Cinta Istri Simpanan

Cinta Istri Simpanan
Episode 60


__ADS_3

Saat di sedang sarapan Desi mengatakan pada sang suami kalau dia akan mengambil uang sebanyak 50 juta di ATM, mendengar hal itu tentu saja Febri kaget karena tak biasanya Desi menarik uang sebanyak itu.


"Mau di gunakan untuk apa ? bukankah di ATM kamu ada uang nya juga ?" tanya Febri heran.


"Keperluan ku kan banyak Mas, lagian uang itu juga bukan uang mu sendiri karena disana ada kerja kerasku, jadi aku berhak dong ngambilnya"


Febri sedikit tersingung dengan ucapan istrinya, memang begitu kenyataan nya kalau itu juga adalah uang hasil kerja keras Desi.


"Terserah kamu" ucap Febri sembari menghentikan sarapannnya.


"Kamu mau kemana Mas ? itu sarapan nya belum habis ?" tanya Desi yang melihat sang suami berdiri hendak pergi.


"Kerja" jawab Febri singkat


Desi hanya mengangguk ia tak tahu kalau suaminya marah dan kecewa akibat ucapan nya, yang terpenting sekarang Desi bisa mentransfer sisah uang untuk Sara dan setelah itu urusan nya dengan Sara selesai.


Hari ini Desi juga akan mendatangi Apartemen untuk bertemu dengan Orlando, ia ingin menanyakan dimana keberadaan Safa dan kemana laki-laki itu membawa istri sirih suami nya.


"Pokoknya aku harus memastikan kalau Safa telah pergi jauh dari hidup suamiku, jadi aku harus menanyakan semuanya pada laki-laki itu" ucap Desi dalam hati.


********


Sekarang Desi sudah dalam perjalanan menuju apartemen setela sebelumnya ia mentransfer uang kepada Sara. Ia begitu kesal mendengar tawa Sara apalagi ucapan terima kasih dari wanita licik itu.


Desi memarkirikan mobilnya di tempat yang telah di sediakan ,namun saat akan memasuki apartemen ia melihat Orlando yang akan pergi menuju mobilnya, ini menjadi kesempatan Desi untuk mengobrol berdua dengan Orlando.


"Hei tunggu !" teriak Desi sembari berlari.


Orlando menoleh ia mengernyit bingung saat melihat Desi berlari kearahnya.


"Mau apa wanita tua ini ?" gumam Orlando.


"Tunggu !!" Desi kembali mengatakan hal serupa.


"Ada apa ya ?" tanya Orlando heran.


"Saya mau bicara empat mata sama kamu, karena ada banyak hal yang ingin aku tanyakan ?" ucap Desi.


"Ya sudah, mau bicara dimana ?"

__ADS_1


"Di kafe depan saja !"


Orlando mengangguk ia mengikuti langkah kaki Desi, walau di benak Orlando sudah tau apa yang ingin di tanyakan oleh Desi, karena sudah yakin kalau semua ini bersangkutan dengan Safa.


Sesampai di kafe, Orlando menarik kursi begitupun dengan Desi, mereka duduk berhadapan, Orlando tak membuka pembicaraan karena ia menunggu apa yang ingin di tanyakan oleh Desi.


"Saya gak mau berbelit-belit ya, saya mau bertanya kemana kamu membawa Safa waktu itu ?" tanya Desi tho the point.


Orlando diam sembari menatap Desi "Untuk apa kau menanyakan Safa, bukankah kau ingin melenyapkannya ?"


"Saya cuman ingin bertanya saja, ya syukur deh kalau dia memang udah pergi"


Rahang Orlando mengeras mendengar apa yang di ucapkan Desi, ia ingin sekali mencekik wanita itu sampai kehilangan nyawa.


Karena tak ingin kehilangan kesempatan Orlando merekam percakapan nya bersama Desi, karena kelak akan dia jadikan untuk menjebloskan Desi kepenjara.


"Kenapa Anda begitu membenci Safa ?"


"Ya karena dia sudah merebut suamiku, jadi apapun caranya aku akan melenyapkan Safa termasuk melakukan hal keji seperti yang kau lihat di apartemen waktu itu" jelas Desi.


"Jadi aku mau nanya kemana kamu membawa Safa ?" tanya ulang Desi


"Bagus deh kalau gitu, oh ya kamu jangan pernah ya bongkar semuanya pada siapapun, aku akan membayarmu berapa saja asal kau bisa tutup mulut"


Orlando tersenyum mengejek, bisa-bisa nya Desi akan membayar nya hanya untuk menutupi kejahatan Desi, tidak taukah oleh wanita itu kalau selama ini Orlandolah yang mengiriminya paket misterius supaya Desi maupun Sara menjadi gila.


"Kau jangan meremehkan aku ya, aku benar-benar akan membayar mu berapapun asal kau tutup mulut selamanya" ucap Desi kesal karena melihat senyum merendahkan dari Orlando.


Orlando berdiri ia merapihkan jasnya "Saya tak butuh uang mu, dan saran saya simpan saja uang itu karena kelak kau akan membutuhkan banyak uang"


"Apa maksud mu ?" bentak Desi.


"Tidak ada, kalau sudah tak ada yang ingin di bicarakan saya duluan" Orlando berjalan dengan santai meninggalkan Desi.


**********


Hari-hari yang Safa lalui di Thailand terasa sangat menyenangkan, apalagi dengan kebaikan dan perhatian Aroon dan Gita. Membuat Safa seperti punya kedua orang tua yang lengkap lagi.


Hari ini Gita akan membawa Safa pergi belanja kebutuhan bayi, karena sudah tak lama lagi Safa akan melahirkan. Kanduangan Safa sudah berusia 8 bulan sementara perlengkapan bayi satupun belum ada.

__ADS_1


"Yuk berangkat !" ajak Gita


Safa mengangguk, ia tampil cantik hari ini. Dress ibu hamil yang ia kenakan begitu pas di tubuhnya. Gita tersenyum tapi diam-diam Gita mengambil foto Safa dan mengirimkan nya kepada Orlando.


Semua ini atas permintaan Orlando, makanya Gita melakukan nya. Putra nya itu pasti akan senang sekali jika melihat foto Safa yang barusan ia kirim.


"Nanti kamu ambil aja apa yang kamu butuhkan, semuanya biar Tante yang bayar" ucap Gita.


Safa merasa tak enak hati, selama tinggal dengan Gita dan Aroon semua kebutuhannnya terpenuhi walau ia tak pernah bekerja, bahkan hanya menyapu teras saja Gita sudah melarang apalagi jika Safa melakukan hal yang lain.


Kehidupan Safa sudah bak putri raja yang semua nya di layani, Safa benar-benar bersyukur akan kehidupan nya sekarang.


Sesampai di sebuah Mall terkenal Gita tampak antusias memilih perlengkapan bayi, mulai dari tempat tidur bahkan sampai mainan.


"Tante yang ini udah banyak !" ucap Safa saat Gita kembali memilih pakaian bayi yang lain.


"Biarlah, ini sangat lucu dan tante suka ini" tanpa memperdulikan Safa, dengan segera Gita memasukan pakaian itu kedalam keranjang yang di dorong salah satu karyawan toko.


Safa menggelengkan kepalanya, ia sebenarnya sudah banyak mempelajari tentang menjadi seorang ibu, dan perlengkapan bayi yang mereka beli tak akan di pakai lama oleh anaknya kelak. Tapi ya sudahlah yang penting Gita bahagia.


"Ini juga lucu"


"Aahh, ini lucu sekali"


"Tante suka yang ini"


Entah sudah berapa kali Safa mendengar teriakan histeris dari Gita saat melihat perlengkapan bayi.


"Udah yuk Tante, ini udah banyak banget, lihat tu udah 3 keranjang" tunjuk Safa


"Wah udah banyak ya, Tante kok ngerasa baru sedikit" Gita tampak bingung saat melihat 3 keranjang besar di hadapan nya sementara Safa hanya terkekeh pelan.


"Terus kamu udah pilih apa aja Nak ?" tanya Gita pada Safa.


"Aku belum memilih satupun karena dari tadi Tante yang sibuk milih" batin Safa sembari terkekeh pelan.


---


...LIKE DAN KOMEN...

__ADS_1


...ADS FAVORIT...


__ADS_2