Cinta Istri Simpanan

Cinta Istri Simpanan
Episode 49


__ADS_3

Seminggu kemudian.


Febri tak juga berhasil menemukan Safa, laki-laki itu sangat frustasi memikirkan dimana sang istri berada, ia takut terjadi sesuatu pada Safa.


Ia bertanya pada semua penghuni apartemen yang berdekatan dengan apartemen Safa, sayangnya tak ada satupun yang mengetahui kemana Safa pergi, Febri ingin bertanya dengan Orlando tapi menurut informasi yang ia dapat kalau Orlando sedang pulang ke thailand.


Febri berpikir tidak mungkin Orlando yang membawa Safa pergi, kebetulan hari dimana Safa menghilang ia sempat bertemu dengan Orlando.


"Kemana lagi Mas harus mencari mu Fa ? Mas sangat merindukan kamu"


Febri merutuki semua kebodohan nya, karena selama menikah dengan Safa ia tak pernah bertanya dimana tempat yang sering Safa kunjungi. Dan itu semua menyulitkan dirinya mencari keberadaan Safa, firasat Febri mengatakan kalau Safa ada di sekitarnya.


"Kamu pintar bersembunyi ya Fa, tapi tenang saja Mas yakin Mas bisa menemukan kamu"


"Apa jangan-jangan Safa pulang kerumah ibunya ya ? coba deh aku kesana siapa tau memang Safa pergi kesana mungkin dia kangen sama ibunya"


Tak perlu susah untuk Febri mencari alamat ibu nya Safa, karena dulu Safa sendiri pernah mengatakan alamat lengkap rumahnya.


Febri melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi rasanya ia sudah tak sabar untuk bertemu dengan Safa, Febri begitu yakin Safa ada disana.


Mobil berhenti tepat di depan gerbang rumah Wina, Febri turun lalu mendekati seorang penjaga rumah.


"Permisi Pak saya mau bertemu dengan ibunya Safa" ucap Febri.


Mang Ucup memperhatikan penampilan Febri "Ada perlu apa ya Mas ?"


"Sebenarnya saya mau bertemu dengan Safa pak, dia ada di rumah kan ?"


Mang Ucup mengernyitkan keningnya "Non Safa mah udah lama gak pulang Mas, semenjak dia di usir sama Nyonya Non Safa pergi sampai sekarang gak pulang"


"Safa gak ada disini ? lalu dimana dia sebenarnya ?" ucap Febri dalam hati.


"Bapak yakin kalau Safa gak pernah pulang ?" Febri kembali memastikan.


"Saya yakin Mas, dulu dia sih pernah pulang kesini tapi udah lama sekali sekitar 6 atau 7 bulan yang lalu kayanya, saya aja sampai lupa"


"Bapak tau gak kemana Safa pergi ?"


"Waduh kalau masalah itu saya gak tau Mas, Non Safa juga gak pernah cerita sama saya dia pergi kemana, Non Safa hanya memberikan nomor ponselnya"

__ADS_1


Febri kembali terdiam, ternyata dugaan nya salah besar, Safa tak ada di rumah ini, entah kemana lagi ia harus mencari Safa.


"Ya sudah kalau gitu Pak saya permisi dulu"


"Silahkan Mas, entar kalau Non Safa pulang saya bilangin kalau ada yang mencarinya"


Febri hanya menjawab dengan anggukan, ia kembali melangkahkan kakinya untuk meninggalkan rumah itu, namun saat akan keluar dari gerbang ada suara seseorang yang membuat Febri menghentikan langkahnya.


"Siapa itu Mang ?" teriak Wina.


"Anu Bu orang yang memcari Non Safa" balas Mang Ucup.


Febri menoleh ia menatap wanita paruh baya yang wajahnya begitu mirip dengan Safa, Segera Febri mendekati Wina


"Kamu siapa ? kenapa kamu mencari Safa ?" tanya Wina setelah Febri ada di dekatnya


Dengan sopan Febri menyalami tangan Wina lalu menciumnya, karena baru kali ini ia bertemu dengan ibu mertuanya " perkenalkan saya Febri Bu, saya suaminya Safa menantu Ibu"


Wina terkejut ternyata memang benar kalau anaknya sudah menikah "Jadi apa yang di katakan oleh wanita yang beberapa minggu yang lalu datang kesini benar adanya kalau Safa telah menikah " ucap Wina membuat Febri terkejut.


"Maaf Bu, siapa ya yang datang kesini ?"


"Itu pasti Desi ? mau apa dia datang kesini ?" batin Febri.


"Lalu untuk apa kau datang kesini ?" tanya Wina kemudian


"Saya mencari Safa Bu, sudah seminggu ini dia gak pulang ke apartemen, saya bingung harus mencarinya kemana lagi, makanya saya datang kesini karena saya pikir Safa pulang kesini"


"Dia gak pernah pulang kesini, jadi kau salah alamat jika mencarinya kesini" Setelah mengatakan itu Wina masuk kedalam rumah dan meninggalkan Febri seorang diri bahkan Wina tak mengizinkan laki-laki itu masuk.


********


Di Thailand....


Setelah satu minggu di rawat akhirnya Safa sadar juga, ia memegangi kepalanya karena masih terasa sangat sakit. Safa menatap sekeliling dan mengenali semuanya.


"Aaawwwwww" Pekik Safa tertahan.


Orlando yang saat itu baru saja menutup matanya karena semalaman ia begadang karena banyak pekerjaan menjadi terkejut mendengar suara seseorang. Dengan segera Orlando membuka matanya lalu terkejut karena Safa sudah membuka matanya.

__ADS_1


"Safa, kamu sudah sadar ?"


"Orlando, aku dimana ?"


"Kamu di rumah sakit Fa, udah kamu jangan banyak gerak dulu aku panggil dokter sebentar"


Orlando segera menekan tombol untuk menghubungi perawat dan dokter, tak berapa lama seorang dokter perempuan dan beberapa perawat memasuki ruang rawat Safa.


Orlando menjelaskan kalau Safa baru saja membuka matanya, dokter langsung memeriksa keadaan Safa dan bayinya, disana Safa mulai heran karena dokter dan yang lainnya termasuk Orlando menggunakan bahasa asing yang tak bisa Safa mengerti.


Setelah mengatakan kalau Safa dan bayinya baik-baik Saja Orlando tersenyum senang, sang dokter kembali keluar dari ruang rawat Safa.


"Aku dimana Ndo ? kenapa kamu bicara dengan bahasa asing ?" tanya Safa heran.


"Hehe" Orlando terkekeh "Sebelumnya aku mau minta maaf Fa sama kamu, aku membawamu ke Thailand"


"Apa ? Thailand ?" pekik Safa dengan suara keras.


"I---ya Fa, aku lakukan ini untuk melindungi kamu Fa, kamu tau gak saat aku ke apartemen kamu, aku lihat dua wanita itu sedang menganiaya kamu Fa, aku takut mereka akan melakukan hal yang sama jika aku tak membawamu kabur" jelas Orlando.


Safa kembali mengingat kejadian itu, bagaimana Desi dan Sara menyiksanya, mereka bahkan mengabaikan jeritan kesakitan dari Safa , bahkan mereka melupakan kalau ada seseorang yang hidup di rahim Safa.


Air mata Safa kembali menetes, ia tak menyangka kalau Desi dan Sara tega melakukan nya.


"Udah jangan nangis Fa, sekarang kamu aman kok ! jadi gak usah takut lagi, kamu bisa menjalani kehamilan kamu dengan tenang sekarang"


"Makasih ya Ndo udah bawa aku kesini, makasih kamu udah bantuin aku mungkin kalau kamu gak nolong aku waktu itu, aku pasti udah gak ada"


"Udah ah jangan ngomong gitu, aku ngeri tau dengar yang namanya kematian"


Safa mengelus perut nya, dan langsung mendapatkan tendangan pelan dari calon anaknya, Safa tersenyum ia bersyukur kalau anaknya baik-baik saja, padahal Safa masih ingat dengan jelas bagaimana Desi naik keatas perutnya dan menekan perut Safa tanpa perasaan.


"Lihat saja mbak Desi dan Kak Sara, suatu saat nanti kalian akan mendapatkan karmannya" batin Safa.


---


...LIKE DAN KOMEN...


...ADD FAVORIT...

__ADS_1


__ADS_2