang wanita yang sedang berkutat di dapur miliknya.


"Safa...."


Ah rasanya rindu sekali ? ingin rasanya Orlando memeluk wanita bertubuh mungil itu. Namun sayang Orlando harus menerima kenyataan kalau Safa bukanlah miliknya.


"Eheeemmmmm" Orlando berdehem membuat Safa menghentikan pekerjaannya lalu menoleh.


"Kamu udah pulang Ndo ?" tanya Safa dengan senyum merekah.


Orlando mengangguk "Sedang apa kamu disini ?"


"Aku mau masakin makanan kesukaan kamu Ndo ? aku juga kangen dengan apartemen kamu"


Ekspresi Orlando tak bisa di tebak, ia menatap Safa dengan diam padahal di hatinya ia begitu bahagia karena Safa merindukan apartemen ini, karena walau kecil kemungkinan Safa juga merindukan dirinya.


"Kamu dari mana Ndo ?" tanya Safa.


"Kerja"


"Ya sudah sana mandi dulu, nanti kita makan sama-sama !"


Lagi-lagi Orlando mengangguk, ia langsung menuju kamarnya. Orlando kembali kaget demi mendapati kamarnya sudah bersih dan rapi. Ia berjalan dan membuka lemari semua pakaiannya sudah kembali tersusun rapih di tempat semula.


"Ini pasti Safa yang melakukannya, makasih Fa atas semua ini. Tapi dengan sikap kamu yang seperti ini membuatku semakin sulit untuk melupakan kamu"


*********

__ADS_1


Di meja makan Orlando dan Safa sudah duduk berhadapan. Dengan sajian makanan yang mengguga selera. Orlando sering diam dan sikapnya masih saja dingin membuat Safa kehabisan kata-kata untuk memulai pembicaraan.


"Kamu mau sayur apa Ndo ?"


"Aku bisa ambil sendiri, kamu makanlah dulu !"


Rasanya Safa ingin menangis menghadapi sikap Orlando.


"Ya sudah kalau gitu" akhirnya Safa mengala, ia mengambil sayur untuknya sendiri.


Keduanya makan dengan keheningan, hanya dentingan sendok yang beradu dengan piring yang menjadi pemecah suara disana. Safa sesekali melirik kearah Orlando yang tampak lahap dengan makanannya.


Setidaknya ada sedikit kebahagiaan yang Safa dapatkan. Orlando masih sama, ia masih sangat menyukai masakan Safa.


"Kamu mau kemana Ndo ?" tanya Safa saat Orlando langsung berdiri selesai makan.


"Mau istirahat !"


"Kamu gak nganterin aku pulang Ndo ?" ..


"Tadi kesini pakai apa ?" tanya Orlando dingin.


"Taksi"


"Ya sudah pulannya ya pakai taksi kan bisa"


Deeeeegggggg.


Detak jantung Safa berpacu dengan kuat, di tambah dengan lelehan air mata yang mengalir deras di pipinya.


Orlando menyadari kalau saat ini Safa menangis, ia menjadi tak tega namun tekadnya sudah kuat untuk menghapus nama wanita itu di hatinya. Orlando ingin menganggap Safa sebagai adik seperti selama ini Safa menganggapnya sebagai Kakak.


"Kamu jahat Ndo ? kamu berubah sekarang !"


"Tidak ada berubah Fa, aku masih sama hanya keadaan saja yang berubah" balas Orlando.


"Kamu jahat"


"Iya aku memang jahat, kalau kamu sudah tau kenapa kamu masih mau datang kesini"


"Aku merindukan kamu Ndo, sangat rindu" ucap Safa dengan nada bergetar.


"Simpan saja rindumu untuk orang yang kamu cintai !!!"


***


...LIKE DAN KOMEN...


...ADD FAVORIT...


...RATE BINTANG LIMA...

__ADS_1


__ADS_2